
Ryu yang melihat kejadian tersebut hanya bisa mengerutkan dahinya sangat yakin bahwa Yinshi bisa mengalahkan Naga Emas tersebut.
Di sisi lain, Patriak Sekte Pagoda Suci yang tadinya terpental. Kini bangkit langsung menyerang ke arah Ryu.
Ryu yang tau arah serangan tersebut dengan cepat menghindar dan menyerang Balik Patriak Sekte Pagoda Suci.
Mendapatkan serangan Balik dari Ryu, Patriak yang tidak sempat menghindar kini harus mendapat sebuah pukulan dari Ryu.
Melihat Patriak yang terpental, 20 Para Tetua dengan sigap menyerang Ryu Secara bersamaan.
Serangan dari Para tetua tersebut membuat Ryu harus menerima beberapa pukulan yang membuatnya terpental dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Duar... Duar... Duar... " Serangan Hujan Petir Hitam dari Ryu membuat 20 Tetua langsung terluka parah.
" Aaarrrggghhhh." Jeritan dari 20 Tetua merasakan tubuhnya sangat panas seakan terbakar.
" Sial... Serangan Anak Muda ini sungguh mengerikan." Gumam Patriak Sekte Pagoda Suci.
" Si... Siapa orang ini? Tanpa membuat gerakan pun bisa mengeluarkan elemen Petir dan Api?" Tanya salah satu Tetua Kepada Tetua yang lain.
" Aku tidak Tau. Tapi sepertinya dia dari golongan Aliran Hitam." Jawab Tetua yang lain kepada rekannya.
" Golongan Hitam ya? Bukankah itu lebih baik dari pada kalian Golongan para Iblis?" Ucap Ryu seraya berjalan mendekati mereka.
Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya kemudian menatap para Tetua dengan tatapan dingin.
" Slash... Slash... Slash..." Kedua Tangan Para tetua terpotong.
" Aaarrrggghhhh..." Dia puluh Tetua meringis kesakitan saat tangannya terpotong.
" Kamu terlalu kejam Anak Muda." Ucap Patriak Sekte Pagoda Suci.
" Kejam ya? Aku rasa itu belum seimbang dari kekejaman kalian." Ryu kembali memotong kedua kaki para Tetua.
" Gluug." Patriak Sekte Pagoda Suci menelan ludah.
" Cukup Anak muda. Bukankah itu sudah keterlaluan." Paktriak Sekte merasa ketakutan karena Ryu seakan menikmati kesengsaraan dari 20 Tetua tersebut.
Di sisi lain Patriak Sekte Pagoda Suci tidak dapat berbuat Apa-apa. Jika melawan maka sama saja dengan bunuh diri.
" Keterlaluan? Kalian Sekte Aliran Putih sungguh terlalu naif. Bagaimana kalian bekerja sama dengan Tiga Sekte aliran Hitam untuk menghancurkan Sekte Tirai Air. " Ucap Ryu sambil menatap ke arah Patriak Sekte Pagoda Suci.
" Tidak hanya itu. Kalian juga bekerja sama dengan Sekte Salju Abadi. Jadi jangan mengajarkanku tentang kebajikan." Lanjut Ryu.
Mendengar ucapan dari Ryu, Patriak Sekte Pagoda Suci dan Tetua merasa terkejut.
__ADS_1
" Si... Siapa Kamu? Apa hubunganmu dengan Sekte Tirai Air? " Tanya Patriak Sekte.
" Aku adalah Menantu dari Paktriak Sekte Tirai Air. Aku kesini untuk menuntut balas atas perlakuan kalian. " Ucap Ryu dengan nada dingin.
" Hahahaha... Kamu terlalu bermimpi Anak Muda. Empat Sekte Besar yang lain dan Kaisar Dong akan Membalas Perbuatanmu" Paktriak sekte sedikit mengancam.
" Benarkah? Aku malah berencana untuk menghancurkan Kekaisaran Naga Hitam. Karena Empat Sekte lain telah aku lenyapkan." Ryu mengeluarkan sebuah buntalan.
Ryu kemudian melempar ke arah Patriak Sekte Pagoda Suci terlihat empat kepala yaitu empat kepala Patriak dari Aliansi rahasia mereka.
" Ba... Bagaimana mungkin?" Gumam Patriak Sekte Pagoda Suci berkeringat dingin merasa ngeri.
" Aku sudah banyak membunuh orang yang sudah berusia jutaan tahun. Jadi, kalian butuh waktu selama ribuan tahun lagi agar bisa mengalahkanku." Ucap Ryu yang disertai sambaran Petir Hitam diselimuti Api Hitam melesat ke arah Patriak hingga terluka parah.
" Aaarrrggghhhh." Patriak Sekte merasakan tubuhnya panas tidak mampu bergerak
" Slaaash." Pedang Naga Petir menebas kepala Patriak hingga putus.
Saat itu juga Ryu kembali memasukan kelima kepala Patriak Sekte tersebut di sebuah Peti berukuran sedang lalu memasukkan ke Cincin pemulihan miliknya.
Para tetua yang menyaksikan hal tersebut, kini bersikap pasrah karena tidak mampu melawan lagi.
Mereka berpikir bahwa Ryu sudah mencapai Pendekar Semesta yang sudah berusia jutaan tahun karena kekuatannya sangat mengerikan.
Sedangkan Yunjiang,Xie Hua, Ting Ye, Wang Mingjun, Qin Shuomei Li Jilan dan yang lain serta Pasukan Semesta masih terlihat masih melawan para Murid Sekte Pagoda Suci.
Hal itu disebabkan karena jumlah para Murid Sekte Pagoda Suci lebih banyak, bahkan ada yang mulai berdatangan menuju ke arah mereka.
Tidak ingin terlalu lama, Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang memiliki perubahan wujud harus turun tangan untuk membantu anggota Pasukan Semesta setelah membunuh para Tetua Sekte tersebut.
Di sisi lain Rubah Putih merupakan Hewan Kontrak milik Huli Yue juga telah membentuk asap putih langsung melesat ke arah kumpulan anggota Sekte.
Bagi siapapun yang terkena asap putih tersebut, seketika itu juga tubuhnya mengering.
Begitupun dengan Hewan Kontrak yang lain, mereka juga melakukan teknik terbaik mereka untuk membantu anggota Pasukan Semesta.
Setelah mereka semua mengeluarkan teknik andalan. Akhirnya seluruh Murid berhasil dimusnahkan.
Semuanya kini berkumpul bersama satu sama lainnya. Ryu pun memerintahkan Pasukan Semesta untuk menguras semua Harta dan Sumberdaya yang ada di Sekte tersebut.
Tidak lupa Ryu langsung memberi perintah kepada Tou Shuijing untuk pergi ke Kekaisaran Naga Hitam untuk memberikan sebuah Kotak berukuran sedang kepada Kaisar Dong.
Setelah semua para Pasukan Semesta kembali membawa jarahan, Ryu langsung membawa mereka kembali ke Sekte Tirai Air.
Semua Pasukan Merasa sangat Senang, Karena tidak ada satupun dari Mereka yang meninggal saat menyerang Sekte Pagoda Suci walaupun Beberapa dari mereka harus mengalami Luka Parah berkali-kali.
__ADS_1
Itu semua berkat pengalaman mereka sebelumnya saat menghancurkan Sekte Salju Abadi yang membuat mereka saling bekerjasama.
******
( Istana Kekaisaran Naga Hitam. )
Pemimpin Penjaga Gerbang tengah berjalan menuju Istana dengan membawa Kotak berukuran sedang menghadap Sang Kaisar.
" Hormat Yang Mulia Kaisar. Hamba baru saja bertemu Utusan dari Sekte Pagoda Suci." Ucap Pemimpin Penjaga sambil menundukkan kepala.
" Penjaga... Apa yang dia sampaikan padamu? Kenapa dia tidak langsung datang kepadaku?" Kaisar Dong merasa heran.
" Maaf Yang Mulia Kaisar... Utusan Itu mengatakan kalau dia sedang buru-buru. Tapi utusan itu menitipkan Ini untuk Yang Mulia Kaisar." Pemimpin Penjaga memberikan kotak berukuran sedang.
" Penjaga... Apa kamu tau isi dari kotak itu?" Kaisar menatap kotak tersebut.
"Hamba tidak berani membukanya Yang Mulia Kaisar. Hamba tidak berhak untuk itu." Jawab Pemimpin Penjaga.
" Jendral Chang... Coba kamu buka kotak itu." Ucap Kaisar Dong menoleh ke arah salah satu Jenderal sambil menunjuk kotak tersebut.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jendral Chang langsung membuka kotak tersebut.
Ketika kotak Itu terbuka, sontak semua yang ada disitu sangat kaget saat melihat isi dari kotak tersebut.
" Penjaga... Apa kamu tau siapa yang memberikan ini kepadamu? " Kaisar Dong menatap pemimpin Penjaga Gerbang.
" Ampun Yang Mulia Kaisar... Pemuda itu hanya mengatakan dia sebagai utusan dari Sekte Pagoda Suci." Pemimpin Penjaga Gerbang ketakutan.
"Jendral Chang. Perketat semua Penjagaan! Aku yakin orang yang mengirim kepala ini akan menyerang Kekaisaran Kita." Perintah Kaisar Dong
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jendral Chang meninggalkan ruangan tersebut menuju kediaman Prajurit.
" Penjaga... Perketat Penjagaan! Jika ada yang mencurigakan, tangkap saja!" Perintah Kaisar Dong kepada pemimpin Penjaga Gerbang.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Pemimpin penjaga memberi hormat kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah mereka pergi, Kaisar Dong melanjutkan pembahasan tentang hancurnya Sekte Lembah Iblis, Sekte Gagak Malam, Sekte Kelabang Hitam dan Sekte Salju Abadi kepada Para Petinggi dan Penasehat Istana.
Awalnya mereka tidak terlalu yakin kalau kabar tentang hancurnya empat Sekte tersebut. Namun dengan adanya 5 Kepala dengan tambahan kepala Patriak Sekte Pagoda Suci di hadapan mereka kini semua merasa ada hal yang aneh.
Kiriman lima Kepala tersebut membuat mereka berfikir kejadian itu ada kaitannya dengan hancurnya Sekte Tirai Air 25 Tahun yang lalu.
Kaisar Dong dengan cepat memberi perintah kepada para mata-mata untuk menyebar ke berbagai daerah untuk mengetahui siapa dibalik hancurnya lima Sekte Besar tersebut.
Tidak hanya itu, Kaisar Dong juga mengutus salah satu Jenderal untuk meminta bantuan kepada delapan Kerajaan di Bawah Kekuasaannya.
__ADS_1