
cambuk itu langsung dilayangkan, pada Sarah beberapa kali. membuat Sarah menjerit-jerit kesakitan.
Wanita yang duduk di ujug sisi tembok, hanya menangis melihat Sarah di siksa dengan di cambuk beberapa kali.
"Ampun, ampun."
Pak Andre seakan puas dengan apa yang ia lakukan pada Sarah, hatinya lega.
"Sarah, kenapa kamu menangis?"
setelah puas mencambuk Sarah, lelaki tua itu langsung pergi begitu saja. yang melemparkan cambuk panjang ke sisi kiri Sarah. saat itulah Pak Andre pergi dan tak lupa menutup pintu ruangan dengan menguncinya.
tubuh Sarah begitu terlihat lemas. melihat banyak sekali luka lembab akibat cambukan yang tiada henti dilayangkan Pak Andre.
"Kenapa aku bisa mengalami hal yang memilukan seperti ini," Gumam hati Sarah menangis.
Wanita itu menatap Sarah dari kejauhan, ia tak tega melihat Sarah menangis sendiri. Dengan berusaha berdiri, wanita yang berlumuran darah itu semakin mendekat ke arah Sarah.
Ia menyodorkan air minum pada Sarah, membuat Sarah langsung meraih air minum itu. Sarah berusaha duduk dengan rasa sakit pada kedua kakinya.
tenggorokan yang begitu terasa kering, karena seharian ini ia terus saja berteriak-teriak meminta pertolongan pada orang lain.
Namun teriakan itu tak menghasilkan apa-apa.
Sarah hanya bisa pasrah dengan perlakuan Pak Andre.
Meminum hingga habis, wanita itu langsung berucap," apa kamu tidak tahu jika lelaki bernama Andre itu seperti binatang. menyiksa tanpa perasaan."
Sarah baru pertama kali mendengar suara wanita itu, biasanya Ia hanya mendengar teriakan wanita itu saja. tapi sekarang ia menyaksikan dimana wanita itu berbicara layaknya wanita normal seperti biasanya.
wanita berlumuran darah itu, tak terlihat seperti orang yang stress ataupun depresi.
Sarah menatap tajam wanita itu dalam-dalam, membuat wanita itu tersenyum dan menatap balik kepadanya.
"kamu kenapa?" tanya wanita itu menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Sarah.
Sarah yang masih bingung dengan sikap wanita itu, langsung menjawab pertanyaannya." aku tidak kenapa-napa."
Tangan wanita itu masih berada di hadapan Sarah, pada saat itulah Sarah mulai meraih tangan wanita itu dan berucap," aku. Sarah. kamu."
"Namaku Syakira."
Mereka kini berkenalan.
__ADS_1
Syakira mulai menceritakan tentang dirinya, yang di mana
dirinya dulua adalah istri dari Pak Anton.
Sarah yang mendengar perkataan Syakira membuat dirinya membulatkan kedua mata dan tak menyangka," kamu itu bekas istri Pak Anton?"
Tanya Sarah masih tak percaya.
"Iya, asal kamu tahu. Sarah. Pak Anton hanya menikahiku karna aku masih perawan."
Ucapan Syakira begitu percis dengan cerita Sarah yang menikah dengan Pak Anton.
"Terus kenapa kamu tidak menjadi istri Pak Anton yang sama percis seperti istri istri pak Anton yang satu rumah dan saling akur. kenapa kamu malah di siksa oleh Pak Andre."
Syakira menundukkan wajah, sembari meneteskan air mata, membuat Sarah langsung mengusap perlahan air mata yang keluar dari mata Syakira.
"Kamu jangan menangis, karena kita sama-sama wanita. Aku akan berusaha mengerti kamu saat ini Syakira."
" asal kamu tahu Sarah, saat malam pertama. di mana Aku dan Pak Anton mulai melakukan kewajiban kami sebagai suami istri. Andre datang dan malah menculik Aku. menjadikan aku tahanan di ruangan ini."
mendengar Pengakuan dari Syakira, Sarah merasa sedih. ia tak menyangka jika Pak Anton mempunyai saudara dan dimusuhi saudaranya sendiri.
"Ternyata Pak Andre begitu kejam," ucap Sarah. kesal.
" bagaimana caranya kita pergi dari rumah ini, sedangkan kita selalu diawasi oleh para suruhan Pak Andre. dan juga di rumah ini terdapat banyak sekali CCTV. yang akan mengintai kita jika kita ke luar dari rumah ini," ucap Syakira.
"Kamu benar syakira, pantas saja aku tadi kabur dari sini. Pak Andre sudah menemukanku dan menyeredku ke ruangan ini," ucap Sarah.
"Kita harus mencari cara, agar bisa bebas dari ruangan ini," balas Syakira.
mereka berdua langsung menyusun rencana agar bisa keluar dari rumah Pak Andre, terbebas dari jeratan dan juga Siksaan Pak Andre.
Pak Andre yang belum tidur di dalam kamarnya, terus mengawasi Sarah dan syakila.
"Ternyata mereka langsung akrab begitu saja." Ucap Pak Andre mengawasi Sarah dan syakila.
@@@@@
Di tengah kesulitan Sarah yang terperangkap dalam rumah Pak Andre.
Rudi berusaha menjadi lelaki cuek, tak mempedulikan Apa perkataan Tama di dalam penjara. yang di mana Tama menyuruh Rudi untuk membebaskan Sarah di rumah Pak Andre.
awalnya Rudi ingin sekali membantu Sarah keluar dari rumah Pak Andre, tapi setelah mengigat kejadia di mana Sarah memperlakukan Rudi dan juga Ami. Membuat ia mengurungi niatnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa, pah?" tanya Ami melihat Rudi yang terus bulak balik ke sana ke mari.
"Mamah, sebenarnya ....!"
Belum perkataan Rudi terucap semuanya, Rudi langsung berguman dalam hati.
"Jika aku mengatakan apa yang di katakan Tama, besar kemungkinan Ami menyuruhku untuk menyelamatkan Sarah, karna istriku yang memang wanita pemaaf dan juga mempunyai hati lembut." Gumam hati Rudi.
Ami mulai meraih bahu Rudi dan berkata," papah, kenapa diam saja?" tanya Ami. membuat lamunan Sarah seketika membuyar.
" Eh, enggak kenapa- napa kok. mah!" jawab Rudi.
Saat itulah Rudi mulai, pergi dari hadapan Ami. ia tidak mau ucapanya terlontar begitu saja.
"Papah, mau ke mana?" teriak Ami.
Rudi mulai membalikan wajah dan berkata," papah mau ke toilet sebentar."
Ami berkacak pinggang dan mendengkus kesal," kebiasaan si papah kalau di ajak ngobrol serius. Banyak alasannya."
"Aku takut nanti keceplosan." Gumam hati Rudi.
Dreet .... Dreett ....
Suara ponsel Rudi tiba-tiba bergetar , di mana Ami mencari keberadaan ponsel suaminya yang terdengar tak jauh dari hadapannya.
" Ini ponsel, Mas Rudi."
Ami dengan terpaksa mengangkat ponsel suaminya itu, ia takut jika seseorang yang penting menelpon Rudi.
Rudi yang berjalan ke arah mobil mulai meraba saku celanannya, ia lupa ponselnya tertinggal di ruang tamu.
"Astaga ponselku ketinggalan."
Rudi mulai berlari, mencari keberadaan ponselnya.
"Aku harus menemukan ponsel itu, sebelum Ami melihat isi pesan dan juga hal-hal penting yang aku rahasiakan dari dirinya. Jika Ami tahu, mungkin dia akan marah besar." Gumam hati Rudi berjalan mendekat ke arah sang istri yang di mana Ami tengah memgangkat panggilan dari ponsel Rudi.
"Ami."
Ami yang baru saja mengangkat ponsel Rudi, kini langsung memberikan kepada sang suami.
" Ini pah, tadi ada yamg menelpon, hanya saja oramgnya tak mau berbicara. Entah karna siyal. Atau kendala lainnya."
__ADS_1
Rudi meraih ponselnya dari tangan sang istri, dan berucap," terima kasih sayang."