
Mendengar ucapan dari Long Yazi, semua mengangguk setuju jika Ryu menguasai Teknik Teleportasi.
Setelah selesai perbincangan, mereka mengirim pesan ke dalam Batu Giok kepada Klan masing-masing agar tidak menggangu Klan Xie dan berharap kepada Anak Gadis tercantik dan Jenius dari Klan masing-masing agar menjadi menantu Klan Xie.
Dari Kiriman Pesan Giok tersebut ada yang menanggapi Bahwa itu hal mustahil namun lebih baik untuk percaya karena Sumber berita yang mereka dapatkan adalah dari Orang penting.
Di sisi lain, Ryu dan Xie Hua yang tengah berjalan menuju ke kediaman mereka, Kini Xie Hua memberanikan diri untuk bertanya kepada Ryu.
" Gege... mengapa Kepala Akademi begitu ramah pada kita.? Xie Hua merasa heran terhadap sikap mereka.
" Hua'er... Itu namanya Persaingan Politik dan Bisnis. Yang kuat dan Berkuasa selalu dianggap sebagai Dewa, sedangkan yang lemah selalu ditindas dan dilecehkan. Suatu saat kamu juga mengerti, wajar saja kamu belum paham karena Usiamu masih Muda dan selalu tertutup." Ryu memegang pinggang Xie Hua sambil berjalan.
" Aku sering mendengar dari Ayah. Katanya kalau ada Orang yang memiliki Latar Belakang yang Besar, maka semua menginginkan Orang tersebut menjadi bagian dari Keluarga mereka. " ucap Xie Hua.
" Itu benar... Tidak jarang, untuk mendapatkan bagian Kedudukan tertinggi banyak yang menikahkan Anak Mereka pada orang besar tersebut." Ryu menjelaskan.
" Apa Gege ingin mencari Istri baru lagi? " Xie Hua menyelidik.
"....." Ryu terdiam tidak dapat berkata apapun meski dalam Hatinya sekarang hanya Xie Hua, namun tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan.
" Gege... Kenapa tidak menjawab?" Xie Hua seakan ingin mendapatkan sebuah jawaban.
" Hua'er... Jika suatu hari nanti kamu harus berbagi Suami?" Ryu menatap Xie Hua sambil menggelengkan kepala.
" Aku tidak mau." Xie Hua menjawab dengan cepat meski dalam hatinya masih bingung, Karena dia sendiri merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan Suaminya.
" Lebih baik kita Fokus berlatih saja, karena kita tidak tau sekuat apa lawan yang kita hadapi di kemudian hari." Ryu masuk ke dalam Rumah lalu duduk bersila posisi Berkultivasi.
Di Alam Bawah Sadar, Ryu telah disambut oleh Dewa Alkemis yang seakan melanjutkan ingin melanjutkan penjelasannya yang sempat terhenti sebelumnya.
" Ryu'er... Aku akui kehebatanmu, di Usiamu sekarang kamu mampu membuat Elemen Petir, Api, Cahaya dan Kegelapan hingga Puncaknya. Bahkan Teknik yang digunakan juga sangat mengerikan. Tapi di sisi lain, kamu masih lemah dalam segi Kultivasi." Dewa Alkemis terlihat serius.
" ...." Ryu terdiam karena perkataan dari Dewa Alkemis memang benar.
" Tapi ada hal yang harus kamu ketahui, kamu telah terjebak dalam Lingkaran Takdir Langit. Salah satu adalah Istrimu sendiri Xie Hua. Jika kamu tidak membawanya ke Dunia Abadi dan tidak berhasil membuatnya mencapai Pendekar Surgawi Tahap Awal saat berusia 27 Tahun, maka dia juga akan Mati meskipun dia memiliki Tubuh Abadi." Dewa Alkemis menghela nafas panjang.
" Maksud Guru?" Ryu sontak kaget.
" Ya, karena dia adalah Reinkarnasi dari Dewi Teratai Tujuh Hati. Jika Fisiknya masih lemah, maka takdir itu tidak bisa dihindari. Begitu juga denganmu, kau harus memiliki Tubuh Agung agar bisa melindungi Istrimu." ucap Dewa Alkemis.
" Guru, apa yang harus kulakukan?" Ryu terlihat khawatir.
" Seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kamu harus mengumpulkan Inti Jiwa dari 12 Wanita yang memiliki Tubuh Abadi yang sudah mencapai Pendekar Surgawi Tahap Awal. Tapi untuk melakukan hal itu tidaklah mudah, karena yang memiliki Tubuh Abadi sangat sulit dicari. Bahkan keberadaan Mereka sangat sulit ditemukan, karena mereka juga menjadi incaran Orang yang lebih kuat lagi."
" Sekalipun kamu menemukan mereka, belum tentu mereka mau memberikan Inti Jiwa mereka kecuali kamu bisa menaklukkan hati mereka. Salah satunya yaitu Dewi Phoenix, Ratu Rubah Langit, Ratu Es Abadi, Dewi Ni Rong, Putri Angsa, Putri Kaisar Naga Langit, dan dan masih banyak lagi."
__ADS_1
" Mereka sudah Hidup selama Ratusan Tahun dan sudah mencapai Pendekar Surgawi Tahap Akhir atau ada yang lebih tinggi lagi." Dewa Alkemis senyum Masam.
" GLUUUGG " Ryu menelan ludah memikirkan Wajah mereka sudah keriput dan sudah Pasti hanya sekali jentikan jari saja dia bisa tumbang.
" Aku tau dalam fikiranmu kamu membayangkan bahwa mereka sudah Tua dan Sepuh. Meskipun mereka sudah berusia Ratusan Tahun, tapi jiwa mereka seperti Gadis Remaja dan tidak kalah cantik dari Istrimu bahkan mereka akan mengira bahwa kamu yang lebih Tua dari mereka.." Dewa Alkemis tertawa lepas.
" Jika aku berada di Posisimu maka aku akan mencari mereka dan menjadikan mereka sebagai Istriku, dengan begitu aku menjadi orang yang paling beruntung di Alam Semesta karena kecantikan mereka tidak pernah tertandingi oleh siapapun." Dewa Alkemis tersenyum sambil berkhayal.
' Ciihhhh... ternyata Otaknya juga Cabul.' Ryu menggerutu dalam hati.
" Apa kamu bilang? Kamu terlalu naif untuk mengatakan bahwa kamu juga Cabul. Harta, Tahta, dan Wanita tidak pernah terlepas dari Seorang Pria. Hanya saja memiliki cara masing-masing agar tetap terlihat seperti Orang baik dan berwibawa." Dewa Alkemis meluapkan keinginannya.
"....." Ryu terdiam karena hal tersebut memang benar adanya.
" Begitu juga dengan Wanita, mereka juga menginginkan Harta, Tahta dan tentunya juga menginginkan kepuasan dari seorang Pria yang Gagah Perkasa agar Hasrat mereka terpenuhi." Dewa Alkemis menunjukkan sisi lain darinya.
" Guru memang Benar. " Ryu mengakui hal tersebut.
" Sekarang aku akan membawamu ke Dunia Abadi bersama Istrimu. Tapi Untuk bawahanmu, mereka tidak bisa kesana karena mereka berasal dari Dunia Fana. Kecuali kalau mereka mau menerima Hukuman Langit." ucap Dewa Alkemis.
" Guru itu Artinya mereka akan tinggal disini?" Tanya Ryu.
" Mmmm. Biarkan mereka disini menjalani kehidupan mereka disini. Jika kamu memaksa mereka, maka tubuh mereka akan hancur meskipun kamu menyembunyikan mereka di Dunia Quzhu. Satu lagi, Kamu tidak terlalu berbangga dengan Teknik Cermin Neraka dan Teknik Jalan Bayangan. Karena di Dunia Abadi banyak menyimpan Teknik yang bisa menangkal Teknik tersebut, meskipun bisa dihitung jari." ucap Dewa Alkemis.
" Baiklah Guru. Aku akan melepas Kontrak dengan mereka." ucap Ryu.
" Baik Guru." Ryu menghilang dari pandangan kembali ke Posisi Berkultivasi lalu membuka mata.
Di dalam Dunia Quzhu, kini Ryu menjelaskan kepada Pasukan Semesta tentang tujuannya dan menjelaskan kepada Pasukan Semesta tentang tentang kondisi yang sekarang.
" Aku harap kalian bisa menjalani kehidupan di Dunia ini." Ryu dengan berat hati harus melepaskan mereka mengingat bahwa selama ini Pasukan Semesta terus membantunya dalam berbagai kesulitan.
" Tuan Jangan Khawatir. Aku akan lebih Giat lagi Berlatih sampai aku benar-benar siap untuk menerima Hukuman Langit dan menyusul Tuan." ucap Chaizu.
" Kami juga Tuan." Ucap Zi Mayi, Zi Mifeng dan seluruh Bawahannya.
" Kalau begitu, Aku akan membawa kalian ke Kediaman Klan Xie. Tolong jaga mereka seperti kalian menjagaku." Ryu memberi perintah terakhirnya.
" Dengan senang Hati Tuan. Perintah Tuan adalah Kehormatan untuk kami." Pasukan Semesta menjawab dengan lantang.
" Aku Pergi dulu." Ryu meninggalkan Dunia Quzhu Kembali ke Rumah Kediamannya.
Sesampai di Rumah, Ryu menceritakan semua yang dia ketahui kepada Xie Hua mengenai apa yang terjadi di kemudian hari terhadap mereka.
Mendengar ucapan tersebut Xie Hua sedikit Kaget. Namun karena itu demi kebaikan mereka, Xie Hua pun menyetujui hal tersebut untuk menuju ke Dunia Abadi.
__ADS_1
" Gege... Aku dengar jika ingin menuju Dunia Abadi kita harus mengumpulkan Permata Pohon Bodhi dari 4 Benua." Xie Hua bersuara mengingat itu adalah Syarat mutlak.
" Kita tidak perlu memakai Permata Pohon Bodhi, aku ada cara lain." Ryu masih merahasiakan keberadaan Dewa Alkemis.
" Baiklah, Aku Percaya." Xie Hua mengangguk.
" Kalau begitu aku akan menemui Ketua Ling, agar kita bisa menuju Klan Xie secepatnya." Ryu langsung keluar dari Rumah menuju kediaman Ketua Devisi 6.
Sesampai di kediaman She Ling, Ryu pun langsung menuju Rumahnya yang terlihat She Ling sedang duduk di sebuah Kursi depan Rumah.
" Salam Ketua Ling." Ryu memberi hormat
" Ryu'er... Ada apa? sepertinya kamu sedang buru-buru." She Ling menatap ke arah Ryu dengan ramah.
" Begini Ketua Ling... Aku dan Hua'er berencana untuk Pulang ke Klan Xie, dan mungkin tidak akan kembali lagi kesini." Ryu mengutarakan tujuannya.
" Deeg." She Ling merasa tubuhnya terkena sambaran Petir di siang bolong.
" Ryu'er... Apa yang membuatmu begitu cepat meninggalkan Akademi ini? Aku minta maaf jika selama ini membuatmu tidak nyaman." She Ling seakan tidak rela jika Ryu harus pergi.
" Aku tidak mempermasalahkan hal itu Ketua Ling, tapi ada hal lain yang membuat kami harus kembali." ucap Ryu.
' Bagaimana cara membuat Ryu'er betah disini? Dan kenapa Hatiku seperti ini? jika dia ingin menjadikan aku sebagai Istrinya, mungkin aku akan menerima dengan senang hati. Mungkin kejadian saat itu Ryu'er tidak mengetahui bahwa itu adalah Aku.' She Ling terpikir ingin mengulang kembali berharap Ryu tidak pernah melupakannya.
" Ryu'er... Nanti aku akan mengurus semua. Tapi paling cepat satu Minggu. Jika kamu langsung Pergi, Maka Akademi tidak akan menerima lagi Klan Xie sebagai Murid pada Tahun berikutnya." Ucap She Ling.
" Aku Sudah tau Aturan itu, tapi apakah tidak ada cara lain?" Ryu memasang wajah masam.
" Itulah Kesepakatan Akademi dengan 20 Klan. Jadi aku tidak bisa membantu." She Ling menggelengkan kepalanya.
" Baiklah... kalau begitu aku akan menunggu." Ryu tidak mungkin memaksa, Karena akan berdampak buruk pada Anggota Muda Klan Xie.
" Tunggu! Tidak baik menjamu tamu di depan Rumah. Masuklah kedalam, aku akan membuatkan Secangkir Teh untukmu." She Ling langsung masuk ke dalam Rumah.
Ryu yang terlihat Bingung, kini mengerutkan keningnya lalu masuk ke dalam kamar karena tidak ingin membuat Ketua Ling kecewa yang bisa membuat Wanita tersebut bertindak Buruk pada Murid Klan Xie saat dia tidak ada.
" Ryu'er... Ini Tehnya." She Ling keluar dari ruangan lain dengan pakaian yang tipis yang memperlihatkan samar-samar Tubuhnya.
Ryu yang melihat tingkah She Ling yang berbeda dari biasa sedikit mengerutkan keningnya merasa bagian Tongkatnya bereaksi namun berusaha untuk menahan diri.
" Terimakasih Ketua Ling." Ryu mengambil Teh tersebut meminumnya secara perlahan.
" Jangan terlalu Formal... Oh ya, aku pernah mendengar kamu menyebut nama Yuwang. Siapa dia?" She Ling sengaja memancing.
" Deeeg." Ryu sangat kaget lalu mengingat kembali serangkaian kejadian saat berhubungan dengan Yuwang namun Tingkat Kultivasinya sama dengan She Ling.
__ADS_1
" Jadi..." Ryu tersadar sambil menunjuk ke arah She Ling.
" Itu benar... Yang kamu panggil itu adalah Aku. Sepertinya kamu terkena Pil Gairah Pengantin. Jadi kamu tidak mengenalku." She Ling memasang wajah memerah namun memiliki dorongan lain membuat dia harus memberitahukan kejadian tersebut.