
“sudah mengaku saja.” Ucap Tina yang bersikukuh ingin tahu tentang Lulu. Yang tak lain ialah Tama.
Pertanyaan Tina yang terus-menerus bertanya tentang, Lulu yang berdekatan dengan penjaga. Membuat Tama kesal, dan berucap pada hatinya.” Dasar cewek kepo dan ingin tahu urusan orang lain.”
Tina langsung menepuk bahu Tama yang ia sangka adalah Lulu, “ Eh, di tanya malah melamun. Ngaku aja kamu pedekate atau pacaran sama penjaga itu.”
“Ahhk, Tina kamu mau tahu aja. Aku nggak pacaran kok dengan penjaga itu, kita hanya berteman saja!” Jawab Tama.
Tama sangatlah kesal karena wanita yang bernama Tina hanyalah membuang-buang waktunya saja, yang di mana Tama harus menyelesaikan rencananya saat ini juga.
Saat itulah Tama mulai mencari cara agar Tina tak terus mengutil dan membuat rencananya gagal.
“Tina, Bagaimana kalau kamu ikut denganku saat ini juga,” ucap sama mengajak Tina.
“Ikut ke mana?” tanya Tina.
“Ada deh, pokonya sebuah kejutan untuk kamu dari aku. Karna sudah menjadi sahabatku yang terbaik!” jawab Tama.
. Mendengar ucapan Lulu, membuat Vina sangatlah penasaran, iya mulai ikut bersama Lulu.
Tina mulai mengikuti langkah kaki Lulu yang tak berhenti- henti, membuat Tina kelelahan.
“kita sebenarnya mau ke mana?” tanya Tina.
“Ya ampun kamu pasti kelelahan, ya!” jawab Tama yang menyamar menjadi Lulu.
“Ya, aku lelah sekali. Karna masuk ke gudang tak terpakai ini,” ucap Tina.
Tama mulai mencari ruangan kosong yang terbuka, hingga di mana ia menemukan ruangan itu.
“Tina, ayo deh berdiri.”
Tama menyodorkan tangannya pada Tina agar berdiri, saat itulah Tina meraih tangan Tama.
Di kesempatan yang pas, Tama mendorong tubuh Tina masuk ke dalam ruangan kosong. Ia mengunci ruangan itu.
Tina yang tersungkur jatuh, langsung berdiri. Mengetuk ngetuk ruangan yang sengaja Tama kunci.
“Lulu, kenapa kamu mengunciku di ruangan ini.” Teriak Tina. Menggedor-gedor pintu ruangan, yang di mana Taman menguncinya di ruangan.
“ Lulu Tolong keluarkan aku dari ruangan ini,” teriak Tina.
“Mana mungkin Tina, aku akan membiarkanmu bebas. Kamu pantas berada di dalam ruangan ini. Agar kamu tahu jika kamu menjadi orang yang menghambat rencanaku untuk membebaskan Sarah.” Ucap Pelan Tama. Pergi meninggalkan Tina.
Tama mulai pergi dari ruangan bawah tanah yang mungkin sudah tak terpakai lama, tapi saat ia pergi dari ruangan itu. Tama mendengar suara teriakan seorang wanita.
“Seperti suara, Sarah.”
Tama mulai berjalan pelan, menelusuri tembok. Mengintip perlahan dibalik tembok. Betapa kagetnya Tama saat itu, ia melihat Pak Andre tengah memegang cambuk yang begitu panjang. Memukulkan cambuk itu beberapa kali, hingga orang yang merasakan cambukkan itu merasakan kesakitan.
__ADS_1
“Siapa, orang yang tengah Pak Andre cambuk?” tanya Tama dalam hati.
Tama sangat mencurigai teriakan wanita yang di cambuk Pak Andre, membuat ia menunggu sementara waktu. Sampai Pak Andre pergi.
Hingga beberapa menit kemudian.
Pak Andre pergi dari ruangan itu, ia mengunci ruangan.
“Ini kesempatanku, untuk melihat siapa orang yang di siksa Pak Andre.” Ucap Tama. Berjalan mendekat ke pintu ruangan itu.
Tama mulai melihat di balik cermin, yang ternyata sosok kedua wanita yang meringis kesakitan. Tama tidak jelas melihat wanita itu karna hanya punggungnya yang terlihat.
“Apakah itu Sarah? Tapi siapa wanita di sampingnya?”
Tama bertanya tanya pada hatinya sendiri, karna penasaran dengan wanita yang duduk di samping Sarah.
Tama berusaha mendobrak pintu itu, hingga beberapa kali. Dan untungnya saja di gudang bawa tanah itu tidak ada penjaga satu pun, kemungkinan besar karna tak di jaga ruangan itu tak di ketahui orang lain.
Beberapa kali Tama mendobrak ruangan itu, hingga dengan mudahnya ruangan itu terbuka. Tama sangat bersyukur karna ia tak harus susah payah membuka pintu ruangan itu dengan kunci. Hanya dengan tenanga badannya saja.
Betapa senangnya Tama bisa melihat Sarah kembali, membuat hatinya lega. “Sarah.”
Panggilan itu membuat Sarah tersenyum senang.
“Iya Sarah, aku sangat kuatir dengan keadaanmu!”
“Tama aku menyesal tak mendengarkan ucapanmu.”
“Sudah lupakan, yang terpenting kamu bisa aku temukan sekarang. Sarah.”
Saat itulah Syakira, mulai mendekat ke arah Tama dan Sarah yang tengah berpelukan.
“Tama.”
Suara itu, membuat Tama langsung melepaskan pelukan Sarah.
“Syakira?”
Tama masih ingat dengan wajah Syakira, membuat Tama melangkah maju ke hadapan Tama.
“jadi selama ini kamu bukan kabur. Melainkan di kurung oleh Om Andre?” tanya Tama.
Syakira menangis terisak-isak, membuat Tama menatap pada wajah dan tangan, kaki Syakira yang banyak sekali luka cambukkan.
__ADS_1
Sarah mulai mendekat ke arah Tama, memegang lengan tangan Tama.” Tama aku ingin ke luar dari ruangan ini. Aku ingin bebas dari jeratan Pak Andre yang terus menyiksa kami berdua.”
Tama langsung mengusap pelan rambut Sarah yang begitu berantakan dan berkata,” kamu pasti akan aku bebaskan dari tempat ini. Begitu pun dengan kamu Syakira.”
Hingga beberapa menit kemudian.
Rudi yang kuatir dengan Tama yang tak terlihat sudah dua jam. Membuat Rudi bergegas mencari keberadaan Tama.
Untung saja Rudi memberikan satu ponsel pada Tama, agar Rudi begitu mudah menelpon Tama. Pada saat itulah Rudi mulai berpura-pura pergi ke toilet, hanya untuk menelpon Tama.
Setelah sampai di dalam toilet, dengan Sigap Rudi menelepon Tama.
Panggilan telepon pun terhubung. Tama dengan Sigap mengangkat ponselnya.
“Halo, Tama. Kamu ada di mana?” tanya Rudi.
“Aku sudah menemukan Sarah!” jawab Tama.
“Apa benar itu? Sekarang kamu ada di mana?” tanya Rudi.
"Aku berada di ruangan bawah tanah!" jawab Tama.
"Baiklah, aku akan ke sana," ucap Rudi.
Tama sedikit bernafas lega, akhirnya dirinya bisa menyelamatkan Sarah dan bisa bertemu kembali dengan syakira. Yang di tuduh kabur dan menipu Pak Anton.
Tama menunggu ke datangan Rudi. Karna jika ia pergi membawa Sarah dan syakira tampa menganti pakaian mereka besar kemungkinan Sarah dan Syakira akan tertangkap kembali oleh Pak Andre.
@@@@@
Rudi tak menyangka dengan Pak Andre yang benar- benar licik, menelepon Polisi dan menyembunyikan Sarah di dalam gudang bawa Tanah.
Pantas saja polisi percaya padanya, ia begitu jenius akan melakukan aksi kejahatanya.
"Aku harus mengambil beberapa baju untuk Sarah dan satu wanita yang entah aku lupa namanya siapa." Ucap Rudi. bergegas pergi ke sebuah ruangan penyimpanan baju.
Namun saat Rudi datang ke ruangan itu, suara tepuk tangan terdengar jelas oleh kedua telinganya. Membuat ia membalikan wajah ke arah tepukan tangan itu.
Siapakah orang itu?
__ADS_1