
' Klan Ling? Guru, apakah Klan ini tempatmu berasal' Ryu memperhatikan Pria Paruh Baya tersebut lalu menoleh ke arah Wanita disampingnya yang di sampingnya yang memiliki Paras Cantik Body Ramping namun memiliki Bagian dada yang sangat menonjol begitupun dengan Bokongnya terlihat Padat berisi.
" Gege..." Xie Hua membuyarkan lamunan Ryu yang terus memperhatikan kedua Sosok di depan mereka.
" Ah... Perkenalkan namaku Xie Ryu, dan ini Istriku Xie Hua." Ryu tersadar langsung memperkenalkan diri mereka.
' Haaahh... Sudah kuduga, ternyata mereka sudah Menikah' Lin Liddan membatin.
" Kakek... Sebaiknya kita Cepat pulang ke Sekte. Tempat ini sangat berbahaya." Ling Queqi terlihat dingin mulai melangkahkan kakinya.
" Junior... Sepertinya kami harus pergi, Kami harus menyembuhkan luka kami ketika sampai di Sekte. Jika ada waktu, berkunjunglah ke Sekte Kuil Bambu." Ling Liddan memberikan sebuah Lencana.
" Kakek... Mengapa kamu memberikan Lencana itu dengan mudah? kita tidak tahu mereka Orang Baik atau Jahat." Ling Queqi terlihat tidak senang atas apa yang dilakukan kakeknya.
" qi'er... Kamu tidak boleh seperti itu. Jika mereka Orang Jahat, maka untuk apa mereka membantu kita? " Ling Liddan merasa tidak enak atas tindakan Cucunya " Junior, maafkan atas kelakuan Cucuku. Jangan ambil hati." Ling Liddan mendekati cucunya.
" Tidak Masalah Junior... Namanya juga masih Remaja." Ryu sedikit senyum lalu menoleh ke arah Ling Liddan." Junior, Pakailah Pil ini! Dengan kondisi kalian sekarang akan lebih mudah dikalahkan jika bertemu orang Jahat." Ryu memberikan Pil Krisan Pemulihan Tingkat Bumi lalu melangkahkan kakinya diikuti Xie Hua.
" Terimakasih Junior." Ling Liddan merasakan Aura yang sangat kuat dari Pil tersebut.
" Mmmmmm." Ryu melambaikan tangan tanpa menoleh sambil melaju langkah kakinya.
' Pemuda itu? kenapa Aura Pil ini Puluhan kali lebih kuat dari Pil Pemulihan biasa.' Ling Liddan menatap ke arah Ling Queqi dengan tajam.
" Kakek... Pil Itu? " Ling Queqi juga merasakan Aura dari Pil tersebut.
" qi'er... Kamu telah melewati sebuah keberuntungan." Ling Liddan memasang wajah masam sambil memberikan satu Pil kepada Ling Queqi.
" Maaf Kek. " Ling Queqi mengambil Pil tersebut.
" Sudahlah... semua telah terjadi, lebih baik kita cari tempat untuk memulihkan diri." Ling Liddan berjalan mendekati sebuah Pohon besar berharap bisa bertemu kembali dengan Ryu di kemudian hari.
Dari kejauhan, Ryu dan Xie Hua yang sudah mengaktifkan Armor Pelangi terus memperhatikan Ling Liddan dan Ling Queqi seakan menunggu waktu mereka untuk pergi.
" Gege... Kenapa kita harus memantau mereka? Apa kamu menyukai Gadis itu?" Xie Hua terlihat kesal menatap Ling Queqi dengan Kebencian.
" Hua'er... Apa kamu tidak melihat tumpukan Mayat itu? Mayat mereka sangat berguna untuk Dunia Quzhu. Jadi jangan salah paham." Ryu terus memperhatikan kedua sosok tersebut.
" Gege.. Aku minta maaf. Aku kira Gege menyukai Gadis itu." Xie Hua merasa malu.
" Haahh.." Ryu menggelengkan kepala.
Setelah menunggu beberapa saat, terlihat kedua sosok tersebut sudah meninggalkan wilayah Pertarungan sebelumnya. Saat itu juga Ryu melancarkan aksinya menghisap semua Mayat tersebut menuju ke Dunia Quzhu.
Setelah semua mayat tidak ada yang tersisa, mereka langsung melanjutkan perjalanan dimana terdapat sebuah Hutan yang tidak terlalu lebat.
" Hua'er... kita Istirahat disini saja. Aku akan Berburu beberapa Hewan biasa dan mencari Ikan untuk mengisi kembali Dunia Quzhu. Karena hanya Kerang Langit saja yang bisa bertahan." Ryu berjalan ke arah Hutan.
" Gege... Aku ikut." Xie Hua berlari kecil mendekati Ryu.
Setelah cukup lama menyusuri Hutan, mereka sudah menangkap beberapa Ekor Kelinci dan beberapa Ayam Hutan lalu melanjutkan untuk mencari ikan di sebuah sungai kecil yang berada di dalam Hutan tersebut.
__ADS_1
Tidak lupa juga Ryu dan Xie Hua menangkap Hewan Roh yang masih rendah yaitu mulai dari Tingkat Pemula hingga Tingkat Petapa yang bertujuan untuk mengisi berbagai tempat Hutan yang ada di Dunia Quzhu.
" Hua'er... Aku rasa sudah cukup. Dengan adanya Teknik Ruang Waktu, mereka akan cepat berkembang biak." Ryu sangat senang karena di Dunia Quzhu sekarang sudah memiliki kecepatan Waktu 100 kali lipat dalam jangka Waktu tidak terbatas.
" Gege... Apa kamu yakin bahwa Dunia Quzhu akan seperti itu?" Xie Hua masih beranggapan bahwa Dunia Quzhu memiliki waktu yang terbatas.
" Hua'er... Kamu tenang saja. Jika kita Istirahat Seharian disana, maka di Dunia ini hanya memakan waktu hanya beberapa menit. Sepertinya Teknik itu sangat cocok di Dunia ini. " Ryu merasa itu adalah sebuah keajaiban.
" Syukurlah... dengan begitu kita bisa bisa mencapai Pendekar Surgawi secepatnya." Xie Hua sangat senang.
" Hua'er... Kita nikmati saja setiap Prosesnya. Meskipun memiliki Kecepatan Waktu, tapi kita juga harus mengisi Energi Alam agar tidak habis. Jika Energi Alam telah habis, sama saja tidak berfungsi." Ryu menerangkan seraya berjalan menuju pinggir Hutan.
" Termasuk Sumberdaya juga?" Tanya Xie Hua.
" Mmmmm... Jika banyak Sumberdaya, maka Energi Alam di Dunia Quzhu juga akan terbantu meskipun sedikit." Ryu menerangkan.
" Aku mengerti sekarang." Xie Hua teringat Saat Mereka berdua Berkultivasi selama Dua Tahun banyak memakai Sumberdaya bahkan Energi Alam di Dunia Quzhu juga menipis.
" Gege... Kita Istirahat di Dunia Quzhu saja! Jika kita menunggu sampai Besok Pagi, berarti kita disana bisa mengisi waktu senggang sekitar Lima Puluh Hari artinya lebih dari sebulan." Xie Hua Sangat senang.
" Aku pikir juga begitu. Jadi kita punya Waktu untuk Berkultivasi dan berlatih." Ryu menghentikan langkahnya saat sudah berada di depan jalan setapak.
Setelah memeriksa keadaan sekitar, Ryu dan Xie Hua membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu masuk ke Dunia Quzhu.
Saat berada di Dunia Quzhu, Ryu dan Xie Hua memilih untuk beristirahat. Sambil menunggu Pagi di Dunia Abadi, mereka juga Berlatih, Berkultivasi, merawat Sumberdaya ataupun sekedar bersantai menikmati keseharian mereka.
Tidak lupa Ryu juga meningkatkan Pedang miliknya dan milik Xie Hua dimana sekarang setiap Lawan yang mati dengan terbasan Pedang mereka akan secara otomatis langsung terhisap ke Dunia Quzhu.
Walau meningkatkan kedua Pedang tersebut memakan waktu lama, namun tidak berarti karena berkat bantuan Teknik Ruang Waktu.
Hal itu terus mereka lakukan setiap hari hingga pada hari keenam, mereka telah berada di depan pintu Gerbang Kota Moguo.
Di Kota Moguo juga terlihat sangat sepi, meskipun Kota tersebut sangat megah dan luas.
" Ini aneh... Kenapa begitu Sepi? " Ryu mengerutkan kening sambil memperhatikan wilayah sekitar.
" Gege... Apa mungkin Kota ini juga diserang oleh Manusia Rawa?" Xie Hua juga merasa heran.
" Mungkin saja. Lebih baik kita Masuk ke dalam! Siapa tau ada Orang." Ryu melaju langkah kakinya menuju ke dalam Kota.
Setelah berjalan di tengah Kota, Ryu Melepaskan Spiritualnya untuk mengetahui keberadaan Warga.
" Sepertinya banyak yang berkumpul di Kediaman Walikota." Ryu mendekati bangunan yang paling Besar dan megah terlihat beberapa Orang yang sedang berjaga di Pintu Masuk kediaman Walikota.
" Ada Orang yang sedang menuju kemari." Seru salah satu Penjaga Gerbang.
Baru saja Ryu dan Xie Hua mendekati Pintu Gerbang, kini terlihat Rombongan Manusia Rawa yang sedang menuju ke arah Pintu Gerbang.
" Ini Gawat. Mengapa Kekaisaran Awan hanya mengirim Dua Orang saja." Beberapa Penjaga berkeringat dingin saat menyaksikan Gerombolan Manusia Rawa.
" Hua'er... Kita Gunakan Teknik Pedang Penghisap yang baru kita ciptakan." Ryu mengeluarkan Pedang miliknya.
__ADS_1
" Mmmmm." Xie Hua mengangguk lalu mengeluarkan Pedang miliknya bersiap untuk menyambut kedatangan Gerombolan Manusia Rawa.
" Masih Pendekar Alam Tahap Menengah, tidak terlalu sulit." Ryu berinisiatif langsung menyerang mereka terlebih dulu.
Saat sekali tebasan Pedang milik Ryu, saat itu juga Manusia Rawa tersebut seakan menghilang menjadi bentuk asap seakan Masuk ke dalam Pedangnya.
Begitu juga dengan Pedang milik Xie Hua, saat Manusia Rawa itu Mati terkena Pedang miliknya, saat itu juga mereka langsung menghilang.
" Kedua Muda-mudi itu sangat berani. Bahkan dengan begitu banyak Manusia Rawa mereka seakan tidak takut. Bukankah itu hanya ingin mencari Mati." Ucap salah satu Penjaga.
" Perhatikan baik-baik Saudara! bukankah setiap tebasan Pedang mereka membuat Manusia Rawa itu menghilang entah kemana."
" Kamu benar... Sepertinya Pedang mereka adalah Senjata Roh Tingkat Langit, tapi memiliki kelebihan lain." ucap yang lain.
" Apa mungkin mereka adalah utusan dari Kekaisaran Awan? "
" Aku rasa tidak. Setiap gerakan mereka sepertinya mereka bukan dari Benua Timur."
" Kalau begitu Aku akan melaporkan ini pada Walikota." ucap salah satu dari mereka.
Di sisi lain Ryu dan Xie Hua seakan menikmati Pertarungan tersebut, karena mereka sendiri memiliki Keuntungan Karena Saat Manusia Rawa menghilang, yang lain juga terlihat kebingungan karena tidak tau kemana Rekan mereka Pergi.
Sesekali Ryu dan Xie Hua melancarkan Teknik mereka untuk melukai Manusia Rawa jika saat dalam keadaan terdesak.
Meskipun Ryu dan Xie Hua menjalani Pertarungan yang tidak begitu berarti, namun mereka juga Kewalahan karena Manusia Rawa memiliki Jumlah yang Banyak.
'Sial... Dari mana mereka ini seakan tidak ada habisnya.' Ryu menggerutu dalam hati sambil melirik ke arah Xie Hua.
'Jalan Bayangan '
Ryu Langsung menggunakan Teknik tersebut karena takut Xie Hua bisa terluka, langsung menuju ke arah Xie Hua. Seketika lebih dari setengah jumlah Manusia Rawa langsung mati dan menghilang.
' Gege... Terimakasih ' benak Xie Hua karena Ryu membantunya ketika sedang terdesak hingga dia mulai bergerak dengan bebas.
' 100 Pedang Tanpa Wujud '
Xie Hua juga menciptakan Teknik tidak ingin terdesak seperti sebelumnya.
Secara perlahan, Manusia Rawa pun mulai sedikit hingga Ryu dan Xie Hua bisa bergerak dengan bebas untuk mengakhiri Pertarungan.
Walikota Moguo yang melihat kejadian tersebut merasa Kagum menganggap Kedua sosok tersebut adalah utusan dari Kekaisaran Awan.
" Penjaga... Sepertinya Kaisar Zou telah mengirimkan utusan terbaik untuk Kita." Walikota terlihat senang.
" Maaf Pak Walikota, sepertinya mereka bukan urusan Kaisar Zou." Ucap Pemimpin Penjaga.
" Haahh.... Sepertinya Kaisar Zou hanya memikirkan Kesenangan mereka sendiri dan tidak memperhatikan Keamanan Wilayahnya." Bi Zhang memasang wajah masam.
" Syukurlah Kedua sosok itu mau membantu, jika terlambat sedikit aku khawatir dengan Penduduk yang mengungsi. " Ucap Pemimpin Penjaga.
" Pengawal, sampaikan kepada Pelayan! Siapkan jamuan terbaik untuk Tamu Kehormatan kita." Bi Zhang memberi perintah kepada salah satu Pengawal saat melihat Ryu dan Xie Hua sudah mengakhiri Pertarungan mereka.
__ADS_1
" Baik Tuan." Pengawal tersebut menundukkan kepala lalu berjalan ke kediaman Walikota.
Ryu dan Xie Hua yang sudah mengakhiri Pertarungan mereka kini Langsung berjalan mendekati Pintu Gerbang berniat ingin menanyakan tentang keberadaan Manusia Rawa.