Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 332 meminta pertanggungjawaban hilangnya bayi Delia


__ADS_3

Ida malah mengehmpit tubuh Lita, hingga suara teriakan kesakitan terdengar oleh Suster Ayuni.


"Ah, ternyata mereka ada di sana." ucap suster Ayuni. Lamgsung berlari menghampiri tidak dan juga Lita.


Ayuni berkacak pinggang, menatap tajam ke arah Lita dan Ida. "Sukurin, jadi orang. Kena batunya jugakan."


Ida mulai bangkit, dengan memegang pinggangnya yang terasa sakit karena terjatuh.


"Aduh, pinggangku."


Lita yang masih tersungkur di atas lantai, berusaha untuk duduk.


"Ida, punggungku sakit."


mereka meringis kesakitan akibat terjatuh dan terbentur kursi roda.


"Emang enak, sakit kan," ucap Ayuni.


Lita dan Ida menatap ke arah Ayuni, dan berkata," maafkan kamu suster Ayuni."


saat itulah suster Ayuni mulai melipatkan kedua tangan," maaf, maaf. Enak aja minta maaf. Kalian harus tanggung jawab."


Deg .....


Lita dan Ida, saling memandang satu sama lain heran dengan perkataan Sutera Ayuni. Lita mulai bertanya kepada suster Ayuni," tanggung jawab untuk apa sus."


" pura-pura tak tahu lagi, gara-gara kalian bayi pasien Delia hilang." Ucap Suster Ayuni.


Lita awalnya yang sudah berniat mencuri bayi pasien Delia, malah gagal. Karna bayi yang mulai ia ambil hilang di ranjang tempat tidur bayi.


" Kenapa kalian diam?" Tanya suster Ayuni.


Ida mulai menjawab perkataan suster Ayuni!" maaf. Sebenarnya."


Lita malah memukul kepala Ida, membuat Ida meringis kesakita.


"Kamu jangan bilang semua rencana kita." Bisik Lita. pada telinga Ida.


"Kalian kenapa?" Tanya Ayuni. Dengan nada sedikit meninggi.


Lita dan Ida terlihat gugup, membuat mereka ketakutan.


"Kenapa kalian seperti orang ketakutan seperti itu?" tanya Ayuni.


Suster Ayuni langsung mendekat ie arah wajah Lita dan Ida." apa jangan jangan kalian yang menyembuyikan bayi pasien Delia."


Deg .....


"Bagaimana ini Lita, kini yang tersalahkan." Bisik Ida.


"Ayo katakan, apa kalian yang sudah mengambil bayi pasien Delia." Bentak Suster Ayuni.


Suster Ayuni adalah suster wanita yang sedikit tegas, ia tak segan segan memerahi orang yang sudah mengerjainya.

__ADS_1


"Suster Ayuni, kami tidak tahu masalah itu," ucap Ida. Tangannya bergetar ketakutan.


Suster Ayuni tak segan segan mengancam, Lita dan Ida." Kalau kalian tidak mengaku, aku bisa saja melaporkan kalian."


Kedua Suster itu langsung terkejut, dan berkata secara bersamaan." kantor polisi."


"Lita, bagaimana ini. Aku takut sekali," bisik Ida. mengayun-ayunkan tubuh Lita.


" sudah Ida kamu tenang saja dulu, " ucap pelan Lita.


@@@@@


sedangkan Alan yang mulai berjalan ke ruangan sang istri, melihat Delia masih tertidur pulas. rasa cemas mulai dirasakan alam pada saat itu.


karena suster yang memeriksa bayi Delia belum juga kembali, ada rasa takut akan bayi Delia yang kenapa-napa.


"Sudah 3 jam, kenapa suster itu belum kembali. Bagaimana kalau Delia tiba-tiba terbangun dan menanyakan bayinya, apa yang harus aku jawab?"


Alan merasakan rasa gelisah. Yang di mana rasa gelisah Alan membuat Delia bangun.


"Alan."


Deg .....


Panggilan Delia membuat Alan langsung melihat ke arah istrinya, " kamu bangun."


"Ya, Alan. Kemana bayi kita, seharunya dia menangis dan meminta susu padaku?" tanya Delia pada Alan.


Alan bingung dengan jawaban yang harus ia lontarkan pada Delia istrinya.


"Alan, kenapa kamu diam?" tanya Delia.


"Eh, sebenarnya!"


Belum perkataan Alan terlantar semuanya, kini Delia mulai berusaha untuk duduk melihat di ranjang tempat bayi. Apakah bayinya ada di sana.


Dengan memaksakan diri Delia turun, dari ranjang tempat tidurnya. untuk memastikan jika bayinya ada di ranjang tempat tidur kusus bayi.


saat langkah kakinya berjalan pelan, betapa kagetnya Delia pada saat itu. artinya tidak ada.


"Alan , ke mana bayi kita?" tanya Delia. Menangis.


Alan mulai menghampiri sang istri yang menangis terisak-isak. memegang kedua bahu sang istri dan berkata," kamu jangan kuatir Delia, anak kita sedang di bawa suster untuk di periksa."


Delia membalikan badannya ke arah Alan dan berkata," apa benar itu?"


Alan mulai menganggukkan kepalanya, dirinya pun tak pasti dengan ucapan yang yang terlontar dari mulutnya.


"Ya, sudah, sekarang kamu tidur lagi ya. nanti jika bayi kita sudah kembali aku akan bangunkan kamu dan langsung memberikan kepada kamu Delia."


"Benar, ya."


"Iya."

__ADS_1


saat itulah Delia mulai menuruti Apa perkataan sang suami, ia mulai berjalan menuju ke ranjang tempat tidur untuk segera kembali tidur.


" Kamu tidur lagi, ya."


Saat itulah Delia mulai menutup kedua matanya untuk tertidur kembali. dan setelah Delia tertidur. Pada saat itulah Alan bergegas mencari keberadaan suster yang memeriksa bayinya.


Berjalan tergesa gesa, Alan mulai mencari ruangan bayi. " Di mana, ya. Ruangan bayi."


saat Alan berjalan, ia melihat ketiga suster tengah berdebat. membuat dirinya langsung menghampiri ketiga Suster itu.


"Permisi."


ketiga Suster itu langsung menatap kearah Alan, yang di mana suster Ayuni terkejut melihat Alan tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


"Pak Alan." suster Ayuni menundukkan kepala, dirinya terdiam.


"Suster saya tunggu suster di dalam ruangan sudah hampir 3 jam lebih, bukannya suster tengah memeriksa bayi saya. dan sekarang kemana bayi saya?"


Tanya Alan.


"Sebenarnya ....."


Belum pertanyaan terlontar dari mulut suster Ayuni, tiba-tiba saja Ida langsung berkata," bayinya hilang."


Suster Ayuni langsung membulatkan kedua matanya, sedangkan Lita memukul keras kepala Ida," bodoh. kenapa kamu berkata seperti itu."


"Aw, Lita sakit."


Alan yang mendengar perkataan suster Ida. terkejut dan seakan ingin marah.


Namun Alan berusaha tetap tenang dan tidak mengeluarkan amarahnya, karna dirinya tengah berhadapan dengan wanita. Mana mungkin seorang lelaki harus bersikap kasar pada wanita.


"Suster, apa benar itu?" tanya Alan. Menatap ke arah suster Ayuni. yang di mana suster Ayuni merasa bersalah.


"Jawab sus," ucap Alan sedikit bernada tinggi.


"Maafkan saya, pak. Sebenarnya memang betul bayi pak Alan hilang, dan saya tidak tahu siapa yang mengambil bayi itu, kebetulan kedua suster ini menyekap saya di dalam kamar mandi," jelas Suster Ayuni. Menunjuk ke arah Lita dan Ida.


Lita dan Ida saling berpegangan tangan, mereka takut jika mereka di masukan ke kantor polsi.


Alan mulai bertanya tanpa mengeluarkan amarahnya," ke mana bayi saya."


pertanyaan Alan membuat kedua Suster itu ketakutan," kami juga tak tahu."


Suster Ayuni menekan mereka berdua, untuk berkata jujur.


"Lita, Ida. Katakan saja, di mana bayi Pak Alan dan Ibu Delia?"


"Suster Ayuni kita tidak tahu. Saat kami menyekap suster, kamu sudah tidak melihat bayi itu tertidur di ruangan bayi," ucap Ida.


"Kalian harua mempertanggung jawabkan semuanya," Hardik Alan.


suster Ayuni meminta kesempatan untuk mencari keberadaan bayi Alan dan juga Delia.

__ADS_1


"Saya akan mencari keberadaan bayi pak Alan, begitu pun Suster Lita dan Ida."


Alan menghela nafas beratnya," pagi bayi itu harus segera di temukan kalau tidak, aku akan melaporkan kalian semua ke kantor polisi." Tegas Alan.


__ADS_2