
Turun dari dalam taksi, saat itulah supir taksi mulai meminta ongkos kepada Sarah. Membuat Sarah merogok ke dalam baju suster yang ia pakai.
“Mbak, ongkos bayarnya mana?” Pinta Sang sopir beberapa kali.
“Ya, sebentar!” Jawab Sarah, tak menemukan uang dalam baju suster itu.
“Sial, enggak ada uang sama sekali.” Gerutu hati Sarah.
Sarah mulai berlari meninggalkan supir taksi itu, membuat sang supir keluar dari dalam mobil.
“Eh jangan pergi kamu.” Teriak sopir taksi kepada Sarah.
Sarah mengabaikan teriakan sopir taksi itu, ia terus berlari secepat mungkin.
Membuat supir taksi itu mengejar Sarah.
“Ahhk, sialan ke mana wanita itu.” Gerutu sang sopir taksi.
Sarah berusaha bersembunyi, di balik pohon besar. Membuat sang sopir kewalahan mencari keberadaannya.
Karna tak berhasil menangkap Sarah pada saat itu, pak supir dengan terpaksa pergi menaiki mobilnya.
Sarah keluar dari persembunyiannya, bernafas lega mengusap pelan dadanya.” Hahha. Akhirnya dia pergi juga.”
Saat itulah Sarah mulai berjalan menuju rumahnya, yang ternyata rumahnya itu, sudah tersegel oleh Polisi. Hening, hanya ada salah satu penjaga polisi yang berada didepan rumah Sarah pada saat itu.
“Sial, ternyata ada yang berjaga. Aku harus berhati-hati.”
Untung saja Sarah tahu lokasi rumahnya sendiri, Iya bisa masuk menyelinap ke dalam rumah melewati pintu yang jarang sekali diketahui orang.
Berjalan perlahan. Kini Sarah masuk melewati pintu yang disebut Pintu Rahasia, dimana pintu itu langsung masuk ke ruangan rahasia Pak Anton.
Bukan saja di luar rumah yang mendapat segel polisi, di ruangan rahasia dan juga kamar Sarah kini terdapat segel yang begitu banyak dari polisi.
Sarah harus berhati-hati masuk ke dalam ruangannya sendiri, Iya takut jika nanti ada sosok seorang polisi yang berjaga dan masih mengecek keadaan rumah Sarah pada saat itu.
Namun dengan kehati-hatian nya, Sarah tidak menemukan salah satu polisi yang berjaga di ruangannya saat itu.
__ADS_1
“ ini kesempatanku untuk mencari CCtv yang sengaja aku sembunyikan, yang mungkin polisi tidak akan mengetahuinya.”
Sarah mulai mengambil CCTV yang ia sembunyikan di dalam boneka, Berharap ada bukti di mana Dirinya diperkosa saat itu oleh Rudi.
Ya berharap sekali jika Rudi benar memperkosanya, dia pun bisa terbebas dari penjara dan menjadi istri Rudi. Itulah khayalan yang kini tengah dipikirkan Sarah pada kepalanya.
Dengan Sigap Sarah mengambil boneka itu, ia mulai keluar dari ruangan rahasia pak Anton.
Baru saja bergegas keluar ruangan, ada senter yang menyala mengenai kaki Sarah pada saat itu.
Membuat Sarah tergesa-gesa menyelamatkan diri dengan bersembunyi di sela lemari.
Saat Sarah mengintip di sela lemari, ia melihat penjaga Polisi datang ke dalam ruangannya untuk mengecek kembali semua bukti pembunuhan yang terjadi pada Pak Anton dan juga ketiga istrinya.
Jantung Sarah berpacu lebih cepat dari sebelumnya, Iya ketakutan sekali. Iya takut jika polisi menemukan dirinya.
“Mudah- mudahan saja polisi itu tak menemukanku di sini.” Ucap Sarah berusaha tetap tenang, tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
Hingga beberapa menit kemudian, polisi selesai mengecek ruangan Sarah, mereka kembali untuk berjadi di luar rumah.
Sarah yang seakan kehabisan nafas, ke luar.
Dengan berjalan perlahan Sarah mulai mencari laptop yang ia simpan, di dalam lemari yang tidak akan di temukan polisi.
Pada saat itulah Sarah mulai mengecek video yang terekam oleh CCTV di mana kejadian dirinya yang sengaja dijebak oleh Rudi.
Perlahan mengetik memutar video itu berulang-ulang, saat itulah kedua mata Sarah membulat. Melihat video yang tak bisa iya pungkiri.
Mengepal kedua tangannya begitu erat, Sarah memukul meja dengan begitu keras. Tanpa merasakan sakit sama sekali pada tangannya.
“Ahhk, ternyata yang memperkosaku bukanlah Rudi melainkan Suruhanku sendiri.” gerutu Sarah kecewa dengan apa yang ia lihat dalam video.
Sarah mengajak kedua rambutnya, kesal dan benci dengan apa yang ia lihat saat ini.
“Kenapa bukan Rudi saja yang memperkosaku. Sialan ....”
Amarah Sarah semakin menggebu-gebu, Iya berdiri mengambil laptop yang tengah ia pegang. Tanpa ia sadari dirinya hampir saja membanting laptop nya sendiri.
__ADS_1
“Tunggu dulu, jika aku membanting laptop Ini kemungkinan aku tidak bisa menjebak Rudi, Ini kesempatan emas bagiku.” ucap Sarah dalam hati.
Ia memikirkan salah satu cara, untuk mengubah video itu.
Perlahan Sarah mulai, menaruh lagi laptop yang hampir ia banting pada meja. Dirinya duduk dengan memikirkan sebuah cara untuk mengubah video itu, mengedit suruhannya menjadi wajah Rudi.
“Apa aku bisa. Aku coba saja dulu.”
Sarah duduk hingga beberapa jam, Menatap layar laptop membuat sebuah editan yang sangat sempurna.
Beberapa kali editannya gagal, Sarah hampir saja putus asa. Tapi dirinya terus berusaha keras, agar semua rencana Berjalan dengan sempurna.
Walaupun Sisi mengatakan Yang Sejujurnya dulu, Tapi tetap saja rasa dendam dari hati Sarah untuk Ami sangatlah besar. Bukan menyesali semuanya, salah malah semakin menjadi-jadi. Ya sudah membenci Ami, hingga dendamnya itu tak bisa disembuhkan lagi. Walaupun Sisi sudah menjelaskan semuanya.
Bagi Sarah permainan haruslah terus berlanjut Sampai Akhir, karena jika permainan yang ia buat putus di tengah jalan. Mungkinkah hidupnya tidak akan tenang.
Rasa kesal terus dirasakan Sarah saat mengedit wajah suruhannya menjadi wajah Rudi, dengan beraninya bawahannya sudah menodai tubuh Sarah. Dengan mencari Kesempatan Dalam kesempitan.
Rasa lapar mulai menghantui perut Sarah pada saat itu, sebelum mengedit lagi wajah laki-laki itu. Sarah mulai berjalan ke arah dapur mencari makanan yang tersisa di sana.
“Aku harap masih ada makanan di rumah ini. Sial sekali hidupku saat ini.”
Setelah sampai di dapur, Sarah mendengar suara orang yang tengah membereskan piring. Membuat ia harus waspada, dirinya takut jika itu adalah polisi yang tengah mencari bukti.
"Siapa yang ada di dapur saat ini, bukanya rumah ini sudah kosong saat aku di dalam penjara." Ucap Sarah dalam hati.
Sarah mulai mengendap-ngendap, Iya mengintip dari tembok. lihat Siapa orang yang tengah berada di dapur saat ini.
membuat Sarah Mengintip dan menatap tajam ke arah orang itu," ternyata dia."
Sarah mulai mencari kesempatan saat orang itu membalikkan tubuhnya kearah belakang. dengan perlahan berjalan mendekat kearah orang itu, Sarah bersiap-siap membekap mulutnya agar tidak berteriak.
"Mmm ...."
"Diam," ucap Sarah. Membuat orang yang ia bekam diam tak meronta-ronta.
Saat itulah, orang itu terdiam tak melawan dan meronta- ronta kembali.
__ADS_1
Sarah menempelkan telunjuk tangannya pada bibir tipisnya dan berucap," huss .... kalau kamu berteriak, aku akan membawamu bersamaku ke kantor polisi."
Acam Sarah.