SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Permintaan Maaf


__ADS_3

Dengan penuh keserakahan, Wu Yangmi menatap ke arah Ryu berniat untuk mendekati Pemuda tersebut tanpa memperdulikan harga dirinya sebagai seorang wanita.


" Mi'er... Kamu tidak cocok untuk mendapatkan harta ini." Wu Tian merebut kembali kedua cincin Ruang tersebut lalu memberikan kepada Ayah.


Melihat tingkah Wu Yangmi, Wu Shan Liang sangat kesal langsung mengambil kedua cincin itu dan menyimpannya di Cincin Ruang miliknya yang diberikan oleh Ryu sebelumnya.


Dengan begitu Wu Yangmi tidak bisa mengambilnya lagi dari tangan Wu Shan Liang, karena cincin Ruang miliknya sudah terikat kontrak dengannya.


Meskipun Wu Shan Liang sebenarnya tidak ingin mengambil Cincin Ruang tersebut, namun karena sikap Wu Yangmi seperti itu. Dia berpikir bahwa Ryu tidak akan mengambil kembali cincin Ruang itu.


" Tuan Ryu... Maafkan aku karena telah merendahkanmu, aku mengaku salah." Wu Yangmi berlutut di hadapan Ryu dan berharap agar Pemuda itu bisa tertarik kepadanya.


Wu Shan Liang dan Wu Tian yang melihat tingkah dari Wu Yangmi, merasa tidak enak hati karena mereka sudah tau niat licik gadis tersebut.


" Aku sudah memaafkanmu. Jadi berdirilah!" Ryu menghela napas, atas perubahan sikap dari Wu Yangmi.


" Tuan Ryu... Aku bersedia melakukan apapun untuk menebus kesalahanku, bahkan siap menjadi Istri ataupun Selir." Wu Yangmi yang tidak tau diri berharap agar Ryu bisa menerimanya.


" Dao Luo, Wu Tian... Mari kita berangkat." Ryu tanpa memperdulikan ucapan dari Wu Yangmi sedikit mengeluarkan Aura Dewa Agung kepada wanita itu membuatnya jatuh pingsan tanpa diketahui oleh Dao Luo, Wu Tian maupun Wu Shan Liang.


" Baik Tuan Ryu." Kedua Pria itu berjalan mengikuti Ryu keluar dari Penginapan.


Saat sudah keluar dari penginapan; Ryu, Dao Luo dan Wu Tian langsung menuju ke arah dimana letak pelabuhan yang tidak jauh dari tempat tersebut lalu mencari tempat yang aman untuk mengeluarkan Kapal Udara.


" Dao Luo." Ryu memberi Isyarat kepada sosok tersebut.


" Baik Tuan Ryu." Dao Luo langsung mengeluarkan Kapal Udara hingga menyentuh ke air.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kapal udara dimana terlihat para prajurit sudah berada di tempat itu.


" Salam Tuan." Para prajurit memberi hormat meskipun mereka sudah mengetahui Ryu adalah Kaisar, namun mereka tidak ingin menyebut nama itu yang tentu akan membuat penyamaran Ryu akan diketahui.


Sejak awal Dao Luo meminta kepada para Prajurit untuk tidak menyebutkan ' Kaisar ' karena dia yakin mereka akan melakukan perjalanan panjang.


Ryu juga tidak keberatan dengan sebutan itu, karena dia sendiri tidak menginginkan hal tersebut.


Dengan sebuah anggukan kecil Ryu menyapa ramah mereka lalu menoleh ke arah Wu Tian.


" Wu Tian... Jalankan kapal ini!" Ucap Ryu.

__ADS_1


" Baik Tuan Ryu." Wu Tian memberi hormat lalu pergi ke ruang kemudi.


" Dao Luo... Selama dalam perjalanan, kalian bisa melakukan latihan. Aku akan menyimpan Sumberdaya dan Harta langit di Gudang penyimpanan di kapal ini." Ucap Ryu.


" Baik Tuan." Dao Luo menundukkan kepala terlihat senang karena dia tau apa yang diberikan oleh Ryu kepada mereka.


" Kalau begitu aku pergi ke atas kapal ini. Mungkin Istriku sangat menyukai tempat ini." Ryu melangkahkan kaki menuju gudang penyimpanan.


" Kalian dengar itu? Jadi jangan kecewakan Tuan kita. Kita harus menjadi lebih kuat lagi untuk menemani perjalanan Tuan Ryu hidup ataupun mati." Dao Luo menatap ke arah para prajurit.


" Baik Jenderal." Jawab mereka serempak.


" Haaahh... Kalian sudah lupa. Jangan panggil aku Jenderal lagi, kalian panggil saja aku Ketua." Ucap Dao Luo.


" Baik Ketua." Jawab para prajurit serempak.


" Itu lebih bagus. Sekarang pergilah ke kamar kalian masing-masing! Kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti, lautan ini banyak menyimpan misteri bahkan lebih ganas dari pada Hutan belantara." Dao Luo mengingatkan kepada mereka.


" Baik Ketua." Para prajurit memberi hormat lalu meninggalkan tempat tersebut.


Di tempat lain Ryu yang sudah menaruh Sumberdaya dan Harta langit di gudang penyimpanan, dia pun langsung pergi ke atas kapal untuk menikmati pemandangan di lautan luas.


Tiupan angin yang menerpa wajahnya membuat Ryu mengenang kembali saat pertama kali naik kapal pesiar di Dunia Fana.


Hingga dalam hitungan detik mereka telah muncul di hadapan Ryu, bahkan Jinying juga ikut bersama mereka.


" Gege... Akhirnya kita berangkat." Sheng Zhishu dan yang lain terlihat senang saat melihat pemandangan air laut bahkan begitu menikmati angin yang menerpa wajah mereka.


" Mmm... Meskipun laut ini sangat Indah memanjakan mata, namun kita harus tetap waspada karena pasti akan banyak menemukan Hewan Roh yang ada di air ataupun para perompak." Ryu mengingatkan kepada Istrinya sambil berjalan mendekati sebuah kursi yang memanjang.


" Gege... Apa kamu memaafkanku?" Jinying masih penasaran karena Ryu masih belum memberi tanggapan.


" Ying'er... Kali ini aku memberikan satu kesempatan. Bagaimanapun juga, kamu adalah Ibu dari Liu Bai Jun." Ryu yang sudah duduk di kursi sambil menoleh ke arah Jinying.


" Terimakasih Gege... Aku akan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan lagi. Aku akan mengikrarkan sumpah langit untuk setia kepadamu dan melindungi Istrimu yang lain." Jinying mencium tangan Ryu sangat senang.


" Ying'er... Kamu tidak perlu melakukan sumpah langit. Jika kamu menganggap mereka adalah keluargamu, itu sudah cukup." Ryu mengusap rambut Jinying.


" Terimakasih Gege." Jinying berkata dengan tulus lalu duduk di samping Ryu.

__ADS_1


" Ying'ying... Apa kamu yakin bisa melindungi kami? Meskipun dari tingkat Kultivasi kita sama, tapi dari segi kekuatan kamilah yang akan melindungimu." Yuwang langsung duduk di kursi tersebut sambil menikmati pemandangan air laut.


" Ah... Itu..." Jinying merasakan Aura dari Yuwang dan yang lain begitu sangat kuat.


" Tenang saja... Kami akan mengajarimu Teknik yang baru kami ciptakan. Mungkin kamu akan suka. Hanya saja wangi tubuhmu tidak bisa menyamai kami." Huli Yue mengeluarkan aroma wangi dari tubuhnya tertuju kepada Jinying.


Sontak membuat Jinying terkejut karena aroma wangi tersebut begitu menggoda siapapun yang menciumnya.


" Aku tidak mau lagi untuk Berkultivasi atau apapun itu. Yang penting aku akan setia kepada Gege." Jinying langsung menyandarkan kepalanya di bahu Ryu karena sudah lama merindukan sosok tersebut.


" Apa kamu yakin?" Tanya Sheng Zhishu yang juga sudah duduk di kursi tersebut.


" Aku sangat yakin. Meskipun harus kehilangan Kultivasi, yang penting aku akan bersama Suamiku selamanya." Jinying terus merangkul Ryu tanpa memperdulikan tatapan mata Istri Ryu yang lain.


" Huuh... Bilang saja cari kesempatan." Xie Hua terlihat kesal.


" Terserah... Oh ya... Aku punya sesuatu untuk kalian. Aku tidak mau memakainya lagi." Jinying mengeluarkan bola Api berwarna biru.


" Api Surgawi?" Xin Chie melotot ke arah Bola Api tersebut karena dia tau fungsi dari Pusaka langit itu.


Begitu juga dengan Ryu dan yang lain, mereka mengetahui bahwa Api Surgawi sangat dibutuhkan oleh seorang Alkemis untuk meningkatkan Spiritual mereka.


" Gege... Sepertinya ini cocok untukmu." Jinying memberikan Bola Api tersebut kepada Ryu.


" Aku tidak membutuhkannya. Berikan saja kepada Chie'er! Dia juga seorang Alkemis." Ryu mengetahui Bola Api itu memang sangat kuat. Tapi jika dibandingkan saat dia sudah mendapatkan Inti Api dari Penguasa Elemen Api, maka Api Surgawi tidak ada apa-apanya.


" Hmm... Baiklah." Jinying memberikan Api Surgawi itu kepada Xin Chie.


" Terimakasih Ying'ying." Xin Chie sangat senang langsung mengambil Api Surgawi dari tangan Jinying.


" Mmm... Aku juga punya yang lain." Jinying mengeluarkan dua Pisau kecil berbentuk ukiran bergelombang di bagian tengahnya.


" Pisau Angin?"


" Pusaka langit?"


Semua terkejut melihat kedua Pusaka langit tersebut karena untuk mendapatkan benda tersebut bukan hal yang mudah.


" Mmm... Sebenarnya Pisau Angin ini adalah sepasang. Jadi aku bingung harus memberikan kepada siapa?" Jinying menatap ke arah Nan Sian dan Lan Liwei.

__ADS_1


" Ying'er... Kamu berikan saja kepada Sian'er dan Wei'er masing-masing satu. Aku rasa tidak masalah, karena mereka bisa menggabungkan kekuatan mereka." Ryu memberi saran.


" Baiklah.... Anggap saja sebagai permintaan maafku kepada kalian semua." Jinying memberikan Pisau Angin tersebut kepada Nan Sian dan Lan Liwei.


__ADS_2