
Masa lalu Tama.
Lelaki cupu yang baru saja masuk, ke kantor Pak Hendra. Tiba-tiba saja melihat sosok wanita yang pendiam dan sederhana, wanita itu ialah Sarah.
Di mana sosok Sarah selalu terbayang pada pikiran Tama, baru satu minggu bekerja. Tama selalu melihat gerak gerik Sarah dan juga Sisi.
Terkadang Tama selalu melihat Sisi mencuci otak Sarah, membuat Sarah seketika selalu bersedih.
Tama ingin sekali ada di samping Sarah, tapi ia tak pede dengan dirinya.
Hingga di mana, Sarah bertanya padanya.
“Tama, kamu bisa bantu pekerjaanku tidak. Berkasku hilang.”
Tama hanya menganggukkan kepala setuju dengan perkataan Sarah, sebenarnya ia ingin mengatakan ke jujuran pada Sarah bahwa berkas hilang itu di bakar oleh Sisi.
Namun Tama tak berani karna ia tak ingin melihat Sarah bersedih. Dengan sebisa mungkin ia selalu membantu dan membuat Sarah jauh dari kesusahan, karna ulah Sisi.
Tapi ternyata itu tidak cukup bagi Sarah, setelah berkas itu hilang. Sarah malah mengundurkan diri untuk bekerja di perusahaan lelaki baj*ngan yang mempunyai istri.
Lelaki yang menjadi ayah Tama, dari istri ke tiga lelaki itu.
Tama tak mengerti dengan jalan pikiran Sarah, setelah mengobrol dengan Sisi. Tama ingin sekali membeberkan semuanya, tapi ia terlalu pengecut untuk menjadi seorang lelaki.
Pada akhirnya Tama menyerah dalam keterpurukan,
Ia melihat wanita yang ia sayangi, dari jauh menderita karna kebohongan Sisi.
@@@@
“Sarah, apa kamu tidak berpikir dua kali sebelum bertindak?” tanya Tama pada Sarah, yang sudah bergegas ke luar dari kantor itu.
Sarah menatap lekat ke arah Tama, lelaki yang bukan siapa-siapanya. Hanya sebatas teman kantor saja.
“Tama, ini sudah jadi keputusanku. Jika kamu mau ikut, ikutlah denganku. Aku akan bekerja di sebuah kantor yang lumayan gajinya!” balas Sarah dengan begitu yakinnya. Sedangkan Tama tak yakin, karna gaji besar dari kantor sang ayahnya, hannyalah iming-iming saja. Seterusnya. Sarah akan di jadikan istri ke empat ayah Tama.
Maka dari itu Tama berusaha menghindar untuk tidak bekerja dengan ayahnya sendiri, karna sang ayah yang serakah dan licik. Membuat Tama tak ingin mengikuti jejaknya.
“Sarah, tetaplah bekerja di kantor ini. Aku membutuhkanmu.” Ucap Tama dengan yakinnya. Ia mulai memberanikan diri untuk mengatakan perasaannya pada Sarah.
__ADS_1
Sarah hanya tersenyum kecut, ia tak mau mendengar ucapan Tama. Sampai ia pergi begitu saja, tapi Tama dengan beraninya berlari menghampiri Sarah. Menahan tangan sang pujaan hati.
“Kamu menurut padaku,” ucap Tama.
“Tama, sudah ya. Jangan lagi menahanku di sini, kamu ini kenapa sih,” balas Sarah.
Langkah Sarah semakin menjauh, membuat Tama berteriak.
“Sarah, aku mencintai kamu.”
Sarah kini membalikkan badan setelah mendengar Tama berkata seperti itu, ia mengerutkan dahi. Dan Tama mendekat ke arah Sarah, memegang kedua tangannya.
“Kamu tadi bilang apa?” tanya Sarah merasa aneh dengan ucapan yang terlontar dari mulut Tama.
Tama tersenyum dengan bangganya,” Aku mencintaimu Sarah.”
Plak ...
Satu tamparan mengenai pipi Tama, membuat Tama terdiam.
“Kamu mencintaiku, bodoh. Tama. Kamu bodoh.”
Pikirannya di rasuki rasa kecewa, ketika tamparan dan hinaan terlontar dari mulut Sarah. Tapi Tama malah berucap,” aku akan menunggumu sampai kamu mencintaiku Sarah.”
@@@@
Tama kini mengikuti kepulangan Sarah hingga ke rumahnya, membuat Sarah tak menyadari jika Tama mengikuti dirinya hingga ke rumah.
Tama melihat keluarga Sarah yang sederhana, membuat Tama langsung menyelidikinya.
“ Sarah, aku tak akan biarkan kamu terperangkap oleh tipuan ayahku.”
Tama bergegas menemui sang ayah, untuk tidak memperkerjakan Sarah di kantornya. Ia tak mau jika wanita yang ia sukai menjadi santapan sang ayah selanjutnya.
Setelah sampai di kantor sang ayah, Tama mencoba masuk ke kantor itu. Namun tetap menjaga di sana tidak mengijinkan Tama untuk masuk ke ruangan sang Bos.
Para penjaga staf di ruangan itu tak percaya jika Tama adalah anak pemilik perusahaan, mereka menganggap cikatama adalah seorang penipu yang mengaku ngaku anak dari sang bos.
Hingga dimana sang ayah keluar melihat Tama Tengah diusir oleh para penjaga stap di perusahaannya.
__ADS_1
“Tama.”
“Ayah.”
Sang pemilik perusahaan menyuruh Para stafnya untuk melepaskan tangan anaknya.
“Tolong lepaskan dia, dia Tama anakku.”
Para staf itu seakan tak percaya jika Tama memang benar anak pemilik perusahaan, Bagaimana tidak tampilan utama yang culun cupu tidak meyakinkan mereka. Membuat mereka mengira bahwa orang itu ialah penjahat yang mengaku-ngaku sebagai anak dari pemilik perusahaan.
“Maafkan kamu tuan.”
Mereka menundukkan wajah meminta maaf kepada Tama dan juga pemilik perusahaan itu.
Pada saat itulah Tama diajak untuk masuk ke ruangan sang ayah, Saya ingin bertanya kepada sang anak Kenapa datang secara tiba-tiba tanpa mengabari dirinya.
Tama kini mengikuti langkah sang ayah, untuk masuk ke dalam kantor mempertanyakan tentang Sarah yang akan dipekerjakan di perusahaan ayahnya.
Ini sang ayah duduk di bangku besar, sedangkan Tama hanya berdiri di depan meja.
“Tama, kenapa kamu datang dalam penampilan cupu seperti ini?”
sang ayah mulai menyuruh anaknya untuk duduk, tapi tidak mendengarkan kan apa yang diperintahkan ayahnya, ya lebih baik berdiri menatap tajam ayah yang tengah santai duduk di kursi.
"Ayah, bisa tidak ayah tidak memperkerjakan Sarah di kantor ayah," pinta sang anak kepada ayahnya, dengan harapan Tama jika ayahnya mau menuruti keinginan anaknya pada saat itu.
mungkin itu tak mudah, tapi Tama akan berusaha sebisa mungkin membujuk sang ayah agar tidak memasukkan Sarah ke kantor ayahnya.
"Kenapa kamu melarang ayah. Bukannya Ayah juga tak pernah melarang kamu untuk bekerja di luar sana!" jawaban sama ayah membuat Tama sedikit kesel. Bagaimana tidak Tama tak suka jika ayahnya selalu bertanya.
"Aku ingin Ayah menuruti permintaanku satu kali ini saja. Aku tidak mau jika Sarah bekerja di sini, ayah akan memanfaatkan dia menjadi istri keempat ayah," ucap Tama dengan lantangnya. Iya begitu berani mengatakan apa yang berada pada hatinya.
"Hem, kenapa? Apa kamu menyukai gadis culun itu," balas sang ayah mengusap dagunya secara perlahan, Iya Sedikit tertawa mendengar anaknya yang melarang dirinya untuk tidak mempekerjakan Sarah di tempatnya.
padahal sang ayah tidak tertarik sama sekali dengan wajah Sarah, Sarah tidak mempunyai kecantikan yang dimiliki istri-istrinya.
hanya saja sang ayah hanya ingin menikmati bagaimana rasanya mempunyai istri perawan.
karena selama menikah dengan gadis gadis cantik, Iya tak menemukan istrinya masih perawan. Maka dari itu dia tertarik dengan keluguan Sarah. memang terlihat Sarah begitu menjaga kesuciannya.
__ADS_1