
Sepertinya Rudi tengah di jebak oleh Sarah, itulah yang berada di pikiran Dina dan Riri, saat Rudi menatap ke arah mereka berdua, tangan kedua gadis itu melambai -lambai. Untuk menolak tawaran Sarah, karna mereka sudah tahu akal busuk Sarah.
Rudi bimbang apa yang harus ia lakukan, antara harus merelakan menikah atau menolak. Dirinya juga tak bisa egois karna di sisi lain ada Dina dan Riri yang harus di selamatkan,” bagaimana ini?” Gerutu hati Rudi.
Dina dan Riri sudah di kawal dengan suruhan Sarah, mereka bersiap-siapa melakukan apa saja yang di perintahkan Sarah. Apalagi menikmati tubuh kedua wanita itu.
Tangan suruhan Sarah terus mencuil dagu Dina dan Riri. Membuat Rudi geram.
“Bagaimana, Rudi?” tanya Sarah sekali lagi.
“Tapi kamu akan berjanji melepaskan mereka berdua!” jawab Rudi.
“Tentu saja,” balas Sarah.
Dina dan Riri saling berucap agar Rudi tak menuruti apa perkataannya, tapi suruhan Sarah marah menutup mulut mereka berdua.
“Tapi jika aku memikirkan terlebih dahulu, apa bisa?” tanya Rudi. Bimbang.
Sarah yang tak mau bertele- tele dan berlama- lama, berucap,” tidak bisa Rudi, ini pilihan untuk kamu. Aku tak mau berlama- lama. Ingat itu.”
“Ya sudah, baiklah.”
Sarah tersenyum saat Rudi setuju, sebenarnya Rudi tak mau. Tapi demi Riri dan Dina yang selalu di ceritakan anaknya membuat dia tak kuasa, ia merelakan dirinya.
Saat itulah, Sarah mulai menyuruh suruhannya untuk membawa Dina dan Riri, membuat Rudi membulatkan kedua matanya.
“Bawa mereka ke ruangan bawa tanah,” perintah Sarah.
“Sarah, bukanya aku sudah menyetujui apa permintaanmu. Tapi kenapa kamu malah mengurung Dina dan Riri,” cetus Rudi.
“Rudi, aku ini bukan wanita bodoh. Aku takut jika nanti aku melepaskan Riri dan Dina, mereka malah menggagalkan pernikahan kita, jadi. Setelah kita menikah, baru aku bisa melepaskan mereka berdua,” balas Sarah.
Dina dan Riri mendengus kesal,” dasar wanita licik.”
Kini Riri dan Dina di bawa pergi oleh suruhan Sarah, Rudi hanya bisa menerima apa yang terjadi.
“Jadi rencana pernikahan kita bisa di adakan dua hari lagi, bagaimana?”
Deg ....
Rudi hanya bisa menganggukkan kepala dan berkata,” iya.”
Saat itulah Sarah tersenyum senang, ia memerintahkan Rudi, untuk beristirahat. Sarah mulai menyuruh pembantu di rumah untuk mengantarkan Rudi di tempat istirahat, yaitu di kamar tamu.
__ADS_1
Rudi kini hanya bisa mengikuti apa perkataan Sarah.
“Sarah.” Panggil Rudi.
“Iya, kenapa Rudi?” tanya Sarah.
“Kenapa kamu menyuruh pembantu untuk mengantarkan aku ke ruangan tamu, kenapa tidak ke kamar pribadimu langsung,” ucap Rudi. Tentulah membuat Sarah tersenyum senang.
“Apa kamu tidak salah bicara, Rudi?” tanya Sarah.
“Tentu saja tidak, untuk apa aku salah bicara. Karna sebentar lagi aku akan menjadi suamimu!” jawab Rudi.
“Kalau begitu, ayo,” ucap Sarah.
Kini Rudi malah membopong tubuh Sarah dan berkata,” di mana kamar mu?” tanya Rudi.
Kedua pipi Sarah memerah, ia tak menyangka keinginannya terwujud. Rudi bisa ia taklukan langsung, saat itulah Sarah menunjuk tempat tidur Sarah.
Kini Rudi mulai berjalan dengan membopong tubuh Sarah, masuk ke dalam kamar. Meletakan Sarah di ranjang tempat tidur. Jidat Rudi ia tempelkan pada kening Sarah, membuat jantung Sarah berdetak tak karuan.
“Inikah yang namanya cinta.” Gumam hati Sarah.
“Bagaimana jika sebelum ini, kini minum bir dulu,” ucap Rudi. Melepaskan tubuh Sarah.
Sarah mulai menyuruh pembantunya untuk membawakan bir agar bisa mereka minum bersama. Hingga beberapa menit kemudian, pembantu datang membawakan pesanan untuk Rudi dan Sarah.
Sebelum meminum bir itu, Rudi berucap.” Tubuhmu begitu berkeringat, apa mau aku mandikan dulu.”
Gombalan Rudi membuat Sarah terpana, kedua pipinya semakin memerah. Hawa di tubuhnya semakin panas membara, seakan tak tahan dengan gombalan Rudi.
“Aku akan mandi sendiri, kamu tunggu di sini.” Ucap lembut Sarah.
Ia lupa untuk mandi, karna dirinya yang sudah bercinta dengan boneka yang wajahnya mirip dengan Rudi. Kini Sarah melepaskan bajunya di depan Rudi, melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Rudi berusaha menghindar menatap kemolekan tubuh Sarah saat masuk ke dalam kamar mandi, pada saat pintu kamar mandi tertutup pada saat itulah ia menuangkan serbuk ke dalam botol minuman untuk di minum oleh Sarah.
Rudi tersenyum, ia mengirim pesan pada Sisi.
(Aku sudah menjebak Sarah, tinggal kamu yang beraksi Sisi.)
Pesan pun terkirim.
(Baiklah.)
__ADS_1
Dari awal Rudi sudah tahu keinginan Sarah yang tak jauh ingin menikah dengannya, pada saat itulah Rudi menyusun rencana sebaik mungkin. Berpura- pura bodoh di depan Sarah, agar bisa mengelabuinya begitu saja.
“Hem, Sarah. Maafkan aku.” Gumam hati Rudi.
Di dalam kamar mandi, Sarah begitu menikmati setiap sentuhan air yang menyentuh tubuhnya. Membuat ia senang dan bahagia.
Hatinya tak menyangka jika Rudi selemah itu, membuat dirinya bisa bersama Rudi dan menghancurkan Ami.
Tok .... Tok ....
“Sarah, apa acara mandinya belum selesai, aku tak tahan nih.” Panggil Rudi mengetuk pintu.
Sarah mematikan keran air, dan menjawab panggilan Rudi,” aku. Sudah mau selesai kok.”
Dengan tergesa-gesa Sarah membersihkan diri dan beranjak menemui Rudi.
Sarah ke luar tanpa mengenakan handuk, membuat Rudi berusaha tetap tenang. Tubuh Sarah ia biarkan basah untuk mengundang nafsu Rudi.
Rudi mendekat ke arah Sarah membawa minuman yang sudah ia campurkan dengan serbuk putih.
Sarah yang tak sabar dengan Rudi, memeluk Rudi begitu saja.
“Kamu minum dulu, biar permainan kita lebih asyik.” Ucap Rudi menyodorkan segelas bir.
Saat itulah Sarah melepaskan pelukannya, ia meraih gelas yang di sodorkan Rudi. Pada dirinya, saat itulah Sarah meminum habis bir itu. Hingga rintikan bir itu mengenaik badan Sarah, membuat suasana semakin panas.
“Bagaimana?" tanya Rudi, menatap ke arah mata Sarah. Yang mulai terlihat sayu, sepertinya serbuk putih yang di tuangkan Rudi pada minuman Sarah langsung beraksi begitu cepat.
Rudi mulai melambaikan tangan ke depan wajah Sarah, memastikan Sarah sudah tak sadarkan diri.
"Sarah, Sarah." panggilan Rudi dilayangkan beberapa kali
Rudi berusaha menahan kelaikannya, agar tidak terpancing oleh tubuh Sarah yang begitu aduhai. Bagaimana pun Rudi juga lelaki normal, apa lagi dia sudah lama tidak pernah merasakan bersama Ami.
“Tahan Rudi, tahan.” Ucap Rudi dalam hati.
Beberapa menit kemudian Sarah mulai pusing, ia merasakan kepalanya berdenyut tidak seperti biasanya. Tubuhnya melemah, membuat dirinya terjatuh pada pelukan Rudi.
Saat itulah Rudi mulai menarik selimut, untuk menyelimuti tubuh Sarah yang tak memakai busana.
Ternyata Sarah tertidur lelap, rencana Rudi berhasil.
Apa yang akan di rencanakan Rudi selanjutnya?
__ADS_1