
Beberapa saat kemudian, sepuluh wanita tersebut membuka mata mereka sangat terkejut melihat para Kultivator wanita di hadapan mereka.
" Kalian sudah aman sekarang. Luan Quan, bawa mereka Keluar " Luan Weily menatap ke arah Luan Quan.
" Mmmm." Luan Quan mengangguk ringan membawa 10 wanita tersebut.
Luan Hua dan rombongan yang tersisa kembali melanjutkan perjalanan mereka menyusuri sudut lalu menemukan tumpukan Batu Roh dan memiliki banyak Sumberdaya.
" Saudari Luan Hua... Jika seperti ini kita bisa menjadi paling kaya di Kekaisaran Petir. " Ucap Luan Weily sangat senang dengan hasil jarahan mereka.
" Hus... Ini milik seluruh Pasukan Semesta dan jika bukan karena Dewa Agung, kita tidak mungkin sekuat sekarang " Ucap Luan Lua.
" Saudari Luan Hua... Kamu jangan salah dulu. Aku hanya berfikir setelah pulang kita akan membentuk sebuah Kerajaan bahkan Kekaisaran, dan tentu saja Dewa Agung yang jadi Raja atau Kaisarnya. " Jawab Luan Weily, karena dia menganggap bahwa Ryu sangat cocok untuk menjadi seorang Kaisar dan paling tidak menjadi seorang Raja.
" Itu masuk akal, tapi bagaimana mungkin?" Luan Hua mengerutkan Keningnya.
" Saudari Luan Hua... Di Benua Barat masih banyak wilayah Hutan yang tidak berpenghuni yang bisa untuk dijadikan membuat Kekaisaran yang baru. Bahkan di Benua yang lain aku rasa masih banyak Hutan yang tidak pernah dijamah oleh siapapun." Ucap Luan Weily.
" Sudahlah... Lebih baik kita secepatnya menyelesaikan pekerjaan dan pergi dari sini. " ucap Luan Hua yang mulai mengumpulkan Harta tersebut.
Yang lain juga ikut mengumpulkan Harta tersebut kemudian kembali keluar dimana Pasukan Semesta dimana sedang menunggu.
******
( Bagian atas kapal udara )
Ryu yang sudah menyuruh Wenlie dan anggota yang lain membawa tawanan wanita untuk menjamu mereka di ruang makan.
Tidak lama kemudian Luan Hua dan rekan mereka kini sudah keluar dengan membawa sepuluh wanita yang lain.
" Salam Dewa Agung. " Luan Hua dan rombongannya memberi hormat diikuti 10 wanita lain.
" Mmm." Ryu mengangguk sambil menatap ke arah 10 wanita tersebut.
Ryu memperkirakan bahwa 10 wanita tersebut memiliki latar belakang yang kuat, sehingga mereka harus mendapatkan perlakuan khusus yang pasti mereka akan dijual kepada beberapa Bangsawan karena mereka masih memiliki Yin Murni. Walaupun 10 wanita itu disiksa dengan berat.
__ADS_1
Melihat Isyarat dari Ryu, Luan Hua langsung melaporkan dimana mereka telah menyelesaikan tugas mereka lalu melaporkan semua kejadian yang mereka lihat bahkan jumlah rampasan yang sangat detail kepada Ryu dan Istrinya.
Setelah mendengar penjelasan tersebut Ryu dan Istrinya kembali ke dalam kapal udara, dan tidak lupa Ryu memberi perintah kepada Pasukan Semesta untuk menghancurkan Induk Kapal Perompak tersebut.
" Wu Tian... Kita lanjutkan perjalanan. Aku harap kita tidak mengalami kendala lagi." Ryu menoleh ke arah Wu Tian lalu melanjutkan langkahnya.
" Baik Dewa Agung." Wu Tian memberi hormat kemudian menuju kembali ke ruang kemudi.
Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta yang lain langsung kembali ke kamar masing-masing mengingat hari sudah sore.
Ryu yang sudah berada di kamar utama bersama Istrinya, kini menikmati kebersamaan mereka dengan berbincang kecil.
" Aku ingin kembali ke Istana Kristal, apa kalian ikut? " Tiba-tiba Ryu mengalihkan pembicaraan sambil menatap Istrinya.
" Kami ikut Gege. " Ucap Sheng Zhishu dan yang lain.
" Mmm." Ryu mengangguk lalu membawa mereka ke Istana Kristal dan muncul tepat di kamar utama.
" Aku ingin beristirahat dengan tenang disini. " Ryu membaringkan tubuhnya di atas ranjang kemudian menutup matanya.
Mendengar ucapan tersebut Sheng Zhishu dan yang lain juga mengisyaratkan setuju, sedangkan Ryu yang kembali membuka matanya kini menatap ke arah Qin Shuomei sambil senyum hangat.
" Mei'er... Kenapa kalian selalu bersama untuk itu? Apa kalian tidak merasa malu menatap satu sama lain saat melakukannya.?" Ryu menggelengkan kepala atas sikap dari istrinya tersebut.
" Gege... Kami sudah terbiasa melakukannya seperti ini. Awalnya kami juga merasa malu, namun setelah dipikir lagi buat apa kami harus malu karena kami hanya satu dan tidak boleh terpisahkan. Akhirnya kami sendiri tidak mempermasalahkan itu lagi. " Ucap Ucap Xie Hua tanpa merasa malu sedikitpun karena tidak ada yang perlu ditutupi lagi.
" Hua'hua benar... Yang kami pikirkan adalah ketika kami tertidur maupun terbangun, Hal yang pertama kami Lihat adalah sosok Suami yang sangat kami cintai." Wang Mingjun ikut menimpal.
" Hah... Sepertinya mulai malam Ini kalian harus bergantian menunggu malam berikutnya." Ucap Ryu sambil menatap semua Istrinya.
" Tidak masalah " Ucap mereka serempak.
" Agar pertarungan Seimbang, Kita harus membentuk Tim seperti dulu lagi dengan bertiga, dengan begitu pertarungan kita akan seimbang. Bagaimana menurut yang lain?" Ucap Shu Meilu.
" Aku bersama Shu'shu dan Chie'chie." " Ucap Huli Yue.
__ADS_1
" Kami tiga Bidadari Iblis dari Dunia Fana harus tetap kompak." " Ucap Tianhe
" Aku bersama Hua'hua dan Ye'ye." Ucap Yuwang.
" Aku bersama Lu'lu dan Mei'mei." Ucap Wang Mingjun.
" Aku bersama Qi'qi dan Ping'ping." Ucap Ling Queqi.
" Aku bersama Yi'yi dan Ying'ying dari Kekaisaran Shin tetap kompak." Ucap Nan Sian.
" Wei'wei, Kian'kian... Kalian bersamaku." Ucap Bing Ruyue.
" Lah Kami?" Tanya Zhang Qixuan dan Jinying saling berpandangan.
" Xuan'xuan, Ying'ying... Kalian berdua saja. Sebagai bonusnya kalian boleh bersama Suami kita untuk malam ini." Ucap Sheng Zhishu.
" Hah... Baiklah." Zhang Qixuan dan Jinying menghela nafas panjang.
" Xuan'xuan, Ying'ying... Kalian harus bahagiakan Suami kita. Kami akan kembali ke kamar masing-masing." Huli Yue dan yang lain meninggalkan kamar tersebut yang kini hanya menyisakan Ryu bersama Zhang Qixuan dan Jinying.
" Hah... Dengan begini aku tidak lagi merasakan sesak nafas." Ryu tersenyum lebar sambil menatap kedua Istrinya itu.
Kini Zhang Qixuan dan Jinying saling berpandangan memberi isyarat lalu membaringkan tubuh mereka di samping kiri dan kanan Ryu.
" Gege." Zhang Qixuan merebahkan kepalanya di atas dada Ryu yang diikuti Jinying.
Pada malam itu pun mereka menikmati malam itu dengan tenang dan santai, membuat mereka dapat menikmati pertarungan mereka hingga terlihat kedua wanita tersebut kelelahan.
Pada keesokan hari, Ryu mengumpulkan ratusan Cincin Ruang Surgawi dari seluruh rampasannya selama ini untuk menambah fungsi dari Cincin tersebut.
Dengan bantuan elemen Cahaya, Ryu menambah fungsi Cincin Ruang tersebut menjadi Cincin pemulihan guna membantu para bawahannya saat bertarung.
Walaupun tidak seefektif Pil buatannya, atau buatan Xin Chie, namun efek penyembuhan dari Cincin tersebut cukup membantu meregenerasi luka secara perlahan.
Ryu berharap saat melakukan perjalanan, bisa menemukan kembali Batu Pelangi, Batu Meteor ataupun Besi Awan agar bisa menciptakan Armor Pelangi karena persediaan di Dunia Quzhu sudah menipis.
__ADS_1
Di Istana Kristal, Ryu dan Istrinya berkumpul bersama sambil menikmati hidangan yang telah tersedia.