
" Ka Ryu... Apa kita tidak usah lagi menggunakannya?" Xin Chie terlihat cemas.
" Itu semua telah terjadi. Sekalipun kita tidak menggunakan semua teknik itu, tetap saja tidak memiliki pengaruh lagi. Yang kita lakukan sekarang hanya tetap memakai Pil meskipun hanya menambah sedikit, walaupun kita harus menggunakan banyak Pil. Mengingat Pil yang dibuat Oleh Adik Chie sudah mencapai kemurnian 100 persen, Jadi tidak ada efek samping." ucap Ryu.
" Sepertinya kita harus mencari Sumberdaya yang lebih banyak lagi. Meskipun Segunung, aku masih mampu membuatnya." ucap Xin Chie.
" Lalu bagaimana kamu bisa naik Level? " Huli Yue yang masih penasaran.
" Itu karena aku menggunakan Pusaka Langit yaitu Sumur Teratai Pelangi. Jika tidak, mungkin tidak bisa naik level." Ryu menjelaskan.
" Jika begitu kita harus mencari Pusaka Langit yang lain agar kita bisa cepat naik level." Huli Yue memberi saran.
" Pusaka Langit memang sangat sulit dicari. Jikapun ada, pasti berada di tempat yang tersembunyi " ucap Ryu.
" Kita harus mencarinya! Yang Penting ada usaha, meskipun kemungkinan sangat kecil" Xin Chie menyemangati.
" Ka Chie benar. Kita harus mencarinya meskipun ke seluruh dunia." Huli Yue terlihat bersemangat.
" Baiklah jika itu memang kalian inginkan. Lagipula Aku ingin berkeliling di seluruh dunia untuk mencari keberadaan Master Ruang Waktu dan Master yang mampu menciptakan Dunia Kecil. Sepertinya hanya mereka yang belum kutemukan." Ryu tersenyum lebar.
" Mmmm ' Keduanya mengangguk penuh semangat.
" Sepertinya kita tidak jauh lagi dari Kota Sanming. Kita akan beristirahat beberapa Hari sebelum melanjutkan perjalanan." Ryu meminta Xin Chie memperlambat Laju Jinying untuk mencari tempat mendarat.
Setelah mencapai pendaratan mereka langsung menuju Kota Sanming terlihat hanya berjarak sekitar 100 meter.
Di Kota Sanming Ryu meminta mereka untuk mencari Persediaan makanan dan beberapa persediaan lain sebagai bekal dalam melakukan perjalanan nantinya.
Tidak lupa juga Ryu membeli Sumberdaya dan beberapa Pil Kultivasi untuk dimurnikan sebagai persediaan mereka meskipun memiliki efek sedikit.
Setelah merasa sudah cukup, mereka langsung mencari sebuah Penginapan untuk beristirahat dan mengganjal perut mereka.
Sesampai di Penginapan, Ryu langsung masuk menuju meja kasir untuk memesan Kamar serta beberapa Makanan.
Hal itu Ryu lakukan mengingat mereka selalu menjadi bahan perhatian seakan tidak ingin membuat keributan hanya karena masalah sepele.
" Adik Chie, Adik Yue... Kalian lebih baik mandi duluan, biar aku belakangan" Ryu berjalan ke sebuah kursi.
" Mmmmm ' Keduanya menuju kamar mandi secara bergantian.
Saat semua telah selesai mandi, mereka langsung menikmati makanan yang sudah disediakan sambil berbincang kecil mengenai rencana yang akan mereka tempuh selanjutnya.
Awalnya Ryu langsung berniat menuju Benua Bintang, Namun Kedua Istrinya meminta agar ditunda dulu untuk menemui Sekte yang dulu sempat terhenti akibat kesalahpahaman.
Karena menurut Ryu itu adalah hal yang penting, Diapun menyetujuinya agar masalah di Kekaisaran Lotus Putih dapat diselesaikan tanpa harus melakukan Perperangan.
Saat hari sudah malam, Ryu menyudahi Kultivasinya untuk beristirahat mengingat Xin Chie dan Huli Yue seakan sudah menunggu.
Enam hari sudah berlalu mereka seakan tidak ingin melakukan perjalanan mengingat mereka sudah lama berpisah, hal itulah yang membuat Ryu memahami perasaan mereka bagaimanapun Dia adalah seorang Kepala Keluarga.
Sesaat mereka keluar kamar hanya untuk membeli beberapa makanan dan kembali lagi untuk melakukan aktivitas kecil membaca beberapa Kitab, membuat Pil dan Berkultivasi meskipun tidak banyak membantu dalam meningkatkan Level mereka namun lebih baik dari pada tidak melakukan apapun.
......................
DITEMPAT LAIN :
Terlihat sosok Wanita Cantik dengan Wajah murung seakan tidak bernyawa dengan tatapan kosong kadang terlihat tetesan Air mata menghiasi pipinya yang putih lembut.
Sosok Pria Tua yang berada didekatnya juga seakan ikut bersedih meskipun masih belum tau apa yang sebenarnya terjadi pada cucunya tersebut.
" Qixuan'er apa yang membuatmu selalu bersedih seperti ini?" Zhang Fei terlihat sedih.
" Kakek... Aku hanya merindukan Ayah dan ibu." Qixuan berusaha menyembunyikan kesedihannya.
" Bukankah kamu bisa mengunjungi peristirahatan mereka." Zhang Fei merasa ada hal lain yang membuat cucunya bersedih.
__ADS_1
" Jika bukan karena ulah Sekte Tengkorak Iblis itu, mungkin Ayah dan Ibu masih ada bersama Kita." Qixuan menatap ke arah langit.
" Itu sudah terjadi 12 Tahun yang lalu. lagi pula Kita tidak mampu membalaskan dendam kepada mereka. Mestinya kita bersyukur masih hidup seperti ini." Ucap Zhang Fei.
" Tapi Kek... Sampai berapa lama kita seperti ini? " Qixuan bangkit dari duduknya.
" Sekte Tengkorak Iblis sangatlah Besar. Kekuasaan mereka mencapai Kekaisaran Lotus Merah dan Lotus Hitam. Bahkan tidak menutup kemungkinan Cabang mereka juga sudah mencapai Kekaisaran Lotus Putih ini. Jadi kurasa ada hal lain yang membuatmu bersedih." Zhang Fei beranggapan bahwa kesedihan Qixuan bukan karena itu, apalagi kejadian itu sudah lama terjadi.
" Kakek... bagaimana menurutmu tentang saudara Ryu yang kita kenal sebagai Zhiliu selama ini? tiba-tiba Qixuan mengalihkan pembicaraan.
" Aku belum mengenalnya dengan baik. Tapi menurut Guru Jian dia memang orang susah ditebak. Kadang terlihat seperti Orang berpendidikan, Kadang seperti Anak kecil, Kadang seperti orang Gila dan banyak lagi. Tapi sepertinya dia adalah orang yang baik." Zhang Fei memprediksi sifat dari Ryu.
Mendengar ucapan tersebut terlihat sebuah senyuman dari wajah Qixuan teringat ketika Ryu masih berada di Sekte Pedang Kuno.
Melihat ekspresi dari wajah cucunya tersebut, Zhang Fei sedikit paham apa yang sebenarnya terjadi pada Qixuan. Hal itu tentu saja membuatnya sedikit murung.
" Qixuan'er. Pemuda itu telah memiliki kehidupan lain dan sudah memiliki Istri." Zhang Fei mencoba mengingat.
" Kakek... Aku tidak memikirkan hal itu. Tapi sepertinya aku bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan Kekuatan Saudara Ryu. Bukankah kakek juga melihat bagaimana Saudara Ryu mampu membunuh Ketiga Guru Sekte sekaligus meski ketiga Guru itu sudah mencapai Level 48" Qixuan mengalihkan ke pembicaraan lain.
" Kamu benar... Tapi itu semua berkat dari Sumberdaya, Pusaka Langit, Teknik Tingkat Tinggi dan berbagai hal yang lain. Tapi itu semua tidak lepas dari kegigihan." Zhang Fei mencoba menerangkan.
" Kakek. Apa aku bisa lebih kuat dari mereka?" Qixuan terlihat antusias.
" Qixuan'er seperti itu tidak mungkin. Aku juga seakan tidak percaya jika Ryu'er dengan mudahnya menghabiskan Energi Alam dari Sumur Teratai Pelangi tanpa sisa hanya meningkat satu level saja." ucap Zhang Fei.
" Apa? bagaimana mungkin. Bukankah itu Pusaka Langit milik Sekte kita?" Qixuan terkejut.
" Itu semua sudah terjadi. Lagipula, dia sudah mengganti kerugian dengan Harta dan Sumberdaya yang tak terhitung jumlahnya. yang saya heran, bagaimana Pemuda itu dengan mudah menghabiskan semua." Zhang Fei menggelengkan kepala.
" Hah... Aku sendiri hanya mampu bertahan selama 5 hari. Itupun harus mendapatkan rasa sakit yang luar biasa." Qixuan merasa ngeri membayangkan begitu menyakitkan serangan dari Sumur itu." Qixuan menggelengkan kepala.
" Kurasa Sekte Lembah Persik memiliki Teknik yang luar biasa" Zhang Fei menerka.
" Sekte Lembah Persik? apa itu Sekte asal Mereka?" tanya Qixuan.
" Lakukan saja yang menurutmu baik. Lagi pula aku tidak ingin melihatmu selalu bersedih. Tapi ingat, kamu harus berhati-hati karena diluar sana adalah banyak orang jahat dan orang licik." Zhang Fei mengingkan.
" Baik kakek. aku akan selalu bertindak hati-hati." Qixuan menundukkan kepala.
" Kebetulan aku ada lencana Sekte Lembah Persik yang diberikan Ryu'er, dengan begitu kamu akan mudah jika masuk Sekte. Yang kamu butuhkan sekarang hanya mencari keberadaan Sekte itu, karena masih Asing ditelingaku." Zhang Fei memberikan sebuah Lencana kepada Qixuan.
" Terimakasih kakek. Dengan begini akan lebih mudah. Besok Pagi-pagi aku akan berangkat." Qixuan terlihat senang.
" Sekarang aku pergi dulu. Masih banyak yang harus kulakukan." Zhang Fei meninggalkan tempat tersebut.
......................
Setelah waktu berjalan selama dua Minggu, Ryu dan kedua Istrinya telah meninggalkan Kota Sanming menuju ke Sekte Naga Merah dimana tempat Jun Hui berada.
Tepat didepan mereka sudah terlihat Pintu Gerbang Sekte Naga Merah dengan penjagaan ketat.
" Maaf Tuan, disini wilayah Sekte Naga Merah. Orang luar dilarang masuk" ucap Penjaga.
" Penjaga, aku kesini untuk bertemu Saudara Jun Hui." Ryu memperlihatkan sebuah Lencana kepada Penjaga.
" Tunggu sebentar Tuan." Penjaga tersebut masuk kedalam sekte.
Tidak lama kemudian kini terlihat penjaga sudah datang dengan sosok yang dikenal.
" Hahahaha... Saudara Ryu, aku sudah lama menunggu. Paktriak juga sedang menanti kedatangan kalian." Jun Hui berjalan ke arah Ryu berada.
" Maaf Saudara Hui kami ada beberapa kendala, jadi baru bisa sekarang. Lalu bagaimana Paktriak bisa menungguku juga?" Ryu sekedar memastikan rencananya dulu.
" Paktriak sangat tertarik saat aku memperlihatkan Pil yang pernah kamu berikan. Ayo masuk." Jun Hui membawa mereka masuk Sekte.
__ADS_1
" Saudara Hui. Bagamana keadaanmu sekarang? " Ryu mencari pembicaraan sambil mengikuti Jun Hui.
" Seperti yang kamu lihat sekarang, berkat pil Pemberianmu aku bisa naik satu level. Mari kita langsung ke Ruang kerja Paktriak " terlihat senyum kebanggan dari wajah Jun Hui.
Tidak terlalu lama, kini mereka sudah berada di Ruang kerja Paktriak terlihat sedang termenung.
" Salam Paktriak. Aku telah membawa Orang yang selama ini kamu tunggu." Jun Hui memberi laporan.
" Salam Paktriak" Ryu dan kedua Istrinya memberi hormat.
" Hahaha. Apa Kamu Ryu seorang Master Alkemis seperti yang Hui'er katakan?" Qianfan sedikit menyelidik.
" Namaku memang Ryu. Tapi aku diutus kesini untuk mewakili Guruku Master Alkemis." Ryu sedang berakting.
Mendengar ucapan dari Ryu, Xin Chie dan Huli Yue saling berpandangan mencoba untuk memilih diam memahami tujuan Suami mereka sebenarnya.
" Jika begitu dimana Gurumu?" Qianfan sangat penasaran.
" Masterku tidak ingin diganggu siapapun. Tapi Guruku ingin menjalin kerjasama dengan Sekte Naga Merah melalui Kami dan Para petinggi Sekte Lembah Persik." ucap Ryu.
" Sekte Lembah Persik? Bukankah itu akhir-akhir ini adalah Sekte yang sudah masuk Ke Sekte Besar?" Qianfan terlihat lebih senang seakan jalannya akan terbuka lebar untuk menjalin kerjasama dengan Sekte Lembah Persik.
'Sepertinya Sekte Lembah Persik selangkah lebih maju' Ryu kembali menyimpulkan.
" Benar Paktriak. Itu semua Berkat Masterku yang membuat Sekte Lembah Persik bisa seperti sekarang " Ryu tersenyum lebar.
'Ini adalah kesempatan yang sangat langka. Aku harus menggunakan kesempatan ini. aku tidak boleh mengecewakan Pemuda ini ' Qianfan berfikir sejenak.
" Tuan Ryu apa isi dari kerjasama itu?" Qianfan kembali menyelidik.
" Masterku menginginkan Sekte Naga Merah untuk membantu Sekte Lembah Persik mengusir para Penyusup yang ingin mengganggu ketenangan wilayahnya Kekaisaran Lotus Putih dan juga menekan Pergerakan dari Sekte Aliran Hitam. Namun jika itu terlalu berbahaya, Laporkan kepada Sekte Lembah Persik. Biar mereka yang menanganinya " Ryu menjelaskan.
" Jika begitu pekerjaan kami tidak terlalu Sulit. Tapi..." Qianfan memikirkan sesuatu.
" Sebagai imbalannya Sekte Naga Merah bisa membeli semua kebutuhan berbagai Pil dengan kemurnian 80 hingga 90 Persen selagi sumberdaya masih tersedia untuk membuatnya." Ryu memberikan satu buah Pil Kultivasi tingkat 7.
" Ini... Pil tingkat 7 dengan kemurnian 100 persen. Bahkan di benua ini masih tingkat 4. itupun masih 40 hingga 50 persen." tangan Qianfan bergetar saat memegangnya.
Jun Hui yang berada di tempat itu juga sangat takjub merasakan Aura yang sangat hebat dari pil tersebut.
'Jika mereka menjual Pil kemurnian 80 hingga 90 Persen tidaklah masalah. mungkin saja untuk membuat 100 persen membutuhkan waktu setahun lebih untuk 1 pil' dengan buru-buru Qianfan langsung memasukkan Pil tersebut ke Cincin Ruang
" Jika begitu, kami akan menjual semua Sumberdaya yang kami miliki agar bisa membantu agar pembuatannya tidak terkendala Sumberdaya " Qianfan terlihat senang.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu kembali berfikir karena itu keluar dari rencananya. Setelah berfikir sesaat dia pun menemukan jawabannya.
" Baiklah Paktriak. Kami akan menyetujuinya" Ryu sambil memikirkan sesuatu.
Xin Chie dan Huli Yue yang mendengar ucapan tersebut hanya memilih diam, karena mereka yakin kalau Ryu bisa menemukan cara.
" Hahahaha. jika begitu tidak perlu menunggu lama lagi. Hui'er sampaikan pada Kepala Bagian Sumberdaya, bawa semua Sumberdaya yang kita miliki untuk dijual sebagai pembuatan Pil. Jangan lupa, dengan harga Totalnya." Qianfan langsung mengambil sebuah Kertas untuk membuat perjanjian.
" Baik Paktriak" Jun Hui sambil berpikir, apa yang telah Paktriak Fikirkan sekarang. Namu karena itu adalah Perintah, dia hanya melakukan dimana sebagai tugasnya.
Berbeda dengan Qianfan. Dia berpikir untuk apa menjual ke Assosiasi Pagoda Dagang yang hanya mampu membuat Pil dengan kemurnian 40 hingga 50 persen saja. lagipula mereka tidak terikat.
" Paktriak. Kami tidak memiliki Koin untuk membayarnya sekarang." Ryu beralasan.
" Tidak perlu. Kami akan mengambilnya sendiri ketika kami membeli Pil ke Sekte Lembah Persik satu bulan dari sekarang." Qianfan terus melanjutkan kegiatannya.
'Jika seperti ini, Sekte Lembah Persik sedikit memiliki tugas lain. Aku haru memirkan cara ' Ryu seakan terus berpikir.
" Paktriak... Semua sudah disediakan" Jun Hui sudah kembali ke Ruang kerja Paktriak.
" Tuan Ryu. Silahkan beri tanda tangan disini" Qianfan memberikan 2 lembar Surat perjanjian.
__ADS_1
" Mmmmm '' Ryu membaca surat tersebut kemudian mengisi tanda tangan kedua lembaran tersebut.
" ini untuk kalian" Qianfan memberikan 1 lembaran kepada Ryu.