Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 317


__ADS_3

pembantu itu langsung menjelaskan semuanya," sebenarnya tuan, Tuan Tama ini sudah saya suruh diam saja di kamar, biar saya yang buat makanan. Tapi dia terus menolak dan ingin memasak sendiri. Kata Pak Tama ini jam waktu pembantu beristirahat jadi dia segan menyuruh saya."


Ami yang mendengar kejujuran Pembantunya membuat ia kesal, dan berkata," aku tahu kamu pasti di ancam kan, Lala?"


"Nona Ami, saya tidak di ancam!" jawab Lala pembantu di rumah.


"Sudahlah, Lala kamu jangan bohong, dan tak usah takut mengakui semuanya," ucap Ami menekan Lala.


"Saya berani bersumpah, Tuan Tama tak seperti yang di bayangkan Nona Ami," ucap Lala membela Tama


Rudi dengan Sigap menghentikan perdebatan mereka semua," sudah cukup."


saat itulah Ami dan Tama berhenti berdebat begitupun dengan Lala. Rudi yang di rendungi kekesalan langsung menyuruh Lala untuk segera pergi kembali ke kamarnya.


" mamah, seharusnya Mama Jangan asal menuduh orang. lihat dulu apa yang dilakukan Tama dan dengarkan Tama menjelaskan semuanya," ucap Rudi menasehati sang istri. Ami berdecak kesal, ia membalikan badan tanpa berucap satu patah kata pun.


Rudi yang kesal dengan tingkah kami langsung berteriak Memanggil nama istrinya," Ami .... Ami."


Ami mengabaikan teriakan yang memanggil namanya, membuat Rudi mengusap kasar wajahnya menahan setiap amarah pada hatinya.


setelah Ami yang sudah pergi menjauh, pada saat itulah Rudi mendekat ke arah Tama. hingga di mana Rudi mendengar suara bunyi perut Tama, yang meminta makan.


Tama merasa malu, ia mencekram perutnya dengan begitu erat. Membuat rasa kuatir pada diri Rudi.


Rudi menepuk jidatnya seraya berkata," aku lupa. Kamu belum makan seharian bersamaku. Ayo kita ke luar cari makan."


Rudi mulai membawa Tama ke tempat makan yang masih buka saat malam hari, yang di mana Rudi menemukan tempat makan bertuliskan Nasi Goreng.


"Untung saja masih ada yang buka, jam malam begini." Ucap Rudi memberhentikan motornya.


Saat itulah Rudi mulai memesan beberapa makanan, untuk Tama.


Sampai beberapa menit kemudian, pesanan datang. Ayam goreng dan juga nasi goreng. Tak lupa Rudi memesan mie goreng, semua makanan terlihat lezat. Membuat Tama langsung mengambil satu porsi makanan.


"Kenapa kamu hanya mengambil nasi goreng," ucap Rudi.


"Jadi semua yang kamu pesan untukku?" tanya Tama.


"Tentu saja, Tama," ucap Rudi.

__ADS_1


dan benar saja Tama begitu lahap menyantap makanan yang dipesan oleh Rudi. Iya begitu terlihat kelaparan, sampai makanan yang di pesankan Rudi habis tak tersisa.


"Tama. Maafkan istriku, aku tak tahu jika Ami tidak akan menerimamu di rumahku," ucap Rudi.


"Sudahlah Rudi, Ami seperti itu mungkin dia trauma karena kejahatanku di masa lalu," balas Tama.


Rudi langsung mengalihkan pembicaraanya, agar Tama tak terpuruk dalam rasa bersalahnya.


"Oh ya, aku sudah memikirkan cara untuk membebaskan Sarah."


Tama yang mendengar Rudi berkata seperti itu sangatlah Senang.


@@@@


sedangkan di sisi lain Pak Andre tak tinggal diam, ia memberitahu para polisi, bahwa buronan yang bernama Tama berkeliaran di rumahnya.


Pak Andre sudah tahu jika Tama pasti akan kembali datang ke rumahnya, untuk menyelamatkan Sarah.


Pak Andre duduk menatap ke arah jendela luar dengan berkata," Tama. Asal kamu tahu. Aku sudah mengetahui semua rencana kamu."


Pak Andre tertawa terbahak bahak sendiri. Membuat para pelayan yang menatapnya ketakutan.


"Sepertinya gilanya kambuh lagi." Ucap pelayan di rumah Pak Andre. Mereka yang tak mau ketahuan membicarakan Pak Andre langsung terburu-buru pergi.


@@@@


Rudi sudah bersiap-siap begitupun dengan Tama.


Mereka sudah menyiapkan rencana, begitu pun dengan Rudi yang sudah menyiapkan barang yang di butuhkan.


Ami yang baru saja selesai berdandan, kini bergegas menghampiri Rudi. Ami yang tak mau melihat sang suami pergi bersama Tama langsung menahan suaminya.


"Kamu mau ke mana lagi, pah?" tanya Ami yang sudah berada di hadapan Rudi, mencoba mengulur waktu Rudi agar tidak pergi.


"Papah ada urusan sebentar. Mamah tunggu papah di rumah!" jawab Rudi.


"Tapi, pah," ucap Ami yang tak mengiginkan sang suami pergi.


"Sudah mamah jangan kuatirin papah," balas Rudi.

__ADS_1


Ami yang benar benar kesal akan Rudi yang terus saja ingin pergi, langsung berucap." Mamah tidak akan izinkan papah pergi. Apalagi papah pergi bersama lelaki jahat itu."


Sorot mata Ami menatap tajam ke arah Tama, walau sekilas membuat Tama menundukkan pandangan.


Rudi langsung mendekat kearah Tama.


"Tama, kamu bawa dulu mobilku, nanti aku akan menyusul menggunakan motor," ucap Rudi. merogoh saku celananya memberikan kunci motor pada Tama.


Namun Ami malah mengambil kunci mobil yang akan Tama ambil dari tangan Rudi.


Hingga membuat Rudi seketika kesal.


"Mamah ini kenapa sih?" Tanya Rudi, mencoba menahan amarah dari hatinya.


"Pah, mamah seperti ini ...."


Belum ucapan Ami terlontar semuanya, Rudi langsung membentak sang istri tanpa sadar." Mamah. Asal mamah tahu. Mamah seperti ini membuat papah kesal. Harusnya mamah tidak selalu menuduh orang jahat itu akan selalu jahat, mamah seharusnya berpikir jerni. Karna tak selamanya orang jahat itu akan menjadi jahat. Karna kita tidak tahu masa depan orang itu, dan bagaimana cara dia berubah."


Ami menundukan pandangan saat bentakan Rudi dengan nasehat di layangkam untuk Ami.


"Kenapa mamah malah diam. Apa mamah tidak punya hati nurani. Kemana mamah yang dulu yang selalu menjadi orang yang tak pernah membalas atau menjadi pendendam. Apa perasaan mamah sudah tertutup karna keegoisan, hingga selalu melihat orang lain dari sisi negatip. Asal mamah tahu, Tama yang jahat pun, masih punya hati nurani dan perasaan peduli. Ia ingin menyelamatkan Sarah yang di mana wanita itu sering menyakiti hatinya beberapa kali."


Deg ....


Setelah mendengar penjelasan Rudi. Hati Ami tersentak, ia malu pada dirinya sendiri yang selalu memandang orang dari sisi negatipnya.


Ami menitihkan air mata membuat Rudi berucap." mamah, dengar tidak apa yang papah katakan. "tegas Rudi


" Ami masih diam merenungi dirinya sendiri. "jika kita membalas orang yang menyakiti kehidupan atau hati kita, apa bedanya kita dengan orang itu."


"Saat itulah Ami mulai memberikan kunci mobil sang suami dan berkata " maafkan mamah ya, Pah."


"Rudi mulai memeluk Ami dengan begitu erat, mencium keningnya, " Ya, Papah maafin."


"Rudi lelaki yang dulunya selalu membentak sang istri, marah disaat ada masalah, kini berubah total, ia lebih dewasa dan memahami semua masalah yang ada dihadapannya."


"Rudi pun melepaskan pelukannya, karna Rudi harus bergegas pergi memulai rencana menyelamatkan Sarah."


"Papah pergi dulu ya."

__ADS_1


"Ami menganggukan kepala dan berkata, " iya, Papah hati - hati."


Rudi langsung menaiki mobil, yang telah ditunggu Tama di dalam mobil, mereka pun bergegas pergi untuk menyelamatkan Sarah yang berada dirumah Pak Andre


__ADS_2