SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Kematian Shiren


__ADS_3

' Shuijing, Chaizu... Gunakan pelindung kalian.' Ryu mengirim pesan jiwa kepada kedua hewan kontrak tersebut.


Mendapatkan pesan jiwa dari Ryu, Tou Shuijing dan Chaizu langsung memusatkan fikiran untuk membuat pelindung mengelilingi tubuh mereka.


' Malapetaka '


Ryu melempar Bola Petir Hitam ke arah ruang kosong dimana dia merasa yakin bahwa manusia ikan tersebut akan muncul di tempat tersebut.


" Bboooom." Ledakan dahsyat membuat air laut kawah besar dan tercipta gelombang besar.


Tou Shuijing dan Chaizu yang mengunci pergerakan dari Shiren juga terkena imbas serangan tersebut meskipun tidak terlalu parah.


Seketika Kawah tersebut kembali seperti semula dimana seluruh tubuh Shiren telah tertancap puluhan jarum racun dan diselimuti elemen Petir Hitam.


" Bbbzzzttt... Bbbzzzttt." Shiren yang merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar, menatap tajam ke arah Ryu penuh kemarahan.


" Praaakkk." Shiren mengibaskan ekornya dengan 10% kekuatan yang dia miliki ke air laut menciptakan gelombang besar mengarah kepada Ryu.


Shiren mengetahui bahwa efek racun dari serangan Ryu bisa menguras tenaga yang dia miliki.


Untuk itulah Shiren merasa yakin dengan 10% kekuatannya mampu membunuh Ryu.


Ryu yang merasakan serangan tersebut tidak sempat dihindari, dengan cepat dia menciptakan Pelindung Petir mengelilingi tubuhnya.


' Transformasi '


Ryu berubah wujud menjadi sosok Harimau, namun memiliki sisik seperti Naga untuk menangkal serangan gelombang tersebut.


" Bboooom."


Ryu terpental puluhan meter hingga jatuh ke air laut dimana langsung tenggelam karena merasakan tubuhnya hampir tidak mampu digerakkan lagi merasakan sakit yang luar biasa.


' Kekuatan Makhluk Kuno itu benar-benar mengerikan.' Ryu yang masuk ke dalam air langsung menuju ke Dunia Quzhu untuk memulihkan diri.


" Uhuuk." Ryu memuntahkan segumpal darah saat tiba di Dunia Quzhu sambil memegang bagian dadanya yang sakit.


" Gege." Sheng Zhishu dan yang lain sangat khawatir karena kemunculan Ryu yang sedang terluka, bahkan Armor Pelangi yang dia pakai juga hancur.


Tanpa berkata apapun Sheng Zhishu langsung menyandarkan tubuh Ryu kepadanya.


" Kalian jangan keluar! Makhluk kuno itu benar-benar mengerikan." Ryu memperingati semua Istrinya agar tidak bertindak gegabah.


Dengan napas terputus-putus Ryu menelan beberapa Pil untuk memulihkan diri langsung duduk bersila untuk menyerap khasiat Pil tersebut.


Mendengar ucapan dari Ryu, semua Istrinya juga tidak ingin keluar dari tempat tersebut dan memilih menyalurkan Qi untuk membantu menyembuhkan Suami mereka.


Butuh waktu yang cukup lama kondisi Ryu dimana beberapa organ tubuhnya sempat rusak kini secara perlahan mulai pulih kembali dan itupun berkat bantuan Istrinya.

__ADS_1


Jika saja Ryu tidak memiliki Armor Pelangi dan tidak sempat menggunakan Teknik Transformasi, maka akan dipastikan tubuhnya akan hancur berkeping-keping.


Perbedaan tingkat Kultivasi memang sangat menentukan keberhasilan dalam sebuah pertarungan ibarat langit dan bumi.


Ryu bertindak seperti itu bukan tanpa alasan karena dia dapat memastikan bahwa keenam Hewan Kontrak itu tidak akan mampu mengalahkan Shiren, bahkan tidak menutup kemungkinan Shiren bisa membunuh keenam Hewan Kontrak.


Untuk itulah Ryu berinisiatif untuk menggunakan jarum racun yang digabungkan dengan teknik Malapetaka agar manusia setengah ikan tersebut tidak bisa menggunakan kekuatan penuh.


" Gege... Seberapa kuat Makhluk Kuno itu?" Sheng Zhishu menatap ke arah Ryu mulai bernapas lega karena kondisi Ryu sudah membaik.


" Aku pikir manusia ikan itu sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir." Ryu mencoba memperkirakan tingkat Kultivasi Shiren.


" Gluug." Semua Istri Ryu menelan ludah membayangkan bagaimana kuatnya manusia ikan tersebut.


Terlebih untuk Jinying yang pernah melihat bagaimana kekuatan Pendekar Semesta tahap awal dengan mudah membunuh seseorang yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah hingga menjadi kabut darah.


" Kalian tunggu disini saja, biar aku memeriksa keadaan diluar sana." Ryu yakin bahwa manusia ikan tersebut belum mati lalu mengambil Armor Pelangi yang lain.


" Baik. Hati-hatilah Gege."


Semua Istri Ryu sedikit khawatir akan keselamatan suami mereka, namun tidak ada pilihan lain karena terus berdiam diri di Dunia Quzhu tidak akan bisa menyelesaikan masalah.


Dengan hitungan detik Ryu langsung keluar dari Dunia Quzhu dimana kedua kakinya langsung menyentuh air laut sambil menatap ke arah Tou Shuijing, Chaizu dan keempat Hewan Kontrak lain masih bertarung melawan Shiren.


Beruntung saja berkat bantuan dari Ryu sebelumnya, Shiren tidak bisa bertarung dengan kekuatan penuh karena takut kehilangan kekuatan.


Secara perlahan Shiren juga mulai kewalahan karena energi miliknya sudah banyak terkuras dimana racun yang bersarang di tubuhnya terus menyedot energi manusia ikan tersebut.


' Sial... Pemuda itu sungguh merepotkan.' Shiren yang awalnya mencari keberadaan Ryu, kini bisa menggerutu dalam hati karena sejak awal pertarungan dia tidak mengeluarkan kekuatan penuh.


" Aku harus membunuh Pemuda itu terlebih dulu." Shiren bergumam langsung masuk ke dalam air hingga dalam hitungan detik sudah muncul di hadapan Ryu.


" Kau pikir bisa membunuhku dengan mudah?" Ryu sudah memperkirakan bahwa Shiren langsung menyerangnya.


Dengan mengaktifkan Armor Pelangi dan Pedang Naga Petir sudah ada di tangannya Ryu langsung menebas ke arah leher Shiren.


" Craaash."


Shiren yang melihat arah serangan tersebut berusaha menghindar dengan sebuah lompatan menyamping sehingga bagian dadanya terkena luka sayatan.


" Manusia rendahan." Shiren sangat geram karena Ryu berhasil melukai tubuhnya.


Dengan kecepatan penuh, Shiren memukul bagian Dada Ryu.


Ryu juga tidak tinggal diam, dengan bergerak menyamping sambi mengayunkan Pedangnya langsung hingga memotong tangan kanan Shiren.


" Craaash." Tangan kanan Shiren terlepas hingga jatuh ke dalam air.

__ADS_1


" Aaarrrggghhhh." Shiren berteriak keras sambil menatap ke arah Ryu penuh dengan kebencian.


" Wuush." Ryu melepaskan Aura Dewa Agung untuk memperlambat gerakan Shiren.


" Ggooooaaarr." Tou Shuijing kembali berubah wujud menjadi Hydra raksasa langsung terbang ke arah Shiren.


" Tap." Dengan wujud raksasa, Tou Shuijing memegang kedua tangan Shiren agar tidak bisa kabur.


" Tuan... Cepat bunuh Makhluk Kuno ini." Tou Shuijing berusaha sekuat tenaga untuk menahan tubuh Shiren.


Tanpa menunggu lama Ryu dengan kecepatan tinggi melesat ke arah Shiren dan mengayunkan Pedangnya ke arah leher Shiren.


" Craaash." Kepala Shiren terlepas dari tubuhnya hingga kehilangan nyawa.


Satu pertanyaan dari keenam Hewan Kontrak tersebut, bagaimana Pedang Naga Petir yang ada di tangan Ryu sangat mudah memotong leher Shiren.


Sedangkan keenam Hewan Kontrak tersebut hanya bisa mengulur waktu agar manusia setengah ikan tersebut kehabisan tenaga, namun tidak mampu memberikan luka goresan sedikitpun pada tubuh Shiren.


" Wuush." Ryu memasukkan tubuh dan kepala Shiren ke dalam Cincin miliknya.


" Haaahh." Keenam Hewan Kontrak bernafas lega karena energi mereka sudah banyak terkuras.


" Shuijing, Chaizu, Qilin, Jiu Wei Hu, Jiaqin, Kongque... Pulihkan diri kalian." Ryu menatap ke arah keenam Hewan Kontrak tersebut lalu melompat ke atas kapal.


Keenam Hewan Kontrak itu juga langsung ikut melompat ke atas kapal, dan mencari tempat untuk duduk bersila.


" Wuush." Ryu mengeluarkan kembali Wu Tian.


" Tuan... Apa yang terjadi?" Wu Tian yang terlihat kebingungan karena sebelumnya dia merasakan tubuhnya berpindah ke tempat yang asing.


" Kita tadi sedang diserang oleh Makhluk Kuno Manusia setengah Ikan." Ucap Ryu.


" Tuan... Apa itu ulah Putri Duyung?" Wu Tian mengerutkan kening sesaat merasa ngeri membayangkan bagaimana kuatnya manusia ikan tersebut karena dia pernah mendengar legenda dari Putri duyung.


" Putri Duyung?" Ryu mengerutkan kening langsung mengeluarkan kembali tubuh dan kepala Shiren.


" Apa kamu mengenalnya?" Ryu memperlihatkan Kepala Shiren di tangan kanannya yang terlihat seperti seorang wanita yang cantik.


Sedangkan dari leher hingga pinggang Shiren juga memperlihatkan lekuk tubuhnya dan belahan dada seperti seorang wanita namun dari pinggang ke bawah tampak seperti sirip ikan.


" Benar Tuan... Ciri-cirinya persis apakah yang diceritakan dalam legenda. Itu adalah Putri Duyung." Wu Tian sangat yakin dan terpana melihat penampilan tubuh Shiren meskipun tanpa kepala dan bersirip ikan.


Seperti apa yang diceritakan dalam legenda, Putri duyung adalah seorang wanita yang sangat cantik membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpana.


*****


Mohon maaf bagi para Pembaca setia SANG DEWA AGUNG, untuk Minggu ini penulis ada kesibukan. Jadi mohon bersabar untuk Crazy Up nya. 🙏

__ADS_1


__ADS_2