Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 331 Aksi kejar kejaran.


__ADS_3

Lita dan Ida yang sudah berlari, menjauhi ruangan bayi. membuat mereka berhenti di ruangan pasien yang kosong.


"Haduh, Lita bagaimana ini?" tanya Ida dengan napas terengah-engah, karena berlarian.


Lita menepuk punggung Ida dan berkata," capenya."


"Sama."


Lita dan Ida kini mulai duduk, mereka berusaha menenangkan diri. untuk mengatur napas. menyandarkan punggung.


Sedangkan Ida yang duduk kini kembali bangkit berdiri, berkacak pinggang merasakan rasa sakit pada dadanya.


"Aku enggak nyangka, si suster Ayuni itu hebat, dia bisa bangun dengan cepat dan juga melepaskan ikatan kita," ucap Ida.


Lita yang tengah menyenderkan punggungnya pada kursi, mulai menjawab," iya. Hanya saja aku heran, kenapa bayi pasien Delia. Bisa tidak ada di ranjang bayi."


Deg ....


Ucapan Lita membuat Ida duduk, mendekat ke arah Lita.


"Apa jangan- jangan."


Lita menatap tajam kearah sahabatnya itu," Jangan jangan apa?"


Kedua mata Ida membulat, seraya menjawab," ada mahluk halus yang membawa bayi Pasien Delia."


Lita mendorong wajah Ida dengan telepak tangannya," jangan ngaco kamu."


Ida dengan sigap melepaskan tangan Lita yang mendorong wajahnya." Hey. Bisa jadikan. Apalagi sekarang malam jumat keliwon."


"Ahhk, apa hubungannya bayi dengan malam jumat?" tanya Lita.


Ida menggaruk belakang rambut kepalanya dan berkata," memang tidak ada hubungannya hanya saja, emak aku pernah bilang."


belum perkataan Ida terlontar semuanya, saat itu lah Lita mulai hentikan omong kosong yang dikatakan Ida, dan menjawab." Ahkk. Sudahlah jangan bicara hal seperti itu. Ini jaman moderan, sekarang tak ada yang begitu begituan."


Lita berdiri melipatkan kedua tangannya, sembari membelakangi Ida.


Membuat Ida kembali bediri, dan berkata." Bisa jadi. Jaman berubah tapi hantu."


Lita mulai mengibaskan tangannya di hadapan Ida," sudah sudah. Jangan ngomong kaya begituan, ya. Aku tetap tidak percaya."


Ida mengerutkan bibirnya, berucap pelan." Ih dasar dibilangin. Kalau udah lihat baru tahu rasa lu."


obrolan mereka terdiam sejenak, yang di mana. Tiba tiba ranjang rumah sakit menggeser dengan sendirinya.


Deg .....


Ida dan Lita melihat ke arah ranjang itu. bulu Kuduk mereka seakan berdiri.


"Sudahlah jangan usil, Ida. Aku tahu itu kamu," gerutu Lita. Yang masih berdiri membelakangi tubuh Ida.

__ADS_1


"Ih, siapa yang usil. Dari tadi aku berdiri di belakang punggung kamu," cetus Ida.


Lita mulai membalikkan badan ke arah belakang. dan benar saja tidak berada di belakang punggungnya, memajukan bibirnya dan berkata," apa."


Lita sangat heran dengan ranjang yang bergerak tiba tiba. Membuat dirinya merasa heran. Dan bergumam dalam hati." Kalau Ida ada di belakang punggungku. arus yang menggerakkan ranjang tempat tidur pasien, siapa?"


Ida mendekat, memegang bahu Ida." Kamu kenapa sih?"


Brug ....


suara ranjang tempat tidur pasien itu, tiba-tiba terdengar kembali seakan ada orang yang memukulnya.


Ida dan Lita saling menatap satu sama lain," kamu dengar?"


Tanya Lita, membuat Ida menganggukkan kepala, setelah mendengar suara ranjang yang tiba tiba berbunyi seperti di pukul.


"Iya."


"Bagaimana ini."


"Sebaiknya kita, kabuuuuuurrr."


Saat itulah Ida berlari lebih dulu, meninggalkan Lita yang masih berdiri di dalam ruangan.


"Loh, Ida kabur begitu saja."


Ida sudah tak terlihat lagi, membuat Lita menyusul dan berlari." Woy. Ida tunggu."


Dengan sekuat tenang Lita menyusul Ida, dengan hati yang ketakutan.


Seorang lelaki tua keluar dari ranjang tempat tidur pasien, yang di mana lelaki tua itu tengah membenarkan ranjang yang sudah mulia rapuh.


"Mereka kenapa?" Tanya lelaki tua itu. Mengerutkan dahi heran.


Pada saat itulah lelaki tua itu, meneruskan perbaikan rajang tempat tidur pasien


Karna ada perpindahan pasien untuk di pindahkan ke ruangan yang di mana ranjang tempat tidur tengah di perbaiki.


@@@@@


Saat Ida berlari, tanpa sengaja ia menabrak suster Ayuni yang tengah panik mencari keberadaan bayi pasien Delia.


Ida yang menabrak suster Ayuni langsung tersungkur jatuh ke atas lantai, membuat ia merasakan rasa sakit pada punggung dan juga tumit tangannya.


"Ahkk."


suster Ayuni langsung menatap tajam kearah Ida, berkacak pinggang dan berucap," hah. Akhirnya aku menemukan kamu, ke mana teman kamu si Lita."


suster Ida mengesot badannya ke belakang, karena suster Ayuni yang terus mendekat kearah Ida. " Hehhe. halo susuter Ayuni."


pada saat bersamaan, di mana suster Lita berlari hingga menabrak dan juga menginjak jari tangan suster Ida. membuat tubuh suster Lita ikut terjatuh menimpa tubuh suster Ida.

__ADS_1


Mereka meringis kesakitan dan berteriak, membuat suster Ayuni tertawa melihat kedua wanita itu saling bertumpukan.


"Aw, Lita tub-u-h k-am-u. Be-r-at."


Suster Lita berusaha berdiri, menjauh dari tubuh Ida yang tak sengaja ia hempit.


"Aduh, Ida maaf."


Suster Ayuni tak henti tertawa melihat kekocakan mereka berdua, hingga di mana Ida berusaha bediri di bantu oleh Lita.


"Ah, pelan pelan Lita. Punggungku sakit."


Lita mulai menarik tangan Ida yang baru saja ia bantu berdiri, untuk segera pergi dari hadapan Suster Ayuni.


Namun saat itulah suster Ayuni mulai menghentikan mereka berdua, untuk tidak pergi dari hadapannya.


"Heh, kalian mau pergi ke mana."


suster Ayuni dengan Sigap mencegah mereka berdua, agar tidak pergi kemana-mana.


"Eh, suster Ayuni. Ada apa ya?" tanya Lita dengan sok polos."


Suster Ayuni seakan kesal dengan pertanyaan Lita yang sok polos dan tidak tahu apa-apa," Sudahlah Lita jangan sok polos begitu, aku tahu kalian sudah mengurungku di dalam kamar mandi."


Deg ....


Lita dan Ida saling menatap satu sama lain, saat suster Ayuni berkata seperti itu. Ida yang ketakutan melihat wajah suster Ayuni yang begitu terlihat marah besar. Membuat ia berbisik pada Lita." Ini gawat. sepertinya suster Ayuni akan memberi pelajaran kepada kita," ucap pelan Ida pada Lita.


"Ya, Ida. Kita harus segera kabur dari sini," balas pelan Lita.


"Ya sudah, aku berhitung sampai 3 kita langsung kabur." ucap pelan Ida.


suster Ayuni Masih berdiri menatap kearah mereka berdua dan bertanya. Tapi saat suster Ayuni mulai bertanya kepada mereka berdua. mereka Langsung kabur begitu saja.


"Heh, kalian mau ke mana." Teriak Suster Ayuni.


Ida dan Lita terus berlari, walau sebenarnya mereka merasakan rasa sakit pada sekujur tubuh karena terus berlari dari tadi.


"Aku cape, Ida." Ucap Lita dengan napas terengah-engah.


"Ya, sama," bala Ida yang terus berlari.


Lita yang masih berlari, mulai melihat ke arah belakang, yang ternyata suster Ayuni masih mengejar mereka berdua.


"Gawat, Ida. Suster Ayuni masih mengejar kita di belakang," teriak Lita.


"Ahhk, gimana ini Lita. Aku udah enggak kuat," jawab Ida.


Tiba tiba Lita terpeleset, hingga badannya membentur kursi roda.


Ahhhkkk

__ADS_1


Ida yang melihat Lita terpeleset, membuat ia berhenti berlari.


"Litaaaaaaaa."


__ADS_2