
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Dari beberapa warga yang melihat 22 keluarga Istana, terlihat ada beberapa kelompok yang terus mengawasi mereka dari kejauhan.
" Ternyata benar apa yang dikabarkan itu. Tidak menyangka Kekaisaran Awan yang lemah ini menyimpan Mutiara yang indah." Salah satu sosok Pria menatap ke arah 22 keluarga Istana dengan penuh nafsu.
" Tuan Muda... Kita tidak boleh gegabah. Bukankah kamu sudah mendengar Kekuatan dari Kekaisaran Awan?" Sosok Pria Sepuh menasehati pemuda yang di depannya.
" Tapi aku merasakan Aura dari mereka hanya mencapai Pendekar Alam Tahap Awal." Ucap Tuan Muda.
" Kamu jangan terkecoh... Mungkin mereka memakai Pusaka langit yang bisa menyamarkan tingkat Kultivasi." ucap Pria Sepuh.
" Tapi Paman... Aku ingin menikmati Istri Kaisar Ryu itu. Aku sudah Bosan dengan Istriku yang lain." ucap Tuan Muda.
" Tuan Muda... Kamu lihat Prajurit yang menjaga mereka, semuanya sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah. Ditambah lagi dengan kedua pengawal pribadi itu. sepertinya mereka sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir." sosok Pria Sepuh mengingatkan.
" Lalu bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan Istri dari Kaisar Ryu itu?" tanya Tuan Muda.
" Tuan Muda... Untuk apa kamu menginginkan Istri sebanyak itu? Bukankah kamu sudah punya 20 Istri?" Pria Sepuh menggelengkan kepala.
" Tapi itu masih belum cukup. Aku harus mendapatkan mereka." Tuan Muda tersebut memandang 22 Istri Ryu penuh dengan nafsu sambil membayangkan jika bermain dengan mereka di atas Ranjang.
" Sabar Tuan Muda... Kita harus mencari cara untuk menyingkirkan Suami mereka dengan cara halus. Dengan begitu, jalan untuk memperistri mereka sangat mudah." ucap Pria Sepuh.
" Paman... Bagaimana caranya?" Tuan Muda begitu antusias.
Pria Sepuh itu pun membisikkan sesuatu kepada sosok yang dia panggil Tuan Muda tersebut seketika Wajah Tuan Muda menjadi cerah.
" Mengapa tidak terfikir olehku. Baiklah Paman, aku akan mengikuti rencana Paman." ucap Tuan Muda.
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat mereka, Ryu yang menyamar menjadi warga biasa mendengar jelas pembicaraan kedua sosok tersebut meskipun tidak mengetahui rencana mereka.
Ryu merasakan bahwa kedua sosok tersebut bukan orang biasa, namun memiliki latar belakang yang kuat jadi dia tidak ingin bertindak gegabah.
' Awas saja... Jika kamu berani menyentuh kulit istriku saja dengan mata cabul mu itu, Aku pastikan kamu akan menyesal seumur hidup bahkan kamu akan memohon untuk cepat mati. Seperti Tuan Kelinci.' Ryu membatin seraya berpindah ke tempat yang lain.
Ryu memang berniat untuk mengawasi pergerakan musuh, karena dia yakin bahwa kelima sosok yang pernah membunuh dan memperkosa anggota keluarga Klan Liu Jutaan Tahun yang lalu pasti bersembunyi di suatu tempat, atau paling tidak keturunan maupun bawahan mereka pasti sedang berkeliaran.
Ryu juga menyadari posisinya sekarang tidak akan mampu melawan mereka, namun paling tidak dia harus mengetahui terlebih dulu keberadaan musuhnya agar tidak salah dalam melangkah.
Setelah berpindah dari tempat tersebut, Ryu langsung menuju ke arah yang dia curigai yang diantaranya adalah beberapa kelompok yang berpakaian sebuah Sekte.
Meskipun tidak mengetahui dengan jelas, namun Ryu curiga bahwa beberapa dari kelompok tersebut berasal dari Sekte yang tertutup dan tidak diketahui oleh banyak orang karena pergerakan mereka sangat rapi.
Setelah memastikan keamanan dari Istrinya, Ryu kembali ke Istana Kekaisaran Awan untuk menyampaikan beberapa hal kepada para Jenderal.
Saat berada di dalam ruang kerja Kaisar, terlihat Jenderal Heilong dalam kondisi yang tidak baik.
" Jenderal Heilong... Apa yang terjadi padamu?" Ryu memperhatikan bahwa Jenderal Heilong sedang mengalami luka dalam.
" Yang Mulia Kaisar... Saat aku pulang dari wilayah Kekaisaran Taiyang, aku dihadang oleh dua sosok misterius yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir. Aku tidak menyangka bisa dikalahkan begitu mudah oleh satu sosok yang dibawah tingkat Kultivasiku." Jenderal Heilong menggelengkan kepala seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia alami bahkan semasa hidup sebelumnya dia pernah dipermalukan seperti itu.
" Beruntung saja ada sosok misterius yang menolongku saat hampir dibunuh oleh sosok tersebut. Sosok itu memiliki ciri-ciri memakai pakaian serba hitam dan berambut putih seukuran pinggang terlihat masih muda, namun aku memperkirakan usianya sudah mencapai ribuan tahun." Jenderal Heilong menceritakan ciri-ciri sosok tersebut yang mampu mengalahkan tiga sosok yang hampir membunuhnya.
Jenderal Heilong juga menceritakan bahwa Sosok misterius itu mengatakan bahwa dia adalah Pelindung keluarga Klan Liu yang baru saja keluar dari latihan tertutup selama ribuan tahun karena telah mengetahui bahwa Klan Liu sudah kembali ke Dunia Abadi.
" Yang Mulia Kaisar... Aku sudah mengajaknya kesini, tapi sosok itu mengatakan bahwa dia masih memiliki pekerjaan yang harus dia selesaikan. Sosok itu juga menyampaikan pesan kepada Yang Mulia Kaisar agar lebih cepat meningkatkan Kultivasi karena musuh yang sebenarnya sudah keluar dari tempat persembunyian dan kembali mengumpulkan kekuatan." Jenderal Heilong menyampaikan pesan tersebut kepada Ryu karena menurutnya itu adalah pesan yang sangat penting.
Jenderal Heilong menyimpulkan bahwa sosok yang mampu mengalahkannya memiliki Pusaka langit ataupun Artefak pada tubuhnya yang membuat kekuatannya meningkat.
Ryu juga sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Jenderal Heilong, jika tanpa pusaka langit ataupun Artefak sangat mustahil bagi seorang Pendekar Langit tahap akhir bisa mengalahkan Pendekar Surgawi tahap awal yang kekuatannya ibarat langit dan bumi.
" Yang Mulia Kaisar... Aku hanya bisa membeli Inti Roh Raja dan Ratu Hewan Roh sebanyak 21, itupun aku sudah berkeliling di wilayah Kekaisaran Taiyang. Untung saja sosok misterius itu memberikan Inti Roh Raja dan Ratu Hewan Roh sebanyak 19 butir." Jenderal Heilong memberikan 40 Inti Roh tersebut kepada Ryu.
" Terimakasih Jenderal Heilong... Kalian sangat baik kepada keluargaku." Ryu mengambil Inti Roh tersebut lalu menyimpannya di Cincin miliknya.
Sambil mencerna apa yang baru saja Jenderal Heilong alami, Ryu merasa sedikit khawatir akan keselamatan keluarganya dan berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi dan mencari keberadaan Penguasa Elemen yang lain secepatnya.
" Jenderal Heilong... Sekarang pulihkan luka dalam mu dan istirahatlah yang cukup." Ryu mempersilahkan Jenderal Heilong untuk beristirahat.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jenderal Heilong memberi hormat lalu meninggalkan ruangan.
Setelah kepergian Jenderal Heilong, Ryu kembali ke kamar utama Istana Kekaisaran langsung menuju Istana Yexuan dimana tempat anggota Klan Liu berada.
Di dalam Istana Yexuan, Ryu meminta mereka agar lebih fokus untuk berlatih dan Berkultivasi karena mereka semua masih berada di Pendekar Fana tahap awal yang dimana kekuatan mereka sama seperti warga biasa.
Agar tidak mempengaruhi proses Kultivasi mereka, Ryu memberikan pengetahuan lain.
Dengan antusias seluruh anggota keluarga Klan Liu menantikan penjelasan dari Ryu.
__ADS_1
" Dalam Kitab ini aku telah merangkum dari semua pengetahuan yang aku miliki. Kitab ini menjelaskan tentang cara meningkatkan Fondasi mulai dari Menempa tubuh, penempaan tulang, memperkuat Jiwa.
Sepertinya kalian masih memiliki bekal dengan Aura Pembunuh yang kalian kumpulkan selama ini. Kalian bisa mengolahnya hingga mencapai Aura Naga Langit.
Teknik ini sangat jarang dilakukan oleh Kultivator, apalagi untuk Aliran Putih.
Teknik mengolah Aura Pembunuh memiliki tiga tingkatan dimana ada tingkat Aura Serigala, Aura Harimau dan yang terakhir Aura Naga.
Didalam tingkatan itu sendiri terbagi menjadi tujuh tahap yaitu tahap fana, suci, Raja, Kaisar, Alam, Bumi dan yang terakhir tahap langit." Ryu memberikan Kitab tersebut kepada Jianheng.
" Terimakasih Tetua Agung." Jianheng mengambil Kitab tersebut.
" Seperti yang kalian ketahui bahwa Leluhur kita menggunakan sebuah Teknik agar bisa Berkultivasi dengan cepat yaitu Teknik Kultivasi Pelahap Bintang. Sepertinya itu sangat cocok untuk kalian, karena Kultivasi Pelahap Bintang hanya bisa dilakukan oleh orang yang sama sekali belum pernah belajar Kultivasi di Dunia Abadi ini." Ryu kembali menerangkan.
Ryu juga memilih beberapa perwakilan untuk memperagakan cara tersebut agar yang lain ikut mempelajarinya.
Dengan penuh semangat, mereka mulai belajar tentang teknik Kultivasi Pelahap Bintang hingga satu-persatu mereka mulai menguasai Teknik tersebut.
Setelah mereka berhasil, Ryu langsung masuk ke tahap selanjutnya yaitu memperagakan cara memperkuat Fondasi hingga yang terakhir adalah mengolah Aura Pembunuh.
Dengan penuh kesabaran Ryu terus menuntun mereka agar tidak terjadi kesalahan apapun.
Selain memberikan Harta langit untuk memperkuat Fondasi mereka, Ryu juga mempersilakan mereka untuk berendam di Air Embun Surgawi agar mempercepat proses penempaan Tubuh mereka selama masih sanggup menahan rasa sakit.
Merasa sudah cukup, Ryu menuju ke Goa dimana tempat Air Embun Surgawi yang lain yang juga sudah diberikan kecepatan waktu oleh Yuwang.
Di dalam telaga Air Embun Surgawi kini telah dibuat lebih menarik dari sebelumnya dimana terdapat seperti sebuah bangunan yang memiliki pintu.
" Sepertinya Shu'er banyak memakai Besi Awan" Ryu membuka pintu tersebut dimana didalamnya terdapat telaga Air Embun Surgawi.
" Gege..." Jinying keluar dari Alam Jiwa.
" Ying'er... Sepertinya kamu sekarang mengalami penurunan Kultivasi." Ryu merasakan bahwa Jinying sekarang berada di Pendekar Bumi Tahap Menengah.
" Ini semua gara-gara Gege... Tapi tidak masalah, yang penting Gege tetap mencintaiku." Jinying tersenyum sambil mengalungkan tangannya di leher Ryu.
" Aku ingin menempa tubuhku, apa kamu ingin ikut?" Ryu menutup kembali pintu tersebut lalu turun ke telaga tempat Air Embun Surgawi.
" Baiklah, aku akan ikut Gege... Mungkin rasa sakitnya akan berkurang jika bersama Gege." Jinying langsung mengikuti Ryu untuk menempa tubuhnya.
" Ying'er... Apa setiap kamu menemuiku harus tanpa busana?" Ryu menggelengkan kepala atas tindakan dari Jinying.
" Gege... Jika tidak ingin merasakan sakit, kita harus saling menyalurkan energi kita satu sama lain." Jinying mengeluarkan sebuah cahaya hingga masuk ke dalam kening Ryu.
" Sepertinya kamu memiliki teknik rahasia." Ryu tersenyum seraya menyerap cahaya yang diberikan Jinying.
" Gege... Itu adalah Teknik penyerapan yang aku ciptakan sendiri di kehidupan sebelumnya. Itu hanya berlaku kepada setiap lawan jenis yang pernah berhubungan intim. Yang artinya energi Yin-Yang mereka sudah menyatu. Dengan perpaduan kedua energi Yin-Yang, akan menciptakan pelindung sehingga kita tidak merasakan sakit saat proses penempaan tubuh." Jinying menerangkan kepada Ryu.
" Apa tidak ada cara lain?" Ryu mengerutkan keningnya.
__ADS_1