
Setelah berada di Penginapan, Ryu langsung menuju ke sebuah meja dimana pada lantai dasar terdapat sebuah kedai.
" Pelayan.... Bawakan aku makanan dan arak terbaik disini." Ryu melambaikan tangan ke arah salah satu Pelayan yang tidak jauh dari tempatnya.
" Baik Tuan, tunggu sebentar!" Pelayan tersebut mengangguk lalu berjalan ke arah dapur Penginapan.
Tidak beberapa lama, pelayan tersebut kembali ke meja yang ditempati Ryu dengan membawa hidangan yang dipesan oleh Ryu.
" Silahkan dinikmati Tuan." Pelayan mempersilahkan lalu meninggalkan tempat tersebut.
Ryu pun menikmati hidangan tersebut dengan santai, karena sebelumnya dia juga sudah makan bersama Istrinya.
Tidak lain tujuan Ryu ke tempat itu hanya ingin mencari beberapa informasi yang dia butuhkan.
Dengan sebuah guci arak di tangannya, Ryu meneguk sedikit demi sedikit agar terbiasa dengan minuman tersebut.
Setelah beberapa saat terlihat sosok Pria tua yang sedang berdiri di depan penginapan sambil memegang perutnya.
Ryu memperhatikan Pria tersebut dengan seksama dimana terdapat seorang Pelayan sedang mengusirnya.
" Dasar Pria tua miskin. Cepat pergi dari sini sebelum Pengawal Penginapan bertindak lebih jauh kepadamu." Pelayan tersebut merasa jijik melihat Pria tua itu.
" Nona... Biarkan saja mengambil sisa makanan dari pengunjung disini. Saya sudah tidak makan selama dua hari." Pria tua memelas dengan tangan gemetar.
" Ciihhhh... Pergi dari sini sekarang! Kedatanganmu sangat mengganggu kenyamanan pengunjung yang ada disini." Pelayan sangat kesal dengan adanya Pria tua itu, membuat beberapa pengunjung menutup hidung yang menandakan bahwa mereka telah mencium bau yang tidak sedang dari Pria tua tersebut.
Dari beberapa pengunjung yang tidak jauh dari pria tua tersebut, kini semua menutup hidung mereka karena sudah tidak tahan dengan aroma tidak sedap tersebut.
Melihat hal itu Ryu merasa tidak tega, beranjak dari tempatnya menuju ke meja Kasir.
" Pelayan... Apa disini ada kamar khusus dengan paket lengkap?" Ryu bertanya kepada pelayan tersebut.
" Ada Tuan... Harganya sangat mahal. 15.000 Batu Roh selama sehari semalam lengkap dengan makanan, hiburan dan pemandian air panas." Pelayan tersebut melirik sebentar ke arah Ryu lalu melotot ke arah Pria tua yang masih berdiri di depan pintu Penginapan.
" Aku ingin memesannya Selama satu bulan untuk dua orang. Sekalian langsung membayar pesananku." Ryu meletakkan 500.000 Batu Roh di atas meja kasir.
Mendengar ucapan dari Ryu yang memesan selama satu bulan, Pelayan tersebut membulatkan mata langsung menoleh ke arah Ryu seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
" Ini?" Pelayan terlihat kaget saat melihat batu roh yang menumpuk di atas meja.
" Ada apa Pelayan? Apa masih kurang?" Ryu mengerutkan kening.
" Tidak Tuan. Ini sudah cukup." Pelayan tersebut dengan cepat mengambil Batu Roh tersebut lalu mengambil sebuah kunci.
" Pelayan... Tolong panggilkan Pria itu! Aku ingin berbicara dengannya." Ryu memberikan 1000 Batu Roh lalu menunjuk ke arah Pria tua yang sedang berdebat dengan salah satu Pelayan yang lain.
" Ba... Baik Tuan." Pelayan tersebut dengan wajah keserakahan mengambil Batu Roh tersebut lalu berjalan mendekati Pria tua.
Terlihat jelas Pelayan itu membisikkan sesuatu kepada rekannya hingga keduanya memberi hormat kepada Pria tua lalu menunjuk ke arah Ryu.
Para pengunjung yang melihat kejadian tersebut membulatkan mata dengan perubahan sikap dari kedua wanita tersebut.
" Haaahh... Ternyata pengaruh Harta bisa membuat orang berubah dengan cepat." Ryu bergumam sambil menatap ke arah kedua Pelayan yang membawa pria tua ke arahnya.
" Salam Tuan." Kedua Pelayan memberi hormat.
" Tuan Muda... Apakah kamu mengenalku?" Pria tua dalam posisi menunduk di hadapan Ryu.
" Senior... Kita bicarakan saja nanti. Sekarang ikutlah denganku. Pelayan... Antarkan kami ke kamar ini." Ryu menatap ramah kepada Pria tua lalu menoleh ke arah kedua Pelayan.
Setelah berjalan beberapa saat, kedua Pelayan membawa mereka ke sebuah bangunan besar di samping bangunan sebelumnya.
Di bangunan tersebut sangatlah megah, dimana di tengah bangunan terdapat kolam pemandian yang cukup luas.
Di sisi kiri dan kanan kolam pemandian air panas tersebut terdapat sepuluh pintu kamar dimana bagian depan memiliki perabotan hiasan yang sangat mewah.
" Silahkan masuk Tuan bangsawan! di kolam ini Tuan bangsawan bisa menggunakannya. Fungsi dari kolam pemandian air panas ini bisa memulihkan tenaga, karena air di dalamnya hangat secara alami." Pelayan membuka pintu sambil menjelaskan kolam pemandian yang di depan mereka.
" Terimakasih Pelayan." Ryu merasa kagum dengan desain bangunan tersebut hingga matanya tertuju pada kolam pemandian tersebut dan ingin mencobanya.
" Kalau begitu kami pamit dulu. Sebentar lagi akan ada Pelayan lain membawakan makanan kesini." Kedua Pelayan memberi hormat lalu meninggalkan tempat tersebut.
" Mmm." Ryu mengangguk lalu berjalan mendekati sebuah kursi di depannya.
" Tuan Muda... Kenapa kamu memanggilku? Apakah kita pernah saling mengenal sebelumnya?" Pria tua kembali bersuara saat kedua Pelayan sudah jauh dari mereka.
__ADS_1
" Silahkan duduk Senior! Aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu." Ryu mempersilahkan.
" Mohon maaf Tuan Muda. Hamba tidak layak duduk di tempat seperti ini. Hamba sangat bau dan kotor." Ucap Pria tua tidak ingin mengotori tempat tersebut dimana semua terlihat bersih dan mewah.
Ryu memang tidak mempermasalahkan hal itu. Namun jika ada Orang lain yang ada di tempat itu, pasti mereka akan merasa jijik.
" Kalau begitu, Senior bisa mandi dulu di pemandian air panas atau di kamar mandi. Kebetulan aku memiliki beberapa lembar pakaian yang tidak terpakai lagi." Ryu memberikan beberapa lembar pakaian karena takut ada pengunjung lain yang menginap di tempat itu.
" Te... Terimakasih Tuan Muda." Pria tua mengambil pakaian tersebut lalu menuju ke kamar mandi.
Meskipun Pria tua merasa tidak enak, namun jika ada orang lain yang mengetahui keberadaannya maka tidak menutup kemungkinan mereka akan memandang rendah sosok Pemuda yang telah berbuat baik kepadanya.
Tidak lama kemudian terlihat dua Pelayan mengantarkan makanan di atas meja yang ditempati oleh Ryu, seiring dengan itu Pria tua juga telah selesai membersihkan diri.
" Terimakasih Tuan Muda, tapi sepertinya pakaian ini sangat mahal. Hamba tidak tahu bagaimana caraku untuk membalas kebaikan Tuan Muda. Hamba tidak tau apakah benda ini cukup untuk membayar Pakaian ini." Pria tua mengeluarkan sebuah kotak kecil dari balik bajunya.
" Senior tidak perlu membayar. Junior ini hanya ingin melakukan sesuatu yang pantas sebagai sesama manusia." Ryu menolak pemberian tersebut karena dia pikir bahwa Pria tua itu hanya memiliki benda itu saja pada dirinya.
Hal itu memang benar, karena Pria tua tidak memiliki Cincin Ruang ataupun harta yang lain kecuali pakaian yang dia pakai.
" Mohon terimalah Tuan Muda! Hamba tidak layak memakai pakaian ini jika Tuan muda menolak." Pria tua menyodorkan kotak kecil tersebut kepada Ryu.
" Baiklah... Kalau begitu aku tidak sungkan lagi." Ryu mengambil kotak tersebut lalu membukanya hingga membuat dia sontak kaget saat melihat isi dari kotak tersebut.
" Senior... Ini." Ryu seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat dimana kotak tersebut berisi kepompong langit.
" Hamba menemukan kotak itu saat mencari keberuntungan di Makam Kuno. Hamba tidak tau apakah benda itu berharga atau tidak. Sedangkan Sumberdaya yang lain sudah hamba jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari." Pria tua menjelaskan.
" Oh ya namaku Ryu. Jika boleh tau siapa nama Senior?" Ryu menyimpan kotak tersebut ke Cincin miliknya seraya memperkenalkan diri.
Menurut Ryu tidak ada lagi yang bisa mengenal dia, karena sudah jauh dari Kekaisaran Awan. Bahkan Ryu juga tidak lagi menggunakan perubahan wujud, karena hal itu akan banyak mengeluarkan Qi jika digunakan terus-menerus.
" Salam Tuan Ryu... Namaku Wu Shan Liang." Wu Shan Liang menundukkan kepala.
Setelah itu Ryu mempersilahkan Wu Shan Liang untuk menikmati hidangan yang telah disediakan, karena Ryu dapat melihat bahwa Wu Shan Liang sudah tidak tahan lagi menahan rasa laparnya.
Ryu sengaja tidak melanjutkan pembicaraan mereka, karena Wu Shan Liang pasti enggan untuk menikmati hidangan tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai makan Ryu meminta kepada Wu Shan Liang untuk beristirahat sejenak, sedangkan Ryu ingin menikmati kolam pemandian air panas tersebut karena rasa penasarannya begitu kuat dan mumpung tidak ada orang lain di tempat itu.