Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 308


__ADS_3

Di dalam penjara, Tama masih merasakan rasa bersalah pada dirinya,  mengingat mimpi yang sudah terjadi tadi malam. Mimpi itu seperti kenyataan,  membuat rasa Sesal terus terasa pada hati Tama.


 


“Ibu .... Aku minta maaf.”


 


Apa Tama bisa berubah, karna rasa sesal. Dan penyesalannya yang terasa pada hatinya.


 


Pak Tio yang melihat Tama seperti orang yang depresi, seakan membuat hatinya senang. Ada rasa dendam pada hati Pak Tio karna Tama.


 


“Ini kesempatanku untuk membuat dirinya menyesali apa yang sudah ia perbuat padaku.” Ucap Pak Tio.


 


Tama berdiam diri, memeluk kedua lututnya.


 


Pak Tio mendekat, menatap tajam ke arah Tama dengan tatapan kebencian


 


 


“Ini kesempatan untuk menghancurkan lelaki di hadapanku.”


 


 @@@@@


Sedangkan dengan Sarah yang berada di dalam rumah Pak Andre.


Sarah terlihat merasa tak nyaman, ia seakan menemukan ke ganjalan di rumah Pak Andre.


menggigit Jari tangannya dengan perlahan, langkah kaki secara mulai bolak-balik kesana kemari.


"Kenapa aku menjadi resah seperti ini." Gumam hati Sarah.


pikirannya kini hanya tertuju pada rasa takut yang berlebihan. Membuat dirinya tak fokus akan rencana yang sudah ia susun.


Tok .... Tok ....


ketukan pintu terdengar kembali, Di mana Sarah langsung mendekat ke arah pintu kamarnya, membuka penahan pintu kamar itu.


sungguh kaget bukan main, tidak ada orang sama sekali di balik pintu.

__ADS_1


"Siapa?" Teriak Sarah.


Sarah mulai berjalan perlahan, mencari tahu siapa orang yang sudah usil mengetuk pintu tanpa menampilkan diri dihadapannya.


"Siapa coba iseng banget sih."


"Ahhkk."


teriakan seorang wanita kini terdengar kembali oleh kedua telinga Sarah, membuat Sarah semakin penasaran dan yakin jika di rumah itu terdapat penyiksaan.


Ya entah Sarah tidak tahu, di mana sumber teriakan wanita itu?


dengan berjalan secara perlahan, Sarah mulai mengintip ke setiap ruangan di rumah Pak Andre. Namun Tak ada satupun orang yang berada di ruangan itu.


entah orang yang jahil yang sudah mengetuk pintu Sarah, membuat hati Sarah menjadi tak karuan.


sudah setengah jam ia mencari keberadaan orang yang mengetuk pintu tanpa menampilkan wajahnya sendiri, membuat Ia terus berusaha mencari keberadaan lelaki itu


"Ke mana orang itu?"


Sarah yang sudah merasakan lelah karena berjalan kesana kemari, hanya untuk mencari keberadaan orang yang sudah mengetuk pintu tanpa memperlihatkan wajah di hadapan Sarah.


"Ahhkk."


kini teriakan seorang wanita terdengar kembali membuat Sarah semakin curiga.


dirinya mulai turun dari anak tangga untuk mencari sumber suara wanita yang terus berteriak-teriak, jika orang itu ketemu langsung dengan Sarah.


Sarah melihat sebuah pintu yang tak biasa. membuat Sarah sangatlah penasaran ia melangkahkan kakinya maju ke depan pintu itu.


telinganya Iya coba tempelkan pada pintu kamar itu, terdengar suara percakapan yang membuat Sarah sedikit syok berat.


Salah satu tangan mulai memegang bahu Sarah, membuat Sarah sedikit kaget. wanita berambut panjang itu langsung membalikkan wajah ke arah belakang. melihat Siapa orang yang sudah memegang pundaknya saat itu.


"Nona, kenapa ada di sini?" tanya pelayan rumah.


Sarah langsung menarik nafasnya secara perlahan mengeluarkan dengan rasa sesak dan begitu berat, ia mengusap dadanya beberapa kali. dirinya mengira orang yang menepuk bahunya saat itu bukanlah Pelayan, melainkan Pak Andre.


"Nona, tidak kenapa-napa?" tanya pelayan itu tersenyum ramah di hadapan Sarah.


Sarah tak menjawab pertanyaan pelayan itu, malah berlalu pergi melewati pelayan itu dengan menambrak bahunya tanpa sengaja.


pelayan itu hanya menundukkan pandangan, ia tersenyum sinis saat Sarah sudah pergi dari hadapannya.


pada saat itulah Pak Andre sudah berada di depan pelayan wanita itu, membuat kedua mata yang menduduk kini menatap kearah wajah pak Andre.


"Pak Andre."


Pak Andre membulatkan kedua matanya menatap tajam kearah pelayan yang sudah berdiri diambang pintu. " kamu sedang apa di sini?"


tanya Pak Andre dengan sedikit membentak pelayan itu.

__ADS_1


"Maaf tuan, sebenaranya saya."


belum pertanyaan pelayan itu terlontar semuanya, kini suara ponsel bergetar. yang di mana suara ponsel itu ada berada di saku celana Pak Andre. lelaki tua itu langsung merogoh saku celana yang terlihat sangatlah besar. dia mulai menatap pada layar ponsel Siapa yang tengah menghubunginya saat siang hari seperti ini.


Andre langsung berjalan melewati pelayan itu, lelaki tua itu pergi keluar rumah. hanya sekedar mengangkat ponsel nya itu.


Namun langkah Pak Andre yang belum jauh, membuat Pak Andre ingat apa yang harus ia katakan pada pelayannya itu.


lelaki tua itu langsung membalikkan wajah, menatap ke arah pelayan yang masih berdiri.


"Iyem."


saat sang majikan memanggil namanya, pelayan itu langsung berlari dengan Sigap menghampiri Pak Andre. saat itulah pelayan itu mulai bertanya kepada Pak Andre yang begitu fokus Menatap layar ponsel.


"Ada apa, pak."


lelaki tua itu langsung menggaruk belakang kepalanya yang tak terasa sakit.


"Sial, sebenaenya apa yang sudah terjadi di prusahaan."


saat itulah Pak Andre mulai menutup panggilan teleponnya , menaruhnya kembali di saku celana.


"Tolong kamu bawa wanita stres ini." perintah Andre pada pelayan wanita yang berada di rumah.


Andre menunjuk-nunjuk Jari tangannya kearah ruangan yang di mana, ruangan itu terdapat sosok wanita cantik.


"Baik, tuan."


pelayan itu langsung membuka pintu, yang di mana pintu itu sudah terlihat rapuh.


pelayan yang bernama Iyem itu, langsung menutup mulut dan juga hidungnya. Ia seakan merasakan bau tak sedap pada ruangan itu.


membuat pelayan itu ingin sekali memuntahkan isi perutnya, tapi apa daya dia hanyalah seorang pelayan biasa.


ia mulai membereskan semua ruangan yang berantakan. membuat ruangan itu semakin bersih dan juga sempurna.


tinggal di mana ia mencari keberadaan wanita yang disebut Pa Andre wanita stress, ia mulai mencari kesana kemari keberadaan wanita itu. Entah di mana keberadaan wanita itu. karena Iyem tahu wanita itu sering bersembunyi dan tak mau menampilkan diri.


iyem tak mau dimarahi oleh majikan karena tak bisa mengurus wanita yang berada di rumah Pak Andre.


Di mana Iyem menemukan jejak kaki, bersimpun darah. membuat iyem bergidik ngeri dan ketakutan saat melihat cucuran darah yang berhamburan diatas lantai.


Iyem ingin sekali mencari keberadaan wanita itu, membersihkan luka dan juga darah yang entah darah itu mengalir dari mana.


dan betapa kagetnya Iyem pada saat itu.


ada kedua tangan yang menarik kakinya, membuat pelayan itu tersungkur jatuh. bibirnya kini mengeluarkan darah karena satu benturan yang sangatlah menyakitkan.


"Aku berdarah, bodoh sekali kamu iyem. Ngurus wanita ini juga tak becus." cetus Andre pada pelayan itu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2