SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
DRAMA DI AKADEMI 2


__ADS_3

" Maafkan Aku Ketua Ling. Aku tidak bermaksud...." Ucapan Ryu Langsung terpotong.


" Aku tidak memperpanjang masalah itu,. semua telah terjadi. Aku tidak menyangka jika Kesucianku akan diambil oleh Muridku sendiri akibat kecerobohan ku." She Ling sedikit malu.


"....." Ryu terdiam sejenak menerka kemana arah pembicaraan tersebut.


" Jujur saja Ryu'er..." Suara She Ling terpotong karena kemunculan She Zhilin dan She Bing Tiba-tiba.


" Senior Ling, Jadi Kau....?" She Bing menatap Ke arah She Ling sambil menunjuk ke arah Ryu.


" Haahh... Aku tidak menyangka kita semua terjebak pada Orang yang sama." She Zhilin menggelengkan kepala.


" Apa?" She Ling sontak Kaget sambil menatap ke arah Ryu yang kini telah menunduk.


" Tidak Perlu dipikirkan lagi. Lagi pula dengan bantuan Ryu'er kami terlepas dari Yin Es Racun itu." She Bing berjalan langsung duduk di sebuah Kursi yang kosong.


" Junior, apa tujuan kalian datang ke sini?" She Ling terlihat Kesal karena rencananya gagal.


" Kami kesini untuk menemui Monster Tampan ini karena ada hal yang kami bicarakan." Ucap She Zhilin sambil duduk di samping She Bing.


" Tidak ada yang disembunyikan lagi. Kami kesini karena Monster Tampan ini memiliki Api Dewa Agni. Senior juga tau Jika Klan She sangat membutuhkan Api Agni untuk memperkuat Fisik, Apalagi jika memiliki Keturunan dari Dewa Agni maka akan lahir Anak yang sangat Jenius." Ucap She Bing.


' Waaahhh... Waaahhh.... Ketiga Wanita ini memang sangat menggiurkan. Kulitnya begitu putih dan mulus, Gunung kembar yang menggoda, bokong yang padat berisi. Sungguh ciptaan yang sempurna, Rasanya aku ingin hidup kembali untuk menikmatinya.' Dewa Alkemis bersuara melalui pesan Jiwa.


' Ciihhhh... Jadi ini sisi lain dari Dewa Alkemis? Cabul.' Ryu menggerutu dalam hati.


' Ryu'er... Bahkan aku merasa sangat beruntung menjadi Gurumu. Tunjukkan Keperkasaanmu pada mereka, jangan kecewakan Gurumu. Mereka memanfaatkan tubuhmu karena Api Agni, kamu juga manfaatkan untuk Berkultivasi. Itu kesempatan yang saling menguntungkan.,' Dewa Alkemis memberi semangat kepada Ryu.


' Aku juga tau apa yang harus aku lakukan.' Ryu mengirim pesan Jiwa.


' Itu namanya Muridku.' ucap Dewa Alkemis.


" Ryu'er... kenapa kamu diam saja? " She Ling tidak bisa menyembunyikan rencananya karena dia telah menarik Sebuah Pil dalam teh yang Ryu minum.


" Ah... Ketua Ling. " Ryu tidak mampu lagi menahan hasratnya ingin menikmati keindahan tubuh dari She Ling yang terlihat jelas dari balik Kain tipisnya.


" Sebelum kamu pergi, Tinggalkan Benih untukku! Aku akan merawat Anak kita nantinya." She Ling bangkit langsung mengusap dada Ryu dengan lembut.


" Tidak masalah jika itu yang Ketua inginkan." Ryu menarik tangan She Ling hingga tepat di pangkuannya.


" Kita akan ke Kamar saja." She Bing membuat Pelindung transparan lalu menarik tangan Ryu menuju Kamar tanpa memperdulikan keberadaan She Bing dan She Zhilin.


" Senior, Apa kamu meninggalkan kami?" She Bing dan She Zhilin juga ikut ke kamar.


" Aku tidak Percaya bisa melakukan ini Bersama Juniorku " She Ling memasang wajah memerah merasa malu.


Namun karena keinginannya ingin memberikan Hadiah Perpisahan kepada Ryu, mau tidak mau dia harus lakukan karena kesempatan tidak akan datang kedua kalinya.


" Tenang saja Senior. Kita akan merahasiakan hal ini. Yang penting kita sama-sama memiliki Keturunan dari Monster Tampan ini dan menambah kekuatan fisik. " She Bing Sedikit malu namun mencoba menepis pikirannya.


Mendengar ucapan dari She Bing, She Ling sedikit menaikkan alisnya tidak menyangka bahwa kedua Juniornya itu juga sangat menginginkan Api Agni yang ada pada tubuh Ryu.

__ADS_1


Disisi lain Ryu yang sudah terkena racun pembangkit gairah, mulai berangan-angan meskipun memiliki sedikit kesadaran sehingga dengan cepat Ryu menggunakan Teknik Kultivasi Ganda agar tidak membuatnya kewalahan ketika harus melayani ketiga Wanita tersebut.


Baik She Ling, She Bing dan She Zhillin; mereka seakan saling berebut untuk menguasai tubuh Ryu.


Namun berkal-kali mereka melakukan pelepasan, Ryu seakan mampu menyaingi ketiga Wanita itu meskipun She Ling, She Bing dan She Zhillin sudah menggunakan teknik rahasia dari Klan She agar bisa menyerap energi Api Agni.


Baik She Ling, She Bing dan She Zhilin sedikit heran mengapa Ryu mampu mengimbangi mereka bertiga karena yang mereka ketahui bahwa Teknik Penyerapan Api Agni akan menyedot tenaga sang Korban hingga tidak berdaya.


Teknik Rahasia dari Klan She tersebut membuat Si Korban akan kehilangan banyak Energi bahkan bisa pingsan sebelum melakukan melepaskan namun itu tidak berlaku untuk Ryu bahkan dia mampu menyemburkan cairan berkal-kali.


Di sisi Ketiga Wanita tersebut malah mereka sudah berkali-kali melakukan pelepasan Yin hingga Ryu puluhan kali hingga membuat mereka tidak berdaya merasa setiap persendian otot mereka begitu kaku dan mengering hingga terkapar.


' Ryu'er... Seberapa kuat lagi kamu memperlakukan kami? Tidak salah jika kamu diberi Julukan Monster Tampan ' She Ling menatap Ryu yang berkuasa di atas tubuhnya yang seakan Pasrah namun tetap menginginkannya karena setiap hentakan yang diberikan Ryu begitu sangat dalam menciptakan sensasi yang luar biasa sampai ke ubun-ubun.


Hingga saat menit terakhir Ryu membuat hentakan yang sangat cepat membuat She Ling yang dibawahnya jatuh Pingsan dengan perasaan sangat puas.


Melihat senior mereka yang sudah Pingsan, She Bing dan She Zhilin membulatkan mata seakan tidak percaya karena mereka sendiri sudah dalam keadaan lemah dan berharap Ryu lah yang mengambil peran.


" Mau dilanjutkan?" Ryu kembali menindih tubuh She Zhilin bersiap untuk ronde berikutnya.


" Mmmmm." She Zhilin mengangguk lesu ingin merasakan sensasi yang luar biasa meskipun konsekuensinya dia harus pingsan.


Setelah beberapa saat, kini ketiga Wanita tersebut benar-benar tidak mampu lagi dan Ryu langsung menyerap Energi Yin yang berlimpah meskipun tidak mengalami terobosan.


Setelah penyerapan selesai, Ryu langsung ke kamar Mandi untuk membersihkan diri karena aroma dari ketiga Wanita tersebut menempel pada tubuhnya.


Merasa tidak ada lagi Aroma yang menempel, Ryu langsung memakai Pakaiannya lalu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir menerobos Pelindung transparan yang diciptakan oleh She Ling.


Setelah berada di kediamannya, Ryu langsung ke kamar menatap ke arah Xie Hua yang kini sudah tertidur pulas.


" Gege... Besok Malam saja! Aku masih capek." Xie Hua mengira Ryu meminta sesuatu lalu menutup matanya kembali sambil memeluk tubuh Ryu.


Mendengar ucapan tersebut Ryu mengerutkan keningnya lalu membalas Pelukan Istrinya lalu menutup mata.


Satu minggu telah berlalu, Kini Ryu dan Xie Hua telah berada di depan gerbang Klan Xie dengan menggunakan Teknik Teleportasi.


Mereka pun disambut dengan Gembira kepada telah mendengar kabar bahwa Ryu telah berhasil menundukkan Klan Laohu yang berada di Akademi.


Ketua Xie Tang pun merasa senang karena Dendamnya atas kematian Xie Xian telah terbayar meskipun tidak bisa mengembalikan Xie Xian seperti semula.


" Ryu'er... terimakasih telah membalas atas perlakuan mereka kepada Xian'er." ucap Xie Tang.


" Ayah Mertua... Itu memang sudah tugasku sebagai Calon Suaminya. Bahkan aku ingin membalas untuk menghancurkan Klan Laohu." Ryu merasa belum puas.


" Ryu'er... Aku tau kemarahanmu. Tapi aku rasa itu sudah setimpal. Lagi pula belum tentu yang lain juga bersalah." Xie Tang menenangkan hati Ryu.


" Baiklah... tapi jika mereka ingin menggangu, maka mereka akan menanggung akibatnya." Ryu kembali berfikir mungkin terlalu berlebihan jika semua Klan terkena imbas.


" Syukurlah... Berkat Harta Langit yang kamu berikan, Seluruh Anggota Klan Xie sekarang banyak mengalami peningkatan. Jadi aku rasa jika mereka menyerang, kami masih sanggup melawan mereka." Xie Tang begitu yakin.


" Ayah Mertua, sebelumnya aku minta maaf. Aku dan Hua'er berencana untuk pergi ke Dunia Abadi." Ryu langsung mengutarakan tujuannya.

__ADS_1


" Hua'er... benarkah itu? " Xie Tang menatap ke arah Xie Hua.


" Benar Ayah... Kata Gege di dalam Tubuhku adalah Reinkarnasi dari Dewi Teratai Tujuh Hati. Jika belum mencapai Pendekar Surgawi Tahap Awal, maka aku akan Mati saat berusia 27 Tahun." Xie Hua menjelaskan.


" Pendekar Surgawi? 27 Tahun?" Xie Tang Membulatkan mata karena untuk mencapai Pendekar Surgawi bisa membutuhkan waktu Seratus Tahun bahkan lebih.


" Benar Ayah Mertua... Tapi sebelum kami Pergi, Aku menitipkan Bawahanku untuk melindungi Klan Xie." Ryu mengeluarkan Seluruh Pasukan Semesta.


" Gluug " Xie Tang menelan ludah karena Ratusan Pasukan Semesta semua berada di Pendekar Langit.


" Salam Ketua." Semua Pasukan Semesta memberi hormat.


" Chaizu, Mayi, Mifeng dan yang lain... Aku telah membuat tempat Baru untuk Kalian." Ryu mengeluarkan Batu Bintang yang sudah diciptakan Dunia Baru.


" Terimakasih Tuan." Chaizu mengambil Batu Bintang tersebut lalu meneteskan Darahnya dan diberikan kepada yang lain.


" Kalian jangan Khawatir... Aku juga membagikan Harta Langit dan beberapa Sumberdaya untuk kalian." ucap Ryu.


" Tuan... Apakah kami bisa membagikan Harta Langit itu kepada Anggota Klan Xie yang ada di sini? " Chaizu merasakan Dunia Baru mereka memiliki Setengah Harta Langit dari Dunia Quzhu.


" Chaizu, Mayi, Mifeng... aku serahkan pada kalian untuk mengaturnya." Ryu menatap mereka.


" Baik Tuan." Sahut mereka serempak.


" Ayah Mertua, jika kalian kehabisan Harta Langit, kalian bisa memintanya Pada Chaizu." ucap Ryu.


" Ketua tinggal bilang saja. Keluarga Tuan kami, kami anggap sebagai Tuan kami juga." Chaizu melihat sebuah ketakutan dari Xie Tang.


" Terimakasih semuanya." Xie Tang menepis ketakutannya.


" Kalau begitu kami pamit dulu." Semua Pasukan Semesta pergi ke Dunia Baru mereka.


" Ryu'er... Bagaimana dengan benda ini?" Xie Tang kebingungan melihat Batu Bintang yang masih mengambang.


" Ayah Mertua bisa meneteskan darah sedikit. dengan begitu Ayah Mertua juga bisa memasuki Dunia Baru itu." Ryu mengarahkan Batu Bintang kepada Xie Tang.


" Mmmm." Xie Tang meneteskan Darahnya. 'Sebanyak itu?' Xie Tang merasakan Aura yang ada di Dunia Baru tersebut.


" Ayah Mertua... kami Pamit undur diri." Ryu mengibaskan tangannya membuat Batu Bintang tersebut menghilang dari pandangan." Hua'er..." Ryu menoleh ke arah Xie Hua. lalu melangkahkan kakinya.


" Ayah... Kami pamit dulu." Xie Hua mengikuti Ryu.


" Jaga diri kalian Nak. Aku harap kalian bisa kembali kesini." Xie Tang melambaikan tangannya.


" Baik." Ryu dan Xie Hua menoleh sesaat lalu melanjutkan langkahnya.


' Jika begini aku harus membutuhkan Keturunan lagi, Tapi Istriku masih Kultivasi tertutup. ' Xie Tang memasang wajah masam.


*****


***Ada sebab, ada akibat.

__ADS_1


Dengan bantuan She Ling, She Bing dan She Zhillin; Ryu akan menemukan hal yang paling berharga saat berada di Dunia Abadi.


Hal yang berharga seperti apakah itu***?


__ADS_2