
Sambil meningkatkan kewaspadaan, Jinying menyelinap keluar dari tempat tersebut hingga beberapa saat dia telah berhasil kembali ke kediamannya dimana langsung menggendong anaknya meninggalkan tempat tersebut.
" Untung saja Hao Mingzi sudah keluar dari sini." Jinying bergegas keluar mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.
( Di tempat yang lain )
Ryu yang sudah mengetahui bahwa Formasi yang melindungi Sekte Ular sudah terbuka, dia pun bergegas dari kediamannya menuju lapangan Sekte Ular sambil mengirim pesan jiwa kepada Dao Luo untuk memberikan kabar tersebut.
Saat berada di lapangan Sekte, Ryu langsung mengambil tempat yang cukup jauh dari kumpulan anggota Sekte Ular sambil menunggu kedatangan Dao Luo dan Prajuritnya dan memastikan apakah Patriak Sekte Ular sudah mati.
" Tetua... Apa yang terjadi?" Hao Mingzi yang berada di tempat itu untuk menanyakan tentang terbukanya Formasi tersebut.
" Tuan Hao Mingzi... Kami hanya bisa menunggu penjelasan dari Patriak." Jawab salah satu dari Tetua.
" Mengapa Ayah melakukan hal ini? Apa Formasinya rusak? " Tanya Hao Mingzi.
" Tidak mungkin Tuan Hao Mingzi... Formasi ini tidak ada celah sedikitpun selama jutaan tahun." Tegas salah satu Tetua.
" Jika begitu, kita harus memeriksa sendiri Pilar itu." Hao Mingzi berinisiatif untuk memeriksa tempat pusat Formasi berada.
" Kamu tidak berani Tuan Hao Mingzi. Tempat itu hanya Patriak Sekte saja yang bisa masuk." Ucap Tetua yang lain.
" Hmmm... Ini aneh sekali. Kenapa Ayah belum muncul?" Hao Mingzi merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
" Tetua Mu Lang... Kamu memiliki jabatan Tetua tertinggi disini. Mungkin kamu bisa bertanya langsung kepada Patriak." Tetua yang lain memberi usul.
" Ah... Itu... Aku takut akan dihukum oleh Patriak." Mu Lang berkeringat dingin karena tidak berani menginjakkan kakinya di wilayah kediaman Patriak Sekte Ular.
" Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin menunggu lebih lama lagi. Akan terlalu berbahaya jika Formasi yang melindungi Sekte ini selalu terbuka." ucap Hao Mingzi.
Mendengar ucapan dari Hao Mingzi, semua Tetua saling berpandangan satu sama lain karena mereka akan tau resiko yang dihadapi meskipun tidak ada yang berani mengusik mereka.
" Mohon maaf sebelumnya Tetua. Aku rasa ada penyusup di Sekte ini, karena kemaren ada puluhan Murid yang mati terkena sambaran Petir Hitam saat kami berkumpul di lapangan latihan." Wu Yangmi memberanikan diri untuk bersuara dan maju kedepan sambil melirik ke arah Ryu di kejauhan dengan jijik.
" Wu Yangmi... Bukankah itu hanya perkelahian antar murid Sekte saja?" Salah satu Tetua yang sudah mendapat kabar dari beberapa Murid, namun tidak terlalu menanggapi dengan serius karena di Sekte Ular memang sering terjadi hal seperti itu dimana yang kuat akan berkuasa dan yang lemah harus ditindas bahkan menyebabkan kematian.
Sedangkan Ryu sendiri sudah tidak tahan ingin memberi pelajaran kepada Wu Yangmi karena sudah banyak menghinanya.
__ADS_1
' Awas saja kamu. Aku akan memberi perhitungan kepadamu terlebih dulu sebelum menghancurkan Sekte Ular ini.' Ryu membatin sambil menunggu kedatangan Dao Luo dan Prajurit.
" Tidak Tetua... Aku rasa ada orang lain yang membunuh mereka dengan hujan petir hanya dengan satu kali serangan. Padahal mereka semua sudah mencapai Pendekar Bumi tahap awal. Kami sudah mencari keberadaan sosok misterius itu, namun kami tidak berhasil menemukannya." Wu Yangmi sangat yakin bahwa kematian para murid sebelumnya berasal dari sosok lain karena Petir Hitam yang sangat kuat itu tidak dimiliki oleh siapapun yang ada di Sekte Ular, bahkan tidak ada dalam sejarah kecuali milik Dewa Ashura.
Mendengar ucapan dari Wu Yangmi, Hao Mingzi, Para Tetua dan Guru langsung berpikir kembali mencerna apa yang dikatakan itu.
" Petir Hitam?"
" Petir Ashura?"
" Dewa Ashura?"
" Naga Ashura?"
Para Tetua dan Guru sontak kaget tersadar bahwa Petir Hitam adalah Petir yang sangat langka dan sangat ganas.
Semua bertanya-tanya siapa yang memiliki Elemen Petir Hitam tersebut, karena mereka mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
" Tetua Lang... Cepat laporkan masalah ini kepada Patriak!" Hao Mingzi memberi perintah sambil mencari keberadaan Ryu, namun tidak menemukannya karena terlindung oleh sebuah pohon dan beberapa Murid.
Hao Mingzi teringat kembali Petir Hitam itu hanya dimiliki oleh Kaisar Ryu itu sendiri, karena itu dia mulai mencurigai bahwa sosok Pemuda yang bernama Song Juan adalah Kaisar Ryu.
Begitu juga dengan Hao Mingzi, dia pun meninggalkan tempat itu untuk memastikan kebenaran Jinying dan Bu Jing Yu.
Di sisi lain Ryu masih terlihat santai sambil mengukur tingkat Kultivasi beberapa sosok Tetua yang ada di tempat itu.
Sedangkan para Murid yang berjumlah ribuan tersebut, Ryu hanya menganggap sekelompok semut meskipun lebih banyak dari Murid Sekte Burung Hantu.
Tidak beberapa lama kemudian terlihat Mu Lang sudah kembali ke tempat semula dengan wajah putih seperti kapas dan tangan gemetar.
Tentu saja hal itu membuat semua tatapan mata anggota Sekte Ular tertuju padanya dengan berbagai pertanyaan.
" Tetua Lang… Ada apa?" Tanya salah satu Tetua.
" Patriak... Kabut darah..." Mu Lang berkeringat dingin mengingat saat dia mencari keberadaan Patriak Sekte dimana dia menemukan orang yang dia cari sudah kehilangan kepala, bahkan ada satu sosok yang tidak bisa dikenali lagi karena sudah menjadi gumpalan daging yang berserakan.
" Tetua Lang... Tolong jelaskan! " Para Tetua yang lain semakin penasaran bahkan para Guru dan murid yang sudah berkumpul di lapangan Sekte juga semakin penasaran.
__ADS_1
Sambil menghela nafas, secara perlahan Mu Lang mulai menjelaskan tentang yang baru saja dia lihat, mulai dari tempat kediaman Patriak Sekte hingga saat dia menuju ke sebuah bangunan tempat Pilar Formasi.
Mendengar keterangan dari Mu Lang, semua langsung terdiam merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk pada Sekte Ular itu.
Semua bertanya-tanya siapa yang bisa membunuh Patriak mereka yang sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal.
" Tetua... Apa yang harus kita lakukan?" Tanya beberapa Murid yang terlihat khawatir.
" Kita harus memperbaiki Formasi itu, agar tidak ada sesuatu yang buruk. Sementara yang lain tetap berjaga dan memperkuat penjagaan." ucap salah satu Tetua.
" Tunggu Tetua... Sepertinya sejak kedatangan Murid baru kita sudah mendapatkan masalah. Aku yakin diantara mereka akan membawa sial di Sekte ini." Wu Yangmi yang masih tidak terima karena Ryu sudah berani mendekatinya membuatnya semakin jijik.
" Wu Yangmi... Apa maksudmu?" Tanya salah satu Tetua.
" Aku mencurigai Pemuda itu. Karena kedatangan Pemuda miskin itu di lapangan latihan, banyak Murid yang mati." Wu Yangmi menunjuk ke arah Ryu.
Semua mata langsung tertuju kepada Ryu dengan tatapan menyelidik.
Menyadari tatapan tersebut Ryu langsung berjalan dengan santai menuju ke arah Wu Yangmi, karena dia sudah mendapatkan pesan jiwa dari Dao Luo dimana mereka sudah tiba di Sekte Ular.
" Wu Yangmi... Lidahmu sangat tajam. Untuk itu aku akan memberimu pelajaran yang setimpal." Ryu yang sudah dekat dengan Wu Yangmi.
" Dasar Pria miskin tidak tau diri, berani sekali mendekatiku. Aku tidak segan lagi memberimu pelajaran." Wu Yangmi bersiap untuk menyerang Ryu.
" Plaaak..." Sebuah bayangan hitam melesat cepat seraya melepaskan Tamparan keras di pipi Wu Yangmi.
" Aaakkhhh." Wu Yangmi tersungkur ke tanah dengan pipinya yang memerah seakan tidak percaya dengan kecepatan yang dimiliki Ryu.
" Mana sikap sombong mu? Bangun!" Ryu menatap ke arah Wu Yangmi.
" Plaaak." Tamparan keras kembali mendarat di pipi Wu Yangmi saat baru saja dia bangkit dan membuatnya tersungkur kembali.
" Kau pikir aku menyukaimu? Jika bukan karena janjiku kepada Senior Wu Shan Liang, menatapmu saja aku sudah muak." Ryu tidak memperdulikan semua tatapan tertuju padanya.
Semua anggota Sekte Ular yang berada di tempat itu seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ryu kepada Wu Yangmi dimana wajahnya sudah tidak berbentuk lagi akibat tamparan yang sangat keras di kedua pipinya.
Para Tetua yang melihat itu hanya bisa terdiam karena masalah antar Murid, mereka tidak ingin mencampurinya.
__ADS_1
" Siapa yang berani membelanya? Aku akan memberikan hal yang sama." Ryu menatap tajam ke arah beberapa Murid yang ada di tempat itu.
Beberapa murid yang awalnya ingin menolong Wu Yangmi, kini hanya berdiam diri disamping Ryu adalah Murid Bu Jing Yu, dia juga pilihan Tetua Mu Lang dimana status mereka sangat tinggi di Sekte Ular.