
Xie Tong juga memberi kesempatan untuk Ryu berfikir sampai esok hari, karena itu semua demi kelangsungan dan nama Baik Klan.
Saat Xie Tong keluar dari kamar, Ryu kembali duduk bersila untuk Berkultivasi. Namun saat berkonsentrasi, Ryu merasakan ada Aura yang sedang berlatih di bagian belakang bangunan yang terdapat sebuah Bukit kecil.
Ryu langsung bergegas menuju arah tersebut hingga mencapai Kaki Bukit yang terlihat sosok Wanita memakai Cadar berwarna Biru laut dengan Kultivasi berada di Pendekar Suci Tahap Akhir sedang berlatih.
' Cukup Unik. Sepertinya Gadis ini memiliki Jalan Kultivasi yang hampir sama denganku.' Ryu memperhatikan setiap Gerakan Gadis tersebut.
Setelah cukup lama memperhatikan, Ryu berinisiatif untuk keluar dari persembunyiannya hingga Gadis tersebut sangat kaget dengan kedatangan Ryu yang Tiba-tiba.
" Siapa Kamu?" Gadis tersebut penuh hati-hati sambil menutup wajahnya.
" Aku hanya berjalan-jalan menikmati angin segar, tapi aku menyasar hingga mencapai Bukit ini." Ryu memperlihatkan Gadis tersebut bersiap untuk menyerangnya.
' Siapa Pemuda ini? kenapa dia bisa tau tempat persembunyian ku? mengapa Dia berani sekali masuk ke wilayah ini' Gadis tersebut mengukur Kultivasi Pemuda di Depannya yang sama dengannya.
" Sepertinya kita sama-sama bisa dibilang Sampah di Klan ini. Tapi aku suka dengan kegigihan mu. Hanya saja Teknik Pedangmu sedikit ada kekurangan." Ryu masih menjaga jarak dengan Gadis tersebut.
" Berani sekali kamu menghina Teknik Rahasia Klan Xie." Gadis tersebut langsung menyerang Ryu.
" Hei... aku mengatakan hal ini dengan sebenarnya." Ryu terus menghindar dari serangan Pedang Gadis tersebut.
" Rasakan Teknik Pedang ini." Gadis tersebut menggunakan Teknik Pedang Kalajengking.
Sayangnya setiap serangannya dapat dihalau oleh Ryu dengan mudah hingga membuatnya semakin kesal walaupun sebenarnya Ryu tengah memperbaiki setiap gerakan serangan dari Gadis tersebut.
' Kenapa gerakanku bisa berubah seperti ini?' Gadis tersebut menyadari gerakannya telah berubah namun setiap serangan mengandung tenaga yang Kuat dan Cepat.
" Tap." Ryu langsung memegang tangan Gadis tersebut yang dimana ada Pedang di tangannya.
" Bagaimana? Apa kamu merasakan ada Perubahan dalam Gerakanmu?" Ryu mendekatkan wajahnya kepada Gadis tersebut hanya sisa beberapa Senti.
" Dasar Mesum." Gadis tersebut memasang wajah memerah sambil menendang bagian Tongkat Komandonya.
" Aaahhh..." Ryu berpura-pura berguling di Tanah walaupun hanya sedikit sakit saat bagian Tongkat Pusakanya disentuh oleh Kaki halus Gadis tersebut.
" Siapa suruh berani macam-macam." Gadis tersebut memalingkan wajahnya penuh kemenangan.
Sesaat Gadis tersebut ingin melihat kembali dimana Ryu berada, kini hanya terlihat kosong membuatnya sedikit khawatir.
" Kemana Pemuda itu? Aku harus melaporkan ini pada Ayah." Gadis tersebut menganggap bahwa Ryu adalah Penyusup.
Ryu yang sudah berada di kamarnya, kini hanya memasang wajah kesal mengingat kejadian yang baru menimpanya.
" Haaahh... Untung saja punyaku sekarang sekeras Batu." Ryu membayangkan jika tubuhnya masih seperti dulu maka hal itu sudah pasti akan membuatnya Pingsan bahkan Mati.
Tidak ada niat lagi untuk Berkultivasi, Ryu langsung membaringkan tubuhnya untuk istirahat sejenak.
Setelah berbaring beberapa saat, Ryu mendengar sebuah keributan di luar yang membuatnya terbangun dari tidurnya langsung menuju ke tempat Kerja Penatua Obat.
" Senior Tong, Apa yang terjadi?" Ryu menatap Xie Tong yang sedang buru-buru.
" Tuan Ryu, katanya ada Penyusup sedang berada di Klan Xie." Xie Tong langsung keluar menuju lapangan Klan.
__ADS_1
" Penyusup?" Ryu juga bergegas mengikuti Xie Tong.
Setelah mencapai di lapangan Klan, kini terlihat sudah banyak yang berkumpul termasuk Ketua Klan dan para Tetua lain hingga Gadis bercadar juga di tempat itu.
" Ayah... Itu dia Penyusupnya." Gadis bercadar menunjuk ke arah Ryu yang baru saja datang yang membuat mereka memalingkan wajah ke arah Ryu.
" Hua'er... Pemuda itu bukan Penyusup. Tapi dia tamu kehormatan Klan kita." Xie Tang merasa tidak enak saat Xie Hua menunjuk ke arah Ryu.
" Tapi Ayah, dia.... " ucapan Xie Hua terpotong ingin memberitahukan bahwa Ryu masuk ke Wilayah terlarang Klan Xie.
" Harusnya Aku yang meminta Pertanggung jawabanmu. Karena kamu telah menendang Adik Kecilku. Jika aku tidak memiliki Keturunan, maka aku akan menuntutmu." Ryu buru-buru bersuara agar tindakannya tidak ketahuan.
" Apa?" Semua terkejut dengan ucapan Ryu. Jika sampai Ryu tidak bisa memiliki Keturunan karena ulah Xie Hua maka Guru dari Ryu sudah pasti akan menghukum Klan mereka.
Xie Tang langsung berkeringat dingin jika Guru Ryu ( You Kong) meminta Pertanggung jawaban maka seluruh Klan akan hancur dalam satu kibasan.
" Tuan Ryu, tolong jangan Laporkan kejadian ini pada Guru Tuan." Xie Tang berkeringat dingin sekaligus mengutuk keras tindakan Anaknya.
Melihat semua Anggota Klan terlihat ketakutan, Xie Hua menarik kesimpulan bahwa Ryu bukanlah Orang Sembarangan apalagi melihat tingkah Ayahnya sampai gemetar.
" Tuan.. Tolong jangan hukum Klan kami. Biar aku yang menanggung Hukuman itu sendiri karena kecerobohan ku sendiri dan tidak ada berhubungan dengan mereka." Xie Hua berlutut di hadapan Ryu.
' Menarik... Gadis ini begitu sangat peduli dengan Orang Lain.' pikir Ryu.
" Nak... Biar Ayahmu yang menanggung. masa depanmu masih panjang. Apa yang harus aku katakan kepada Kedua Orang Tuamu di Alam leluhur nanti." Xie Tang tidak ingin Anak angkatnya menanggung Hukuman di usia mudanya.
Xie Hua memang bukan anak kandung dari Xie Tang, melainkan Putri dari Adiknya yang menantu dari Klan Xiong Klan Besar Nomor empat yaitu Xiong Zhao Anak.
Xiong Zhao sendiri adalah Putra dari Ketua Klan Xiong yang Istri Kelimanya adalah Xie Yun.
Karena Xie Hua tidak seperti teman sebayanya hingga dianggap sebagai Sampah Klan dan sering dijadikan bahan ejekan bahkan sering dipukuli oleh teman seusianya.
Oleh karena itu Xiong Zhao dan Xie Yun membawa Xie Hua ke Klan Xie agar anak mereka tidak menjadi bahan ejekan.
Namun saat melakukan Perjalanan Mereka dihadang oleh Kelompok Klan Song yang ingin membunuh mereka dan ingin menculik Xie Hua.
Beruntung saat itu Xie Yun berhasil membawa Xie Hua ke Klan Xie dengan kondisi tubuh bersimbah darah dan Xiong Zhao sendiri menjadi tameng mereka harus mengorbankan nyawa demi anaknya.
Klan Xiong yang mendengar kabar itu sangat marah namun tidak berani bertindak karena Putri dari Klan Song banyak yang menjadi Menantu Klan Long dan Klan She.
Ryu yang dihadapkan dengan situasi tersebut dia merasa bersalah karena Sandiwaranya sudah melampaui batas yang membuat semua Anggota Klan Xie berlutut didepannya sambil berfikir keras untuk menghadapi hal itu.
" Aku hanya meminta Tanggung Jawab dari Gadis ini saja. Gadis ini akan menjadi Istriku." Ryu tidak ada pilihan lain dan harus menjadi salah satu dari Anggota Klan agar bisa masuk ke Akademi Naga Langit.
Mendengar ucapan dari Ryu, semua terlihat senang dan menganggap itu bukan Hukuman melainkan sudah Anugerah agar Klan mereka bisa bertahan.
Disisi lain Xie Shuxiang dan 30 Gadis lain mengutuk dalam hati bagaimana Ryu bisa memilih Istri yang tingkat Kultivasinya masih berada di Pendekar Suci Tahap Akhir.
" Terimakasih Tuan." Xie Hua terlihat senang bercampur bingung karena dalam hidupnya belum pernah mendekati seorang Pria kecuali Ayahnya dan Ketua Klan Xie Ayah angkatnya.
Setelah suasana tegang telah berakhir, Xie Tang dan para Tetua Klan membawa Ryu dan Xie Hua masuk ke dalam Ruangan Rapat Klan untuk menentukan hari Pernikahan mereka.
Saat keputusan telah disepakati dimana Pernikahan tersebut akan dilaksanakan pada keesokan hari dan dilakukan di Kediaman Klan Xie tanpa mengundang dari Klan lain agar status Ryu tidak diketahui.
__ADS_1
Pada keesokan hari, mereka melangsungkan Pernikahan dengan meriah bahkan Anggota Klan sepakat untuk menghadiahkan sebuah Rumah untuk ditinggali oleh Ryu dan Xie Hua.
Dalam pernikahan tersebut Ryu memberi Hadiah Perang Roh Tingkat Langit sebagai mahar Pernikahan tersebut.
Namun sebelum itu, Ryu terlebih dulu meminta persetujuan dari Ketujuh Istrinya dan mereka juga menyetujui hal tersebut karena tujuan mereka adalah mengumpulkan Sumberdaya yang telah dijelaskan oleh Ryu.
Setelah acara selesai, meraka pun Satu-persatu memberikan ucapan selamat kepada Ryu dan Xie Hua.
" Tidak menyangka, ternyata Nona Hua sangat Cantik dari Nona Shuxiang. Pantas saja dia selalu menutup wajahnya." Ucap dari beberapa Anggota Klan.
" Benar Saudara... Tapi aku khawatir, pasti akan banyak yang mempersunting Nona Hua jika mereka tau hal ini. Semoga saja Tuan Ryu bisa menjaganya." yang lain menimpal.
" Dari Kultivasi Tuan Ryu sangat Rendah, tapi aku harap Gurunya bisa membantu." ucap yang lain.
" Selamat Tuan Ryu. Aku harap kalian jangan dulu punya Anak, karena Perjalanan kalian masih panjang." Xie Tong sambil menatap wajah Xie Hua memerah seperti kepiting rebus meskipun dari wajah Ryu terlihat seperti biasa.
" Terimakasih Senior." Ryu memasang sebuah senyuman.
' Ryu'er, Hua'er... Hari sudah sore, lebih baik kalian masuk ke dalam. Karena ini adalah Malam pertama kalian. " Xie Tang memandang wajah Xie Hua yang terlihat malu-malu.
" Baik Ayah." Xie Hua langsung masuk ke dalam kamar karena tidak tahan lagi mendengar ucapan Anggota Klan yang selalu memujinya.
" Tuan Ryu, Sepertinya Nona Hua tidak sabar lagi." Xie Kai mengoceh sambil meneguk Arak.
" Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu juga tidak tahan mendengar ocehan Mereka karena sudah mabuk.
Di dalam Kamar, melihat Xie Hua begitu gelisah karena untuknya itu seperti sebuah mimpi di siang bolong.
" Ah.. Gege.." Xie Hua terkejut dengan kedatangan Ryu.
" Sudahlah, kamu tidak perlu setegang itu." Ryu melepaskan pakaian Pengantin lalu menggantinya dengan Pakaian biasa.
Melihat Ryu yang sedang berganti pakaian di depannya, Xie Hua merasakan jantungnya berdetak kencang karena pertama kali menyaksikan hal itu.
" Kamu tidur saja. Aku tidak akan mengganggumu." Ryu langsung berbaring di Ranjang Pengantin mereka yang harum semerbak yang seisi ruangan banyak ditaruh bunga.
' Apa? kenapa dia begitu Acuh? apa aku kurang Cantik?' Berbagai pertanyaan di fikiran Xie Hua melihat Ryu begitu Cuek.
" Sudahlah... Mungkin dia Capek." Xie Hua berjalan perlahan mendekati Ranjang Pengantin lalu berbaring di samping Ryu dengan suasana hati kacau.
Xie Hua yang sudah berbaring, kini terus memperhatikan Ryu yang sepertinya sudah tertidur pulas.
Dalam hatinya Dia ingin melayani kebutuhan Suaminya, meskipun masih belum tau apa yang harus dia lakukan hingga Xie Hua juga ikut tertidur karena dia juga sudah ngantuk.
Pada keesokan hari, Ryu sudah keluar dari Rumah menuju ke Ruang Ketua Klan agar bisa mendaftar ke Akademi Naga Langit.
" Ryu'er... Penerimaan Murid Baru akan diadakan Satu Bulan lagi. Tapi apa kamu mau meninggalkan Istrimu? kalian kan baru saja Menikah. Apa kamu ingin meninggalkannya?" Xie Tang mengerutkan keningnya.
" Ketua... Apa ada cara lain?" Tanya Ryu.
" Tidak ada... Lagi pula untuk masuk ke dalam Akademi Naga Langit harus memenuhi persyaratan yaitu sudah mencapai Pendekar Alam Tahap Awal. Itu artinya kamu tidak lolos." Ucap Xie Tang.
" Kalau begitu aku akan mencoba Menerobos." Ryu akan menggunakan Kultivasi Ganda kepada Ketujuh Istrinya berharap bisa menerobos.
__ADS_1
" Semoga kamu berhasil. dan jika itu terjadi, Bawalah Istrimu! Aku tidak mungkin bisa menjaganya, lagi pula kamu adalah suaminya. " Xie Tang berharap agar Xie Hua juga mendapatkan Sumberdaya yang layak demi meningkatkan Kultivasinya.