Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 250 Keinginan Tama


__ADS_3

Bab 250Masa lalu Sarah 2


Sarah mulai ke luar dari ruangan rahasia Pak Anton, yang menutup kembali ruangan itu. Dengan merapikan sedikit rambut dan juga baju, pada saat itulah Sarah mulai melangkah membuka pintu kamarnya.


Saat pintu dibuka, terlihat sosok seorang lelaki berdiri. Tersenyum kepadanya, sosok wajah itu tak asing bagi Sarah.


Pada saat itulah salah mulai membuka lebar pintu kamarnya,” Tama, mau apa kamu ke sini?”


Tama kini berjalan maju ke arah Sarah, membuat Sarah melangkahkan kaki ke arah belakang. Tubuh Tama semakin mendekat, membuat Sarah merasa tak nyaman.


“Jangan mendekat, atau ....”


Belum perkataan Sarah terlontar semuanya, Tama malah menutup pintu kamar.


“Apa-apaan kamu ini Tama, kenapa pintu kamarku kamu tutup sembarangan,” hardik Sarah. Tama malah menempelkan Jari tangannya pada bibir Sarah,” hus, jangan berisik nanti orang-orang di rumah ini bangun.”


Menggeramkan gigi Kesal dengan apa yang dikatakan Tama, pada saat itulah Sarah mulai menghempaskan tangan Tama. Mengusir lelaki itu untuk segera keluar dari kamarnya.


Namun saat Sarah mendorong dada bidang Tama, lelaki itu malah berdiri tegap, ia seakan menahan dorongan dari tangan Sarah.


“Kenapa kamu mengusirku?” tanya Tama berkata lembut.


Sarah muak dengan wajah Tama yang tiba-tiba saja muncul, bukanya di pernikahan Tama tak ada. Tapi kenapa setelah malam pengantin Tama tiba-tiba muncul?


“Hey, kenapa kamu diam. Sarah?”


Lamunan salah seketika membuyar, saat Tama bertanya padanya. Sarah memegang kepalanya, berpura-pura merasakan rasa sakit kepala.


“Sebaiknya kamu cepat pergi dari kamarku atau aku akan berteriak.” Tegas Sarah.


Tama malah tertawa terbahak-bahak, ia kini menatap tajam ke arah Sarah,” daripada kamu mengusirku, lebih baik kita manfaatkan malam ini.”


Plak ....


Satu tamparan Sarah layangkan pada pipi kiri Tama, membuat Tama memegang pipi bekas tamparan Sarah oleh tangannya, ia mencium dengan penuh nafsu tangannya itu.


“Gila kamu Tama, aku ini istri papahmu,” hardik Sarah. Memarahi Tama.


“Apa kamu yakin itu?” tanya Tama.


Tiba-tiba saja seorang lelaki memakai topeng berwarna hitam keluar dari gorden kamar Sarah, membuat Sarah tampak shock seketika.


“Siapa kamu?” tanya Sarah dalam rasa ketakutan.

__ADS_1


Lelaki bertopeng itu kini membuka wajahnya, yang memperlihatkan Wajah aslinya kepada Sarah.


“Siapa kamu?” tanya Sarah.


Sarah tak mengenal sosok wajah lelaki bertopeng itu, hingga di mana Tama mulai memperkenalkan lelaki itu pada Sarah.


“Perkenalkan dia adalah, Joni suruhanku.”


Seorang suruhan? Itu yang terucap dari benak hati Sarah, Kenapa bisa iya masuk ke dalam kamar Pak Anton?


“Kamu pasti kaget, Sarah?” tanya Tama.


Sarah terdiam ia ketakutan akan Rahasianya terbongkar, apalagi lagi ya sudah membunuh seorang lelaki yang menjadi suaminya tanpa ia sengaja.


“Kamu tenang saja, rahasiamu aman kok,” ucap Tama. Lelaki itu seakan sengaja menyusun rencana untuk Sarah dengan pak Anton.


“Apa ini akal akalkan kalian berdua, hah,” balas Sarah yang tak terima, jika seseorang dengan lancangnya masuk ke dalam kamar dirinya.


“Kamu harus tenang, tak ada guna kamu kesal pada kami berdua,” ucap Tama. Bersikap santai menghadapi kekesalan Sarah.


“Tama, aku tahu semua ulahmu kan?” tanya Sarah.


Tama melipatkan kedua tangannya, mendekat ke arah Sarah. Pada saat itulah Jari tangannya mulai memegang dagu Sarah, membuat wajah Sarah sedikit menengah.


“Aku tahu kamu yang membunuh papahmu sendiri, dengan menyuruh seseorang datang ke kamarku,” tuduh Sarah.


“Hey, kenapa kamu menuduhku. Apa kamu mempunyai Barang bukti yang sangatlah jelas jika suruhan ku ini pelakunya?” tanya Tama.


Suasana semakin menegangkan, membuat saraf menyingkirkan tangan yang memegang erat dagunya.


Pada saat itulah Tama mulai menyodorkan ponselnya pada Sarah, memperlihatkan sebuah video, dimana dirinya menyeret tubuh Pak Anton.


Sarah tak menyangka jika Tama selicik itu, Iya saya akan mengancam Sarah agar mau menuruti perkataan Tama.


“Sebenarnya apa mau kamu Tama?” tanya Sarah mendengus kesal dihadapan Tama.


Tama mulai tersenyum kecil, Iya sudah lama menunggu ucapan Sarah dimana cara bertanya apa kemauannya?


“ Asal kamu tahu apa yang aku inginkan sekarang,”ucap Tama tersenyum penuh kelicikan.


“ cepat katakan, jangan banyak berbicara basa-basi,” balas Sarah menunggu keinginan yang akan dilontarkan pertama pada saat itu.


“Keinginanku cukup mudah.”

__ADS_1


Saat itulah Tama langsung membisikkan sesuatu ucapan, pada telinga Sarah. Membuat Sarah seketika mengepal kedua tangannya.


“Bagaimana kamu mau?” tanya Tama dalam sebuah ancaman.


Sarah yang mulai kebingungan, dengan terpaksa menuruti keinginan Tama.


sebenarnya Sarah tak ingin melakukan semua ini, tapi karena ancaman dari Tama. pada saat itulah Sarah mulai melakukan keinginan yang Tama inginkan.


begitupun dengan Tama, dia begitu senang dengan apa yang iya inginkan. rencananya benar-benar berjalan sempurna, membuat dirinya bersemangat pada malam ini.


Tama seakan menjadi sosok pengganti untuk sang papah, Iya meminta sesuatu hal yang memang sangatlah keterlaluan. di mana sosok seorang lelaki itu ingin menjadikan dirinya pegantin dari sang papah yang sudah mati.


"Kamu harus tenang, akun tidak akan menyakitimu Sarah."


Sarah benar-benar tak suka dengan ucapan yang terlontar dari mulut Tama, iya mulai menutup kedua matanya, di mana Tama mulai bersiap-siap. membuka setiap helayan kain yang menempel pada tubuhnya.


Tama mulai menyuruh Sarah untuk membuka, Iya tak mau di moment pertama ini. Sarah tak melihat ekspresinya saat itu, apalagi dengan Tama, iya menginginkan dirinya bisa melihat wajah orang yang ia cintai. Saat dirinya menyentuh Sarah.


"Buka matamu Sarah, nikmatilah apa yang aku lakukan."


Setiap sentuhan yang dilontarkan Tama, Sarah seakan tenggelam dalam sentuhan itu. jasa akan menemukan hal yang berbeda pada dirinya.


"Bagaiman kamu menikmatinya."


wajah Sarah memerah, ya baru pertama kali merasakan apa yang belum Iya pernah rasakan. apalagi saat malam pertama bersama Pak Anto, Iya Malah histeris berteriak ketakutan.


"Kamu tidak takut Sarah."


Sarah menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tenggelam dalam lautan asmara yang tak mampu ia ucapkan.


di tengah-tengah, keasikan yang mereka mainkan, tiba-tiba suara ketukan seseorang terdengar dari Ruangan Rahasia.


Sarah kaget dengan suara itu, Sepertinya itu istri kedua Pak Anton Yang bangun dari pingsannya.


"Istri kedua pak Anton bangun dari pingsannya."


"Kamu jangan kuatir, semua biar aku yang urus."


kini Sarah hanya menuruti perkataan Tama.


@@@@@


istri kedua Pak Anton yang berada di ruangan berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat kaki dan tangannya, Iya mencari sebuah benda tajam untuk melepaskan tali pada kakinya.

__ADS_1


Namun saat benda tajam itu berhasil ia temukan, betapa kagetnya ia. Tiba-tiba mayat jatuh di hadapnya.


__ADS_2