
Masa lalu Sarah.
Malam pertama yang menjadi saksi bisu, di mana Pak Anton bersiap untuk merasakan istri barunya yang ia anggap sebagai perawan.
Teriakan Sarah membuat, Pak Anton senang. Ia seakan menjadi lelaki hebat karna bisa menikahi sang perawan.
Namun, di tengah-tengah kenikmatan itu. Seseorang datang memukul punggung Pak Anton dengan begitu keras, membuat lelaki tua itu pingsan dalam pelukan Sarah.
Sarah yang masih di tutupi dengan kain hitam, kini merasakan tubuhnya begitu berat, karna tertindih suaminya sendiri.
Saat itu ia mulai membuka kain hitam yang menutup pada kedua matanya, melihat apa yang sudah terjadi dengan Pak Anton.
Berusaha bangun dan menyingkirkan tubuh suaminya, yang seakan pingsan begitu saja. Saat itu Sarah meraih selimut melingkarkannya pada tubuh agar tertutup begitu rapi, membangunkan tubuh suaminya beberapa kali.
“Pak, Pak Anton, bangun.”
Sarah terus mengerak-gerakan kedua pipi Pak Anton ke sana ke mari, berharap lelaki tua itu bangun.
Ia kini mulai mendengarkan detak jantung lelaki tua itu, berharap suaminya masih bernyawa.
Saat telinganya menempel pada dada bidang Pak Anton, Sarah sangat lah syok berat. Jantung Pak Anton tiba-tiba berhenti.
“Apa yang terjadi, kenapa lelaki tua ini tiba-tiba mati.”
Sarah benar-benar ketakutan, ia menggigit kedua jari tangan kanannya. Hatinya ketakutan, ia takut jika orang- orang di rumah menyalahkannya atas ke matian Pak Anton yang tak wajar.
Kini Sarah berdiri, terlihat dari kasur bercak darah saksi bisu dari malam pertamanya terlihat jelas. Membuat ia tak memperdulikanku semua itu, ia hanya ketakutan akan dirinya yang masuk penjara.
“Bagaimana ini.”
Pusing dan bingung yang di rasakan Sarah, ia mengacak rambutnya. Berusaha menenangkan hatinya sendiri.
Lelaki yang memukul Pak Anton ternyata masih berada di kamar itu. Ia bersembunyi di balik gorden, tanpa Sarah sadari.
Lelaki itu tersenyum senang dengan kematian Pak Anton, rencananya berhasil. Pada saat itulah lelaki yang menutup wajahnya dengan kain hitam melihat Sarah yang kebingungan, terus melangkahkan kakinya ke arah belakang. Ia syok berat, tak percaya dengan apa yang sudah terjadi.
Sampai di mana Sarah menekan tombol yang tak sengaja ia tekan, membuat dinding itu terbuka dengan perlahan.
Sarah membalikkan wajah, melihat apa yang sudah terjadi pada dinding itu.
__ADS_1
Dinding itu terbuka lebar, memperlihatkan isi di dalamnya. Barang-barang yang tersusun rapi dan antik.
“Apa Pak Anton sengaja membuat dinding ini?” pertanyaan kini mulai merasuki pikiran Sarah.
Gadis itu melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan rahasia itu, ia melihat sebuah peti yang membuat dirinya sangatlah penasaran. Pada saat itulah ia mulai membuka peti itu.
Betapa kagetnya saat peti itu dibuka, penutup nya hampir mengenai tubuh Sarah. Untung saja Sarah dengan Sigap menyingkir, hingga peti itu membanting ke atas lantai.
Sarah seakan mempunyai ide, yang di mana Dirinya bisa menutupi semua bukti akan kematian Pa Anton.
Dia menatap ke arah mayat Pak Anton, dan berkata,” bagaimana jika mayat Pak Anton aku masukan ke dalam peti ini.”
Tanpa berpikir panjang pada saat itulah Sarah mulai menggusur mayat suaminya, yang membawanya masuk ke dalam ruangan rahasia yang baru saja ia buka, dengan sekuat tenaga yang ia punya.
Sarah kini memasukkan mayat Pak Anton ke dalam peti, lelaki yang berdiri di balik gorden. Mulai merekam aksi yang dilakukan Sarah saat itu.
Iya tersenyum senang, bisa mereka aksi kriminal Sarah. Yang memang membunuh Pak Anton itu adalah dirinya bukan Sarah.
Setelah berhasil meletakkan mayat Pak Anton, pada saat itulah saya mulai mencari sesuatu obat agar mayat Pak Anton tak membusuk di dalam peti itu.
Dia sempat kebingungan, karena Obat apa yang bisa membuat mayat awet. Pada saat itulah Sarah mulai meraih ponselnya yang tergeletak di atas kasur, ia mencari-cari tentang obat yang bisa mengawetkan mayat.
Saat Sarah hendak keluar dari kamarnya, betapa kagetnya iya saat membuka pintu kamarnya.
Istri kedua Pak Anton tengah berdiri, melipatkan kedua tangannya. Ia menatap tajam kearah Sarah. Sarah merasa heran dengan istri kedua Pak Anton, untuk apa wanita itu berdiri di balik pintu kamar sang pengantin.
Seharusnya sebagai seorang istri dia harus menerima, jika suaminya menikah lagi.
“Kamu mau ke mana malam- malam begini. Di luar lagi hujan?” tanya istri kedua Pak Anton kepada Sarah.
Wanita itu terus menatap ke arah belakang punggung Sarah, se akan mencari keberadaan Pak Anton.
“Saya buru- buru.” ucap Sarah menutup pintu kamarnya. Iya langsung melewati istri kedua Pak Anton begitu saja, membuat wanita itu kesal.
Dengan Sigap Sarah mulai menaiki mobil yang terparkir begitu banyak di garasi, dia memilih mobil yang sudah diberikan oleh Pak Anton untuknya.
Sarah begitu tergesa-gesa, Iya menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi. Takut jika semua orang di rumah mengetahui tentang kematian Pak Anton, bisa-bisa dirinya dimasukkan kedalam penjara.
Setelah beberapa menit kemudian, pada akhirnya Sarah sampai di depan supermarket yang masih buka.
__ADS_1
Iya mulai membeli banyak obat pengawet untuk suaminya itu.
Hujan yang deras tak menghalangi dirinya untuk menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi, hatinya benar-benar ketakutan saat itu. Yang ia pikirkan saat itu adalah menyembunyikan semua barang bukti di dalam kamarnya.
@@@@@@
Saat Sarah pergi keluar, pada saat itulah istri kedua Pak Anton sangat penasaran dengan keadaan suaminya. Dia Mencoba membuka pintu kamar sang mempelai pengantin, berharap untuk kamar itu tak dikunci.
Namun sialnya saat ia membuka pintu kamar itu, untuk itu dengan sengaja dikunci dari luar oleh Sarah.
“Enak banget ya, pintu di kunci. Jadi wanita itu takut jika Pak Anton pindah ke kamar istri-istrinya yang lain. Awas saja ya.”
Istri kedua Pak Anton, kini mulai mencari kunci cadangan kamar Sarah. Ia mencoba mencari pada penyimpanan kunci.
Saat itulah ia menemukan kunci, kamar Sarah. Membuka pintu kamar itu, dan pada saat itulah kamar terbuka.
Di mana istri kedua Pak Anton tak melihat siapa-siapa di ruangan itu, membuat ia merasa aneh.
“Ke mana Pak Anton, seharusnya ia tengah tidur di kasur. Tapi kenapa tak ada.”
Lelaki bertopeng hitam itu melihat istri kedua Pak Anton masuk ke dalam kamar, membuat ia langsung mencekik wanita itu dari arah belakang.
Sampai dimana istri kedua Pak Anton jatuh pingsan.
Saat Sarah mulai sampai di dalam kamarnya, betapa kagetnya dirinya melihat istri kedua Pak Anton sudah terkulai lemah di atas lantai.
Membuat ia mengecek keadaan wanita itu.
“Dia pingsan.”
Karena rasa takut yang dirasakan Sarah pada saat itu, dia mulai menyeret Tubuh Istri Kedua Pak Anton. Membawa wanita itu ke dalam ruangan rahasia.
Saat itulah Sarah mulai mengikat tangan dan kaki istri kedua Pak Anto, agar wanita itu tidak membeberkan apa yang sudah terjadi pada suaminya.
Tok .... Tok ....
Baru saja mengikat tangan dan kaki istri kedua Pak Anton, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar keras dari arah pintu Sarah.
Siapakah itu?
__ADS_1