
Ita mulai membayangkan setiap ancaman yang datang pada pikirannya, Deni mampu membuat orang menjadi takut padanya. Padahal Deni hannyalah manusia biasa.
Setelah jam kerja selesai, Ita mulai berjalan ke luar pintu rumah sakit. Ia menunggu jemputan sang kekasih yang selalu menjemputnya setiap pulang sehabis bekerja.
Ane yang sudah curiga dengan gelagat Ita, mulai menunggu di dalam mobil. Ia berusaha untuk bertemu Ita dan juga mengobrol empat mata dengannya.
“ke mana Ita? Harusnya dia sudah ke luar jam segini?”
Ane mulai mencari ke sana ke mari keberadaan Ita, hingga akhirnya ia melihat Ita tengah menunggu jemputan pacarnya.
“Itu Ita.”
Ane mulai memberhentikan mobilnya di depan Ita, membuat Ita seketika syok.
“Dokter Ane.”
Sesaat motor sang kekasih datang, Ita dengan terburu-buru menaiki motor kekasihnya.
Hanya saja Ane turun dan bergegas memberhentikan motor itu, “Stop. Ta, jangan dulu pergi ada yang aku ingin bicarakan.”
“Maaf dok, saya ada urusan keluarga. Masih terburu- buru.”
Sang kekasih seakan mengerti apa yang di katakan Ita, saat itulah motor mulai melaju. Tapi Ane tak berputus asa, ia malah berdiam diri di tengah.
“Dok, sebaiknya Anda menyingkir. Dari pada nanti Anda tertabrak oleh pacar saya.” Tegas Ita.
.
“Saya mohon turun, saya ingin bertanya padamu. Apa kamu tidak punya hati nurani sedikit pun, Ta.”
Ucapan Ane membuat Ita terdiam, bagaimana tidak Ita juga merasa dirinya bersalah. Menyembunyikan kebusukan orang lain, tapi di sisi lain Ita juga takut akan ancaman Pak Deni.
Menarik napas secara perlahan, hati Ita kini mulai luluh, ia turun dari motor. Dan menarik tangan Ane, secara kasar,” kita bertemu di taman kota. Di sini tidak aman.”
Ita berpura-pura mendorong tubuh Ane, membuat Ane mengerti tentang apa yang di lakukan Ita.
Ita naik ke motor sang kekasih, saat itulah motor melaju dengan cepat. Sedangkan Ane berdiri mematung, melihat ke setiap rumah sakit.
Deni tengah mengintip, seperti apa yang di ucapkan Ita seakan sebuah isyarat untuk Ane.
Ane dengan santainya menaiki mobil, ia tahu apa yang harus ia rencanakan sekarang.
Di saat Ane menaiki mobilnya, ternyata Deni mengikuti dirinya. Dengan sigap Ita mulai mengirim pesan pada Ane.
(Rencana bertemu berubah, sepertinya Pak Deni mengikuti Dokter Ane.)
__ADS_1
Ane mulai mengirim pesan, untuk Ita agar menggagalkan pertemuan.
(Kita gagalkan saja pertemuan kita hari ini, malam kamu datang ke rumahku.)
(Baik, dok.)
Akhirnya pada saat itu, Ita sudah mulai terbuka dengan kejujuran yang ia miliki. Ane bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Delia.
“ Deni, tunggu nanti. Akan aku jebloskan kamu ke penjara.”
Ane pulang ke rumah, dan Deni kini tak mengikuti dirinya. Lagi.
“Ha, aku kira Ita akan membeberkan semua rahasiaku.” Gerutu Deni di dalam mobil.
Deni kini bisa bernapas lega, ia tak akan kena masalah jika Delia hamil. Jelas Delia bisa hamil karna bukan sekali dua kali Deni melecehkan Delia, tapi sudah hampir sering. Di mana Delia tengah tertidur dan di beri obat perangsang.
Entah kenapa Deni begitu bernafsu pada Delia, padahal orang yang ia cintai adalah Ane. Entah karna wajah Delia ada kemiripan dengan Ane, sampai Deni begitu menikmati apa yang ia lakukan pada Delia.
@@@@@
Ita dengan sang kekasih kini sepakat akan pergi ke rumah Dokter Ane, untuk menceritakan semuanya. Dan memberi tahu video yang ia rekam.
Di mana Video itu berisikan adegan tak senonoh, yang di lakukan Dokter Deni.
“Kamu yakin akan memberitahu semuanya,” tanya sang kekasih kepada Ita.
“Aku percaya kamu orang yang bisa melakukannya,” ucap sang kekasih.
Ita menganggukkan kepala, ia tersenyum lebar. Setelah mendengar sang kekasih menyemangatinya.
Jam sudah menujukan pukul tujuh malam, di mana Ita mulai sampai di kediaman Dokter Ane. Ita mengetuk perlahan rumah Dokter Ane.
Dan saat pintu terbuka, Dokter Ane sudah menyambutnya dengan senyuman hangat. Ternyata Ane menyiapkan makan malam untuk Ita.
“Wah, kebetulan, aku masak banyak Ta, bagaimana kalau sebelum mengobrol kita makan dulu.”
“Dok, itu merepotkan sekali. Saya menunggu saja di luar.”
Ane menarik tangan Ita, sembari mengajak kekasih Ita untuk masuk dan segera makan bersama.
“kamu ini apa-apaan, aku makan. Kamu menunggu di luar.”
Dengan terpaksa Ita menuruti ajakan Ane, padahal dirinya tak ingin berlama-lama. Tapi apa boleh buat, Ane yang memaksa.
Makanan sudah tersedia, ini cara Ane mengajak mengobrol Ita agar tidak terlalu tegang.
__ADS_1
Ane mulai mengambilkan beberapa lauk pauk untuk Ita, agar dia dengan lahap menyantap makanan yang sudah di siapkan dokter Ane.
“Gimana, enak tidak?”
“Enak sekali, dok.”
“Oh, ya tadi ada yang kamu ingin sampaikan.”
Ita seakan tak sanggup mengatakan semuanya, padahal tadi ia sudah bertekad akan mengatakan yang sudah di lakukan Dokter Deni.
“Kamu tenang saja, Ita. Jangan takut ayo cerita.”
Ane sengaja, menyuruh sang suami dan juga anak-anaknya pergi ke supermarket. Agar percakapan dirinya dengan Ita lancar tanpa halangan.
“Maafkan saya dok, saya sudah menyembunyikan semuanya dari dokter. Sebenarnya yang menghamili pasien Delia adalah dokter Deni.”
Deg ....
“Apa kamu punya bukti yang kuat, Ita?”
Kini Ita merogok saku celananya, mengambil ponsel dan memperlihatkan video yang sudah ia rekam sejak lama.
“Ini bukti dari saya.”
Ane tak menyangka, jika Deni sebajingan itu. Ia sudah membuat Delia hamil anaknya.
“Deni kurang ajar sekali dia.”
“Saya ingin mengatakan semuanya, tapi saya takut. Dengan ancaman Pak Deni yang begitu menakutkan.”
“Kamu sudah melakukan dengan benar, walau memang terlambat. Terima kasih, Ita.”
"Justru aku sudah melakukan kesalahan, jadi aku pantas dokter pecat."
Ane mulai memegang punggung Ita dengan lembut dan menjawab," untuk apa aku memecat suster terbaikku. Aku tidak bisa membuatmu pergi dari rumah sakit. Aku sangat membutuhkan keberanianmu Ita."
Setelah mendengar perkataan sang dokter, Ita kini tersenyum tenang. rasa takutnya kini lenyap seketika, ia bisa bernapas lega lagi.
Saat itulah mereka langsung melanjutkan acara makan malam, dimana makanan sudah menanti untuk masuk ke dalam mulut mereka.
"Ayo makan, nanti ke buru dingin."
"Baik, dok."
Ane kini mempunyai bukti, yang mungkin belum sepenuhnya bisa membuat Deni masuk ke dalam penjara. tapi dirinya yakin, besok para pengawas akan bekerja untuk memegroki Deni.
__ADS_1
"Deni, dasar bajingan. Kamu sudah membuat Delia menderita sekarang aku akan masukan kamu ke dalam penjara. Awas saja."
Ane tak segan-segan dengan ucapannya, besok adalah sebuah kejutan untuk Deni.