Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 313


__ADS_3

Pelayan itu terdiam, ia bingung harus menjawab apa, karna disisi lain dirinya hanyalah seorang pembantu.


"Bagaimana apa kamu mau membantu kami berdua?" tanya Syakira.


Pelayan rumah itu langsung menolak dengan meminta maaf," maafkan saya."


Pelayan itu langsung pergi, meninggalkan Sarah dan syakira.


Namun, Sarah menahan tangan pelayan itu." kamu tidak kasihan kepada kami berdua."


"Maaf, saya bukan tidak kasihan. Hanya saja saya takut dengan Pak Andre."


Sarah dan Syakira tak tahu harus berbuat apa lagi, mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan. Namun ternyata perlayan yang mengatakan tak bisa menolong mereka berdua malah meleparkan sebuah surat kecil.


Yang di mana surat itu bertuliskan." CCTV di ruangan begitu banyak. Ada satu terselip di dingding dekat boneka kecil."


Sarah yang membaca surat kecil itu, langsung mengecek dan benar saja. Ada CcTv yang baru mereka tahu. Cctv itu begitu kecil, sampai Sarah dan syakira baru menyadarinya dari pelayan tadi.


"Sepertinya kita harus menghancurkan cctv ini," ucap Syakira.


"Setelah menghancurkan cctv ini, apa pak Andre tidak akan curiga. Bukannya kita di awasi dia sampai 24 jam," balas Sarah.


"Benar perkataanmu, Sarah. Kita harus memikirkan cara lain lagi," ucap Syakira.


@@@@@


Rudi yang beralasan kepada sang istri untuk pergi ke toilet sebentar, saat itulah bergegas pergi untuk menaiki mobil.


Sebelum menyalakan mesin mobil, Rudi terlebih dahulu mengecek ponselnya. dia melihat pada layar ponsel nomor baru yang entah ia tidak tahu nomor siapa?


"Tumben ada nomor baru menelpon di jam segini."


Rudi mulai mengendarai mobil, yang di mana ia hampir saja menabrak seseorang yang tengah berlari.


"Sial, aku hampir saja menabrak orang."


Rudi turun dari dalam mobil, melihat siapa yang ia tabrak.


Saat melihat orang itu.


betapa kagetnya Rudi yang ia tabrak adalah Tama.


Tama terduduk di atas tanah dengan memegang kedua kakinya. Yang sedikit terlihat terluka.


"Tama, kamu."


Rudi dengan sigap mulai membantu Tama, untuk berdiri.


"Ayo, masuk ke dalam mobilku."


Tama berjalan dengan tergopoh gopoh di bantu oleh Rudi.

__ADS_1


Sesaat di dalam mobil, Rudi mulai bertanya pada Tama." kamu kabur dari penjara. Tama?'


Kedua mata Tama terlihat berkaca kaca, ia mulai menganggukkan kepala.


Rudi mulai mengusap wajahnya dengan kasar," aku akan membawamu ke kantor polisi lagi."


Tama malah menahan Rudi, dengan berucap," aku akan pergi ke kantor polisi sendiri. Hanya saja setelah menolong Sarah."


"Kenapa kamu masih memikirkan Sarah, harusnya kamu pikirkan diri kamu sendiri. Kalau kamu kabur hukumanmu akan lebih berat," balas Rudi.


"Tapi, aku sangat mencintai dia," ucap Tama.


Rudi baru pertama kali, mendengar Tama mengatakan bahwa dirinya mencitai Sarah.


"Jadi ...."


Belum perkataan Rudi terlontar semuanya, Tama mulai berucap," aku sudah lama mengatakan semua perasaanku padanya. Tapi dia begitu acuh, karna dia selalu mengatakan bahwa orang yang ia cintai adalah kamu Rudi."


Rudi menghelap nafas beratnya, cinta mampu membuat orang buta mata.


" Sebaiknya aku antarkan kamu ke kantor polisi sekarang."


"Aku mohon, Rudi. Aku akan kembali lagi ke kantor polisi, sebelum aku menyelamatkan Sarah. Aku tidak mau mati jika Sarah menderita."


Rudi menatap ke arah kaca depan mobil, ia bingung dengan apa yang sudah di katakan Tama.


"Memangnya kenapa dengan Sarah, kenapa kamu bisa tahu jika dia menderita di rumah yang kamu maksud rumah Pak Andre. Memangnya siapa Pak Andre itu?" tanya Rudi.


Tama menelan ludah, menceritakan semua masa lalu Pak Andre.


"Bertengkar karna seorang wanita?" tanya Rudi.


"Ya, setiap kali Pak Anton menikahi wanita perawan untuk di jadikan istri. Pak Andre adiknya selalu kesal!" jawab Tama.


Rudi mulai heran dengan cerita Tama, masa ia seorang adik harus menentang pernikahan kakaknya. padahal itu hak semua orang.


"Tama, aku kurang mengerti dengan cerita yang kamu jelaskan padaku?" tanya Rudi.


Sebenarnya Tama malas membahas cerita tentang Ayahnya dan juga Pak Andre.


"Ayahku pernah menikahi seorang gadis untuk di jadikan istri ke empat Pak Anton. Yang ternyata gadis itu adalah sosok wanita yang di cintai adiknya sendiri ialah Pak Andre." jelas Tama.


Kini Rudi perlahan mulai mengerti cerita Tama," jadi Pak Andre dendam terhadap papahmu."


"Jika di sebut dendam tidak, hanya saja Pak Andre menjadi orang yang depresi dan selalu menyakiti orang di sekitarnya." ucap Tama.


Rudi hanya terdiam mendengarkan cerita Tama.


"Asal kamu tahu Rudi, saat malam pengantin istri ke empat ayahku di culik dan entah siapa orang yang menculik istri ke empat papahku itu," jelas Tama.


"Apa kamu tidak curiga dengan Pak Andre?" tanya Rudi.

__ADS_1


"Awalnya aku curiga, hanya saja setelah melihat Pak Andre yang depresi dan mengalami gangguan sakit jiwa aku tak mencurigai dia lagi!" jawab Tama.


"Tapi, bisa saja Pak Andre yang mengalami sakit jiwa itu sudah membawa pergi istri ke empat ayah kamu," ucap Rudi.


"Entahlah, aku tak yakin. Karna Pak Andre di urus oleh para suster dan dokter di rumahnya," balas Tama.


"Apa kamu sering menengok om mu sendiri?" tanya Rudi.


"Tidak, hanya saja aku baru melihat. kemarin saat Pak Andre omku membebaskan Sarah dari dalam penjara!" jawab Tama.


"Apa kamu tahu di mana tempat Pak Andre berada?" tanya Rudi.


"Aku hanya mengigat rumah lamanya!" jawab Tama.


"Baiklah sekarang kita ke sana."


Rudi dan Tama bergegas pergi ke rumah pak Andre untuk membebaskan Sarah.


Sampai di mana rumah Pak Andre yang megah terlihat.


"Itu rumah omku." Ucap Tama.


. Rudi langsung menghentikan mobilnya, mereka berdua turun dari dalam mobil. mencari keberadaan Sarah di rumah itu.


terlihat para satpam Tengah berjaga mengawasi rumah Pak Andre, membuat Rudi meminta izin untuk masuk ke dalam rumah itu menanyakan apakah pak Andre ada di rumah?


kedua satpam itu saling menatap, Ya mulai bertanya kepada Rudi.


"Apa kamun sudah punya janji dengan Pak Andre."


Rudi menggelengkan kepala menjawab," tidak."


"Maaf jika ingin bertemu dengan tuan kami, kalian harus ada janji dengan Pak Andre."


Tama mulai berucap pada kedua satpam itu.


"Aku keponakanya."


"Maaf, mau pun ke ponakan atau sahabat Pak Andre. Kalian tetap harus mempunya janji dengan beliau."


"Aku keponakannya, tak usah punya janji."


Tama mulai berteriak, memanggil nama sang om.


"Om Andre ke luar, ini aku Tama."


Kedua penjaga itu langsung melarang Tama dan menghentikan teriakan Tama.


"Sebaiknya kalian berdua pergi dari tempat ini."


Tama dan Rudi di usir paksa.

__ADS_1


Membuat Para penjaga itu murka.


Tama yang tak mau di usir dengan tangan kosong langsung berucap," aku harus menemui Om Andre."


__ADS_2