SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PAKAI SAJA


__ADS_3

Untuk berhadapan dengan Hewan Roh tingkat langit, dengan tingkat Kultivasi Ryu yang sekarang tentu bukanlah hal yang sulit bahkan hanya dengan satu pukulan saja langsung mati.


Dari kejauhan Ryu juga melihat beberapa sosok yang sedang dalam kondisi tubuh terikat yang berbeda di belakang sosok lain yang sekitar 50 orang.


Dari pengamatan Ryu, 6 wanita dan 19 Pria yang sedang terikat adalah tawanan dari 50 sosok lain.


Melihat hal tersebut Ryu meningkatkan pendengarannya untuk memastikan perkiraannya itu.


" Saudari... Maafkan kami telah membawa kalian dalam situasi seperti ini." salah satu dari Pria yang dalam kondisi mengenaskan seperti sudah dihajar sampai babak belur.


Bahkan rekannya yang lain juga mengalami nasib yang sama, dari wajah mereka banyak mengalami luka lebam.


Dari 6 tawanan wanita itu juga mengalami nasib yang sama, dimana pakaian mereka seperti dirobek dengan paksa meskipun tidak mendapatkan luka yang parah.


" Aku tidak menyalahkan kalian, ini semua sudah terjadi... Hanya saja kita yang tidak mampu melawan para bajingan itu." Terdengar suara lirih dari salah satu tawanan wanita itu seakan meratapi nasibnya.


" Saudari... Apa yang harus aku katakan kepada Guru, jika mereka melakukan hal yang buruk kepada kalian." Sosok pria lain mengetahui rencana buruk dari orang yang menyekap mereka adalah ingin memuaskan nafsu mereka kepada keenam rekan wanita yang bersama mereka untuk menelusuri Hutan terlarang.


Sekuat apapun para tawanan mencoba membebaskan diri dari ikatan tersebut, namun tidak ada yang mampu melakukannya.


Di sisi lain sekitar 50 orang yang sedang melakukan pertarungan dengan kelompok Serigala tersebut merasa kesal karena kesenangan mereka terganggu.


" Kita tinggalkan tempat ini dan bawa keenam wanita itu! Biarkan tawanan pria itu sebagai umpan." Salah satu dari mereka merasa tidak kuat melawan kelompok Serigala yang menghadang mereka.


" Baik! " Beberapa sosok mundur ke belakang untuk membawa tawanan Wanita meninggalkan tempat itu.


Sedangkan yang lain mencoba untuk bertahan sambil bergerak mendekati tawanan pria dan menjadikan mereka sebagai umpan.


Ryu yang sudah mengetahui hal itu, segera keluar dari tempat persembunyian menuju para tawanan.


" Kraaack... Kraaack... Kraaack." Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir seraya memukul beberapa saat yang mendekati tawanan wanita.


" Arrgghhh."


" Arrgghhh."


" Arrgghhh."


" Arrgghhh."


Bersamaan dengan pukulan yang membuat tulang rusuk mereka patah, satu-persatu mereka berteriak kesakitan.


Melihat sebuah bayangan yang menyerang beberapa sosok yang di depan mereka, para tawanan membulatkan mata berkeringat dingin takut akan terjadi hal buruk pada mereka.


Begitu juga dengan kelompok yang sedang melawan Hewan Roh, saat mendengar teriakkan dari arah belakang, sambil bertarung mereka melirik ke arah suara dimana terlihat rekan mereka sudah kehilangan nyawa.

__ADS_1


Di tengah mayat tersebut Ryu masih terlihat santai secara perlahan membalikkan badan ke arah pertarungan sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir.


" Craaash... Craaash... Craaash... "


" Craaash... Craaash... Craaash... "


" Craaash... Craaash... Craaash... "


Satu-persatu Ryu menebas leher mereka hingga terputus tanpa sempat mengeluarkan suara.


Tidak sampai disitu saja Ryu juga menebas leher kelompok Serigala tersebut hingga dalam hitungan detik tidak ada satu pun yang tersisa.


" Gluug." Para tawanan menelan ludah menyaksikan sesuatu yang mengerikan di depan mereka.


Dengan wajah penuh ketakutan, para tawanan tidak berani berkata apapun bahkan suara nafas mereka pun begitu enggan untuk dikeluarkan.


" Tap... Tap... Tap." Ryu berjalan mendekati para tawanan dengan sebuah senyuman ramah.


Meskipun senyum yang dilakukan oleh Ryu begitu ramah bahkan membuat orang terpana, namun mengingat kejadian sebelumnya mereka berfikir bahwa Ryu adalah seorang pembunuh berdarah dingin.


" Tidak perlu seperti itu." ucapan Ryu begitu lembut karena melihat ekspresi dari mereka menandakan sebuah ketakutan yang luar biasa.


Semua saling berpandangan satu sama lain setelah mendengar ucapan tersebut, namun tidak ada satu pun yang berani berbicara.


" Haaahh." Ryu menghela nafas seraya melepaskan ikatan mereka satu-persatu.


" Mmm." Ryu menjawab dengan sebuah anggukan seraya melepaskan ikatan tawanan yang lain.


Melihat apa yang dilakukan oleh Ryu, para tawanan yang sudah terlepas masih terlihat enggan untuk bergerak merasa nafas mereka masih sesak.


Setelah ikatan para tawanan sudah terlepas semua, Ryu pun berjalan menjauhi mereka sambil mengerutkan kening karena tidak ada satupun yang bersuara.


' Apa aku terlalu berlebihan.' Ryu membatin menyaksikan para tawanan tersebut masih mematung lalu menoleh ke arah tawanan wanita.


" Pakaian kalian sepertinya sudah tidak layak dipakai lagi. Kebetulan aku ada beberapa lembar pakaian yang mungkin bisa kalian pergunakan." Ryu melempar masing-masing satu lembar pakaian kepada keenam wanita itu.


" Te... Terimakasih Tuan Pendekar." Keenam wanita tersebut menangkap pakaian yang diberikan oleh Ryu, namun masih dalam posisi berdiri di tempat.


" Mmm... Sepertinya aku tidak bisa lama disini. Ambillah Harta dari mereka! Inti Roh Serigala itu kalian juga bisa mengambilnya." Ryu menatap ke beberapa mayat seraya meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi.


Saat Ryu sudah menghilang dari pandangan, kini mereka telah tersadar setelah beberapa saat Ryu sudah pergi.


" Haaahh." dengan serentak mereka menghela nafas lega dimana sebelumnya nafas terasa sesak.


" Kita sampai lupa mengucapkan terimakasih kepada Pendekar itu." Salah satu sosok Pria menyesal atas tindakan mereka.

__ADS_1


" Benar Saudara... Sepertinya Pendekar itu tidak memiliki niat buruk kepada kita." yang lain ikut menimpal.


" Itu wajar saja... Kekuatan Pemuda itu seperti seorang monster. Bahkan aku sendiri hampir kehilangan nafas hanya menatapnya saja." ucap Pria yang lain.


" Saudari... Syukurlah kalian selamat." Salah satu Pria menoleh ke arah rekan wanita.


" Aahhh." keenam wanita itu tersadar dari rasa terkejut mereka.


" Lebih baik kalian ganti pakaian kalian dulu." Salah satu Pria membalikkan wajah saat melihat pemandangan yang tidak layak mereka lihat dari keenam wanita yang dimana memperlihatkan beberapa bagian tubuh mereka.


Tanpa menjawab apapun keenam wanita itu langsung menjauhi tempat tersebut mencari tempat yang aman untuk berganti pakaian.


" Apa kalian kenal Pemuda itu tadi?" Salah satu dari keenam wanita mengeluarkan suara.


" Ah... Kamu bertanya kepada siapa?" Yang lain menggelengkan kepala karena pertanyaan yang dilontarkan


" Ada-ada saja. Jika salah satu dari kita mengenalinya, tidak mungkin kita sampai merasa takut seperti itu tadi."


" Aku bertanya seperti itu bukan tanpa sebab. Coba kalian cium pakaian yang ada di tangan kalian." ucap wanita itu tadi.


Yang lain pun menuruti hal tersebut langsung mencium pakaian yang ada di tangan mereka masing-masing hingga sontak membuat mereka kaget.


" Pakaian ini sangat wangi. Dari mana pemuda itu memiliki pakaian seperti ini."


" Itulah kenapa aku bertanya kepada kalian."


" Jangan-jangan..." keenam wanita tersebut membulatkan mata membayangkan bahwa Pemuda yang baru saja menolong mereka bukanlah Orang baik.


" Tidak mungkin. Jika Pemuda itu ingin berniat buruk kepada kita, itu sudah dia lakukan dari tadi." wanita lain menggelengkan kepala.


" Kamu benar... Mungkin saja pakaian ini dia temukan saat melakukan perjalanan."


" Jangan terlalu banyak berpikir. Lebih baik kita pakai saja! Lagi pula pakaian ini sepertinya sangat mahal."


" Benar sekali. Bahkan dengan pendapat kita selama sebulan, tidak mampu membeli pakaian ini."


" Anggap saja suatu keberuntungan."


Satu-persatu keenam wanita itu telah mengganti pakaian lalu meninggalkan tempat itu menuju ke arah rekan mereka.


Setelah berkumpul bersama kelompok mereka, para Pria tengah sibuk memeriksa mayat beberapa sosok yang sudah menyekap mereka untuk mengambil beberapa harta yang bisa mereka gunakan hingga beberapa saat kelompok tersebut mengumpulkan Inti Roh Serigala yang cukup banyak.


" Ini sungguh luar biasa. Bagaimana Pemuda itu melewatkan Harta sebanyak ini." mereka terlihat senang karena banyak Sumberdaya yang mereka dapatkan dari puluhan mayat itu.


Bahkan Inti Roh dari puluhan mayat Serigala itu juga sangat berharga bagi mereka dimana jika dijual, maka akan banyak mendapatkan batu roh.

__ADS_1


Dalam hati mereka bertanya-tanya siapa Pemuda yang menolong mereka yang tidak tertarik dengan Sumberdaya itu.


__ADS_2