Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 232 Jebakan Alan berusaha ke luar dari hutan


__ADS_3

Di tengah kebingungan Sisi dan juga Rudi.


Sarah mulai kesal, saat ia melihat ponselnya menyala. Dirinya melihat suatu pesan dari suruhan yang pekerjakan untuk menjaga gedung. Untuk menjebak wanita yang menjadi istri Arpan.


Isi dari pesan itu, di mana Tama masuk ke dalam penjara. Jelas semua itu membuat Sarah semakin kesal, Iya ingin meyakini bahwa lelaki yang ia tangkap Apa benar suami Sisi sahabatnya dulu di masa lalu.


“ bodoh, Kenapa bisa Tama masuk ke dalam penjara, hanya mengurusi satu wanita saja mereka tak becus. Ahkk benar-benar mereka tak berguna sama sekali.”


Gerutu Sarah memaki-maki ponsel yang ia genggam.


Saat rasa kesal itu Kian meluap-luap pada hati Sarah, tiba-tiba Sarah melihat seorang wanita berlari masuk ke dalam hutan sembari mengusap kedua matanya.


Sarah seakan mengenal wanita itu, terlihat Warna bajunya yang tak asing. Dimana ia pernah melihat wanita itu dalam foto yang dikirimkan suruhannya.


“Wanita itu? Yang bersama Dodi di dalam foto. Jadi mereka ada di sekitar sini.”


Sarah mulai tersenyum lebar, Iyam langsung memerintahkan suruhannya untuk menangkap wanita yang berlarian masuk ke dalam hutan.


“Kamu ke sini.”


Panggil Sarah kepada suruhannya yang tengah berjaga-jaga, saat itulah lelaki berkepala botak dan juga berbadan kekar menghampiri Sarah dan berkata,” ada apa nyonya?”


“ Kamu cepat tangkap wanita itu, kita bisa jadikan wanita itu sebagai umpan pancingan. Dan juga jebakan agar anak Rudi bisa kita tangkap.” Perintah Sarah.


“Baik nyonya.” Ucap sang suruhan.


Betapa senangnya Sarah saat itu, dia bisa menemukan 1 peluang untuk mendapatkan Dodi dan menjebak Rudi pada saat itu.


“Rudi, liat saja nanti. Kamu akan merasakan apa yang aku rasakan dulu. Begitu pun kamu Ami.”


Pesan pun datang, di mana suruhan Sarah mengirim foto. Terlihat wajah Sisi dan juga Rudi pada foto itu begitu jelas.


“Sisi, jadi istri dari lelaki yang aku sekap kemarin adalah Sisi sahabatku di masa lalu. Ini begitu menarik.”


Sarah semakin senang Ia tertawa pelan dan berucap,” permainan Akan lebih seru.”


@@@@


Ahkkk


Teriakan Dina mengagetkan Alan dan yang lainnya, membuat Alan an bergegas mencari keberadaan Dina yang lari entah ke mana.


Di pertengahan jalanan hutan, pada saat itulah Alan menemukan ribuan dedaunan. Teriakan Dina kini terdengar kembali, membuat Alan mengintip pada dedaunan yang rimbun.

__ADS_1


Alan melihat dengan ke dua matanya sendiri, Dina dibawa paksa oleh Kedua lelaki dan juga 1 wanita yang berdiri memerintah kedua lelaki itu.


“Siapa wanita itu?”


Andai saja Alan memegang ponsel, Mungkin dia sudah memotret wanita itu. Dan merekam aksi jahat mereka.


Pak Tejo yang kuatir dengan keadaan Alan, Iya mulai mencari keberadaan alam dan menyusulnya, hingga dimana Pak Tejo menemukan Alan yang tengah membungkukan badan, dibalik rimbunan dedaunan.


Membuat Pak Tejo melangkah perlahan menghampiri Alan dan memanggil namanya.


“Al “


Panggil Pak Tejo memegang bahu Alan.


Alan langsung membalikkan wajah, ke arah Pak Tejo dan langsung menutup mulut lelaki tua itu, tangan kanan Alan.


Jari tangan Alan Iya tempelkan pada bibir tipisnya, buat Pak Tejo langsung mengerti.


Pada saat itulah Pak Tejo langsung membungkukkan badan melihat Dina dibawa masuk ke dalam mobil, oleh Kedua lelaki yang pernah menyekap mereka di gubuk.


“Al, sepertinya Dina di bawa ke kota oleh mereka.” Bisik Pak Tejo.


“Sepertinya, kita harus segera mungkin menolong Dina.” Balas Alan.


“Jangan dulu bertindak, bisa-bisa kamu celaka,” ucap pelan Pak Tejo. Sembari menarik pelan tangan Alan.


“Tapi, pak. Dina butuh bantuan kita sekarang juga,” balas Alan kuatir dengan keadaan Dina.


“Bapak juga tahu. Tapi kita tak boleh gegabah, karna mereka membawa pistol. Apa kamu tidak sayang dengan nyawamu sendiri.”


Ucapan Pak Tejo membuat Alan, mengurungkan niatnya untuk menolong Dina. Kini mereka terpaksa kembali untuk menemui Dodi dan yang lainnya


Riri kini berpura-pura kuatir terhadap Dina, bertanya kepada Alan dan Pak Tejo yang telah kembali.


"Dimana Dina, kenapa kalian tidak membawa Dina ke sini. apa terjadi sesuatu dengan Dina?"


tanya Riri, memperlihatkan wajah pura-pura kuatirnya terhadap Alan dan juga Pak Tejo.


Alan kini menundukkan pandangan, Iya bingung dengan apa yang harus ia jawab terhadap Riri. bahwa sebenarnya Dina sudah tertangkap oleh para penjahat yang pernah menyekap mereka di gubuk tua.


"Kami gagal."


"Apa."

__ADS_1


Sontak Riri seakan senang dengan apa yang dikatakan Alan, ia tersenyum dalam hati." haha rasakan kamu Dina."


"Terus bagaimana?"


Lelaki tua itu memikirkan cara untuk menolong Dina, sampai di mana mereka mendengar suara druh mobil berhenti. Membuat mereka melihat dari ke jauhan.


"Alan, coba kamu lihat. Bukannya itu kawalan dari sebagian orang jahat itu?" tanya Pak Tejo pada Alan yang tengah duduk terdiam memikirkan Dina.


kini alam mulai berdiri, melihat mobil itu.


"Benar pak, sepertinya dia sendiri. Ini kesempatan kita untuk membuat dia lengah. Bisa saja kita mengambil alih mobilnya!" jawab Alan


"Caranya?" tanya Pak Tejo.


Alan mulai membisikan rencana, kepada Pak Tejo dan yang lainnya.


Saat itu semua orang setuju, kini mereka mulai menjalankan rencana yang di perintahkan oleh Alan.


Namun, Riri seakan tak suka. Karna ia lebih suka jika Dina di tangkap dan tak kembali lagi. Jadi dirinya bisa bebas berdekatan dengan Alan.


"Bagaimana Riri, apa kamu bisa menjalankan perintahku?" tanya Alan membunyarkan lamunan Riri seketika.


"Ya kenapa?" tanya Riri. Ia tak mendengar apa yang di katakan Alan.


Pada saat itulah Alan mulai sedikit kesal, ia menjelaskan lagi secara perlahan, dengan terpaksa Riri menuruti apa yang di katakan Alan. Karna dirinya tak mau jika Alan marah atau pun kesal dengan sikap egoisnya.


"Gimana kamu sudah mengerti?" tanya Alan.


Riri mulai menganggukan kepala, pada saat itulah ia mengerti apa yang di katakan Alan.


Rencana di mulai, satu orang lelaki berotot itu tengah bersantai sendirian menunggu sahabatnya yang meminta izin untuk kencing di dalam hutan.


Sedangkan Sarah sang bos sudah pergi duluan, membawa wanita bernama Dina. untuk di sekap dan di jadikan umpan agar Dodi bisa di temukan olehnya.


@@@


Lelaki itu tengah menyenderkan badan pada mobil, dengan menikmati roko yang ia hisap.


"Ke mana si Edi ini. Lama sekali dia kecing."


Saat itulah rencana di mulai, Riri mulai membernikan diri mendekat ke arah lelaki itu.


Membuat lelaki itu seketika membulatkan kedua matanya, melihat Sisi berdandan seksi.

__ADS_1


Mengusap-ngusap kedua mata, seakan tak percaya di dalam hutan ada gadis cantik.


__ADS_2