SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ISTANA KEKAISARAN SHIN


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Meskipun begitu, Kekaisaran Shin juga milikmu. Itu artinya Putramu lah yang berhak menjadi Kaisar di Kekaisaran Shin. Itu artinya Sebagai Permaisuri dan Ratu Kekaisaran Shin, maka kami bertiga harus memberikan keturunan untukmu sebagai pengganti Kaisar nantinya." Nan Sian menatap ke arah Ryu.


" Apakah Permaisuri Sian sudah memiliki Putra?" Tanya Ryu.


" Aku pernah memiliki Putri, namun telah mati. Itulah kenapa sampai Aku menjalankan latihan tertutup." Nan Sian tau kalau Ryu berusaha untuk menghindar.


Mendengar ucapan dari Nan Sian, Ryu mengerutkan kening sambil menoleh ke arah Zhao Luyi dan Zhao Liying.


' Yin Murni? Bukankah mereka adalah Istri dari Kaisar Gang.' Ryu baru tersadar dengan keadaan kedua Wanita tersebut.


' Permaisuri Sian, Ratu Luyi, Ratu Liying... Kalian tau sendiri bahwa aku sudah memiliki banyak Istri. Itu artinya aku tidak mungkin lagi menikahi kalian.' Ryu mengirim pesan jiwa kepada mereka karena hal itu masalah Pribadi.


' Kaisar Ryu... Aku tau masalah itu. Tapi aku harap kamu masih menerimaku sebagai Istrimu. Meskipun kami tau hatimu dimiliki Istrimu yang lain, tapi aku harap Aku memiliki tempat di hatimu. Aku tidak tau kenapa hal ini terjadi padaku, tapi yang jelas Aku sangat mencintaimu.' Nan Sian membalas pesan jiwa kepada Ryu mungkin itu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya selama ini.


' Kaisar Ryu... Jujur saja, aku sangat mencintaimu. Meskipun aku pernah menjadi Istri Kaisar Gang, tapi tapi tidak dengan Hati. Itu semua karena kehendak Kaisar Gang dan sudah pasti aku tidak bisa menolak.' Zhao Luyi membalas pesan jiwa kepada Ryu.


' Kaisar Ryu... Di saat Aku melihatmu, Aku selalu berharap bisa bersamamu. Meskipun Aku sudah tau bahwa kamu memiliki banyak Istri, tapi paling tidak hatimu ada tempat untukku.' Zhao Liying membalas pesan jiwa kepada Ryu.


' Ini sudah diluar fikiranku. Bagaimana kalian bisa tertarik kepada Orang yang sudah memiliki banyak Istri.' Ryu membalas pesan jiwa kepada mereka.


' Sebagai seorang wanita pasti ingin memiliki impian bersama Orang yang mereka cintai. Hanya terkadang Kekuasaan dan kekuatan yang membuat seseorang menjadi tidak berdaya dan harus menerima kenyataan. Namun saat aku bertemu denganmu seakan bebanku selama ini terangkat.' pesan jiwa dari Nan Sian.


' Aku juga merasakan hal yang sama. Lagi pula aku melihat Kaisar Ryu adalah sosok yang Jujur dan bertanggung jawab.' Zhao Luyi mengingat kembali serangkaian kejadian saat Kaisar Gang berkunjung ke berbagai tempat di Kekaisaran Shin pasti akan meminta beberapa Wanita cantik yang berbeda di tempat itu untuk melayaninya entah itu masih Gadis ataupun sudah memiliki Suami.


Namun dari setiap yang Dia kunjungi tidak ada yang berani melawan dan menganggap itu sudah biasa dan sudah kewajiban untuk memberikan layanan terbaik untuk seorang Kaisar bahkan Seluruh Keluarga Kekaisaran.


Masih beruntung jika Kaisar atau Anggota Kekaisaran akan menjadikan mereka sebagai Istri ataupun Selir, tapi yang lebih banyak adalah setelah dinikmati mereka langsung tinggalkan dan hanya memberikan beberapa Kompensasi kepada mereka.


' Kaisar Ryu... Meskipun Aku tidak lama mengenalmu, tapi aku yakin Hatiku tidak pernah salah mencintai Orang tanpa kepalsuan.' Zhao Liying tidak ingin memberikan Hidupnya kepada orang yang salah.


Setelah mendengar ucapan mereka, Ryu kembali berfikir dalam waktu yang cukup lama dan mengambil keputusan akan menjadikan mereka sebagai Istrinya.


" Untuk sekarang aku meminta kepada Permaisuri Sian untuk memimpin Istana Kekaisaran Shin yang juga dibantu oleh Ratu Luyi dan Ratu Liying." Ucap Ryu.


" Tapi Yang Mulia Kaisar, sekalipun kami mengakui Permaisuri Sian, Ratu Luyi dan Ratu Liying sebagai Petinggi Kekaisaran Shin, tapi Yang Mulia Kaisar harus memiliki Putra Mahkota disini." Perdana menteri terpaksa harus mengatakan hal itu sambil melirik ke arah Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying.


" Aku tau apa yang kalian inginkan. Untuk itu Aku akan menjadikan Nan Sian sebagai Permaisuri kedua karena Permaisuri Pertama tetap berada di Kekaisaran Awan. Dengan begitu Permaisuri Sian akan memberikan Putra Mahkota di Kekaisaran Shin untuk kalian." Ucap Ryu.


Mendengar ucapan tersebut semua terlihat senang, dengan begitu Kekaisaran Shin tidak akan mendapatkan musibah.

__ADS_1


' Terimakasih Kaisar Ryu.' Nan Sian mengirim pesan jiwa kepada Ryu, terlihat dari wajahnya sangat cerah.


Namun kali ini giliran Zhao Luyi dan Zhao Liying yang terlihat murung karena mereka juga berharap Ryu menjadikan mereka sebagai Istri atau Selirnya.


" Yang Mulia Kaisar, kalau begitu besok pagi aku meminta para petinggi Istana yang lain akan mencari beberapa sosok Ratu dan Selir dari beberapa Keluarga Bangsawan untuk mengisi Istana ini." Perdana Menteri merasa itu hal yang pantas untuk Seorang Kaisar Besar.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Hamba sendiri juga senantiasa mencari seorang Ratu dari 10 keluarga besar bangsawan dan untuk Selir bisa dicari ke berbagai Kota di Wilayah Kekaisaran Shin." Salah satu Jenderal menawarkan diri, karena hal itu memang tugasnya saat Shin Hye Gang menjadi Kaisar.


" Tidak perlu... Mungkin itu berlaku untuk Kaisar atau Penguasa lain, tapi tidak untukku. Aku rasa yang ada di sini sudah cukup." Ryu menoleh ke arah Zhao Luyi dan Zhao Liying.


" Karena kalian sebelumnya adalah Ratu di Kekaisaran Shin, maka aku akan menjadikan kalian sebagai Ratu disini."


" Baik Yang Mulia Kaisar." Zhao Luyi dan Zhao Liying terlihat senang. Wajah mereka yang awalnya murung, kini mulai cerah kembali.


" Mmmm... Apakah Adat di Kekaisaran Shin juga sama seperti Kekaisaran Awan ataupun Kekaisaran lain agar diakui sebagai Kaisar." Ryu teringat waktu pertama dia menjadi Kaisar di Kekaisaran Awan.


" Be... Benar Yang Mulia Kaisar. Untuk Kekaisaran Shin minimal memiliki 5 Istri yang memang harus berasal dari Kekaisaran Shin." Ucap Perdana Menteri.


' Sungguh merepotkan.' Ryu menggerutu dalam hati.


" Baiklah... Sepertinya Ling Xianzi adalah bagian dari Istana Kekaisaran Shin, karena dia masih hidup apakah dia masih terhitung?" Ryu beralasan untuk mengurangi jumlah Istrinya.


Mendengar ucapan tersebut semua saling berpandangan satu sama lain tidak menyangka bahwa Ryu memiliki fikiran semacam itu.


" Be... Benar Yang Mulia Kaisar." Perdana Menteri harus mengakui keberadaan Ling Xianzi, meskipun mereka tidak menyukai keberadaannya.


Ryu sendiri memang tidak terlalu memperdulikan Ling Xianzi apalagi dia telah berkhianat, namun untuk mengurangi jumlah Istrinya Ryu menempatkan Ling Xianzi sebagai pelengkap.


" Maktriak Bing Ruyue... Bukankah kamu berasal dari Kekaisaran Shin. Apa kamu mau menjadi Istriku?" Ryu menatap ke arah Bing Ruyue.


Mendengar ucapan dari Ryu, semoga semua langsung kaget membulatkan mata dengan rahang terbuka lebar.


Tentu saja membuat mereka semakin kaget mengingat Maktriak Sekte Lembah Es harus masih tetap suci.


' Apakah Maktriak Ruyue akan melepaskan jabatannya?' Beberapa sosok dalam fikirannya masing-masing.


" Maktriak Ruyue... Lalu bagaimana dengan jabatanmu?" Tanya Ryu.


" Aku akan mencari Penggantinya. Kalau begitu, aku pamit dulu." Bing Ruyue sangat senang berniat untuk melepaskan jabatannya secepat mungkin agar bisa bersama Ryu dan mendampinginya.


" Maktriak Ruyue... Apa aku boleh ikut? " Hong Kian menawarkan diri.


" Baiklah." Bing Ruyue menoleh ke arah Hong Kian lalu melanjutkan langkahnya.


" Aku juga ikut. " Lan Liwei mengikuti mereka.


" Wei'wei... Sepertinya kita sudah ada Tim tambahan." Hong Kian melirik ke arah Lan Liwei.


" Kamu benar... Tapi tidak bisa lama, bagaimanapun juga Aku akan kembali ke Sekte." ucap Lan Liwei.


" Kalian bicara apa?" Bing Ruyue menghentikan langkahnya sambil mengerutkan keningnya.


" Nanti kamu akan tau sendiri." Jawab Hong Kian.


" Ayo lanjutkan perjalanan. Nanti kita terlambat." ucap Lan Liwei.


" Mmmm." Bing Ruyue mengangguk lalu melanjutkan langkahnya.


Di dalam Istana Kekaisaran Shin kini beberapa Pelayan sebelumnya telah kembali bertugas seperti semula.


Kini Nan Sian juga membawa Ryu menuju Kamar Utama Istana Kekaisaran Shin yang kini akan menjadi hak milik mereka.

__ADS_1


" Aku tidak suka dengan semua yang ada disini." Ryu mengibaskan tangannya membuat seisi ruangan langsung Kosong.


" Gege... Apakah kamu akan membuangnya?" Nan Sian mengerutkan keningnya.


" Mmmm.... Aku bisa menggantikan yang baru." Ryu mengeluarkan Barang miliknya dari Dunia Quzhu.


" Gege... Silahkan kamu tunggu disini, Aku akan mengambil Air Hangat untukmu." Nan Sian keluar dari kamar.


Tidak beberapa lama Nan Sian kembali ke Kamar dengan membawakan sebuah Baskom yang berisi Air hangat.


Setelah itu Nan Sian melepaskan alas kaki Ryu lalu membasuhnya dengan air hangat tersebut.


" Sian'er... Kamu tidak Perlu seperti itu." Ryu menggelengkan kepala.


" Gege... Ini sudah kewajiban Seorang Istri. Lagi pula ini adalah Adat kami agar suaminya selalu terhindar dari bahaya." Nan Sian sambil membasuh kaki Ryu.


" Apa kamu melakukan hal yang sama pada Kaisar Gang sebelumnya?" Ryu menatap Nan Sian.


" Adat ini hanya dilakukan untuk Orang yang Aku cintai. " Nan Sian menggelengkan kepala menandakan tidak Pernah melakukannya kepada Kaisar Gang.


Setelah selesai membasuh Kaki Ryu, Nan Sian membawa kembali Baskom tersebut keluar kamar.


Tidak beberapa lama Nan Sian kembali ke Kamar Utama lalu meminta Ryu untuk menemui Zhao Luyi dan Zhao Liying di kamarnya.


Dengan sedikit penasaran Ryu pun bergegas menuju ke sebuah Kamar dimana tempat Zhao Luyi dan Zhao Liying berada.


" Gege..." Sambut Zhao Luyi dan Zhao Liying.


" Apa kalian tinggal bersama di kamar ini?" Tanya Ryu kepada mereka.


" Dari kecil hingga sekarang kami selalu bersama, meskipun kami bukan Saudara kandung." Zhao Luyi menyuapi Ryu dengan sepotong makanan lalu.


Melihat hal itu Ryu juga memakan makanan tersebut dari tangan Zhao Luyi.


" Sekarang Giliran Gege..." Zhao Luyi meminta Ryu untuk menyuapinya.


" Mmmm." Ryu langsung mengambil sepotong makanan lalu menyuapi Zhao Luyi.


Setelah itu Zhao Liying yang mendapatkan giliran kini melakukan hal yang sama dengan menyuapi Ryu begitupun sebaliknya.


Selesai melakukan hal tersebut, Zhao Luyi dan Zhao Liying melepaskan pakaian atas Ryu lalu menggantikan dengan Pakaian berwarna putih.


" Semoga Langit dan Bumi memberkati kita." Zhao Luyi dan Zhao Liying menutup matanya lalu membuka kembali.


" Gege... Mulai sekarang kamu Resmi menjadi Suami Kami. Dengan begitu Para Leluhur telah menyetujui Pernikahan kita dengan tradisi yang kami miliki." ucap Zhao Luyi.


" Sepertinya kalian memiliki Adat yang kuat." ucap Ryu.


" Gege... Semua memiliki Adat. Hanya saja caranya yang berbeda. Tapi memiliki Tujuan yang sama." ucap Zhao Liying.



Nan Sian ( Permaisuri Kerajaan Shin ) Kultivator Angin.



Zhao Luyi ( Ratu Kekaisaran Shin) Kultivator Es.



Zhao Liying ( Ratu Kekaisaran Shin) Kultivator Es.

__ADS_1


__ADS_2