
Delia mulai meraih tangan Alan. Seraya memohon dengan penuh harapan, agar bisa mengadopsi Dodi sebagai anaknya." Tolonglah usahakan Alan. Aku ingin sekali Dodi menjadi anak angkat ku, aku sangat sayang terhadap dia, dia anak baik. Tak Pantas kalau Dodi terus disakiti oleh ibunya sendiri, demi mengurangi rasa sakit hatinya aku akan berusaha membuat Dodi bahagia."
Alan melepaskan pegangan tangan Delia mengusap kasar wajahnya. Seraya menatap ke arah sang istri memegang kedua pipi Delia, dengan telapak tangannya," aku akan mengijinkan kamu, asalkan ketika Ami kembali lagi dengan ingatannya, kamu harus membalikkan lagi Dodi kepada ibunya sendiri."
Delia tampak senang, ia tersenyum menatap bahagia pada suaminya. Memegang kedua punggung tangan suami yang menyentuh pipi lembutnya," terima kasih kamu sudah mengijinkan aku untuk bisa mengurus Dodi."
Alan menganggukkan rambut kepala istrinya." Apapun yang kamu inginkan akan aku lakukan, sekarang aku akan berusaha meminta izin kepada Rudi agar Dodi bisa diasuh oleh kamu."
Senyum terukir dari bibir Delia, saat itulah ia mulai berjalan mendekat kearah Dodi. Menatap dengan senyuman penuh kebahagiaan," kamu suka mainan apa? Om dan tante ingin ngajak kamu ke tempat makan."
Dodi mengusap perutnya yang terasa perih dan keroncongan, pada saat itulah ia tampak senang memberikan mainan yang sudah ia pilih kepada pelayan toko.
Pelayan toko itu langsung menghitung mainan yang Dody pilih, mengemas ke dalam kresek untuk bisa dibawa oleh Dodi. Delia mengambil dompet yang berisi uang saat itulah wanita berambut pendek itu. Mulai mengambil beberapa pecahan uang berwarna merah yang akan diberikan kepada pelayan toko.
" Uangnya Rp500.000 Ya, total belanjaannya rp495.000 dan kembaliannya Rp5.000, terima kasih jangan lupa datang kembali ya."
Delia langsung memegang punggung tangan Dodi membawanya ke hadapan Alex," gimana Sayang sudah belanja mainannya?" tanya Alex kepada Dodi.
Dodi terlihat begitu bahagia ia menunjukkan beberapa mainan yang sudah ia beli," ini Om, sudah aku beli. tapi om tidak apa-apa kan. Ini kebanyakan sebenarnya nya."
Alan mengusap lembut kepala Dodi. Seraya berkata," sudah tidak apa-apa, itu bonus untuk kamu anak baik."
Dodi amat bahagia, setelah mendengar perkataan Alan. Tak lupa ia mengucapkan kata," Makasih ya Om."
Alan menunjukan satu jempolnya, mengedipkan sebalah mata seraya menjawab," oke."
__ADS_1
Delia mulai mengajak mereka berdua untuk segera makan." Ya udah yuk, waktunya kita makan."
Dengan seyum bahagia yang terukir mereka mulai melanjutkan perjalanan ke arah parkiran mobil.
Alan berniat membawa Dodi dengan menaiki mobil, pergi ke sebuah restoran.
Dalam perjalanan Dodi bernyanyi dengan tertawa riang, dirinya seakan tak ada beban pikiran. Hatinya rasanya tentram.
Delia bernafas lega bisa membuat Dodi terseyum kembali. Walau Delia tak tahu, jika Dodi sudah ikhlas dengan apa yang telah di katakan sang ibunda kepada dirinya di acara pernikahan.
"Dodi gimana kamu senangkan?"
Tanya Alan yang tengah fokus mengendarai mobil.
"Syukurlah kalau begitu."
Delia masih dengan harapannya ingin mengadopsi Dodi untuk menjadi anak angkatanya.
" Dodi, Kamu mau tidak jadi anak angkat tante sama Om?" tanya Delia berharap Dodi mau menjawab pertanyaannya, walau Delia tak yakin kalau Dodi mau menjadi anak angkatnya.
Dodi mulai berpikir dengan akal sehatnya, di mana Iya mengingat sang ibu yang begitu benci terhadap dirinya Dodi mulai berpikir dengan perlahan mengucap kata dalam hati," kalau aku menjadi anak angkat Om Alan dan Tante Delia? Mungkin aku bisa membuat mama bahagia tampa hadirnya aku di sisi mama dn papa."
" kenapa om dan tante mau mengangkat Dodi sebagai anak angkat kalian? Apa karna om dan tante kasihan terhadap Dodi. karna Mama Ami yang tak mengakui Dodi sebagai anaknya sendiri."
Delia tak menyangka jika Dodi akan berkata seperti itu, anak seusia Dodi bisa dengan jelas berkata seperti orang dewasa. Dengan hati yang gelisa, Dodi mulai berkata dengan lembut, mengusap pelan bahu Dodi.
__ADS_1
Menjelaskan niat baik Delia untuk mengadosi Dodi sebagai anak angkat mereka." Kamu kenapa berpikir seperti itu? kami berdua sangat menyayangi kamu Dodi, kami tidak ingin kamu terluka dan kecewa atas tingkah Mamah mu yang sekarangx kalau nanti mama sembuh tante dan om akan mengembalikan kamu lagi. Om dan tante sangat sayang pada kamu Dodi, kami peduli dengan kamu, kami tidak mau melihat kamu menderita terus-menerus, jadi. Apakah kamu mau menjadi anak angkat tante dan om pada hari ini juga?"
Dodi menatap kearah Delia dan juga Alan dengan raut wajah polosnya, ia mulai berpikir dan terus berpikir tentang kesempatan yang datang kepada dirinya. Dimana Dodi akan mendapatkan rasa kasih sayang, walau bukan dari seorang ibu kandung, tapi mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu dan Ayah angkat.
" Gimana Dodi. Apa kamu mau menjadi anak angkat tante dan om? kalau kamu mau, tante akan membawa kamu ke rumah tante yang berada di luar negeri. Tapi jika kamu tidak mau, Tante tidak akan memaksa kamu Dodi. Karena itulah hak kamu sendiri, tante tidak mau membuat beban pada hati kamu dan hanya ingin melihat kamu bahagia, hanya ini yang bisa Tante beri, agar hati kamu itu selalu bahagia dan mendapatkan rasa kasih sayang dari tante dan om."
Dodi benar-benar dilanda kebingungan yang sangat membingungkan dirinya, membuat dirinya terus berpikir, hati kecilnya Dodi seakan bingung memilih antara dua pilihan, yang tak lain lari dari penderitaan dan masuk dalam kebahagiaan.
Karna Dodi yang terus berpikir tanpa memberi jawaban, membuat mobil Alex berhenti di satu restoram.
Membuat anak tampan itu mengigat akan kenangan berasama mama dan papa.
" Sudah lama Dodi enggak pernah makan lagi di restoran ini? Semenjak mama ...."
Delia langsung mencubit kedua pipi Dodi menghentikan igatan masa lalu Dodi. Agar Dodi tidak bersedih lagi.
" Hei jangan sedih, kan ada tante sama om Alan, jadi kamu tak usah sedih, Dodi. Kita kan sama-sama keluarga. Pokonya kita makan-makan dulu di sini."
"Iya tante."
Tubuh Dodi terlihat begitu lesu, hatinya pilu saat itulah Delia mulai menghibur Dodi dengan ucapan lembutnya
" kamu Anggap saja tante sebagai Mama kamu dan sebagai papa kamu. Walau Dodi belum menjawab perkataan tante untuk mengadopsi kamu sayang?"
Saat itulah Alex mulai melangkahkan kaki ke arah meja yang telah Ia pilih," sudah kalian jangan ngobrol lagi di sana. Ayo kita makan, kita nikmati hidangan di restoran ini, sampai kenyang. Pokoknya Om akan telakir kamu sepuasnya Dodi, sampai kamu kenyang, oke."
__ADS_1