
"Hai, anak muda," ucap Pak Andre yang ternyata datang dengan menepuk kedua tangannya.
Rudi menatap tajam kearah lelaki tua itu, mengepal erat kedua tangannya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Pak Andre pada Rudi.
" menurutmu Pak Andre!" jawab Rudi,
lelaki tua itu langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar Rudi berucap seperti itu,
" Kenapa kamu tertawa. Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Rudi mengerutkan dahinya.
"Mm. tidak ada yang salah dengan ucapanmu, hanya saja aku sangat menyayangkan padamu. mau saja kamu menolong Tama, lelaki yang sudah menghancurkan kehidupan kamu," ucapan Andre mengompori hati Rudi.
Tapi Rudi mencoba tak mempedulikan ucapan Pak Andre, karena dirinya tak pernah menyimpan rasa dendam sedikitpun pada orang lain. yang sudah pernah menyakiti hatinya ataupun kehidupannya.
" Sudahlah Pak Andre jangan banyak berkata basa-basi. Aku malas mendengar orang yang selalu menipulasi keadaan orang lain," balas Rudi
Pak Andre yang mendengar perkataan Rudi membuat hatinya sangatlah kesal, awal niatnya lelaki tua itu Mau mengajak Rudi bekerja sama dengannya. tapi ternyata Rudi tak semudah yang dipikirkan Pak Andre.
"Bodoh kamu Rudi, Coba saja kamu mau bekerja sama denganku, Mungkin aku tak akan menjebloskan mu sekarang ke penjara. karena kamu tahu sendiri di luar banyak polisi yang sudah menunggu dan juga berjaga," ancam Pak Andre menunjuk jari tangannya ke arah jendela.
Rudi bergumam dalam hati," dasar lelaki tua licik."
Pak Andre mendekat lagi pada Rudi dan berucap," Bagaimana Rudi?"
Tawaran Pak Andre membuat Rudi bingung, jika dia menolak otomatis dirinya akan masuk penjara begitu pun dengan Tama. Dan Sarah akan tetap menjadi budak kejahatan Pak Andre.
"Ayolah Rudi, ini kesempatan kamu," tawaran Pak Andre terus terdengar pada telinga Rudi.
Kalau saja Rudi memilih dia ingin sekali menyelamatkan Tama sekarang juga, Tapi tua bangka ini benar- benar licik, dengan mudahnya ia mengetahui rencana Rudi dan Tama. Padahal CcTV Sudah Rudi dan Tama musnakan. Pakaian sudah tak menampakan ke curigaan.
"Rudi, kenapa kamu diam Saja?" tanya Pak Andre.
__ADS_1
Rudi menelan ludah, ia harus lebih berhati- hati dan lebih pintar lagi dalam menyusun rencana. Karna Pak Andre begitu berbeda dengan orang- orang yang pernah Rudi lawan dan taklukan dulu.
"Kenapa Pak Andre ingin sekali berkerja sama dengan saya? Apa Alasan dari keinginan Pak Andre itu?" Tanya Rudi.
"Kamu ingin tahu alasanya!" jawab Pak Andre.
pada saat itulah Pak Andre mulai membisikkan Alasannya kenapa Ia menginginkan sekali bekerja sama dengan Rudi.
"Bagaimana?"
Rudi tersenyum kecil setelah ia mendengar rencana dan alasan pak Andri, membuat dirinya merasa tertarik." Apa Anda bisa menjamin perkataan yang Pak Andre lontarkan?"
sebenarnya Rudi ragu dengan semua yang iya dengar dari Pak Andre, tapi apa boleh buat ini jalan satu- satunya agar rencananya pun tak gagal.
"Rudi kamu tenang saja, aku akan menjamin ucapanku!" jawab Pak Andre.
"Aku takut jika Pak Andre malah menipuku," ucap Rudi.
Rudi terdiam penuh dengan kebingungan.
"Sudahlah ini demi kebaikanmu, jika kamu berkerja sama denganku sekarang. Aku tidak akan mengusik hidupmu, Rudi. Aku hanya butuh Tama mengurung dia untuk kujadikan pelampiasanku menyiksanya."
Ucapan Pak Andre begitu terdengar keji,
"Baiklah."
Entah apa yang berada di pikiran Rudi. Ia malah menyetujui kerja sama dengan Pak Andre. Jika Rudi seperti itu Bagaimana nasib Tama dan juga Sarah.
Pak Andre sangatlah senang dengan Rudi, yang begitu bodoh menuruti perkataannya. " Rudi aku tahu kamu lemah, ini caraku agar aku puas menyiksa Sarah dan juga Tama."
Tama, anak yang tersisa di ke luarga Pak Anton, yang di mana anak anak Pak Anton sudah mati di tangan pak Andre. Di habisi dengan begitu keji.
Dendam yang tak kunjung selesai, membuat Pak Andre tak puas. Walau Pak Anton sudah meninggal dunia begitu pun dengan istri- istrinya.
__ADS_1
"Ini pembalasanku, Anton. Kamu sudah merebut Naina dari tanganku dan membuahkan hasil anak yang tak lain ialah Tama. Mungkin syakira sudah aku dapatkan. Tapi tetap saja Naina tak aku dapatkan, dia malah mati begitu saja bersama mu."Gumam hati Pak Andre.
Perjalanan cinta Pak Andre sangatlah sulit, apalagi ia di hadapkan dengan Pak Anton kakaknya sendiri. Yang di mana Pak Anton menikahi 4 wanita. Dengan begitu serakahnya, karna kekuasaan begitu besar di miliki Pak Anton dulu.
Yang di mana Naina adalah wanita yang sangat ia cintai, dan lagi Syakira wanita yang mengertakan hatinya sudah berhianat. Membuat Pak Andre mengurung Syakira dan menyiksanya, hanya untuk melampiaskan segala amarah pada hatinya.
Sebenarnya Pak Andre tak membutuhkan Sarah sama sekali, hanya saja ini adalah sebuah rencana, di mana Pak Andre dengan sengaja melepaskan Sarah dari dalam penjara, untuk memancing Tama agar membebaskan Sarah dari rumahnya.
Jika Tama datang ke rumah Pak Andre, ini lah kesempatan yang sangat bagus untuk Pak Andre. Yang di mana Pak Andre bisa mengurung dan menyiksa Tama di dalam rumahnya.
" Tama, dari pada kamu mati di dalam penjara lebih baik kamu mati di tanganku. Dan sebelum melihat kematianmu, aku harus membuatmu menderita dulu dan merasakan penyiksaanku. Karna aku tak puas dengan kematian papahmu yang mendadak tanpa aku siksa sedikit pun," Gumam hati Pak Andre.
"Rudi, sebaiknya kamu ikut denganku sekarang," ucap Pak Andre.
Rudi hanya menuruti perkataanya," baiklah."
Berjalan mengikuti lorong panjang dan ternyata ada sebuah tempat yang di mana ialah sebuah gudang bawah tanah. Rudi sudah tahu akan hal ini, pastinya Pak Andre akan mengajaknya menemui Tama. Yang di mana Tama pasti akan marah melihat Rudi bersama Pak Andre.
@@@@@@
sedangkan tanah yang berada di ruangan bersama Sarah dan juga Syakira, berusaha sabar menunggu kedatangan Rudi untuk menyelamatkan mereka.
"Ke mana Rudi, kenapa dia belum datang juga?" Tanya Tama dalam hatinya.
Sarah mulai mendekat kearah Tama dan berucap," bagaimana. Apa sudah ada tanda - tanda Rudi akan datang menyelamatkan kita semua di sini."
Tama menatap ke arah Sarah yang penuh luka cambukkan," belum ada Sarah."
"Ya Tuhan bagaimana ini, jika temanmu tak menyelamatkan kita dari sini. Pak Andre bisa menyiksa kita habis- habisan, dan kita tak akan lepas dari siksaan lelaki tua bangka itu," timpal Syakira.
"Sebenarnya kenapa dengan lelaki tua bangka itu, kenapa lelaki tua bangka itu menyiksamu, Syakira?" Tanya Tama.
Saat Syakira mulai bercerita, pintu ruangan itu kini terbuka ....
__ADS_1