SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 92. PERJALANAN PULANG.


__ADS_3

Setelah Berjalan cukup lama, Ryu kini berada di sebuah Desa yang cukup Ramai memutuskan untuk beristirahat sejenak dan mencari sebuah Penginapan.


Sesampai di Penginapan, Ryu langsung masuk dan menuju ke meja yang terlihat Kosong.


" Pelayan, bawakan untukku makanan terbaik disini." Ryu memandang ke arah Pelayan yang tidak jauh dari tempatnya.


" Baik Tuan, Tunggu sebentar." Pelayan tersebut langsung menuju ke dapur.


Setelah beberapa saat, Pelayan tersebut membawa Pesanan ke meja Ryu dan tidak lupa Ryu Langsung membayarnya.


Sambil menikmati hidangan, Ryu juga memeriksa keadaan sekitar dengan Spiritual yang terlihat beberapa orang yang terlihat mencurigakan.


Ryu yang sudah tau keinginan mereka langsung memesan satu Kamar setelah sudah menikmati Hidangan dan langsung masuk ke Kamarnya.


Setelah berada di dalam kamar, Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura langsung membersihkan diri dan beristirahat.


Pada Malam Hari terlihat beberapa Sosok yang memakai baju hitam sedang berlari di atas Atap dimana tempat Ryu berada.


Salah satu Sosok langsung membuka jendela Kamar Ryu, namun saat melihat target mereka tidak ada Mereka seakan bingung karena sudah jelas bahwa target mereka masih berada di Kamar.


Dengan rasa kecewa mereka langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dengan wajah lesu berfikir kalau target mereka sudah pergi.


Pada keesokan pagi Ryu melanjutkan perjalanan menuju Sekte Harimau Putih untuk menepati janjinya Kepada Du Lao juga masih tidak tau kemana arah kakinya melangkah.


Saat berada ditempat jalan yang sepi, Ryu langsung dihadang oleh 20 Sosok yang memakai pakaian serba hitam dengan Tingkat Kultivasi Pendekar Bumi Tahap Awal.


" Hahahaha... Ternyata kamu belum Pergi dari penginapan itu? " Salah satu sosok tertawa lepas karena Target mereka sudah ada di depan mata.


" Saudara, Biar Aku saja yang membereskannya. Lagi pula dia masih berada di Pendekar Alam Tahap Awal." salah satu sosok sangat yakin bisa membunuh Ryu dengan mudah.


" Tidak Perlu. Kalian langsung maju saja semua. Aku sedang buru-buru jadi hanya dengan sekali pukulan aku bisa membunuh kalian." Ryu terlihat santai.


" Ternyata Pemuda ini besar mulut. " Salah satu dari mereka langsung melompat ke arah Ryu dengan senyuman percaya diri.


" Krrraaaak." Seketika gerakannya terhenti saat berada di depan Ryu yang meninju bagian Ulu hati terdengar semua Tulang Rusuknya patah.


" Apa? " semua langsung kaget melihat Ryu dengan mudah membunuh rekan mereka tanpa bergeser sedikit pun.


" Bruuuuk." Tubuh sosok tersebut jatuh ke tanah.


" Gluug" semua langsung menelan ludah sambil berfikir untuk lari.


" Jika kalian sudah datang kepadaku, maka tidak ada seorangpun yang bisa lari." Ryu melihat gerak-gerik mereka yang ingin Kabur.


" Krrraaaak... Krrraaaak.... Krrraaaak...." Satu-persatu Ryu langsung memukul mereka tanpa sempat melarikan diri harus mati di tangan Ryu hanya dengan sekali Pukulan.


" Lumayan." Ryu mengibaskan tangannya kepada 20 Mayat tersebut sambil melangkahkan kakinya.


Setelah berjalan beberapa saat, seketika Dua sosok lain langsung melesat ke arah Guru dengan Aura yang sangat kuat.


" Pendekar Langit Tahap Awal? Menarik." Ryu menatap ke arah Dua sosok didepannya.


" Anak Muda... kau begitu Arogan dengan membunuh Murid Kami. Berlututlah dan berikan Cincin Ruang milikmu, mungkin kami akan memaafkan mu." ucap Salah satu Sosok bersuara wanita.


" Kalau Aku menolak Bagaimana? lagi pula aku tidak mengenal kalian dan kejadian tadi karena salah Murid kalian sendiri." Ryu membela diri.


" Anak Muda... Asal kamu tau, kami adalah Sepasang Macan Buas. Orang-orang yang mendengar nama kami saja akan tunduk dan memilih untuk melarikan diri." Salah satu sosok dengan bangga mendapatkan julukan tersebut.


" Apa? Macan Tua? Lebih baik kalian pergi menikmati masa Tua kalian." Ryu kembali melangkahkan kakinya.


" Kubunuh Kau." Salah satu dari mereka langsung melompat ke arah Ryu dengan Amarah yang memuncak.

__ADS_1


" Bboooom " Pertemuan pukulan membuat Ryu mundur beberapa langkah kebelakang, Sedangkan Sosok tersebut terpental hingga Sepuluh meter.


" Suamiku." Salah satu sosok berlari ke arah Sosok yang terpental tersebut.


" Hhhhmmmm.... Aku tidak Percaya Pemuda ini bisa membalas Pukulan ku dengan mudah." Sosok tersebut Bangkit kembali sambil menyelidik kearah Ryu.


" Suamiku, lebih baik kita menyerangnya bersamaan!." Salah satu sosok merasa kalau orang yang di depan mereka bukanlah Orang Sembarangan.


" Mmmmm'' Sosok tersebut mengangguk memiliki pandangan yang sama.


Kedua sosok itu pun melompat dan langsung menyerang Ryu dari Dua Arah dengan kombinasi Serangan yang sangat kuat.


Di sisi lain Ryu terus menangkis sesekali membalas serangan mereka hingga terlihat seimbang.


Dentuman keras antara kedua belah pihak membuat sekitar areal Pertempuran menjadi Rusak.


Dari kejauhan terlihat Tiga Sosok Wanita dan 2 Pria langsung menuju ke arah terjadinya pertempuran.


Saat sudah mendekati jarak pandang mereka langsung membulatkan mata Saat melihat Sosok Pemuda yang sedang bertarung melawan Sepasang Macan Buas.


" Itu kan Saudara Ryu dari Murid Dalam Sekte kita.?" Chieyu masih ingat wajah Ryu.


" Haaaiiisss... Pemuda itu benar-benar Nekat, sangat disayangkan jika dia mati." Salah satu Murid Wanita membayangkan Pemuda yang dia Sukai harus mati di tangan Sepasang Macan Buas.


" Tunggu! Sepertinya Saudara Ryu tidak seperti yang kita bayangkan." Chieyu melihat Ryu mampu mengimbangi serangan Sepasang Macan Buas bahkan mulai Mendominasi.


Melihat kejadian tersebut membuat mereka Seakan tidak Percaya, mengingat Kekuatan Sepasang Macan Buas Setara dengan Xiao Hei bahkan lebih unggul.


Disisi lain, Ryu Ryu yang serangannya mulai Mendominasi langsung menggunakan Teknik Langkah Hantu Harimau Petir sambil membuat Pukulan yang sangat kuat menyerang Kedua Sosok tersebut hingga membuat mereka Terpental.


" Uhuuk." Mereka memuntahkan segumpal darah.


" Aku tidak Percaya Pemuda ini sangat kuat. Sebaiknya kita Gunakan Hewan Kontrak kita." Mereka langsung mengeluarkan Sepasang Harimau Suci.


" Ggooooaaarr" Sepasang Harimau Suci Mengaum hingga membuat Ryu terpental dan Menabrak Pohon hingga tumbang.


" Uhuk." Ryu memuntahkan Darah segar lalu bangkit kembali dengan senyuman Jahat.


" Kalau begitu kita akan beradu Auman siap yang paling kuat." Ryu lang memusatkan Qi pada pita suara.


" Ggooooaaarr" Ryu langsung menggunakan Teknik Auman Bencana Harimau Petir.


Terlihat sebuah Pusaran Petir Berwarna Hitam Pekat merusak Apapun yang dilewatinya.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Sepasang Macan Buas dan kedua Hewan Kontrak langsung terpental dengan Kondisi Tubuh mengenaskan dibalut Petir Hitam.


" Tap...Tap..Tap..." Ryu berjalan mendekati Kedua Harimau tersebut lalu mengikatnya dengan Jaring Petir Hitam dan memasukan kedalam Cincin Ruang.


" Lebih baik kalian pergi sekarang! Aku sedang tidak ingin membunuh Sepasang Kekasih seperti kalian." Ryu membalikkan badannya menatap Sepasang Macan Buas.


Mendengar ucapan Ryu, Mereka berdua sangat heran saling berpandangan mengingat Jalan Kultivator yang kalah akan dibunuh.


" Tuan... Apa alasan Tuan tidak Membunuh kami? " Macan Buas Wanita yang penutup wajahnya sudah terbuka seakan Pasrah akan hidup mereka merasakan Sakit yang luar biasa bersarang dalam tubuhnya.


" Aku tidak punya alasan dengan jelas, tapi untuk Hewan Kontrak kalian akan menjadi milikku." Ryu menarik Petir Hitam yang masih menyelimuti tubuh mereka dan memberikan Seribu Batu Roh langsung berjalan melanjutkan perjalanan.


Sepasang Macan Buas yang masih kebingungan kini harus Mengingat jelas Wajah Pemuda yang baru saja mengalahkan mereka dan berharap Kelak tidak akan pernah mengganggunya meskipun harus kehilangan Hewan Kontrak yang sangat Berharga dan sulit didapatkan.


" Sayang, Paling tidak kita masih bisa menyambung hidup dengan Batu Roh sebanyak ini." Macan Buas Pria menatap Tumpukan Batu Roh di depan mereka.


" Mmmmm'' Macan Buas Wanita mengangguk.

__ADS_1


Di tempat lain Ryu yang sudah melakukan perjalanan, Kini langsung disambut oleh Lima Sosok dari Murid Sekte Harimau Putih.


" Saudara Ryu, Kamu begitu mengagumkan." Chieyu terlihat Jinak tidak ingin menyiakan kesempatan untuk mendekatinya.


Sedangkan Ling Lin dan Ling Mei hanya bisa menahan diri dari Kekaguman mereka mengingat kekasih mereka juga ada di tempat itu.


" Ada apa kalian keluar dari Sekte? Apa kalian ambil Cuti juga? " Ryu menatap mereka secara bergantian yang terlihat sebuah ketakutan tergambar dari wajah Dua sosok pemuda didepannya.


" Kami baru saja menyelesaikan Misi, dan sekarang kami akan Pulang." Ucap Chieyu sambil menatap keempat temannya begitu Enggan untuk berbicara.


" Oh... Kebetulan aku juga ingin kembali ke Sekte. Sudah setahun lebih aku mengambil Cuti." Ryu kembali melangkahkan kakinya.


" Kalau begitu, kita Pulang bersama saja.! Tapi kita tidak perlu buru-buru, karena ada berbagai tempat harus kita kunjungi. Lagi pula Waktu Kami masih belum Lima Bulan lagi." Chieyu Senyum kemenangan berjalan di Samping Ryu.


' Ciihhhh... kesempatan.' Ling Lin dan Ling Mei menggerutu dalam hati karena kehadiran dua Pemuda di sisi mereka.


Kedua Pemuda itu pun sudah tau keinginan Ling Lin dan Ling Mei dilihat dari gerak-gerik mereka, namun tidak berani berkata apapun mengingat Kekuatan Ryu sudah diluar batas kemampuan mereka.


Di dalam Murid Dalam Sekte Harimau Putih Chieyu adalah Wanita tercantik nomor satu, Namun tidak ada yang berani mendekatinya karena bisa dibilang sebagai Murid jenius.


Banyak sudah Murid Pria yang ingin mendekatinya namun harus menelan Pil pahit karena ditolak mentah-mentah bahkan ada yang sampai babak belur.


Namun kini malah terlihat Jinak saat berada di depan Ryu, berbanding terbalik dengan sikap Aslinya yang dingin dan kejam.


Di dalam perjalanan, Chieyu memang sengaja mengulur waktu berharap agar dia bersama Ryu bisa saling mengobrol lebih lama lagi.


Di sisi lain Ryu juga memanfaatkan situasi tersebut untuk menggali berbagai informasi mengenai Dunia yang dia tinggali sekarang dengan alasan Dia hanya dari kalangan warga biasa.


Hal itu tentu saja membuat mereka tidak percaya bahkan menganggap Ryu sebagai titisan dewa Perang, Dewa Pelindung ataupun Dewa Kaisar yang pernah hidup Ribuan Tahun yang lalu.


Ryu yang awalnya masih belum tau Maksud mereka dengan titisan kini mulai faham dan juga Ryu baru Tau Kalau Di Dunia Setengah Abadi memiliki Empat Benua Besar yaitu




Benua Matahari Terbit dimana tempat Ryu berada, memiliki Tanah yang Subur namun hanya menyediakan sedikit Sumberdaya.




Benua Kesengsaraan, dimana tidak ada Ketenangan karena tiap Setiap hari akan ada pembantaian baik Skala kecil maupun Skala Besar namun disana Banyak Sumberdaya.




Benua Tanpa Kultivator, dimana jika Orang berada di sana, Mereka akan Kehilangan Kultivasi dan hanya mengandalkan Kekuatan Fisik dan Teknik yang tidak memakai Qi tetapi banyak menyimpan Harta Langit dan Sumberdaya Tingkat tinggi.




Benua Ganda adalah Benua yang Hampir sama dengan Benua Matahari Terbit yang memiliki Tanah subur namun sangat minim Sumberdaya yang membuat mereka mengandalkan Teknik unik yaitu Kultivasi Ganda.




Dari Setiap Benua semua ada Penguasanya dan jika ingin menuju Dunia Abadi harus mendapatkan Permata Pohon Bodhi.

__ADS_1


Ryu juga sebenarnya sudah mengetahui beberapa informasi dari Shizi, Namun tidak sedetail penjelasan dari Chieyu.


Mengingat Ryu tidak memiliki alasan lagi untuk Pergi ke Dunia Abadi, Dia memilih untuk tinggal di Sekte Harimau Putih untuk sementara waktu sambil memikirkan Sebuah tempat untuk dia tinggali sampai Akhir Hayat.


__ADS_2