SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Penguasa Elemen Es


__ADS_3

Matahari sudah di atas kepala, kini terdengar sebuah keributan dari dalam Istana.


" Penjaga... Siapa saja tadi malam sampai siang ini yang menuju ruang Harta? " Tanya Kaisar Dong


" Ampun Yang Mulia... Kami selalu berjaga tanpa satupun yang lengah, namun kami tidak ada menemukan siapapun Sampai Yang Mulia datang." Ucap Pemimpin Penjaga Ruang Harta.


" Pengawal. Panggil semua Pasukan Naga Para Mentri dan Para Penasehat Istana. Suruh mereka kesini sekarang!" Perintah Kaisar Dong.


" Baik Yang Mulia Kaisar. " Ucap para Pengawal istana bersamaan kemudian meninggalkan Ruangan tersebut.


Setelah menunggu beberapa saat, Para petinggi Istana dan 17 Pasukan Naga berdiri di Hadapan Kaisar.


" Hormat Yang Mulia Kaisar." Mereka menundukkan kepala secara bersamaan.


" Aku baru saja datang ke Ruang Harta. Disana tidak ada satupun yang tersisa. Aku yakin orang tersebut tidak akan hadir disini. " Kaisar Dong menatap tajam ke arah bawahannya.


Mendengar ucapan Kaisar semua orang saling berpandangan memeriksa siapa diantara mereka.


'Anak Muda... Kamu sangat licik' Penasehat Cuang membatin.


" Maaf yang Mulia... Sepertinya Pasukan Naga ada yang tidak Hadir disini." Penasehat Cuang langsung bersuara.


" Benar Yang Mulia... Sepertinya pasukan Naga ada tiga orang yang tidak datang." ucap salah satu Mentri.


" Naga Pertama. Jelaskan Padaku! Sepertinya kalian menyimpan hal yang tidak aku ketahui." Kaisar Dong menatap Naga Pertama.


" Maaf Yang Mulia... Hamba tidak mengerti dari semua Ini. Hamba juga tidak tau mengapa ketiga anggota kami tidak datang. " Naga Pertama terlihat gelisah.


" Yang Mulia Kaisar... Sepertinya berita terbunuh Naga keempat dan Naga keenam hanya sebuah rencana dari Naga kelima. " Penasehat Cuang melancarkan rencana mereka.


" Penasehat Cuang... Apa maksudmu?" Naga Pertama Kebingungan.


" Naga Pertama... Kemaren Naga kelima mengabarkan tentang terbunuhnya Naga keempat dan Naga keenam. Apa kalian ingin merencanakan sesuatu untukku?" Kaisar Dong berusaha menahan amarahnya.


" Yang Mulia... Hamba tidak tau hal itu. Hamba juga tidak mengerti apa yang telah terjadi pada anggota kami." Naga pertama semakin kebingungan.


" Jadi begitu rencana kalian? Aku yakin hancurnya kelima Sekte dibawah Perlindungan Kaisar itu ulah kalian. Mulai sekarang aku sangat yakin, karena tidak ada satu pun yang mampu mengalahkan mereka jika bukan dari kalian." Ucap Perdana Mentri.


"Pengawal tangkap mereka!" Kaisar Dong memberi perintah sambil menunjuk ke arah 17 Pasukan Naga

__ADS_1


Mendengar ucapan Kaisar Dong, Para Pengawal dengan sigap menyerang Pasukan Naga.


Meskipun melakukan perlawanan, Pasukan Naga akhirnya kewalahan dan mengalami luka berat karena lawan mereka terlalu banyak.


" Yang Mulia Kaisar... Pemimpin Naga dan Ketua pasukan Naga yang lain tidak akan membiarkan atas penghinaan ini." Naga Pertama Geram terlihat beberapa luka sayatan pada tubuhnya.


" Pengawal... Rantai mereka dan kurung mereka di Penjara bawah ranah. " Perintah Kaisar Dong


" Baik Yang Mulia." Para pengawal membawa ke 17 Pasukan Naga langsung menjebloskan ke Penjara bawah tanah.


" Jendral Besar... Cari dan Tangkap Pasukan Naga yang lain. Aku yakin mereka masih ada di sekitar istana." Ucap Kaisar Dong.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jendral Besar memberi hormat lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah 17 Pasukan Naga telah tertangkap, para Petinggi Istana pun meninggalkan ruang pertemuan atas perintah Kaisar Dong.


Kaisar Dong pun terlihat Murung dengan wajah masam meratapi kesedihannya, dimana seluruh Harta turun temurun dan hasil pajak menguras Harta rakyatnya kini raib seketika.


*******


Ryu yang sudah jauh dari Istana Naga Hitam, kini sudah terbang menuju ke arah gurun es.


Setiap Kota maupun Desa, Ryu selalu singgah untuk bermalam untuk mencari berbagai informasi.


Satu minggu telah berlalu, kini Ryu telah sampai di Hutan yang sangat luas. Dia pun mengeluarkan para Hewan Kontrak dan Pasukan Semesta.


" Dengarkan aku semua. Hari ini kita telah sampai di Hutan ini dimana dikabarkan tidak ada satupun para Kultivator yang berani menginjak Hutan ini. " Ucap Ryu.


" Untuk itu kitalah yang akan menjadi yang pertama menaklukkan Hutan ini. Jadi aku harap kalian harus waspada dan saling menolong satu sama lain." Lanjut Ryu.


" Baik Dewa Agung."" Sahut Pasukan Penjelajah serempak.


Mereka pun langsung memasuki Hutan tersebut dimana kurang dari dua ratus meter, mereka langsung disambut puluhan Hewan Roh Kelinci Neraka, puluhan Semut Hitam dan ratusan lebah raksasa.


Namun itu semua dapat dihalau Para Pasukan Semesta, meski harus mendapatkan beberapa luka.


Perjalanan mereka sedikit terhambat karena kelompok Hewan Roh yang lain juga berdatangan dari berbagai arah.


Hari Mulai Gelap, Ryu dan Rombongan hanya mampu berjalan lima ratus meter dari pinggir Hutan. Sehingga mereka memilih untuk beristirahat saat kelompok Hewan Roh berhasil dilumpuhkan.

__ADS_1


Tidak lupa para Pasukan mengumpulkan Inti Roh tersebut dan jasadnya ditarik ke Dunia Quzhu.


Hari berikutnya Ryu dan anggota Pasukan Semesta melakukan perjalanan menemukan hal yang sama yaitu bertemu dengan ratusan Hewan Roh Rusa bertanduk Merah.


Meskipun Rusa bertanduk merah terbilang memiliki fisik yang lemah, namun dalam tanduk mereka memiliki serangan yang sangat kuat sehingga mampu memotong Pohon Besar.


Ryu pun mengingatkan Pasukannya agar menghindar dari serangan mereka untuk mengurangi resiko.


Setelah mendengar instruksi dari Ryu, anggota Pasukan Semesta kini mampu membunuh Rusa bertanduk Merah lebih cepat dari sebelumnya.


Dalam waktu setengah hari, kelompok Rusa bertanduk merah berhasil mereka kalahkan. Dengan demikian Ryu meminta mereka untuk beristirahat.


Sepuluh hari telah berlalu, kini Ryu berhasil menaklukkan Hewan Roh yang ada di Hutan tersebut mulai dari tingkat langit tahap menengah hingga mencapai tingkat Surgawi tahap menengah bahkan ada beberapa hal sudah mencapai tingkat Surgawi tahap akhir.


Tepat ke sebelah, mereka disambut dengan pemandangan gurun es dimana seluas mata memandang.


Ryu dan 23 Istrinya serta Pasukan Semesta terus berjalan melewati Gurun Es tersebut hingga mencapai ratusan meter dari pinggir gurun, kini hawa semakin dingin sampai menusuk Tulang.


" Shu'er dan kalian semua... Ini terlalu berbahaya untuk kalian." Ryu menoleh ke arah 23 Istrinya dan Pasukan Semesta sambil mengeluarkan Elemen Api menghangatkan tubuhnya.


" Gege... Kami masih sanggup." Ucap Sheng Zhishu yang juga mengeluarkan Qi miliknya yang diikuti yang lain.


" Maaf Dewa Agung, Dewi Agung... Sepertinya hal ini sudah diluar kemampuan kami." Luan Hua yang terlihat sudah menggigil dengan wajah pucat.


" Baiklah... Kalian boleh kembali ke Dunia Quzhu." Ryu memahami kondisi tersebut dimana terlihat semua anggota Pasukan Semesta sudah tidak kuat lagi menahan hawa dingin tersebut.


Dengan satu kibasan Ryu menarik Pasukan Semesta dan semua Hewan Kontrak kembali ke Dunia Quzhu yang kini hanya menyisakan Ryu bersama 23 istrinya karena mereka ingin sekali melihat secara langsung bentuk dari Penguasa Elemen.


Ryu yang merasa tidak tega hanya menggelengkan kepala bahkan Yunjiang, Zhao Luyi, Zhao Liying dan Bing Ruyue yang memiliki elemen Es sekalipun tidak mampu menahan hawa dingin tersebut.


Bahkan Sheng Zhishu, Xin Chie, Yuwang, Xie Hua, Ting Ye Qin Shuomei Jiang Caiping dan Jinying yang memiliki elemen Api juga tidak mampu mengeluarkan elemen Api mereka dengan sempurna.


Merasa tidak tega Ryu mengeluarkan elemen Api mengelilingi tubuh 23 Istrinya namun tidak membakar pakaian mereka


Seketika itu juga 23 Istrinya merasakan hangat kembali di tubuh mereka.


Mereka pun Kembali melanjutkan Perjalanan Hingga menempuh Perjalanan tiga hari perjalanan.


Suasana pun semakin dingin dan tampak salju menutupi permukaan tanah, namun berkat bantuan Ryu tubuh mereka masih tetap hangat hingga mencapai bagian terdalam gurun es.

__ADS_1


__ADS_2