SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KUROK


__ADS_3

" Aku baru liat wujud asli dari Shuijing. Gege... Makhluk mengerikan ini, Naga jenis apa?" Nan Sian merasa ngeri melihat wujud dari Tou Shuijing.


" Dulu aku juga pernah berfikir bahwa Shuijing adalah Naga. Tapi dia sendiri mengatakan bahwa dirinya adalah Hydra." Ryu juga tidak terlalu memahami tentang Tou Shuijing, jika dibilang Naga tapi memiliki kepala Tujuh.


" Mungkin hanya berbeda nama karena berbeda tempat saja Tuan. Jika berkepala tujuh, itu menandakan bahwa usiaku masih remaja. Tapi jika aku sudah Dewasa maka aku akan memiliki kepala sembilan hingga memiliki dua belas kepala." Tou Shuijing tersenyum namun terlihat mengerikan.


" Shuijing... Aku akan menantikan hari dimana kamu memiliki 12 kepala." Ryu tersenyum mendengar ucapan dari Tou Shuijing.


" Cepat atau lambat, itu akan terjadi Tuan." Tou Shuijing merendahkan tubuhnya agar bisa dinaiki oleh Ryu dan Istrinya.


" Baiklah... Sekarang kita berangkat." Ryu memberi perintah kepada Tou Shuijing saat mereka sudah berada di atas punggungnya.


" Berpeganglah yang kuat Tuan, Nyonya. Aku akan membawa kalian terbang di atas awan." Tou Shuijing melesat cepat terbang lebih tinggi hingga mencapai atas awan.


" Gege... Kita kemana sekarang?" Tanya Sheng Zhishu.


" Karena terlalu banyak menyimpan koleksi Harta, aku sampai lupa jika ada seorang peramal memberikanku gulungan Peta ini saat berada di Dunia Setengah Abadi. Agar perjalanan kita lebih aman, lebih baik kita memutar. Itu artinya kita pergi ke Benua Utara terlebih dulu." Ryu mengeluarkan dua gulungan peta yang dia dapatkan dari peramal di Dunia Setengah Abadi dan satunya lagi dia dapatkan dari Leluhur kerajaan Pasir Putih.


Dengan kedua gulungan tersebut, Ryu menggabungkan hingga menjadi satu kesatuan dimana terlihat kedua Peta tersebut saling berhubungan.


" Gege... Aku masih belum mengerti." Sheng Zhishu menggelengkan kepala saat melihat peta tersebut.


" Baiklah... Akan aku jelaskan secara rinci kepada kalian semua." Ryu menatap ke arah Istrinya secara bergantian.


" Untuk masalah ini, pengetahuanku sangat terbatas." Xin Chie mengerutkan kening.


" Di Benua Utara, aku akan mencari keberadaan Penguasa Elemen Angin. Disana ada Pulau Melayang. Aku sangat yakin bahwa Penguasa Elemen Angin berada di sana."


" Jika Penguasa Elemen Angin sudah aku temukan, maka kita akan lanjutkan perjalanan ke Benua Barat, dimana tempat tinggal Penguasa Elemen Api. Karena disana terdapat Gurun Api. Aku yakin Penguasa Elemen Api ada disitu."


" Setelah itu kita lanjutkan perjalanan ke Benua Selatan dimana tempat tinggal Penguasa Elemen Es, dimana disana terdapat Gurun salju atau gurun es. Aku yakin Penguasa Elemen Es tinggal disana."


" Namun tidak lupa, kita harus memeriksa ke berbagai seluruh lautan, karena dalam keterangan di peta ini bahwa di suatu tempat ada Ombak yang aneh. Aku yakin Penguasa Elemen Air tinggal di tengah ombak besar."


" Dan yang terakhir kita akan pergi ke Benua Tengah dimana tempat tinggal Penguasa Elemen Tanah. Disana juga kita akan pergi ke Benua Nuse tepat para Peri dimana tempat tinggal Penguasa Elemen Racun, Benua Bawah tanah tempat para Iblis dimana tempat tinggal Penguasa Elemen Kegelapan dan Benua Tiantang tempat para Dewa dimana tempat tinggal Penguasa Elemen Cahaya." Ryu menjelaskan kepada Istrinya.

__ADS_1


" Gege... Tapi disini tidak dijelaskan dimana titik lainnya." Huli Yue melihat peta tersebut hanya menggunakan keterangan, tapi tidak ditunjukkan titik-titik lokasi.


" Yue'er... Jika ada Orang yang mengetahui secara jelas, berarti bukan aku yang pertama mengetahui keberadaan Penguasa Elemen." Ryu menggelengkan kepala.


" Benar juga sih..." Huli Yue menaikan alisnya.


" Meskipun kita tidak bisa menemukan lokasi yang lebih jelas, paling tidak kita sudah menemukan petunjuk." ucap Ryu.


" Aku mengerti sekarang." ucap Huli Yue.


" Setelah kita berhasil menemukan keberadaan semua Penguasa Elemen, kita turun ke Benua Tanpa Kultivator dan Benua Ganda yang ada di Dunia Setengah Abadi untuk mencari Inti Pohon Bodhi." Ryu menjelaskan kepada mereka.


' Anak Muda... Untuk apa kamu mencari Inti Pohon Bodhi? Itu bukan perkara yang mudah.' terdengar suara dari Shen Weida melalui pesan jiwa.


Mendengar pesan jiwa dari Shen Weida, Ryu pun memusatkan fikirannya untuk berkomunikasi dengan sosok tersebut.


' Penguasa... Aku membutuhkan Inti Pohon Bodhi untuk memperkuat tubuh Dewa Agung yang aku miliki.' Ryu membalas pesan jiwa kepada Shen Weida.


' Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya. Pohon Bodhi adalah ciptaanku. Di Dunia Fana ada tujuh Pohon Bodhi, hanya saja tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Di Dunia Setengah Abadi ada empat Pohon Bodhi, itu aku berikan kepada Penguasa Benua disana sejak jutaan tahun yang lalu sebelum aku menghilang. Jadi berapa banyak yang kamu butuhkan?' pesan jiwa dari Shen Weida.


' Benarkah? Kalau begitu aku membutuhkan lima Inti Pohon Bodhi. Apa Penguasa memilikinya?' Pesan jiwa dari Ryu.


' Baiklah... Aku akan pergi kesana!' Ryu membalas pesan jiwa kepada Shen Weida.


' Tapi aku butuh Sumberdaya dan Harta langit yang kamu miliki. Karena menciptakan lima Pohon Bodhi sekaligus membutuhkan banyak energi.' Pesan jiwa dari Shen Weida.


" Gege... Ada apa denganmu?" Sheng Zhishu menatap ke arah Ryu yang masih terdiam dengan menutup matanya.


" Ah... Tidak ada. Apa kalian tidak kembali ke Dunia Quzhu?" Ryu kembali bertanya kepada mereka.


" Kami disini saja! Aku ingin melihat pemandangan dari atas awan ini." Xin Chie memperhatikan pemandangan di balik awan.


" Baiklah... Kalau begitu aku pergi ke Alam Jiwa sebentar. Ada sesuatu yang aku lakukan disana." Ucap Ryu.


" Mmm." Mereka mengangguk setuju.

__ADS_1


" Shuijing... Terbanglah ke arah Kota Pelabuhan yang ada di wilayah Kekaisaran Taiyang! Kita tidak bisa terbang saat melewati lautan, karena gravitasi disana sangat kuat dan berbahaya meskipun memakai kapal udara." Ryu memberi perintah kepada Tou Shuijing.


" Baik Tuan." Jawab Tou Shuijing.


Setelah memberi instruksi kepada Tou Shuijing, Ryu langsung membuat Pelindung transparan mengelilingi tubuh Tou Shuijing lalu menghilang dari tempat tersebut menuju ke Alam Jiwa.


Saat berada di Alam Jiwa, kini Shen Weida sudah menunggu kedatangan Ryu.


" Anak Muda... Apa kamu sudah membawa apa yang aku minta?" Tanya Shen Weida.


" Penguasa... Ini!" Ryu memberikan sebuah Cincin Ruang yang berisi Sumberdaya dan Harta langit.


" Hhmmm... Sepertinya sudah cukup. Kalau begitu aku pinjam tubuhmu." Shen Weida langsung masuk ke tubuh Ryu hingga Ryu seakan hilang kesadaran.


Tanpa menunggu lama, Shen Weida mulai menyerap semua Sumberdaya dan Harta langit tersebut lalu mengibaskan tangannya membuat seisi Alam Jiwa bergetar hebat dengan udara yang bergerak liar.


" Wuush." Muncul lima Pohon Bodhi di Alam Jiwa hingga semakin lama semakin membesar.


Setelah beberapa saat dari kelima Pohon Bodhi tersebut muncul sebuah cahaya berwarna merah darah melayang di udara hingga ke telapak tangan Ryu yang sedang dikendalikan oleh Shen Weida.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Shen Weida langsung keluar dari tubuh Ryu hingga muncul di depannya.


" Terimakasih Penguasa." Ryu memberi hormat kepada Shen Weida.


" Mmm... Kalau begitu tugasku sudah selesai. Aku pergi dulu!" Shen Weida terbang ke arah Pagoda Jiwa hingga menghilang dari pandangan.


" Kalau begini, tidak perlu repot-repot lagi ke Dunia Setengah Abadi." Ryu berjalan mendekati sebuah Danau dimana tempat Akar Jiwanya.


Dengan Spiritual yang dia miliki, Ryu melepaskan kelima Inti Pohon Bodhi tersebut hingga mengisi ruang kosong yang ada di Akar Jiwanya.


Seketika tubuh Ryu seakan bergetar hebat dimana dia dapat merasakan tubuh Dewa Agung langsung meningkat menjadi 75% dan Aura Dewa Agung yang dia miliki juga meningkat.


' Sungguh keberuntungan langit selalu berpihak kepadaku.' Ryu membatin seraya meninggalkan Alam Jiwa kembali ke punggung Tou Shuijing berniat untuk melatih kekuatan tubuhnya tersebut.


" Gege... Sepertinya Auramu semakin kuat." Sheng Zhishu merasakan peningkatan dari tubuh Ryu.

__ADS_1


" Mmm." Ryu mengangguk tidak ingin memberitahukan yang baru saja terjadi tentang Inti Pohon Bodhi tersebut, karena hal itu terlalu cepat untuk mereka.


Perjalanan mereka pun terus berlanjut dan memakan waktu hingga satu bulan, mereka telah sampai di sebuah Hutan wilayah Kota Kurok sebagai kota pelabuhan.


__ADS_2