
Suster Ayuni yang mendengar perkataan Alan, tentu saja merasa tertekan.
"Pak Alan, saya ...." Ucap Suster Ayuni. Memegang legan Alan, berusaha agar Alan tidak terlalu menekannya.
Alan malah mengibaskan tangannya, membuat tangan Ayuni terlepas. Alan pergi dengan rasa kesal dan amarah yang menggebu.
Tak terasa amarah yang terasa pada hati Alan, mengantarkan kakinya melangkah ke ruangan sang istri. Pintu mulai Alan buka perlahan, agar sang istri tak bangun dari tidurnya.
langkah kaki akan benar-benar terasa berat, apa yang harus ia katakan Jika Nanti istrinya terbangun dari tidur. Apa Alan harus berbohong kembali? tapi itu rasanya tak mungkin, jika Alan terus berbohong. Bisa bisa Delia akan curiga dan menyalahkan semuanya pada Alan.
@@@@@
suster Ayuni yang ditekan oleh Alan, kini mulai mengecek CCTV di rumah sakit yang terhubung dengan ruangan khusus bayi. Iya juga tak lupa membawa Lita dan Ida dalam kasus ini. Karena bagaimanapun Lita dan Ida biang permasalahan yang di mana bayi Delia tidak ada di ranjang bayi.
setelah sampai di ruangan CCTV, saat itulah suster Ayuni meminta tolong pada pengawas yang berjaga di ruangan CCTV. untuk mengecek rekaman CCTV yang berada di ruangan khusus bayi. pada saat itulah pengawas langsung, mencari rekaman CCTV memutar balikan rekaman itu, untuk mencari tahu siapa yang sudah berani mengambil bayi Delia dan Alan.
Lita dan Ida yang ikut serta di dalam ruangan CCTV, sangatlah gugup mereka hanya bisa berdiri di belakang punggung suster Ayuni.
Ada rasa kesal menyelimuti hati suster Ayuni, yang di mana ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Pada rekaman CCTV yang di putar ulang oleh pengawas.
tubuh suster Ayuni diseret oleh Lita dan Ida, menuju kamar mandi.
suster Ayuni hanya bisa mendelik kesal memadam semua amarah pada hatinya.
Lita dan Ida hanya bisa menelan ludah, menyadari kesalahan mereka sendiri.
Saat rekaman CCTV di putar kembali, yang di mana Suster Ayuni di ikat di kamar mandi oleh Lita dan Ida.
Saat itu pula, sosok seseorang datang ke ruangan bayi. orang itu memakai jubah merah yang menutupi kepalanya. wajahnya tertutup masker berwarna hitam. membuat suster Ayuni tak jelas melihat Siapa orang yang sudah membawa bayi Delia dan juga Alan.
"Siapa dia sebenarnya, kenapa di memakai jubah." Gumam hati Ayuni.
menggigit jari tangan suster Ayuni mencoba menyuruh pengawas itu untuk memperbesar orang yang memakai jubah merah dengan masker berwarna hitam itu.
Lita dan Ida saling berbisik satu sama lain.
"Lita kamu lihat postur tubuh orang yang memakai jubah merah itu?" tanya Ida dengan berbisik pada telinga Lita.
__ADS_1
"Ya, Seperti orang yang pernah kita lihat kemarin!" jawab Lita. Mencoba menebak sosok orang yang memakai jubah merah itu.
"Benar, siapa ya?" tanya Ida pada Lita.
suster Ayuni mulai membentak Lita dan Ida yang terus berbisik satu sama lain membuat gendang telinganya merasa risih." Bisa tidak kalian diam."
bentakan suster Ayuni membuat suster Lita dan Ida terdiam seribu bahasa, mereka berdua mendelik kesal kearah suster Ayuni.
" Bagaimana aku bisa menyelidiki orang yang memakai jubah merah itu," ucap hati Ayuni.
mereka bertiga langsung keluar dari ruangan CCTV itu, setelah melihat rekaman di mana Orang yang mengambil bayi Delia dan juga Alan memakai jubah merah. Membuat mereka susah untuk menyelidiki semuanya.
suster Ayuni langsung membalikkan badan ke arah Lita dan juga Ida, mengerutkan dahi dan berkata," sepertinya aku akan menyerahkan tugas ini kepada kalian. Jadi kalian harus menyelidiki siapa orang yang sudah mengambil bayi Delia dan juga Alam. Jika tidak ...."
Deg ....
Hati mereka berdua seakan gemetar ketakutan, setelah ancaman dilayangkan oleh suster Ayuni, "Kenapa kalian seperti ketakutan. Apa aku menyeramkan di mata kalian?"
Suster Lita dan Ida mulai menjawab dengan nada keluh," tidak. Kami hanya ...."
Brug ....
Kedua suster itu terkejut, dan memeluk satu sama lain.
"Aku tidak mau tahu, kalian harus bertanggung jawab. Jika tidak ancaman yang aku katakan ke marin tak segan segan aku kabulkan untuk kalian."
suster Ayuni langsung menjauh dari hadapan Lita dan juga Ida, berjalan untuk segera mengganti baju. karena waktu jam pulang sudah menunjukkan pukul 6 pagi. sedangkan Lita dan juga Ida. Masih Berdiri dengan rasa kebingungan.
" Bagaimana ini Lita, seharusnya kita bersiap-siap untuk pulang dari rumah sakit. bukan malah menyelidiki Siapa yang sudah membawa bayi Delia dan juga Alan."
" Entahlah Ida, hari ini kita benar-benar Apes sekali. Ternyata kita salah sasaran, suster Ayuni bukanlah wanita lemah yang bisa kita bodoh. dia ternyata pintar dan juga berani menganiaya kita."
"Nasib .... Nasib."
" Ayo Lita, sebaiknya kita mencari tahu sosok orang yang memakai jubah berwarna merah itu."
" dimana kita harus mencari sosok orang yang memakai jubah merah. jika kita mencari sosok orang yang memakai jubah merah itu. semua akan membuang waktu dan sia-sia. kita tidak akan menemukan sosok orang yang memakai jubah merah itu hari ini. kemungkinan sosok itu tidak akan kembali ke rumah sakit ini, Karena dia sudah berhasil mengambil bayi Delia dan juga Alan."
__ADS_1
" tapi, jika kita berusaha dengan keras. kita bisa menemukan sosok orang yang memakai jubah berwarna merah itu."
" itu tak mungkin Ida."
" Kenapa tak mungkin?"
Saat itu datang Deni dengan kursi rodanya menyapa Ida dan Juga Lita.
"Wah, Kebetulan sekali aku bertemu dengan kalian berdua." Ucap Deni.
Lita dan Ida saling menatap satu sama lain.
"Pak Deni, datang ke sini?" tanya Lita. mulai berjalan berdiri dihadapan Deni.
" Bagaimana dengan perintah yang sudah aku katakan, kamu tidak mau kan kamu masuk ke dalam penjara," ucap Deni.
Lita bingung ia harus menjawab apa pada Deni. Karna ia tak berhasil menjalankan perintah yang disuruh Deni.
"Kenapa malah diam?" tanya Deni pada Lita.
Lita malah menundukkan kepalanya, kedua tangannya saling beradu. bingung apa yang harus ia katakan pada Deni.
"Bagaimana ini." Gumam hati Lita.
"Lita .... Lita ...."
"Eh, maaf pak Deni," ucap Lita menatap ke arah Deni.
" Aku tanya pada kamu, kenapa kamu malah diam terus?" tanya Deni.
"Sebenarnya ...."
Ida tak tega melihat Lita terus di tanya oleh Deni, saat itulah ia mulia mendekat ke percakapan Lita dan Deni.
"Kita sudah berhasil mengambil bayi Delia dan juga Alan." Ucap Ida berbohong.
Pada saat itulah Lita mulai menatap kearah Ida. sedangkan Ida malah mengedipkan kedua matanya. membuat Lita hanya bisa terdiam tanpa berucap satu patah katapun.
__ADS_1
Deni menatap ke arah Ida.
Apa yang akan di katakan Deni saat itu?