
"Suster, dokter."
Lita berusaha membawa dokter untuk segera pergi menjauh dari keluarga pasien, Walaupun ada rasa penasaran pada hati dokter itu saat melihat ke arah belakang.
"Siapa mereka sus?" tanya dokter.
"Sudah, dokter tak perlu memikirkan mereka yang memanggil kita. Ada Ida yang langsung menghampiri mereka semua!" jawab Lita.
Untung saja Ida dengan Sigap datang, menghampiri keluarga pasien.
Mengelus dada dan berkata," untung saja. dokter tak mengobrol dengan keluarga pasien itu."
dengan segera Lita mengantarkan sang dokter, menuju ke ruangannya.
"Dokter, sebaiknya istirahat dulu. karena sebentar lagi sudah waktunya dokter untuk pulang."
"Terima kasih sus."
setelah mengantarkan sang dokter, Lita langsung menghampiri Ida.
"Hampir saja."
"Ya, hampir saja. Untung saja aku datang buru buru menemui mereka."
Lita dan Ida mulai pergi, untuk segera pulang. Dengan membawa bayi.
" Ayo cepat kita harus cepat pulang sekarang."
"Ya. Ayo."
sesaat mereka mulai melangkah untuk pergi dari rumah sakit itu, suster Ayuni memanggil kedua Suster itu.
" Lina, Ida."
kedua Suster itu langsung membalikkan wajah mereka ke arah suster Ayuni.
dengan Sigap mereka berlarian menuju mobil untuk tidak menemui suster Ayuni, " ayo cepat kita harus pergi."
Suster Ayuni, yang melihat Lita dan Ida berlari menuju mobil. membuat suster Ayuni berteriak." kalian mau ke mana."
Teriakan suster Ayuni, di abaikan Lita dan Ida. Mereka langsung menaiki mobil.
"Ayo, Lita cepat."
"Iya."
suster Ayuni tak berhasil mengejar mereka berdua, " sial. mereka malah kabur."
@@@@
__ADS_1
Alan mulai memutuskan untuk pulang ke rumah membawa Delia, ia akan melaporkan ke pada polisi tentang hilangnya bayi mereka berdua.
" Alan, bayi kita belum kembali. Tapi kita mau pergi dari rumah sakit ini."
Alan memegang bahu Delia dan berkata kepada istrinya itu," sekarang kamu istirahat dulu di rumah, aku akan melaporkan semua ini ke kantor polisi."
Delia menarik nafasnya secara perlahan, berusaha untuk tetap tenang dan mendengarkan perkataan Alan.
" Apakah polisi bisa mengembalikan baik kita, Alan?"
pertanyaan Delia membuat Alan Tak Tega, ia terus saja menenangkan sang istri." sudah Kamu jangan kuatir lagi ya. polisi pasti bisa menguak kasus ini."
ada rasa berat dalam hati Delia untuk meninggalkan rumah sakit itu, ia masih merasakan jika bayinya berada di rumah sakit.
"Ayo, sayang."
Delia perlahan menatap wajah Alan, dengan wajahmu ram-nya." sudah. Jangan bersedih lagi."
kini Alan dan Delia mulai berjalan keluar rumah sakit, membawa sang istri untuk segera pulang.
sesaat mereka keluar dari rumah sakit, mereka berdua melihat suster Ayuni yang berada di pinggir jalan, tengah marah-marah.
"Suster itu."
Delia yang mendengar Alan menyebut Suster itu, langsung bertanya kepada sang suami." apa kamu mengenal bayi itu, Alan."
"Ya. Suster itu yang harus bertanggung jawab atas kehilangan bayi kita, karena saat kejadian hilangnya bayi kita. Suster itu sempat membawa bayi kita ke ruangan bayi hanya untuk di periksa." jelas Alan.
"Delia, tunggu."
Delia terlihat marah besar, Iya langsung membalikkan tubuh suster Ayuni menghadap ke hadapanya.
" Jadi kamu yang sudah menghilangkan bayiku." Gertak Delia.
suster Ayuni langsung membulatkan kedua matanya, kaget dengan Delia yang tiba-tiba saja berada di hadapannya.
" Ibu Delia. Saya tidak bermaksud menghilangkan bayi anda." ucap pelan Suster Ayuni.
" kalau memang kamu tidak berniat menghilangkan bayi saya, Jadi sekarang kamu harus bertanggung jawab dan kembalikan bayi saya sekarang juga." pekik Delia.
" Maafkan saya Ibu Delia, saya juga sedang berusaha sekarang untuk mencari keberadaan bayi anda. karena bukan saya saja penyebab semua ini. masih ada suster yang lainnya," ucap Suster Ayuni.
Alan langsung menghampiri Delia yang tengah marah-marah kepada suster Ayuni," sudah Delia. Kamu harus tenang."
"Bagaimana aku bisa tenang Alan. kalau saja orang yang menghilangkan bayi kita masih berada di hadapan kita." Ucap Delia bernada tinggi.
Suster Ayuni bingung, untuk menghadapi kemarahan Delia.
"Ya, aku juga mengerti Delia. Tapi ini rumah sakit, kita harus tetap tenang."
__ADS_1
ucapan Alan membuat Delia tak berucap kembali, Iya kini hanya berdiri menatap tajam ke arah suster Ayuni. menatap dengan sebuah tatapan kebencian.
"Maafkan atas keteledoran saya Pak Alan dan Bu Delia."
Alan menunjuk wajah suster Ayuni dan berkata," saya sudah beri kamu kesempatan untuk mencari anak saya. Tapi sampai detik ini. tidak ada jawaban dari kamu suster."
"Sebenarnya saya sudah berusaha."
"Terus mana hasilnya."
Suster Ayuni terdiam, karna dirinya pun mengandalkan Lita dan Ida untuk mencari keberadaan bayi Delia dan Alan.
"Sebenarnya, saya lagi mencari orang yang sudah menculik bayi Pak Alan dan Bu Delia."
"Maksud kamu?"
" saat kami mengecek CCTV, kami melihat seseorang masuk ke ruangan bayi dengan memakai jubah berwarna merah!"
"Jubah merah."
"Ya, jubah merah. Entah saya tidak tahu siapa orang itu. Karna wajahnya tertutup masker."
"Apa kamu mempunyai video dari rekaman CCTV itu?"
suster Ayuni langsung merogoh saku celananya, mengambil ponsel dan memperlihatkan video yang diambil dari rekaman CCTV.
"Ini videonya Pak."
kedua bola mata Delia membulat begitupun juga dengan Alan.
"Siapa dia?" tanya Alan pada hatinya.
Alan memperhatikan orang yang memakai jubah hitam merah itu, postur tubuhnya seperti Seorang wanita.
" Postur tubuhnya seperti tak asing," ucap Alan. Delia yang mendengar ucapan Alan langsung bekata" kenapa postur tubuhnya seperti Ane."
"Postur tubuh Ane." Gumam hati Alan. Iya juga hampir menduga bahwa orang yang memakai jubah hitam itu seperti Ane.
"Kamu lihat Alan, gelang yang di pakai orang ini." Ucap Delia. memperbesar foto orang yang memakai jubah merah itu.
"Gelang ini, sama persis seperti yang di pakai Ane. Tapi mana mungkin Ane melakukan semua ini. Apa tujuan anda melakukan semua ini?" tanya Alan pada Delia.
"Tapi, bisa saja. Bagaimana kalau kita menemui Ane sekarang juga," ucap Delia. mengajak sang suami untuk menemui Ane.
"Sekarang. Mana mungkin, karena keadaanmu masih belum stabil Delia," balas Alan. mengawatirkan keadaan Delia.
"Aku sudah agak mendingan, kok. Sekarang lebih baik kita temui Ane. Untuk memasktikan apa dia dalang dari hilangnya bayi kita Alan," ucap Delia. berusaha membujuk sang suami agar mau menuruti keinginannya.
"Apa kamu yakin dengan kondisimu sekarang, untuk menemui Ane?" tanya Alan.
__ADS_1
"Aku yakin, Alan. Aku penasaran dengan Delia. Aku curiga dia yang sudah mengambil bayi kita!" jawab Delia.
"Kalau kamu memaksa, ayo kita temui Ane sekarang juga. memastikan hilangnya bayi kita." ucap Alan.