Istriku Kumel

Istriku Kumel
Bab 337 Putra yang menekan Ane untuk menjelaskan.


__ADS_3

setelah perawat itu mendengar perkataan Deni, pada saat itulah perawat itu dengan terpaksa melepaskan kedua tangannya yang memegang kursi roda Deni.


" saya pamit dulu Pak, Maafkan saya."


perawat itu langsung pergi begitu saja setelah berpamitan kepada Deni, sedangkan Deni hanya memalingkan wajahnya tak menjawab kata pamitan dari perawat itu,


"Dasar perawat bodoh. sudah tahu aku tidak mau pergi dari hadapan Alan. Kenapa dia begitu ngotot memaksaku untuk menjauhiku dari hadapan Alan." Gerutu Deni yang kesal dengan perawat yang sudah membawanya keluar rumah sakit.


sedangkan perawat yang terus berjalan meninggalkan Deni, kini mulai berucap pada hatinya," dasar lelaki gila sudah ditolongin marah-marah."


setelah kepergian Deni, saat itulah Alan mulai menemui sang istri kembali.


Delia mulai bertanya kepada sang suami yang baru saja datang kembali ke ruangan," Apakah itu Deni?"


Alan langsung menjawab perkataan sang istri," Iya itu Deni!"


" sekarang dia ke mana?" tanya Delia yang begitu ingin mengetahui kepergian Deni.


" Sudahlah Untuk apa kamu bertanya tentang lelaki tak tahu diri itu," ucap Alan yang tak suka dengan pertanyaan Delia kepada dirinya.


" Aku ingin bertanya kepada Deni, apa dia yang sudah membawa anakku. karena hanya dia orang satu-satunya membenciku dan juga menaruh dendam terhadap ku Alan," balas Delia. yang terlihat sayu.


Alan langsung memeluk sang istri begitu erat menenangkan semua rasa kecemasan yang berada pada hatinya, dengan mengusap pelan kepala rambut sang istri dan berkata," sudah lupakan saja jangan bahas Deni lagi. sepertinya bukan Deni ulah dari kehilangan anak kita."


"Terus siapa yang sudah membawa anak kita, Alan?" tanya Delia.


"Entahlah, yang terpenting sekarang kamu jaga kesehatan. Anak kita biar aku yang urus!" jawab Alan.


terlihat sekali perasaan Delia sudah kembali tenang. membuat Alan merasa lega.


Alan harus mencari keberadaan suster Ayuni, yang di mana Suster itu sudah membawa anaknya untuk sekedar diperiksa. tapi kenyataannya Suster itu malah menghilangkan anak Delia dan juga Alan.


@@@@


di tengah kesedihan yang dirasakan Alan dan juga Delia. di saat itulah Ane begitu sibuk mengurus bayi Delia dan juga Alan. sedangkan Putra yang masih bingung dengan tingkah sang istri. kini mulai mempertanyakan. Apa maksud tujuan Ane membawa anak Delia dan juga Alan.


"Ane, aku ingin berbicara denganmu sekarang."

__ADS_1


"Nanti pah, aku sibuk. Bayi Delia dari tadi menangis terus."


"Kenapa enggak suruh si Mbok dulu jagain bayi itu."


"Si Mbok belum datang. Pah."


Mau tidak mau Putra harus menunggu kedatangan simbok, agar dirinya bisa mengobrol dengan sang istri mempertanyakan semua yang sudah istrinya lakukan.


Beberapa menit kemudian.


Si Mbok datang, pada saat itulah Putra langsung menyuruh simbok untuk menjaga dulu bayi yang tengah diurus oleh Ane.


"Mbok kamu urus dulu bayi itu, saya ingin mengobrol dengan Ane istriku."


"Baik Tuan."


Si Mbok, langsung mendekati Ane yang tengah sibuk mengurus bayi Delia.


"Nona, biar saya saja yang mengurus bayi ini."


Belum perkataan Ane terlontar semuanya, Putra langsung menarik tangan istrinya saat itu juga.


Putra membawa Ane masuk ke dalam kamar, mendudukan tubuh Ane. Dan berkata," Sebenarnya aku sebagai suamimu ingin tahu, kenapa kamu malah membawa bayi Delia dan juga Alan ke rumah ini. bagaimana nanti jika Alan dan Delia mencari keberadaan anaknya?"


pertanyaan Putra membuat Ane hanya terdiam.


" Coba jelaskan, Ane?" tanya Putra.


" Sudahlah Putra kamu tak perlu tahu kenapa aku membawa bayi Delia dan juga Alan ke rumahnya. jika aku jelaskan kamu pasti tidak akan mengerti!" jawab Ane.


Saat itu Ane, malah berdiri dari tempat duduknya, Dia berjalan melewati tubuh suaminya. membuat Putra seketika menarik tangan Ane mendorong kembali ke tempat tidur.


"Aku belum selesai bertanya Ane?"


"Hah."


Ane malah menarik napasnya secara perlahan," baik aku akan jelaskan."

__ADS_1


saat itulah Putra mulai duduk di samping istrinya, mendengar penjelasan Ane.


"Aku terpaksa mengambil bayi Delia dan juga bayi Alan. Karna Aku ingin menyelamatkan bayi itu dari Deni."


Deg ....


Putra masih tak mengerti dengan penjelasan Delia," menyelamatkan dengan cara kamu mengambil bayi Delia dan juga Alan?"


"Iya pah, hanya dengan cara itu, bayi Delia akan selamat dari incaran Deni dan orang suruhannya!" balas Ane.


"Tapi, ini kelewatan Ane. Jika kamu mengambil bayi Delia. resikonya kamu akan masuk dalam penjara, belum juga itu, kamu sudah membuat hati Delia sakit karena kehilangan anaknya, Seharusnya kamu memberitahu semua ini kepada Alan dan juga Delia langsung. Bukan malah kamu mengambil bayi Delia dan Alan." ucap Putra.


" Kamu tidak akan mengerti pah. Kamu tidak akan mengerti situasi mama saat ini. jangankan menjelaskan, untuk bertemu dengan Delia pun. aku tak diberi kesempatan sedikitpun oleh Alan, Apalagi aku memberitahu tentang rencana Deni, kemungkinan besar Alan akan menuduhku kembali." Jelas Ane. berharap Putra yang mendengarkannya langsung mengerti apa yang dirasakan Ane saat ini.


"Menuduh, maksud kamu?" tanya Putra kembali.


"Alan menuduhku bawa aku sudah bersekongkol dengan Deni, hanya karena aku menolong Deni, saat Alan menjatuhkan Deni dari kursi rodanya! padahal niatku saat itu baik. Hanya ingin melihat bayi Delia yang baru saja lahir," jelas Ane. Kedua matanya terlihat berkaca kaca.


" Terus kenapa mama bisa tahu, jika Deni sudah berencana untuk mengambil anak Delia saat itu juga?" tanya Putra.


"Kenapa mamah bisa tahu. karena saat Mama datang kembali ke rumah sakit untuk menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi antara mama dan juga Deni. menjelaskan kepada Alan bawah Mama itu tidak bersekongkol dengan Deni, pada saat bersamaan. Mamah mendengar Deni menyuruh kedua suster untuk mengambil bayi Delia," ucap Delia.


" Kenapa Deni bisa berencana sejahat itu, padahal. Dia yang sudah menghancurkan hidup Delia," balas Putra.


"Entahlah, Mama juga tak menyangka jika Deni langsung keluar dari dalam penjara. padahal hukuman Deni Itu belum selesai, Entah dengan cara apa dia bisa keluar dari dalam penjara? Mama juga sudah bingung memikirkan lelaki b******* itu." pekik Ane saat membicarakan tentang Deni.


Hati Putra kini kembali, merasa kasihan terhadap sang istri. membuat ia perlahan memeluk erat tubuh istrinya dan berkata." Maafkan aku yang sudah berbicara yang tidak-tidak padamu Ane."


"Papah tak usah meminta maaf, seharusnya mamah yang meminta maaf kepada papah. karna hampir saja merahasiakan semua ini!" jawab Ane.


"Bagaimana dengan ayahmu. Apa ada hubungannya Deni ke luar dari penjara dengan ayahmu?" tanya Putra.


Ane mulai mengusap perlahan air matanya yang mulai mengenai kedua pipi," Mama sudah datang ke rumah kedua orang tua mama, dan juga bertemu dengan ayah."


" terus jawaban Ayah bagaimana?"


" tetap saja Ayah membela Deni."

__ADS_1


__ADS_2