
Setelah menunggu beberapa saat keempat leluhur telah kehilangan tingkat Kultivasi, dengan segera Ryu membawa mereka dengan kecepatan tinggi ke sebuah bangunan di Sekte Kabut Beracun.
" Wuush." Ryu melempar keempat leluhur tersebut di sudut ruangan.
" Anak Muda... Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Dewa Kelinci.
Tanpa berkata apapun Ryu berjalan mendekati mereka dan memotong tangan kanan masing-masing keempat leluhur.
" Aaarrrggghhhh." Keempat leluhur berteriak kesakitan berkeringat dingin menatap ke arah Ryu merasa ngeri.
Ryu pun langsung mengambil Cincin Ruang mereka sambil memeriksanya, sesaat tersenyum lebar.
" Wuush." Ryu menciptakan Formasi Ruang, membuat keempat leluhur berdiri mematung tidak mampu bergerak maupun menoleh ke kanan atau kiri.
Seketika Ryu mengeluarkan keenam wanita sebelumnya di hadapan empat leluhur.
" Kakek." Keenam wanita itu sontak kaget saat melihat leluhur mereka dalam kondisi tidak berdaya.
" Sepertinya Racun kelinci merah ini sangat berguna." Ryu dengan senyuman jahatnya menabur Racun kelinci merah kepada keenam wanita itu.
Seketika perubahan yang signifikan terjadi pada keenam wanita itu.
" Anak Muda... Apa yang kamu inginkan dari Cucuku?" Dewa Kelinci mendapatkan firasat buruk akan terjadi pada cucunya dan yang lain.
" Apa kalian masih ingat kejadian Jutaan Tahun yang lalu saat kalian memperlakukan Keluarga Klan Liu?" Ryu menatap tajam ke arah mereka.
" Deeeg." Jantung keempat leluhur seakan terhenti teringat kembali kejadian itu.
" Sepertinya keenam cucu kalian sangat menarik. Aku akan memperjelas kembali ingatan kalian." Ryu menarik tangan keenam wanita tersebut ke atas ranjang.
Tidak lupa Ryu menciptakan Pelindung Transparan mengelilingi bangunan tersebut agar tidak diketahui oleh siapapun.
Satu-persatu Ryu melepaskan pakaian keenam wanita tersebut hingga tanpa sehelai kain pun.
Di sisi lain keempat leluhur tidak bisa berbuat apa-apa karena Formasi Ruang tersebut membuat mereka terus menyaksikan apa yang dilakukan oleh Ryu kepada Cucunya.
Tanpa menunggu lama Ryu menggagahi keenam wanita tersebut satu-persatu membuat keempat leluhur merasakan sakit hati seperti teriris ribuan jarum.
Sekalipun mereka ingin melawan, namun untuk menutup mata saja tidak mampu.
Suara erangan nikmat dari keenam wanita tersebut akibat hentakan keras dari Ryu membuat seisi ruangan dipenuhi dengan suara kegiatan mereka.
Rasa hati keempat leluhur tersebut seakan mau mati, karena tidak ingin menyaksikan hal itu. Dimana di hadapan mereka Ryu menggagahi tubuh cucunya.
Tiga hari berturut-turut Ryu terus menggagahi keenam wanita tersebut sehingga tubuh mereka sudah mencapai batasnya.
Saat itu juga Ryu menghentikan aksinya lalu mencekik leher keenam wanita itu menambah rasa sakit hati keempat leluhur.
Saat itu juga Ryu menarik jiwa keenam wanita itu ke Pagoda Jiwa lalu menyimpan mayatnya di Cincin miliknya.
" Bagaimana? Apa ingatan kalian sudah jelas?" Ryu yang sudah memakai kembali pakaiannya.
__ADS_1
" Aahhh... Aku lupa bahwa kalian tidak bisa berbicara." Ryu melepaskan Formasi Ruang sehingga keempat leluhur jatuh tersungkur.
" Anak Muda... Bunuh saja kami sekarang!" Iblis Utara mengelas agar mereka cepat mati diikuti yang lain.
" Tidak semudah itu. Karena aku akan membuat kalian tidak bisa bunuh diri. Aku ingin kalian menyaksikan bagaimana semua keturunan kalian mati." Ucap Ryu seraya mengibaskan tangannya membawa mereka ke Dunia Quzhu.
Tidak jauh dari keramaian anggota Pasukan Semesta Ryu mengikat kedua kaki dan tangan kiri keempat leluhur dengan posisi berdiri.
" Tenang saja... Aku akan membawa semua keturunan kalian mati disini." Ryu tersenyum lebar lalu kembali ke bangunan sebelumnya.
Ryu pun keluar dari bangunan tersebut lalu mencari keberadaan bawahannya seketika Ryu terbang kembali ke arah Pintu Gerbang Sekte Kabut Beracun.
" Salam Dewa Agung."
" Salam Tuan."
Tou Shuijing, Jiu Tou She 9 bawahannya dan calon Murid baru menundukkan kepala.
" Mmmm... Apa kalian sudah menguras harta di Sekte ini?" Ryu menatap mereka.
" Dewa Agung... Kami sudah menjarah harta Sekte ini tiga hari yang lalu. Tapi kami tidak berhasil menemukan Dewa Agung tiga hari ini." Ucap Luan Hua.
" Maaf... Tiga hari sebelumnya aku pergi ke suatu tempat. Sekarang ada tugas baru untuk kalian." Ucap Ryu karena tidak ingin menceritakan hal yang sebenarnya.
" Dewa Agung... Terimakasih telah menolong kami. Untuk itu biarkan kami membalas budi baik Dewa Agung." Semua calon Murid menundukkan kepala.
" Mmmm... Kalian boleh pergi! Tunggulah kami di Kota Dazuo dan sebarkan berita ini kepada siapapun yang kalian temui." Ucap Ryu.
" Dao Luo, Yan Ran, Wu Tian, Guang Cheng, Luan Hua, Wenlie, Yu Wei... Kalian boleh kembali ke Dunia Quzhu. Sampaikan kepada semua anggota Pasukan Semesta bahwa kalian akan bertarung disana. Karena aku akan mengirim semua musuhku ke Dunia Quzhu." Ucap Ryu.
" Apa Dewa Agung sudah membawa keempat leluhur itu?" Tanya Wu Tian.
" Mmmm... Aku menaruh mereka di utara kediaman kalian. Datanglah kesana, agar mereka menyaksikan sendiri bagaimana keturunan mereka terbunuh di hadapan mereka." Ucap Ryu.
" Baik Dewa Agung." Ketujuh bawahannya menundukkan kepalanya lalu kembali ke Dunia Quzhu.
" Shuijing... Bawa kami ke arah barat dari sini." Ryu memberi perintah.
" Baik Tuan." Tou Shuijing berubah wujud lalu membawa Ryu dan Jiu Tou She ke arah barat.
*****
( Di kediaman anggota Keluarga empat leluhur )
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
Auman dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She menggema di udara hingga terdengar dari seluruh penjuru kediaman Keluarga empat leluhur yang terlihat sangat luas seperti sebuah Sekte.
" Ada Serangan!" Seru beberapa sosok yang sedang berada di tempat itu.
__ADS_1
Mereka pun langsung berlari menuju asal serangan tersebut sesaat tubuh mereka langsung gemetar.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." beberapa bangunan langsung hancur berkeping-keping akibat serangan dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She.
" Cepat panggil para Penatua dan bunyikan lonceng bahaya!" Perintah dari salah satu sosok Pria paruh baya.
" Baik " Kelima Pemuda pergi meninggalkan tempat tersebut dengan buru-buru.
" Wuush." Semburan Air dari Jiu Tou She membuat puluhan bangunan langsung hancur.
" Tap." Sosok Pemuda langsung berdiri di tengah kerumunan.
" Si.. Siapa Kamu?" Semua orang yang ada di tempat itu sontak kaget dengan kemunculan Ryu.
" Wuush." Ryu mengibaskan tangannya menarik semua kerumunan ke Dunia Quzhu.
Sambil berjalan dengan santai Ryu terus menarik semua orang yang dia temui tanpa memandang siapapun.
Semua orang di tempat itu mulai berdatangan ke arah sumber serangan, namun nasib malang menimpa mereka. Saat mereka muncul di hadapan Ryu, saat itu juga tubuh mereka telah berpindah tempat.
Dengan tatapan dingin Ryu terus menarik siapapun seakan ingin menyapu bersih semua keturunan keempat leluhur tersebut.
*****
( Dunia Quzhu )
23 Istri Ryu, 8 Hewan Kontrak serta semua Pasukan Semesta bertarung dengan ganas membunuh semua yang bermunculan di hadapan mereka.
Melihat kejadian tersebut keempat leluhur seakan marah, namun mereka sendiri dalam keadaan tidak berdaya dan hanya menyaksikan pembantaian terhadap keturunan mereka.
Jeritan demi jeritan terdengar dari berbagai arah hingga semakin menambah sakit hati keempat leluhur.
Anggota keluarga keturunan empat leluhur yang belum bisa mencerna situasi dimana mereka langsung muncul di tempat yang asing dengan tiba-tiba mendapatkan serangan.
Hal itu membuat anggota Pasukan Semesta berada di atas angin seakan berlomba untuk mendapatkan korban sebanyak mungkin.
Pertarungan itupun terus berlanjut hingga menjelang sore tidak ada lagi lawan mereka yang muncul.
Dengan kata lain Ryu sudah menyapu bersih semua keturunan keempat leluhur.
Selesai melakukan pertarungan, anggota Pasukan Semesta langsung mencari tempat untuk memulihkan diri karena banyak mengeluarkan tenaga.
Di sisi lain Sheng Zhishu dan yang lain langsung kembali ke Istana Kristal sambil menunggu kedatangan Ryu.
Begitu juga Hewan Kontrak yang ikut membantu, kini kembali ke Pulau kecil dimana tempat tinggal mereka.
Di Istana Kristal, kini Ryu sudah kembali dan disambut oleh Istrinya.
Terlihat senyuman puas dari wajah Ryu karena dendamnya selama ini telah terbalaskan.
...TAMAT SEASON 1...
__ADS_1