Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 228 Tawaran Pak Anton untuk Sarah( Masa lalu Tama)


__ADS_3

Setelah mendengar kenyataan pahit yang di lontarkan sang ibu, Tama menjadi orang yang pendiam. Ia memikirkan cara agar bisa menyelamatkan Sarah dari jeratan sang ayah.


“Ha, bagaimana aku bisa melindungi Sarah. Jika kenyataan pahit pada diriku terungkap.”


Berjam- jam Tama memikirkan jalan ke luar, pada saat itulah ide berlian datang. Ia akan memohon pada sang ayah untuk bekerja di perusahaan milik ayahnya.


Sore hari, Pak Anton pulang dengan di sambut hangat istri-istri tercintanya di depan pintu.


Mereka memberikan senyuman manis dan berdandan cantik, agar Pak Anton tetap menyayangi mereka dan tak membuang mereka.


Namun, pada saat itu sang ibunda Tama yang tak lain, ialah Naina. Istri ke tiga dari Pak Anton, menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamar secara tiba-tiba.


Membuat kedua istri Pak Anton sedikit kesal.


“Si Naina ini, tak sabaran ya.” Ucap istri pertama Pak Anton yang tak lain Meri.


“Sudah biarkan, memang sudah giliran dia. Di siram sawahnya sama suami kita,” balas Alda istri kedua Pak Anton.


Setelah membicarakan Naina, mereka berdua pergi untuk berjalan-jalan ke luar menghirup udara segar.


Sedangkan di dalam kamar Naina dan Pak Anton kini saling berdebat, masalah Tama yang mengetahui bahwa dirinya bukan anak dari Pak Anton.


“Aku tak menyangka kamu bisa membuka aibku pada anakku,” ucap Naina kepada sang suami yang tak terima.


Pak Anton hanya tersenyum kecut dan menjawab,” sudahlah rahasia itu tak perlu kamu tutup tutupi, Tama berhak tahu semuanya.”


“Tapi tidak dengan cara seperti itu Anton,” bentak Naina. Melipatkan kedua tangannya.


Anton yang selalu bersikap santai kini mulai merayu sang istri, agar Naina tak marah- marah lagi.


.”Naina, sekarang kan sudah jatah aku di sini. Jadi perlakukan aku dengan baik. Atau aku akan melepaskan kamu saat ini juga.”


Naina mulai terdiam, saat Anton berkata seperti itu. Bagaimana jika Anton benar melepaskan Naina, mungkin dirinya akan sengsara.


“Bagaimana Naina. Kamu tidak mau kan hidup di jalanan bersama anakmu seperti dulu.”


Naina menelan ludah, hatinya sangat ketakutan saat ancaman Anton dilayangkan kepadanya. Iya lupa bahwa dirinya bisa menjadi cantik dan juga punya segalanya itu karena Anton yang memungutnya, Karena rasa kasihan Anton pada saat itulah Naina menjadi wanita yang dihargai semua orang.


“Baiklah Anton aku akan menurut padamu. Maafkan aku.”


Anton tersenyum senang, begitu mudahnya bagi dia. Bisa membuat istrinya menjadi takluk kepadanya.


Sedangkan Naina kini mengepal erat kedua tangannya, ia kesal dirinya selalu harus mengalah.

__ADS_1


.@@@@


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, di mana waktunya keluarga Anton untuk makan bersama.


Di tengah acara makan bersama, Tama kini ikut serta. Pak Anton yang melihat Tama ikut serta dalam acara makan malam. Membuat lelaki tua itu heran.


Meri dan Alda yang memang senang bergosip, saling senggol tangan satu sama lain. Mereka memajukan bibir bawah mereka, seraya berbisik satu sama lain.


“Alda liat tuh si Tama, anak kesayangan suami kita. Duduk dan makan bersama. Apa tidak salah.”


“Hus, jangan ngobrol. Nanti Anton marah sama kita.”


Di acara makan malam bersama itu. Kini Tama angkat bicara.


“Yah, Besok aku akan bekerja di perusahaan ayah.”


Perkataan utama membuat sang ayah mengangkat kedua, tak percaya akan apa yang dikatakan sang anak pada saat itu.


“Apa kamu yakin, Tama dengan ucapanmu itu?” tanya sang ayah meyakinkan ucapan anaknya.


“Tama sudah yakin Yah!” balas Tama.


“Bagus kalau begitu, kebetulan besok ada pegawai baru bernama Sarah,” Ucap Sang Ayah. Membuat Tama sedikit menggigit bibir bawanya, ia tak menyangka jika Sarah senekat itu.


“Kamu harus jaga sopan santunmu, dan juga bekerja dengan baik besok.”


“Baik yah.”


@@@@@@


Pagi hari di mana Sarah datang bekerja di perusahaan Pak Anton.


Ia begitu senang dengan perusahaan Pak Anton yang fasilitasnya begitu komplit. Membuat dirinya bertekad untuk tetap berada di perusahaan hingga semua kebutuhan untuk dirinya berubah terpenuhi.


Begitu pun dengan Tama yang mengundurkan diri di perusahaan Pak Hendra, dan berniat bekerja di perusahaan sang ayah.


Kini Tama mulai merubah penampilannya, yang cupu menjadi terlihat keren. Membuat sang ayah sedikit senang jika sang anak kembali ke perusahaannya, walau Tama bukan anak dari Pak Anton yang sebenarnya.


Kedatangan Tama tidak membuat Sarah mengenali sahabatnya itu, ia acuh saat Tama melewati ruangannya. Tidak ada sapaan sedikit pun.


Sepertinya Sarah tak mengenali diriku, apa karna penampilanku aku ubah. Gumam hati Tama.


.

__ADS_1


@@@@@


Satu minggu mulai berlalu, di mana Pak Anton sudah tak sabar ingin menikahi Sarah. Karna hasratnya ingin merasakan perwan, ia langsung memanggil Sarah begitu saja. Untuk masuk ke ruanganya.


sedangkan Tama masih sibuk dengan pekerjaannya, ia tak menyadari jika sang ayah sudah berniat akan menikahi Sarah.


sang ayah dengan sengaja membuat Tama menjadi orang yang sibuk, agar Tama mengurusi apa yang menjadi keinginan ayahnya saat ini.


jika Tama sampai tahu kalau Sarah akan dinikahi ayahnya, mungkin Tama akan membawa kabur Sarah pada saat itu juga.


Tok .... tok ...


pintu kini diketuk, Sarah datang tanpa membawa berkas apapun.


"Permisi pak ada apa memanggil saya?"


tanya Sarah yang masih bingung, Kenapa tiba-tiba sekali Pak Anton memanggil dirinya. tanpa menyuruh dia mengerjakan sesuatu.


"Sarah, akhirnya kamu datang juga. Ayo duduk dulu!" jawab Pak Anton menyuruh Sarah untuk duduk di atas kursi.


kini pantun mulai mengatakan hal yang ia ingin katakan dari kemarin-kemarin.


" Sarah, Aku ingin memberikan sesuatu pekerjaan untuk kamu. pekerjaan ini mungkin tak akan bisa kamu sangka-sangka. Dan asal kamu tahu gajinya itu lebih besar daripada kamu mengerjakan berkas-berkas kantor."


Sarah mengerutkan dahi, Iya tak mengerti apa yang dikatakan Pak Anton kepada dirinya.


"Maksud bapak, ya. Saya tak mengerti"


Pak Anton mulai berdiri, Iya mendekat kearah Sarah, memegang kedua bahu Sarah yang tengah duduk di atas kursi. saat itulah Pak Anton mulai membisikkan apa yang ia ingin katakan kepada Sarah.


"Kamu mau kan jadi istriku."


Deg ....


perkataan Pak Anton membuat Sarah sedikit kaget, Bagaimana tidak baru saja Sarah bekerja seminggu di perusahaan yang besar ini, Pak Anton malah berkata seperti itu.


"Jadi pekerjaan yang bapak maksud itu, bapak ingin menikahiku dan aku fokus menjadi istri bapak."


perkataan Sarah membuat Pak Anton tersenyum," ya. Serperti itu. Apa kamu mau Sarah. Kamu jangan kuatir aku akan menjamin apa yang kamu inginkan setelah kamu menjadi istriku."


Sarah terdiam sejenak, Iya mulai memikirkan perkataan Pak Anton pada saat itu.


"Bagaimana Sarah, apa kamu mau?"

__ADS_1


__ADS_2