
Alan mulai mengangkat telepon yang ternyata itu dari Rudi.
"Halo," ucap Alan.
"Alan, gimana kabar Delia. Apa benar Delia sudah melahirkan?" tanya Rudi.
"Ya, Delia sudah melahirkan!" jawab Alan dengan nada gembiranya.
"Syukurlah kalau begitu, gue turut bahagia," ucap Rudi.
"Bagaimana ke adaan lu Rud, dan masalah lu?" tanya Alan, yang memang tahu akan masalah Rudi.
"Ah, entahlah gue lagi memikirkan cara untuk bisa membebaskan Tama dan Sarah!" jawab Rudi. Terdengar keluhan yang begitu membuat Alan merasa kasihan.
Karna bukan Rudi saja yang mempunyai masalah, sekarang Alan pun di hadapi dengan masalah Deni yang datang tiba tiba. Ke rumah sakit.
"Maaf Rud, sekarang gue enggak bisa bantu lu," ucap Alan.
" Sudahlah. lu, enggak usah mikirin masalah yang sedang gue hadapi. Sekarang lu urus Delia dan jaga dia, karna istri yang sudah melahirkan itu butuh bantuan dan perhatian lebih dari lu, lan," balas Rudi.
"Terima kasih, Rud," ucap Alan.
Telepon pun terputus begitu saja, saat Alan mendengar suara teriakan Delia. Dari ruanganya.
"Delia."
Alan berlari menuju ruangan Sang istri.
"Delia, apa yang terjadi?" tanya Alan. Melihat wajah Delia yang terlihat begitu ketakutan.
"Delia, sadar?" tanya Alan.
Mencoba memeluk sang istri, saat itulah Delia menangis histeris. ia bercerita dengan isak tangis yang ke luar dari matanya." Maaf sayang. Tadi aku tertidur dan bermimpi kalau anak kita di bawa orang."
Alan mulai menenangkan rasa ketakutan sang istri, " itu hanya mimpi, kamu lihat anak kita tertidur pulas di kasurnya."
Alan memperlihatkan anak Delia yang tengah tertidur, membuat perasaan Delia kini tenang. Mengusap dada dan mengeluarkan nafas yang terasa sesak, kini Delia mulai tenang.
"Aku takut, mimpi itu jadi kenyataan," ucap Delia. Yang akhir akhir ini terlihat stres karna hadirnya Deni dikehidupananya lagi.
"Sudah lupakan mimpi itu, semua hanya bunga tidur," balas Alan. Yang masih memeluk sang istri.
Alan mulai menyuruh Delia untuk tidur kembali, karna waktu sudah menunjukan pukul 07 malam. "Sekarang kamu istrirahat dulu. Biar aku yang jaga bayi kita."
Delia menganggukkan kepala menurut apa yang di katakan Alan, pada saat itulah ia mulai menutup perlahan ke dua matanya untuk beristirahat.
Alan memandangi wajah Delia, yang terlihat begitu ke lelahan. Membuat ia tak tega, begitu banyak beban yang di hadapi istrinya. Tapi ia beruntung karna sekarang Alan tak jauh dengan Delia.
"Aku akan menjagamu dan juga bayi kita."
Lati dan Ida, masih mencari kesempatan untuk mengambil bayi Alan dan Delia.
__ADS_1
Membuat mereka hampir kehabisan akal. Apalagi besok Alan dan Delia pergi dari rumah sakit.
"Bagaimana ini, apa yang kita lakukan sekarang?" tanya Ida pada Lati.
Saat itu Lati, melihat sahabatnya yang bernama Ayuni masuk ke dalam ruangan Delia. Yang ternyata Ayuni di tugaskan untuk mengecek pasien Delia dan anaknya.
"Ayuni, aha. Aku punya ide." Ucap Lati.
"Ide apa?" tanya Ida.
Lati mulai membisikan sebuah rencana untuk Ida, yang di mana Ida menyetujui rencana itu.
"Sekarang tidak boleh gagal lagi," ucap Lati.
"Benar, kita harus bisa membuat bayi Delia dan Alan, berada di tangan kita," balas Ida tersenyum licik.
Lati mulai mengintip di balik jendela luar, yang di mana. Ayuni tengah memeriksa anak Delia.
Alan yang tengah menjaga bayi mungilnya, kini di datangi Ayuni suster yang bertugas mengecek di ruangan Delia.
"Selamat malam pak," ucap Suster Ayuni ramah.
"Ya, ada apa sus," balas Alan.
"Saya mau mengecek bayi ibu Delia," ucap sang suster.
"Oh, silahkan Sus."
"Kamu lihat, Ida. Ini kesempatan emas buat kita," ucap Lati pada Ida.
"Benar, kita harus mengikuti suster Ayuni," balas Ida.
"Ayo."
kedua suster itu , mulai mengikuti Ayuni yang mengendong bayi Delia.
Mereka mulai menjalankan aksi mereka. Di mana Ayuni mulai menaruh bayi Delia di ranjang rumah sakit, kusus untuk bayi.
Saat Ayuni membalikan badan untuk mencari perlatan dokter, pada saat itulah Lati membekam mulut Ayuni, hingga pingsan.
"Emh." Kedua mata Ayuni begitu jelas melihat Lita dan Ida.
Saat itulah Ida mulai mengikat tangan Suster Ayuni dan juga kakinya, mereka membopong Suster Ayuni. Memasukan suster itu ke kamar mandi.
Lita dan Ida saling menepuk tangan mereka.
"Berhasil."
"Ya, kita berhasil. Ayo sebaiknya kita bawa bayi itu. Sebelum orang tahu."
"Ayo."
__ADS_1
Lita dan Ida mulai masuk ke ruangan bayi, yang di mana mereka sudah berniat membawa bayi Delia.
Setelah sampai di ruangan bayi, bertapa kagetnya Lita dan Ida. Bayi Delia sudah tidak ada.
"Ida, ke mana bayi Delia?" tanya Lita.
"Entahlah, tadi masih ada di sini. Kenapa sekarang tak ada!" jawab Ida.
Suster Ayuni terbangun dari pingsannya, kini ia berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan juga kakinya. Lati yang mendengar teriakan Ayuni membuat mereka langsung berlari dan kabur.
"Ayo kita pergi."
"baik."
Suster Ayuni berhasil melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya, membuka pintu kamar mandi. " Sial, kamar mandi ini di kunci."
Suster Ayuni mengusap kasar rambutnya, saat itulah dirinya berusaha menggedor pintu meminta tolong.
"Tolong ... tolong ...."
Tak ada jawaban dan juga pertolongan saat itu, membuat Ayuni kesal. Ia dengan terpaksa mendobrak pintu kamar mandi.
Brug ....
Pintu kamar mandi pun berhasil di buka. Kini Ayuni mulai mencari keberadaan Lita dan juga Ida.
"Ke mana mereka berdua. Awas saja kalau ketemu."
@@@@@
sudah 1 jam lebih Alan menunggu bayinya kembali.
"Ke mana suster itu membawa bayiku, kenapa begitu lama memeriksa." Gerutu Alan merasa kuatir.
Karna biasanya jika suster memeriksa bayi tak akan pernah lama.
Alan menatap kearah Delia yang tertidur pulas, ia takut jika Delia bangun. bayinya tidak ada si ruangan.
mau tidak mau Alan harus mencari keberadaan suster Ayuni yang membawa pergi bayinya untuk sekedar memeriksa, pada saat itu Suster Ayuni dan juga akan berpapasan wajah.
" Suster, di mana bayiku?" tanya Alan.
Suster Ayuni baru ingat, saat dirinya di sekap di kamar mandi, ia lupa dengan bayi Alan yang Berencana untuk diperiksa.
"Ya ampun, saya lupa pak. Saya akan ambil bayi bapak sekarang," ucap suster Ayuni. yang tadinya Suster itu berniat untuk mencari keberadaan Lati dan juga Ida.
suster Ayuni langsung membalikkan badan , dia secepatnya berjalan ke arah ruangan bayi untuk mengambil bayi Delia dan juga Alan.
setelah sampai di ruangan, suster Ayuni tidak menemukan bayi Delia dan juga Alan yang ia sengaja tidur kan di ranjang bayi.
"Ke mana bayi Pasien Delia. Bukanya tadi aku letakan ke sini." Guman suster Ayuni.
__ADS_1