Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 269 Polisi datang.


__ADS_3

“Kamu tidak akan mengerti, Afdal. Semua yang kulakukan ini demi kebaikan Delia. Aku tidak ingin melihat rumah tangga mereka hancur, karena ulah Deni yang sudah memperkosa Delia,” bentak Ane.


Afdal tak mengerti dengan pola pikir Ane, Kenapa bisa Ane berpikir seperti itu. Padahal dengan caranya berbohong dan menyuruh Delia berbohong, malah akan menghancurkan rumah tangga Delia dan juga Alan.


Karena jika kebohongan itu diukir dari hal yang kecil, lama-kelamaan kebohongan itu akan terus menerus membesar tentu saja akan menyulitkan kehidupan Ane dan juga Delia.


“Aku pahami niat kamu baik, tapi ....”


Belum perkataan Afdal terlontar semuanya, Ane malah semakin membentak Afdal,” cukup. Kamu sebaiknya tak usah menasihatiku lagi. Oke.”


Ane mendorong tubuh Afdal, hingga tubuhnya membentur pintu ruangan. Ane bergegas pergi, dari hadapan Afdal, dirinya seakan dibutakan dengan keegoisan.


“Ane, tunggu ....”


Teriakan Afdal, diabaikan oleh Ane begitu saja. Hati Ane ditumbuhi dengan rasa kesal, karena Afdal terus saja menasehatinya.


Afdal kini berdiri tegak, merapikan jasnya yang sedikit berantakan. Mengusap rambutnya yang sedikit menutup pada jidatnya, “ Ha, aku bingung dengan Ane. Kenapa dia berubah seperti itu.”


@@@@@


Deni kini terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sekelilingnya. Masih dengan ruangan yang sama, tak ada yang terlihat berbeda, dia menatap kembali pada daerah tubuhnya. Membuka selimut dengan secara perlahan, kini hidupnya serasa hancur berkeping-keping, ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada kedua kakinya.


Salah satu suster datang mengecek keadaan Deni, kini Deni mulai terlihat tenang, tak ada amukan yang di lontarkan Deni seperti tadi. Ia mulai bertanya kepada sang suster,” sus. Apa boleh saya bertanya?”


Suster yang tengah mengecek infusan Deni, kini mulai menatap kearah Deni dan menjawab pertanyaan nya saat itu,” silakan. Bapak mau bertanya tentang apa!?”


Saat itulah Deni mulai memberanikan diri bertanya kenapa sang suster kenapa kedua kakinya bisa diamputasi?


Sang suster hanya menelan ludah, dia bingung harus menjawab apa? Karena kedua kaki Pak Deni sengaja di potong orang.


“Sus, Kenapa diam saja?”


“ Eh, sebenarnya ....”


Belum perkataan sang suster terucap semuanya, Ane tiba-tiba datang masuk ke dalam ruangan Deni.


“Ane.” Ucap Deni.


“Deni, bagaimana keadaanmu sekarang?”


“Ane, aku ingin bertanya padamu, kenapa dengan kedua kakiku. Apa yang terjadi?”


“Kamu harus tenang, karna waktu kamu dalam keadaan koma. Ada seseorang yang sengaja memotong kedua kakimu!” jawab Ane.


Deni tercengang kaget dengan jawaban Ane, ia mulai bertanya,” siapa?”

__ADS_1


Ane bingung dengan jawaban Deni, karna dia belum tahu siapa yang sudah tega melakukan tindakan kriminal ini.


Entah suster Ainun atau orang lain, Ane belum bisa mengatakan kebenaran. Karna banyak bukti yang terhapus begitu saja.


“Ane, kenapa kamu diam?” tanya Deni.


Ane menarik nafasnya pelan, ia mulai menjawab dengan penuh keraguan,” aku masih menyelidiki semuanya.”


Deni langsung menyuruh Suster untuk membopong tubuhnya pada kursi roda, ia ingin melihat Delia.


“Suster tolong bantu aku ke ruangan Delia,” perintah Deni.


“ Mau apa kamu ke ruangan Delia?” tanya Ane.


Dengan wajah kesalnya, Deni langsung menjawab,” meminta pertanggung jawabannya!”


“Maksud kamu apa?” tanya Ane.


“Pasti ini ulah Delia, dia yang dendam padaku dan memotong kedua kakiku!” jawab Deni.


“Deni, belum tentu Delia melakukan semua ini. Kamu jangan menyalahkan dia,” bentak Ane.


“Sudahlah Ane, pasti dia yang melakukan semuanya,” hardik Deni.


Ane mulai berucap dalam hati,” seharusnya Deni sadar akan kesalahannya terhadap Delia, dia malah menyalahkan Delia.”


“Ane kenapa?” tanya Deni.


Ane mendekat ke arah ranjang Deni dan berkata,” seharunya kamu sadar akan kesalahanmu, apa yang sudah kamu perbuat pada Delia. Kenapa kamu malah menyalahkan dia,” ucap Ane dengan sedikit bernada tinggi.


Deni terdiam, dan berucap,” aku menyalahkan dia karna.”


Ucapan Deni terhenti saat polisi mengetuk pintu ruangan Deni, membuat Ane mengerutkan kedua alisnya,” polisi.”


Pada saat itulah Ane langsung saja menyuruh polisi untuk masuk ke ruangan Deni.


“Permisi, bu.”


“Iya, ada apa ya pak?”


“Kami di tugaskan untuk membawa Pak Deni ke kantor polisi!”


Deg ....


Ane merasa heran kenapa bisa polisi datang ke rumah sakitnya, padahal Ia tidak pernah melaporkan semuanya kepada polisi.

__ADS_1


“Memangnya kenapa ya, pak?” tanya Ane.


“Pak Deni dilaporkan sudah menganiaya pasien bernama Delia, ini bukti dari orang yang sudah melaporkan Pak Deni!” jawab sang polisi. Pada saat itulah Ane mulai melihat video yang ditunjukkan polisi kepada dirinya.


“Siapa yang melaporkan semua ini?” tanya Ane.


Saat itulah Alan datang menghampiri ruangan Deni bersama dengan istrinya, Delia.


“Saya yang sudah melaporkan ba*ingan itu ke kantor polisi,” ucap Alan.


Ane mulai menatap kearah Delia, tak menyangka jika Delia berkata jujur. Seharusnya Delia menutup semuanya.


“Tunggu, kamu Alan yang melaporkan semuanya. Memangnya kamu ....”


Belum perkataan Ane terucap, Alan langsung memotong ucapan Ane begitu saja.


“ Sudah cukup, Ane. Sudahlah jangan membohongi aku lagi, karena aku bukanlah orang bodoh yang bisa kamu bohongi begitu saja,” ucap Alan.


“Tunggu Alan, aku tidak ....” balas Ane.


“ sudah cukup, Ane. Jangan terlalu banyak alasan yang kamu lontarkan kepadaku lagi, Seharusnya aku juga melaporkan kamu atas tindakan yang kamu lakukan. Dengan menyembunyikan kejahatan b*jingan ini,” pekik Alan.


Kinii polisi mulai membawa Deni, di mana Deni memberontak tak mau di bawa ke kantor polisi. Sedangkan Ane hanya diam menyaksikan semua itu, dia tak berani berucap kembali.


Yang ada di pikirannya,” dari mana Alan bisa tahu semuanya. Jika Delia bercerita, mana mungkin. Karna Delia sudah aku tutup mulutnya agar tidak bercerita.”


Pada saat itulah Ane melihat ke arah Suster Ita yang menundukkan pandangan. Ia berucap pada hatinya,” apa Ita membocorkan semuanya?”


Saat itulah, Ane mulai menarik tangan kita yang tengah berdiri di ambang pintu ruang Deni.


"Ita ayo masuk ke ruanganku, sekarang."


Ita melepaskan tangan Ane, dan berkata," maaf Dokter. Aku sudah memutuskan untuk ke luar dari rumah sakit ini."


Deg ....


padahal Penyelidikan tentang Deni belum juga selesai, Ita sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya menjadi sang suster.


"Jadi benar dugaanku kamu yang sudah mengatakan semuanya, dan memberikan video itu kepada Alan?" tanya Ane. Menujuk- nujuk jari tangan ke arah Ita.


Ita sudah lelah dengan tuduhan yang terlontar dari mulut dokter Ane.


Dia hanya berucap dua patah kata saja," saya permisi."


Ane kesal dengan tingkah ita yang seperti itu, dia langsung mengikuti langkah ita yang bersiap- siap membereskan semua barangnya.

__ADS_1


"Ita, kenapa?"


__ADS_2