Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 305


__ADS_3

Kenapa lelaki itu sama seperti Pak Anton, siapa dia sebenarnya. Hati Sarah terus bertanya-tanya, ia seakan melihat sosok lelaki yang begitu sama dengan pak Anton. Membuat dirinya berdiri memegang jeruji besi.


 


 


Lelaki itu tersenyum dan bertanya pada Sarah,” Apa benar nama kamu, Sarah.”


 


Tatapan mata lelaki itu begitu tajam membuat Sarah mengerutkan kedua dahinya,” Siapa kamu?”


 


“Kamu tidak perlu tahu siapa aku, yang terpenting aku bisa bertemu denganmu saat ini!” jawab lelaki berhidung mancung itu.


 


“Apa tujuanmu. Kenapa kamu ingin bertemu denganku?” tanya Sarah.


 


“kamu tidak perlu tahu, apa tujuanku bertemu denganmu,” ucap lelaki itu.


 


“Jika tak penting, kamu tak perlu menemuiku saat ini,” balas Sarah cetus.


 


 


Wanita bermata sipit dengan rambut lurusnya panjang yang terikat sederhana kini pergi meninggalkan lelaki itu, tapi lelaki itu menahan Sarah dengan berkata,” aku bisa mengeluarkanmu dari penjara ini.”


 


Deg ....


 


Ucapan lelaki itu membuat Sarah sedikit tertarik, entah benar atau tidaknya. Karna dia tidak tahu asal usul lelaki itu.


 


Langkah Sarah terhenti.


 


“Apa kamu tertarik.”


 


Tawaran itu benar- benar menggiurkan, membuat Sarah ragu. Untuk menolak.


 


“Jadi bagaimana, Sarah.”


 


Apa yang harus Sarah jawab, ia ingin tapi dirinya takut.


 


Sarah membalikkan badan berjalan mendekat ke arah lelaki itu.


 

__ADS_1


“Apa kamu bisa menjamin perkataanmu itu?” Tanya Sarah karna hati yang benar-benar ragu Sekali.


 


Lelaki itu tersenyum kecil,  dan menjawab,” kamu tenang saja. Sarah, aku pasti akan membuatmu bahagia.”


 


 


Menelan ludah dengan perkataan lelaki tua itu, “ Baiklah kalau begitu.”


 


Sarah tersenyum senang dan berkata dalam hati,” hidup ini memanglah indah. Akhirnya bisa bebas dari jeruji besi ini.”


 


 


Proses berlanjut, di mana Sarah di keluarkan dari dalam penjara. Karna lelaki tua yang entah Sarah tak mengenalnya.


 


Tama yang melihat Sarah berjalan bergandengan dengan lelaki itu, langsung meneriaki Sarah.


 


“Sarah.”


 


Teriakan itu membuat Sarah menatap ke arah Tama, melepaskan tangan lelaki tua yang percis dengan wajah pak Anton.


 


 


“Tama, kamu memanggil namaku?” tanya Sarah menampilkan wajah bahagianya karna sudah bebas dari penjara.


 


“Ya, kamu bebas. Sarah? Dan kenapa kamu bisa bersama lelaki tua bangka itu!” hardik Tama. Sedikit meledek lelaki dengan wajah yang sama dengan Pak Anton.


 


“Kenapa kamu berbicara seperti itu, Tama?”  tanya Sarah.


 


“Aku sudah tahu dia, jangan mudah percaya dengan orang itu, Sarah!” jawab Tama. Berdesak kesal, lelaki itu hanya tersenyum dan memandang Tama dengan kebencian.


 


“Aku percaya dengan dia, karna dia yang membebaskanku dari neraka ini. Tama,” ucap Sarah  dengan keyakinan hatinya.


 


“Kamu tidak akan mengerti, dia membebaskanmu ada maksud tertentu,” tegas Tama. Berusaha meyakinkan Sarah, tapi Sarah tetap bersih keras. Percaya pada lelaki tua yang membebaskannya.


 


“Aku ingatkan lagi Sarah, percaya padaku. Aku peduli padamu,” ucap Tama. Berharap Sarah mempercayai perkataannya.


 


Sarah yang kesal terhadap Tama hanya membuang wajah, dan berkata,” bagaimana aku bisa percaya padamu. Tama. Apa kamu lupa, kamu sudah membuatku menderita dengan meninggalkan niat dan impianku. Kamu masih bicara kamu peduli padaku.”

__ADS_1


 


“Sarah, aku ....”


 


Belum perkataan Tama terlontar semuanya, Sarah langsung membentak sama pada saat itu juga.


 


“ Cukup, Tama. Jangan lebih berbicara seperti itu, Kamu ini sudah membuat aku menderita. Jadi aku tak mau mempercayai lagi ucapan.”


 


“Sarah kumohon. Tolonglah percaya padaku,” ucap Tama.


Sarah sudah menutup hati dan juga telinganya untuk Tama.


Sarah mulai mengajak lelaki tua itu untuk segera pergi dari dalam penjara, ia tak mau berurusan lagi dengan Tama. Hatinya sudah dipenuhi dengan kebencian akibat ulah Tama yang sudah membunuh Pak Anton dan juga ketiga istri Pak Anton, begitupun dengan ibunda Sarah sendiri.


Tamq terus saja berteriak memanggil Sarah, namun Sarah benar-benar tidak memperdulikan ucapan Tama pada saat itu.


Sarah mulai digandeng lagi oleh lelaki tua itu, lelaki tua yang sama persis dengan wajah Pak Anton. ini Melambaikan tangan kearah Tama. membuat Tama yang melihat lelaki tua itu Melambaikan tangan, membuat dirinya memukul jeruji besi yang ada di hadapan.


" Kenapa bisa. lelaki tua bangka itu datang lagi kembali. padahal Dia adalah lelaki licik, yang mencari mangsa seorang wanita untuk dijadikan pajangan hidupnya." Gumam hati Tama.


rasa kesal itu terus saja menghantui hati Tama, membuat Tama melampiaskan semua amarahnya dengan memukul-mukul orang yang berada di dalam penjara bersamanya.


para polisi yang berjaga di sana, langsung mengamankan Tama. lelaki berambut keriting itu dibawa paksa oleh para polisi. dipindahkan ke ruangan penjara lain. yang di mana di ruangan itu tidak dapat orang satupun.


Sarah yang benar-benar bahagia dalam masa bebasnya dari dalam penjara, segera mungkin naik kedalam mobil yang sudah disediakan lelaki tua itu. hatinya seakan berbunga-bunga, tak ada beban pikiran yang harus dihadapi Sarah saat itu juga.


lelaki tua itu terus saja menatap Sarah, yang sudah bahagia karena bebas dari dalam penjara.


sedangkan dengan tama yang sudah dipisah dengan orang-orang yang berada di dalam penjara, membuat hatinya tak tenang sama sekali. ya sangatlah mengkuatirkan salah pada saat itu juga. karena dirinya yang sudah tahu betul sifat asli lelaki yang wajahnya Sama persis dengan ayah kandungnya sendiri yang lain pak Anton.


Tama, takut akan Sarah yang akan menderita berada dekat dengan lelaki tua itu. karena lelaki itu bukanlah sembarangan orang biasa.


"Sarah. kenapa bisa kamu mau diajak oleh lelaki tua bangka itu." Gumam hati Tama.


Tama mengajak kasar rambutnya yang begitu berantakan, membuat dirinya sedikit frustasi memikirkan keadaan Sarah yang sudah ikut dengan lelaki tua bangka yang iya kenal. sebagai lelaki jahat.


" Kenapa lelaki tua bangka itu bisa muncul secara tiba-tiba, Kenapa juga lelaki tua itu bisa mengetahui keberadaan Sarah dan juga aku," Gerutu Tama.


rasanya Tama ingin sekali terbebas dari penjara itu, Iya ingin sekali menyelamatkan Sarah dari genggaman lelaki tua yang persis dengan wajah Pak Anton.


" bagaimana caranya aku bisa terbebas lagi dari penjara ini, rasanya aku tak merasakan hidup yang begitu indah, hanya ada jeruji besi yang mengelilingi diriku saat ini. ditambah lagi lelaki tua yang sudah melakukan hal yang tak pantas terhadap Sarah."


@@@@@


Kinii Sarah Sudah sampai di rumah lelaki tua, yang wajahnya percis sekali dengan pa k Anton.


Sarah sangat kaget melihat pemandangan rumah yang besar dan juga mewah, rumah itu lebih indah daripada rumah Pak Anton yang pernah ia tempati.


saat itu pintu rumah terbuka begitu lebar, Sarah melihat para pelayan berjajar menunggu kedatangan tuan rumah.


rumah itu tampak sepi tak ada anak-anak dan juga seorang wanita yang menjadi istri lelaki tua itu. membuat Sarah sangatlah heran.


"Ke mana istri lelaki itu dan anak-anaknya?"


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2