Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 304


__ADS_3

Dua minggu berlalu Sarah dirawat di rumah sakit, kini keadaannya sanggatlah membaik. dia lebih banyak diam tidak seperti biasanya.


para polisi datang menjemput Sarah pada saat itu, di mana wanita wanita itu duduk dengan wajah yang seakan memikirkan sesuatu.


.


"Selamat siang, Ibu Sarah. waktunya ibu untuk kembali lagi ke dalam penjara," ucap pak Polisi.


Sarah hanya menatap wajah polisi itu tanpa berucap satu patah kata pun, para polisi langsung memborgol kedua tangan nya, membawa Sarah ke dalam mobil.


Rudi yang sudah membaik keadaannya, menatap ke arah wajah Sarah pada saat itu, ada rasa kasihan menyelimuti hati Rudi pada Sarah.


" Maafkan aku Sarah. Mungkin ini yang terbaik untukmu," ucap Rudi pada hatinya.


setelah sampai di dalam penjara, Sarah melihat jeruji besi yang Dimana didalam-Nya ada Pak Tio dan juga Tama. Kedua lelaki itu telah menghancurkan kehidupan Sarah, menggagalkan semua rencana Sarah.


saat melewati jeruji besi yang terdapat Pak Tio dan juga Tama. Sarah mencoba mendekat kearah jeruji besi itu, membulatkan kedua matanya pada Pak Tio dan juga Tama.


"Kalian, ba*ingan."


teriakan Sarah membuat Pak Tio menundukkan pandangan, lelaki tua itu menyadari Apa kesalahan.


" Sarah, maksud kamu apa?" tanya Tama.


"Kamu tanya sendiri pada dirimu sendiri dan juga lelaki tua yang di belakangmu!" jawab Sarah.


Tama mengembalikan wajah ke arah belakang, dia melihat ke arah Pak Tio yang menundukkan pandangan tak berani menatap kearah Sarah.


Tangan lelaki tua itu bergetar hebat ketakutan, melihat kedua mata Tama yang membulat.


Sarah kini di tarik paksa untuk segera di bawa ke dalam penjara.


“Kalian dasar, ba*ingan.”


Sarah terus saja berteriak, menyebut Pak Tio seorang ba*ingan.


“Lelaki tua tidak tahu diri.”


Teriakan Sarah membuat Tama langsung menghampiri pak Tio yang berdiri di ujung jeruji besi.


Tangan kekar Tama mulai meraih kerah baju Pak Tio. Tama mulai berucap pada Pak Tio,” Apa yang kamu lakukan terhadap, Sarah?”


Pak Tio seakan gugup dengan pertanyaan Tama, ia ketakutan sekali.


“Tidak ada!”


Tama langsung memukul tembok dengan punggung tangannya,” jawab dengan benar,” Teriak Tama.


Membuat kepala Pak Tio semakin menunduk.

__ADS_1


“Jawab.” Teriak Tama.


“ Sebenarnya ....”


“Jawab.”


“Ampun.”


Rintihan Pak Tio memohon ampun pada Tama, membuat Tama semakin murka.


“Sebenarnya saya sudah berbuat salah pada Nona Sarah,” ucap Pak Tio mengakui kesalahanya.


“Apa yang sudah kamu perbuat pada Sarah?”


Pak Tio langsung menjelaskan semua yang terjadi, ia mengatakan apa yang sudah ia lakukan pada Sarah.


Tama mendengar semua itu langsung berdecak kesal, memukul lelaki tua itu beberapa kali. Darah bercucuran, sampai di mana Pak Tio menangis histeris kesakitan.


Pukulan Tama tak segan-segan di layangkan terus menerus, pada wajah Pak Tio. membuat para tahanan di sana hanya menatap  tanpa memisahkan mereka berdua.


Para polisi yang berjaga di sana langsung memisahkan Pak Tio dan juga Tama.


"Ingat ini semua belum selesai." Ancam Tama.


@@@@


Sarah yang sudah dimasukkan kedalam penjara, melihat Si Mbok yang tengah duduk dengan mata yang sembab.


" Nona Sarah."


wanita tua itu langsung mendekat kearah Sarah, yang di mana Sarah berdiri mematung. Hatinya kesal saat melihat wanita tua yang tak lain ialah si Mbok berada sepenjara denganya.


"Nona baik- baik saja kan?" tanya Si Mbok menghuatirkan keadaan Sarah pada saat ini.


tangan wanita tua itu memegang tangan Sarah dengan penuh perhatian, tapi Sarah tak suka dengan perhatian wanita tua itu. Iya langsung menghempaskan tangan simbok yang masih memegang lengannya.


"Nona, kenapa?" tanya Si Mbok. menitihkan air mata.


perlahan wajah Sarah mulai menatap kearah si mbok.


"Kamu masih bilang kenapa?"


Sarah membentak Si Mbok. membuat wanita tua itu melangkah mundur menjauh dari hadapan Sarah.


Sarah mendekat ke arah Si Mbok, yang menundukan pandangan dan bertanya?" apa selama ini kamu sudah menyimpan semua rahasia tentang suamimu yang sudah membuatku kehilangan seorang anak?"


Deg ....


ucapan Sarah membuat Si Mbok menelan ludah, bibirnya kalau ia bingung harus menjawab apa?

__ADS_1


"Kenapa diam, apa jangan- jangan kamu sudah merencanakan semuanya dengan suamimu yang b*j*ngan itu." Ucap Sarah.


"Non, tidak seperti apa yang nona pikirkan," balas Si Mbok


Sarah menatap tajam ke arah wanita itu, ia mulai menujuk nujuk wanita itu dan menyebut bahwa Si Mbok adalah penghianat.


"Nona, maafkan saya. saya tidak ...."


Belum pertanyaan Si Mbok terlontar semuanya, cara langsung membentak wanita tua itu.


"Maafkan."


Tangan Sarah mulai lancang memukul si Mbok.


Plak .....


Telunjuk tangan menujuk dengan begitu lantang.


"Kamu tahu, rencanaku gagal karna suamimu. Andai saja kamu menghalagi suamimu yang ba*ingan itu. mungkin rencanaku masih berjalan semestinya."


Si Mbok hanya diam, menahan rasa sakit bekas tamparan Sarah yang begitu keras.


"Non, saya. Minta maaf sebelumnya."


Sarah tertawa terbahak - bahak saat wanita tua itu terus meminta maaf kepada dirinya.


Si Mbok kini menundukkan pandangannya, dia memohon ampun kepada Sarah dengan bersujud pada kedua kaki Sarah.


"Saya ...."


kata maaf wanita tua itu seakan tak diterima oleh Sarah, hati Sarah seakan sudah tertutup oleh kata maaf.


Si Mbok menangis terus menerus. Ia melakukan yang terbaik agar dirinya di maafkan Sarah.


Dengan berusaha keras, Si mbok kembali lagi bersujud pada kedua kaki Sarah. membuat para tahanan di sana menatap Sarah dengan penuh kebencian, mereka saling membicarakan Sarah yang tega menganiaya wanita tua.


"Lihat, wanita itu begitu tega dengan wanita tua yang sudah rentan. ia tak sadar diri apa." cetus para tahanan di saja membicarakan Sarah.


Sarah tak memperdulikan ucapan orang lain, ia terus mencaci maki Si Mbok. Hatinya tak puas, ia kesal sekali dengan Si Mbok yang tak bertindak saat suaminya memperkosanya dan memberikan obat penenang dan perangsang.


"Nona, maafkan saya."


Permohonan Si Mbok sudah menjadi abu untuk Sarah, ia mendorong tubuh wanita itu dan berkata," menjauh dariku. Aku tidak mau berdekatan dengan wanita tua yang sudah menbuat hidupku menderita."


Si Mbok berdiri, ia mulai berjalan untuk duduk menyenderkan punggungnya pada tembok, sesak yang ia rasakan. Tapi dirinya harus memaklumi semua yang sudah ia perbuat pada Sarah.


Sedangkan Sarah duduk dalam hati yang gundah, dan penuh amarah.


"Rudi, Ami. Jangan harap kalian benar-benar dalam kebahagian." Gumam hati Sarah.

__ADS_1


Baru saja bergumam seperti itu, tiba di mana seseorang datang menengok Sarah.


Membuat Sarah membulatkan kedua matanya, ia sangatlah kaget melihat wajah orang yang datang untuk bertemu dengannya.


__ADS_2