
Sarah berusaha menelepon orang yang bisa membantunya. Ia mengigat nomor-nomor pada ponselnya dulu.
"Untung saja aku mengigat nomor-nomor yang berada di ponselku dulu.'
Hingga di mana Sarah, menelepon Rudi dengan beraninya. Ia tak peduli apa tanggapan Rudi padanya, yang terpenting dirinya bisa bebas dari rumah Pak Andre. Dan juga berbagai siksaan dari Pak Andre.
"Aku berharap Rudi mau menolongku."
Namun saat Sarah menelepon Rudi, ternyata yang mengangkat ponsel Rudi ialah sang istri yaitu Ami.
Maka dari itu Sarah mengurungkan niatnya meminta tolong, karna rasa sesalnya telah membuat Ami menderita.
" Bagaimana Sarah, apa ada orang yang bisa menbantu kita saat ini?" tanya Syakila pada Sarah.
Sarah terdiam, ia bingung harus menjawab apa pada Syakila. Karna tak ada orang lain lagi yang bisa membantu mereka terbebas dari kekerjaman Pak Andre.
"Sarah, kenapa kamu diam saja?" tanya Syakila.
Sarah perlahan mulai menatap wajah Syakila dan berkata," maaf Syakila. Aku tidak punya siapa-siapa lagi. Jadi aku bingung meminta bantuan pada orang lain."
"Sarah, aku menggira kamu punya saudara atau pun sahabat."
Sarah menundukkan pandangan saat Syakira berkata seperti itu, ia terlalu jahat di masa lalu. Sampai orang-orang yang menyayanginya perlahan pergi dan meninggalkannya dalam keterpurukan.
Bruk .....
Pintu ruangan yang di tempati mereka tiba-tiba saja di tendang oleh Pak Andre yang mendadak datang. Membuat Sykira dan Sarah ketakutan, Syakira dengan sigap mengambil ponsel yang tergeletak di atas lantai.
"Apa yang kamu sembunyikan, Syakila?'
Deg ....
Pertanyaan Pak Andre, membuat syakila memeluk Sarah dengan rasa takut.
" Aku bertanya padamu syakila?" tegas Pak Andre.
Sarah mulai menjawab pertanyaan Pak Andre." itu hanya sebuah benda kecil yang tak berguna."
pak Andre yang kesal karna Sarah yang menjawab, lelaki tua itu langsung menjambak rambut panjang Sarah, membuat pelukan mereka terlepas.
"Sarah." Teriak Syakila.
"Ahhkk," jerit Sarah membuat Syakira tak tega melihatnya. Di mana Sarah di cambuk lagi beberapa kali.
"Kalian masih tidak mau mengakui semuanya," cetus Pak Andre.
Cambukan itu terus di layangkan. Sampai di mana Syakira memohon ampun dan mulai mengatakan kejujuran.
__ADS_1
Namun Sarah berusaha menahan Syakira agar tidak berkata jujur, karna itu terlalu beresiko.
Sarah memberikan sebuah kode dengan menggeleng gelengkan kepala, mata yang berkaca kaca. Agar syakira tak mengatakan kejujuran.
"Aku sudah berencana akan kabur dari sini, Sarah tidak tahu apa apa Andre."
Ucapan Syakira membuat Pak Andre murka, lelaki itu menarik paksa Syakira dan mencambuknya berulang ulang.
"Dasar wanita tidak tahu diri."
Cambukan yang sangat menyakitkan, yang dimana jika satu cambukan seperti merusak tulang dan juga daging pada tubuh Syakira.
Sarah, mulai mengesod untuk memeluk syakira menahan cambukan itu.
"Menjauh dariku, Sarah," ucap Syakira dalam kesakitan.
"Aku tidak akan pergi, sebelum cambukan ini berhenti, syakira." balas Sarah.
Lelaki tua itu langsung menghentikan cambukan yant ia layangkan beberapa kali, ia kesal dan murka melihat Syakira dan Sarah mencoba menyusun rencana.
Pada saat itulah, pak Andre mulai mengambil ponsel yang di sembunyikan Syakira.
"Kalian menyembunyikan ini, dariku?" tanya Pak Andre.
Syakira tak menyangka jika Andre sejeli itu, ia bisa tahu apa yang di lakukan Sarah dan dirinya di dalam ruangan ini.
"Kenapa kalian diam, tidak ada kata balas budi untukku. Kenapa kalian begitu tega," ucap Pak Andre. lelaki tua yang mempunyai gangguan jiwa itu malah menangis.
Sarah berucap dalam hati," benar benar lelaki tua yang menyeramkan."
Lelaki tua itu pergi, sembari membawa cambuk yang biasa di simpan. Ia membawa ponsel Syakira yang sudah susah payah Syakira sembunyikan selama sebulan ini.
Harapan tinggal harapan, hanya tinggal menunggu kematian di ruangan ini.
"Syakira maafkan aku," ucap Sarah. hati kecilnya seakan menyadari apa yang sudah ia lakukan di masa dulu. Di mana dirinya pernah melakukan kejahatan yang begitu keterlaluan.
SYakira mengusap pelan air mata yang mengalir di wajah Sarah dan berucap," kenapa kamu meminta maaf padaku, Sarah? Kamu tidak salah."
Ucapan Syakira membuat Sarah memeluk erat wanita itu dan berkata," aku wanita jahat. aku tak pantas hidup."
Syakira mulai menenangkan Sarah, dengan mengusap lembut rambut kepalanya.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Syakira yang penasaran dengan kehidupan Sarah.
"Aku akan menceritakan semua masa lalu yang dulu pernah aku perbuat pada orang orang yang tak bersalah!" jawab Sarah.
Pada saat itulah Syakira mulai mendengarkan cerita yang benar benar memilukan di mana Syakira perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Sarah.
__ADS_1
Hati Syakira merasa sakit, saat Sarah berkata sedemikian.
"Sarah, tindakanmu itu sudah di luar batas," ucap syakira.
Sarah menangis terisak isak ia sudah menyadari kesalahannya, saat di mana Pak Andre melayangkan cambukan beberapa kali pada tubuhnya. Seakan cambukan itu sebuah teguran untuk dirinya karna tak sadar sadar.
"Aku menyesal, Syakira, semua ini di luar kendaliku."
Sarah terlihat begitu lemas, ia terus saja menangis. Membuat Syakira menenangkan setiap kesedihan yang ia rasakan.
Hingga di mana salah satu pelayan datang mengantarkan baju bersih dan juga beberapa makanan untuk Sarah dan Syakira.
"Nona, saya membawakan semua yang kalian butuhkan."
Syakira mulai meraih handuk dan beberapa makanan dari tangan pelayan itu.
Begitu pun dengan Sarah.
Yang di mana pelayan itu tertohok kaget saat melihat Sarah sudah berada di ruangan neraka bersama Syakira.
"Wanita itu, kenapa bisa seruangan dengan Nona Syakira." Gumam hati pembantu itu.
Syakira langsung menyuruh Sarah untuk mandi, agar tubuh Sarah kembali segar. Pelayan yang mempunyai hati nurani menyelipkan beberapa salep untuk menyembuhkan luka cambukan dan surat.
"Saya akan membersihkan ruangan ini." Ucap pelayan itu.
Syakira hanya menganggukan kepala dan mengiyakan pelayan itu.
"Ya sudah silahkan."
Pelayan yang baru seminggu bekerja di rumah Pak Andre, merasa kasihan akan hidup syakira yang penuh dengan penyiksaan. Sampai di mana.
"Kenapa kamu malah melamun?" tanya syakira yang baru pertama kali melihat pelayan itu.
"Maaf Nona!" jawab pelayan itu.
Syakira tak menyangka bertahun tahun ia di kurung di ruangan menyeramkan itu, baru kali ini menemukan pelayan yang baik.
"Ini kesempatanku untuk ke luar dari penjara ini, kabur dan melaporkan semuanya pada polisi." Gumam hati Syakira.
pelayan itu perlahan membersihkan darah yang terlihat sudah dua hari belum di bersihkan.
Syakira mencari kesempatan untuk mengobrol dengan pelayan itu.
"Apa kamu bisa membantu kami ke luar dari ruangan ini?"
Tanya syakira. Pada pelayan itu, ia langsung menatap ke arah Syakira dan menjawab!"
__ADS_1
Apa jawaban pelayan itu? Terus ikuti ceritanya, ya.