
" Dao Luo, Yan Ran, Wu Tian... Bawa mereka semua. " Ryu memberi perintah.
" Baik Dewa Agung." Dao Luo dan yang lain mengangkat semua sosok tersebut menuju Ruang Istana..
" Dewa Agung?" Gumam mereka yang ada di tempat tersebut.
Saat berada di dalam istana kini terlihat puluhan wanita cantik beserta para Pelayan Istana yang disekap oleh Kelompok Wenlie dan Luan Hua.
" Salam Dewa Agung." Ucap Pasukan Semesta seraya menundukkan kepala.
" Mmmm." Ryu mengangguk kecil kepada anak buahnya lalu menatap ke arah para tawanan wanita tersebut.
" Apa Hubungan kalian dengan Keluarga Kerajaan?" Tanya Ryu dengan tatapan dingin.
" Ampun Tuan... Kami bertiga hanya Rakyat biasa yang ingin dijadikan Selir Pangeran Hang Wusan." Ucap salah satu wanita sambil menunjuk temannya
" Ampun Tuan... Kami berdua juga Rakyat biasa yang ingin dijadikan Selir dari Pangeran Hang Taichu." Wanita lain Sambil menunjuk ke arah temannya.
" Tuan... Kami bertiga juga rakyat biasa yang juga ingin dijadikan Selir Pangeran Hang Bauli." Ucap wanita yang lain juga menunjuk temannya.
" Tuan Muda... Kami berlima adalah Istri dari Putra Mahkota Hang Bu." Ucap salah satu wanita bergaun Hijau.
" Maaf Tuan Muda... Mereka Juga Korban dari Kekejaman Kaisar Dong. Kelima Wanita ini adalah Putri dari Walikota di Kekaisaran Naga Hitam. Mereka dipaksa menikah karena Walikota tidak mampu menyetor pajak sesuai yang ditentukan" Penasehat Cuang dengan sigap melihat reaksi dari Ryu yang ingin membunuh mereka.
Mendengar ucapan dari Penasehat Cuang, Ryu pun menghela napas lalu menatap 12 wanita lain di barisan belakang lalu menatap 2 wanita yang dikenalnya saat menyamar menjadi Naga kelima.
" Kalian berdua pergilah! Aku membebaskan kalian. Jalani hidup kalian sebagaimana mestinya." Ucap Ryu.
" Terimakasih Tuan. Tapi.... " Salah satu Pelayan menatap 10 Wanita Lain di barisan mereka.
" Luan Hua.... Bebaskan juga sepuluh wanita lainnya. Berikan mereka santunan agar mereka bisa menjalani hidup mereka dengan layak." Ucap Ryu sambil menatap Luan Hua.
" Baik Dewa Agung." Ucap Luan Hua lalu memberikan masing-masing mereka Satu kantong berisi 100.000 Batu Roh.
" Terimakasih Tuan." Ucap mereka bersamaan.
" Ampun Tuan jika Hamba sangat lancang. Hamba memang mendapatkan Batu Roh yang bisa mencukupi kehidupan lima tahun. Tapi Hamba juga membutuhkan Pekerjaan. Biarkan hamba bekerja dengan Tuan Muda." Ucap salah satu dari mereka.
" Kami juga Tuan Muda. Biarkan kami mendapatkan pekerjaan yang layak di Istana Ini." Ucap yang lain.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari 12 Pelayan tersebut dia pun mengerut keningnya seakan memikirkan Sesuatu.
Ryu yang kini terlihat pusing, dia juga sadar bahwa mereka pasti sulit mencari pekerjaan di luar, apalagi seorang Wanita.
" Tuan Muda. " Ucapan Tou Shuijing membuyar lamunan Ryu lalu memberikan enam Mahkota yaitu milik Kaisar Dong dan lima Raja lainnya.
" Tuan Muda... Kursi Kekaisaran sekarang Kosong. Sepertinya Tuan Muda harus mengisinya jika tidak, Kekaisaran Naga Hitam akan kacau." Ucap Penasehat Cuang.
" Aku sudah punya orang yang tepat dan berhak. Dia adalah putra Patriak Sekte Tirai Air." Ryu menatap Shui Jian.
" Sekte Tirai Air?" Gumam ketiga Raja mengingat kembali peristiwa tersebut.
" Kakak Ipar.... Jadilah Kaisar yang bijaksana. Aku tidak bisa bicara panjang lebar. Kakak Ipar lebih faham dariku. " Ucap Ryu.
" Ryu'er... Aku tidak berharap akan hal ini, namun demi rakyat maka aku akan melakukannya." Shui Jian senyum masam.
" Sekarang penerus Kekaisaran sudah ada. Jenderal Junda, perintahkan para Prajurit untuk mengabarkan ini pada Rakyat di Ibu kota Kekaisaran Ini dan para Walikota di wilayah Kekaisaran. Satu minggu lagi kita akan mengangkat Kaisar Baru." Ucap Penasehat Cuang seraya menoleh ke arah Jenderal Junda
" Baik Penasehat Cuang." Jenderal Junda memberi hormat lalu keluar ruangan.
" Kamu sudah mendengar sendiri bukan? Bagaimana Kekejaman Keturunan Kalian." Ryu menatap keenam leluhur.
" Guang Cheng... Bawa Anggota Keluarga Kekaisaran kesini. Aku ingin menghapus Keturunan mereka di hadapan leluhurnya sendiri." Ucap Ryu sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir.
" Baik Dewa Agung." Guang Cheng dan yang lain membawa Kaisar Dong bersama Permaisuri, Putra Mahkota, Tiga Pangeran dan Putri Kaisar.
Sejenak Ryu berpikir kembali jika dia membunuh mereka, maka hukuman langit akan menimpanya jika tidak menikahi puluhan wanita tersebut.
" Kakak Ipar... Sepertinya hal ini bukan dari bagianku lagi." Ryu menoleh ke arah Shui Jian seraya mengembalikan Pedang Naga Petir ke dalam Cincin miliknya.
" Mmmm." Shui Jian dengan polosnya mengangguk setuju lalu mendekati para tawanan tersebut.
Melihat hal tersebut Sheng Zhishu dan yang lain saling berpandangan, namun tidak berani berkata apapun karena mereka juga tidak ingin Suami mereka menambah Istri lagi.
" Slaaash... Slaaash... Slaaash.." Pedang Biru memotong Kapala Ketujuh Sosok tersebut di hadapan Leluhur mereka.
" Tidaaaaak!!!" Keenam leluhur berteriak histeris saat menyaksikan hal tersebut.
" Shu'er... Kelima Raja itu adalah bagian kalian." Ryu menatap Istrinya secara bergantian.
__ADS_1
" Itu tidak terlalu sulit." Jinying mendekati mereka dengan tangan lembutnya mematahkan leher Kelima Raja tersebut.
" Gluug." Penasehat Cuang, kedua Jenderal, Ketiga Raja dan rombongannya berkeringat dingin sambil memegang leher mereka masing-masing.
Mereka awalnya berpikir bahwa 23 wanita cantik itu adalah wanita yang terlihat anggun. Namun setelah melihat apa yang dilakukan Jinying kini pemikiran mereka berbanding terbalik.
" Slash.. Slash.. Slash...." Ryu yang mendapat bagian juga memotong leher keenam leluhur tersebut.
Melihat kekejian Ryu, Penasehat Cuang, kedua Jenderal dan ketiga Raja bersama rombongannya bergindik ngeri sambil memegang leher mereka kembali.
" Jenderal Fang Dao, berapa banyak jumlah pasukan kalian yang mati di medan pertempuran?" Tanya Ryu.
" Pasukan kami hampir 300 orang yang mati." Jenderal Fang Dao merasa gugup.
" Bagaimana dengan Kalian?" Ryu kembali menatap Ketiga Raja.
" Tuan Muda. Pihak Kami Masing-masing Mencapai 500 orang yang mati." Ucap Raja Shin Kai.
" Kubur mereka dengan layak dan lakukan Penghormatan terakhir. Berikan Ini juga kepada keluarga mereka. Jika ada keluarga mereka yang ingin mencari pekerjaan, berikan mereka pekerjaan yang layak. " Ryu mengeluarkan 8 Peti yang masing-masing berisi 10 Juta Batu Roh.
" Baik Tuan." Ucap mereka bersamaan.
" Jenderal Fang Dao, Jenderal Chang Lan. Aku minta bantuan pasukan kalian untuk membakar seluruh anggota Pasukan Kekaisaran beserta para pengikutnya." Ryu menatap ke arah kedua Jenderal tersebut.
" Baik Tuan Ryu." Ucap kedua Jenderal kemudian memerintah para Prajurit mengumpulkan mayat tersebut.
" Tuan Muda... Bagaimana dengan Mereka. " Penasehat Cuang menatap para wanita tersebut.
" Aku membebaskan kalian semua! Dan kalian bisa memilih jalan hidup kalian. Sedangkan para pelayan, biarkan mereka bekerja disini. Bagaimanapun juga Istana ini butuh orang yang merawatnya. " Ucap Ryu seraya menghela napas.
" Tuan... Kami lima Istri Putra Mahkota, sesuai dengan Adat Istana secara tidak langsung kami akan menjadi Istri sah dari orang yang merebut Mahkota Kekaisaran yaitu Tuan Muda sendiri." Ucap salah satu dari Istri Putra Mahkota.
Mendengar ucapan dari salah satu Istri Putra Mahkota. Sheng Zhishu dan yang lain menatap tajam ke arah lima wanita tersebut.
" Hah... Sebuah Adat lagi." Ryu bergumam ternyata hal yang dia hindari tidak bisa terlepas begitu saja.
" Yang dikatakan itu benar Tuan Muda. Adat tetaplah Adat. Begitupun dengan Putri dari tiga kerajaan yang akan menikah hari ini. tidak mungkin bagi mereka pulang begitu saja. Begitupun dengan kedelapan calon Selir." Penasehat Cuang sambil mengusap keningnya yang berkeringat.
" Semua Aku serahkan Pada Calon Kaisar yang akan menyelesaikannya." Ryu menatap Shui Jian.
__ADS_1