SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KALUNG TELEPORTASI


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Setelah berada di dalam Goa, Xin Chie langsung duduk bersila mengeluarkan Spiritualnya membentuk Lima Bola Cahaya sebesar kelereng lalu membuka mata.


" Sayang... Dengan kemampuanku sekarang, aku hanya mampu menciptakan Lima Bola Cahaya ini saja." Xin Chie memberikan Bola Cahaya tersebut kepada Ryu.


" Sayang, Apa ini?" Ryu mengambil Kelima Bola Cahaya tersebut.


" Uhuuk." Xin Chie memuntahkan darah segar.


" Sayang... Aku tidak apa-apa, aku bisa menyembuhkan diri. " Xin Chie kembali duduk.


" Sayang, kamu tidak perlu melakukan ini." Ryu merasa bersalah.


" Sayang... Bola Cahaya itu untuk mempercepat Perjalananmu untuk menemui Istrimu yang lain. Aku tau kamu sangat merindukan mereka." Xin Chie berusaha menahan rasa sakit di dadanya akibat banyak mengeluarkan Spiritualnya.


" Aku akan membantumu." Ryu bergegas menyalurkan Elemen Cahaya kepada Xin Chie hingga beberapa saat Kondisi Xin Chie mulai membaik.


" Sayang... Terimakasih." Xin Chie merasakan kondisinya sudah membaik.


" Sayang, kamu bisa menggunakan Harta langit itu untuk memulihkan kondisi seperti semula." Ryu tau kalau fisik Xin Chie belum stabil karena baru bangun dari tidur panjang.


" Mmmmmm... Aku rasa akan terbantu dengan adanya Harta langit ini." Xin Chie memegang Cincin Ruang Surgawi miliknya.


Xin Chie tau betul, Selama Ryu belum menemukan keberadaan Istrinya yang lain maka dia tidak akan fokus mencari Air Embun Surgawi.


" Sayang... Jaga dirimu baik-baik. Aku akan mempertemukan kita kembali." Ryu mengeluarkan Batu Bintang Teleportasi.


Setelah meletakkan benda tersebut, Ryu langsung berkonsentrasi memusatkan fikirannya untuk menemukan lokasi Huli Yue terlebih dulu agar tidak ada kesalahan.


" Trraaaang." Satu Bola Cahaya ditangannya langsung pecah.


Seketika itu juga tubuh Ryu menghilang dari pandangan hingga muncul di Sebuah Goa yang tertutup Kabut.


" Dimana ini?" Ryu merasakan pandangan hanya mampu menembus kurang dari satu meter.


Seketika muncul Seekor Rubah setinggi Dua Meter berwarna Putih bercorak garis merah membentuk Petir perlahan kabut tersebut mulai menipis.


Ryu yang melihat Seekor Rubah yang sudah berada di depannya langsung meningkatkan kewaspadaan meskipun dia merasa Rubah tersebut tidak ada niat jahat kepadanya.


" Sayang... Kau terlihat Lucu seperti itu." Huli Yue yang berwujud Rubah menatap ke arah Ryu yang terlihat berkeringat dingin.


" Haaahh.... Jadi kamu?" Ryu mendengar suara Rubah tersebut sangat familiar di telinganya.


" Jadi kamu sudah mengenaliku? " Ucap Rubah tersebut.


" Siapa yang tidak mengenalmu? " Ryu terlihat kesal sekaligus senang.


" Masuklah!" Huli Yue menuntun jalan menuju ke Goa kediamannya.


Setelah berjalan beberapa saat di dalam Goa, Huli Yue telah kembali ke wujud Manusia saat berada di tempat yang tidak berkabut lagi.


" Sayang... Sepertinya pakaianmu sedikit menggodaku." Ryu menatap Huli Yue sambil tersenyum.


" Bukankah Sayang pernah melihatnya lebih dari ini lagi?" Huli Yue berjalan mendekati Ryu lalu mengalungkan tangannya di leher Ryu.


" Aku Masih ingat bahwa Cinta Pertamaku adalah Seekor Rubah yang sangat Cantik." Ryu mengangkat tubuh Huli Yue berjalan mendekati sebuah Kursi Batu lalu mendudukkan Huli Yue dan dia sendiri duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Apa sekarang aku terlihat Gemuk?" Huli Yue menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.


" Bukan Gemuk, tapi lebih berisi." Ryu menggoda.


" Oh ya... Aku tidak bisa terlalu lama, Tinggallah Di Dunia Quzhu. Aku ingin mencari yang lain." Ryu meletakkan Batu Bintang pada dinding Goa.


" Sayang, aku tidak bisa terlalu lama meninggalkan tempat ini sebelum mencapai Pendekar Surgawi." Huli Yue memberitahukan keadaannya.


" Sayang... Percayalah padaku." Ryu meyakinkan Huli Yue.


" Baiklah, aku percaya padamu." Huli Yue mengangguk setuju.


" Sayang tenang saja." Ryu menarik Huli Yue ke Dunia Quzhu lalu mengambil Bola Cahaya yang kedua.


Seketika dia telah berpindah ke sebuah Hutan yang terdapat sebuah Menara tinggi di depannya.


" Haaahh..." Ryu memasang wajah murung saat menatap ke arah Menara tersebut yang tidak mungkin dia bisa mencapainya.


" Kwaaaaaaak." Seekor Burung Merak berbulu warna biru laut dilengkapi corak warna Putih.


Ryu yang menatap Burung Merak tersebut langsung terpana yang seakan memperlihatkan keindahannya.


" Wuush." Burung Merak tersebut mendarat di depan Ryu hingga kembali ke wujud Wanita Cantik berpakaian Putih dan Biru laut.


" Sayang... " Tianhe berlari kecil langsung memeluk Suaminya.


" Sayang... kamu terlihat sangat cantik." Ryu membalas pelukan Tianhe.


" Sayang... Lebih baik kita ke atas menara saja." Tianhe memegang tangan Ryu membawanya ke Puncak Menara.


" Pppfffftt." Ryu makin kesal sudah tiga kali dibantu untuk terbang.


" Sayang... Ada apa? " Tianhe merasa heran melihat sikap Suaminya yang langsung berubah.


" Tidak Sayang... Aku hanya merasa lebih lemah dari kalian." Ryu berkata jujur.


" Sayang... Yakinlah bahwa suatu hari nanti kamu akan lebih kuat dari kami." Tianhe membawa Ryu hingga mendarat di Puncak Menara.


" Aku harap begitu. " Ryu kembali meletakkan Batu Bintang di sudut Puncak Menara.


" Sayang... Itu?" Tianhe menatap apa yang dilakukan Ryu.


" Setelah ini aku harus lebih kuat lagi. Aku tidak ingin Lebih lemah dari mereka." Ryu kembali memecahkan Bola Cahaya Ketiga hingga berpindah tempat ke sebuah Goa berwarna putih terbuat dari Bongkahan Es.


Seketika Tubuh Ryu terasa dingin menggigil mencoba menyalurkan Energi Qi miliknya untuk menghangatkan tubuh.


' Apa-apaan ini ' Ryu merasa tidak mampu menahan hawa dingin tersebut.


" Bruuuuk." Ryu tersungkur tidak kuat untuk berjalan.


Saat itu juga tubuhnya terangkat dan melayang di udara hingga mulai merasakan sensasi hangat dalam tubuhnya.


Sesampai di kedalaman Goa, Hawa dingin semakin kuat namun kali ini Ryu terlindungi oleh sebuah pelindung tipis di seluruh tubuhnya.


" Sayang... Akhirnya kamu datang." Yunjiang sudah berdiri di depannya.


" Sayang, tempat apa ini? dingin sekali." Ryu melihat sekeliling yang terbuat dari balok Es.


" Sayang... Ini tempat kediamanku." Yunjiang tersenyum seraya memeluk suaminya.


" Sayang... Apa kamu kuat menahan hawa dingin Ini?" Ryu membalas pelukan Yunjiang.


Setelah cukup lama melepaskan kerinduan mereka, Ryu bergegas meletakkan Batu Bintang di balik dinding Goa.


" Sayang... Yang lain menunggumu." Ryu menarik Yunjiang ke Dunia Quzhu lalu memecahkan Bola Cahaya.


Kini Ryu muncul di Kaki Gunung yang sangat tinggi memiliki Pelindung yang sangat kuat.


" Haaahh... Bertemu Istri saja menyusahkan. " Ryu menggerutu dalam hati.


Seketika Sosok Naga Seukuran Seratus Meter bersisik Emas terbang menuruni Gunung hingga mendarat di depan Ryu.


Tanpa banyak berpikir Ryu langsung menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir berusaha meninggalkan tempat tersebut.


" Sayang... Kamu mau kemana? " Sosok Naga tersebut mengejar Ryu.


Mendengar suara tersebut Ryu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang menatap ke arah Sosok Naga tersebut yang terlihat jinak.

__ADS_1


" Yinshi? " Ryu mengerutkan kening sambil menyelidik.


" Iya ini Aku. Cepatlah naik ke Punggungku kamu tidak bisa melewati Pelindung itu." ucap Yinshi dalam wujud Naga Emas.


" Haaahh." Ryu menghela nafas panjang merasa dirinya tidak berguna sama sekali lalu naik ke atas Punggung Naga Emas.


Dengan kecepatan tinggi, Yinshi membawa Ryu melewati Pelindung transparan hingga mencapai Puncak Gunung yang terlihat ada sebuah bangunan tua.


Sesampai di depan bangunan tua, Yinshi mendarat secara perlahan hingga menyentuh tanah dan Ryu dengan segera melompat.


Setelah Ryu sudah bertumpu di tanah, Yinshi langsung berubah menjadi sosok Wanita Cantik yang memakai gaun berwarna merah muda.


" Gluug." Ryu menelan ludah menatap belahan dada Yinshi yang sangat menonjol.


Yinshi yang melihat tingkah Suaminya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala lalu membawa Ryu untuk masuk ke dalam Rumah.


Sesampai di dalam rumah, Yinshi menyuguhkan secangkir teh untuk suaminya.


" Sayang, Apa kamu sudah menemukan yang lain?" Yinshi bertanya sambil merangkul suaminya dari samping sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.


" Sayang... Aku sudah menemukan mereka yang tersisa hanya Yuwang." ucap Ryu.


" Benarkah?" Yinshi terlihat senang.


" Yang lain sudah menunggu di Dunia Quzhu. aku akan ke tempat Yuwang." Ryu menarik tubuh Yinshi lalu meletakkan Batu Bintang.


" Semoga tempat yang terakhir ini tidak membuatku Jantungan." Ryu memecahkan Bola Cahaya terakhir hingga telah berpindah tempat.


" Duuuaaaaarrr.... Duuuaaaaarrr... duuuaaaaarrr..." Amukan Petir dan Api menghantam Tubuh Ryu saat dia baru muncul.


" Aaarrrggghhhh." Ryu meringis kesakitan langsung membuat Pelindung dari Api dan Petir.


Meskipun Elemen Petir dan Api miliknya sudah mencapai puncak, namun dari segi kekuatan Ryu seakan tidak mampu menahan amukan Petir dan Api tersebut.


" Wuush." Bola Hitam melesat cepat membungkus tubuh Ryu.


Seketika Tubuh Ryu terasa ditarik menuju Goa dimana tempat Yuwang berada.


" Bruuuuk." Yuwang langsung memeluk Suaminya.


" Sayang... Pelukanmu terlalu erat." Ryu merasa sesak.


" Sayang, kamu terlalu lama datang kesini." Tidak terasa Air mata Yuwang menetes hingga membasahi pipinya.


" Sayang... Aku minta maaf." Ryu membalas pelukan tersebut dengan penuh kelembutan.


Setelah cukup lama, melepaskan kerinduan mereka, Yuwang Kembali melepaskan pelukannya sambil mengusap pipinya yang basah.


" Sayang, yang lain sudah menunggu." Ryu meletakkan Batu Bintang lalu menarik Tubuh Yuwang ke Dunia Quzhu.


" Sepertinya aku harus mempertemukan mereka." Ryu menggunakan Teleportasi menuju kediaman Sheng Zhishu.


Sesampai di Goa tempat Sheng Zhishu berada, Ryu langsung memberi pesan jiwa kepada Xin Chie agar bisa menggunakan Kalung teleportasi untuk menemui mereka.


" Sayang... Kamu sudah menemukan mereka?" Sheng Zhishu membuka mata sambil menatap ke arah Ryu.


" Mmmmm... Kita hanya menunggu kedatangan Xin Chie." Ryu mengangguk lalu berjalan mendekati Sheng Zhishu.


Tidak lama Xin Chie telah muncul di depan mereka penuh dengan kebahagiaan.


" Ka Zhishu..." Xin Chie memeluk tubuh Sheng Zhishu.


" Baiklah... Lebih baik kita ke Dunia Quzhu saja." Ryu membawa mereka ke Dunia Quzhu.


Di Istana Emas, mereka saling berpelukan merasa tidak ada jarak diantara mereka terlihat Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang selalu menempel pada Ryu yang masih belum puas melepaskan kerinduan mereka.


" Ka Chie, Kalung mu sangat cantik." Huli Yue tersadar dengan apa yang melingkar di leher Xin Chie.


" Ah... Ini pemberian dari Suami kita." Xin Chie memperlihatkan kepada mereka.


" Sayang... Mana hadiah buatku? " Huli Yue langsung menadah tangannya.


" Tenang saja… Kalian semua pasti dapat." Ryu mengambil Enam buah Kalung dan membagikan kepada mereka.


" Aku tidak mau. Sayang harus memasangnya sendiri." Yinshi tau kalau Kalung yang melingkar di leher Xin Chie dipasang oleh suami mereka.


" Tidak masalah... Sebenarnya aku ingin memberikan ini sebagai kejutan. Tapi sekarang sudah tidak bisa." Ryu bangkit berdiri lalu memasang kalung tersebut mulai dari Sheng Zhishu, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi hingga terakhir Yuwang.

__ADS_1


" Sayang... Terimakasih." Sheng Zhishu mencium kening Ryu merasa senang dengan pemberian tersebut.


" Sayang... Kamu Suami yang pengertian." Huli Yue memeluk lalu mencium Suaminya.


__ADS_2