Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 318 Menyamar.


__ADS_3

Namun saat mobil sudah sampai, betapa kagetnya Rudi melihat polisi tengah berjaga di rumahnya Pak Andre.


Didalam mobil.


" Tama, kamu lihat Pak Andre. Sepertinya dia sudah tahu rencana kita, dia ternyata sudah meleporkan kamu ke polisi bahwa kamu akan datang ke rumah Pak Andre."


" Ya, benar Rudi. Tua bangka itu benar-benar licik Ya sudah tahu rencana kita."


" Sepertinya kita harus menyusun rencana lain lagi, agar polisi yang berjaga di rumah Pak Andre tak menyadari kehadiran kita."


" Bagaimana rud, karena kita sendiri tak tahu letak rumah Pak Andre tanpa penjaga."


Rudi mulai menatap pada ponsel, Iya melihat Google Map. Mencari letak rumah Pak Andre, yang Ternyata rumah itu dikelilingi hutan. Ini kesempatan Rudi menunjukkan skill-nya lagi dalam menyelamatkan Sarah.


Rudi mulai memikirkan cara yang lebih simple, yang menyusun rencana dengan begitu detail. seakan mengingatkan dirinya yang dulu selalu bekerjasama dengan Delia.


"Rud, kamu sedang apa?" tanya Tama, ia menatap Rudi yang tengah fokus Menatap layar ponselnya. seperti tak mengedipkan mata sama sekali.


" Aku sedang menyusun rencana untuk bisa membebaskan Sarah dari rumah Pak Andre!" jawab Rudi.


pada saat itulah Rudi mulai memperlihatkan ponselnya pada Tama, Rudi menunjuk letak-letak tempat di mana Tama harus menjalankan misinya.


"Sebenarnya aku tak menjamin rencanaku berhasil, karena aku hanya melihat letak tempat yang jarang dijaga penjaga. walaupun itu hanya feelingku saja," ucap Rudi pada Tama.


"Ya sudah kita coba saja," balas Tama.


"Tapi, kamu siap dengan resikonya?" tanya Rudi.


"Aku siap demi, Sarah!" jawab Tama. Dengan begitu yakin.


Sebenarnya Rudi sangat menyayangkan Sarah. Kenapa dia bisa menyayangkan lelaki setampan Tama dan juga baik hati Hanya demi uang dan balas dendam. Tapi semia balik lagi ke diri masing masing orang, karna tidak semua orang berpikir jerni jika mempunyai kekesalan dan masalah.


Pasti mereka akan bertindak nekad, walau mereka tahu resikonya akan balik lagi ke diri mereka sendiri.


pada saat itulah Tama dan Rudi keluar dari dalam mobil, mereka mulai menjalankan aksi mereka.


"Kamu sudah siap Tama?" tanya Rudi.


"Sudah!" jawab Tama besemangat.


Rudi mulai memakai topi dan jas hitam begitupun dengan Tama.


"Apa kamu yakin Rudi, kita memakai pakaian serba hitam seperti ini?" Tanya Tama penuh keraguan, ia menatap pada badannya sendiri. Yang membuat dirinya bergidik ngeri karna pakaian serba hitam.

__ADS_1


"Sudah, turuti saja apa kataku ini. Semua ini adalah strategi. Hitung- hitung baju penyelamat." jawab Rudi sedikit tertawa kecil, melihat Tama yang masih menatap dirinya pada cermin mobil.


" Ayo kita harus cepat-cepat agar bisa membebaskan Sarah."


"Baiklah."


Tama mulai berjalan pada titik lokasi yang ditunjukkan Rudi, iya masuk melewati jendela yang dimana jendela itu mengarah pada kamar mandi.


Entah kenapa Rudi bisa mempunyai insting yang pas sekali, menyuruh Tama pergi ke titik lokasi yang pas dengan apa yang ia katakan.


"Apa mungkin ia pegawai bagunan?" tanya Tama dalam hati.


Sedangkan Rudi berjalan ke pinggir rumah, berniat masuk ke ruangan yang di mana ada salah satu penjaga yang berjaga di ruangan itu.


"Pas sekali ada salah satu penjaga yang bisa di lumpuhkan olehku saat ini." Ucap pelan Rudi. Mengintip pada jendela.


penjaga itu Tengah bolak-balik ke sana ke mari menjaga sebuah ruangan yang Rudi tak tahu ruangan apa itu?


sebelum Rudi melumpuhkan penjaga itu, dia menatap kearah CCTV yang berjajar di ruangan. membuat dirinya harus lebih hati-hati.


merogoh saku celana, Rudi membawa salah satu barang yang di mana barang itu bisa menghancurkan CCTV yang terpanjang di dinding ruangan.


"Untung aku membawa barang ini." ucap Rudi tertawa pelan.


" mungkin saat ini, anakku tengah mencari mainannya." ucap Rudi bersiap-siap penembakan batu dengan menggunakan ketapel model lama.


Rudi mulai menghitung dari angka 1 hingga 3.


"Satu, dua, tiga."


CCTV berhasil dihancurkan, membuat penjaga yang berjaga di ruangan itu kaget. dia mulai mengambil batu kecil yang berhasil menghancurkan CCTV di ruangan itu.


"Sebuah batu?"


penjaga itu mulai keluar, melihat Siapa yang sudah berani merusak CCTV di ruangannya?


Na.mun saat ia melangkah memegang pisau, Rudi yang terbiasa menghadapi orang-orang seperti penjaga di rumah Pak Andre. membuat dirinya dengan lihai menutup mulut si penjaga itu.


Iya menempelkan sebuah kain yang sudah ia pakai kan obat. hingga di mana penjaga itu pingsan.


" Dasar penjaga bodoh."


Rudi menarik dan menyeret badan penjaga itu, Iya menelanjangi penjaga itu. mengganti bajunya dengan baju penjaga.

__ADS_1


"Berhasil."


sedangkan Tama masih berada di kamar mandi, Iya belum juga keluar dari kamar mandi itu. karena Rudi yang menyuruh Tama untuk lebih sabar menunggu di kamar mandi, sampai ada 1 orang yang masuk ke kamar mandi.


Hingga beberapa menit kemudian.


seseorang datang membuka pintu kamar mandi, membuat Tama dengan Sigap memukul orang itu, saat orang itu membuka pintu kamar mandi.


Brug ....


orang itu langsung terjatuh ke atas lantai, ia tak sadarkan diri.


Namun sialnya sasaran itu bukan pada penjaga lelaki, melainkan pukulan yang Tama layangkan malah salah sasaran. Tama memukul pelayan wanita.


"Astaga, aku salah sasaran. kenapa bisa pelayan wanita ini yang datang."


Gerutu Tama. dengan Sigap Tama menyeret pelayan itu, mengunci kamar mandi. Ia takut seseorang datang dan mecurigai keberadaanya.


Setelah mengunci kamar mandi, hanya ada Tama dan pelayan wanita itu. Ia menepuk jidatnya sendiri." bodoh. Kenapa malah pukul wanita ini."


kedua mata Tama mulai menatap pada ujung kepala hingga ujung kaki pelayan yang ia pukul hingga pingsan.


"Mau tidak mau, aku terpaksa harus melakukan ini."


perlahan Tama mulai membuka kancing baju pelayan itu dengan terpaksa.


Namun saat sebagaian baju pelayan itu terbuka.


Tok .... tok .... tok ....


suara ketukan pintu terdengar jelas membuat Tama kaget.


"Lulu, kenapa kamu lama sekali. Cepat buka." Teriak seorang wanita di balik pintu memanggil nama Lulu. Wanita yang sekarang berada bersama Tama.


Tama benar-benar panik saat itu, membuat ia dengan Sigap membuka semua baju pelayan itu. Terlihat body nya yang begitu menggoda, membuat Tama menelan ludah.


" Sudah lama aku tak menikmati tubuh semulus ini. Sepertinya, dia masih gadis."


Tok .... tok .... tok ....


"Lulu cepat ke luar. kenapa kamu lama sekali. Ini sudah siang." Teriakan wanita itu tak berhenti henti, memanggil nama Lulu.


Membuat Tama dengan sigap membuka pintu kamar mandinya. Yang di mana wanita itu membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


Apa yang akan di lakukan Tama?


__ADS_2