SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KEMATIAN PATRIAK SEKTE ULAR


__ADS_3

Tiga hari setelah kehancuran Sekte Burung Hantu, kini berita itupun tersebar luas hingga ke seluruh wilayah Kekaisaran Taiyang.


Kehancuran Sekte Burung Hantu juga tidak lepas dari pihak Istana Kekaisaran Taiyang yang membuat seisi Istana bertanya-tanya siapa yang melakukan hal tersebut.


Sekte yang lain juga tidak tinggal diam, mereka langsung menyebarkan mata-mata untuk memeriksa kebenaran tersebut karena tidak mungkin Sekte Aliran Hitam yang sangat besar dan kuat bisa dihancurkan dengan mudah.


Hal itu tidak lepas dari telinga Sekte Ular, Patriak Sekte juga memberi perintah kepada beberapa anggota Sekte untuk mengetahui kebenaran tersebut.


Begitu juga dengan pihak Istana Kekaisaran Taiyang, mereka juga langsung mengirimkan mata-mata untuk menelusuri kebenaran tersebut.


Di dalam kursi Kebesarannya sosok Pria paruh baya sedang menatap ke arah beberapa bawahannya secara bergantian.


" Jenderal... Menurutmu siapa yang melakukan hal itu?" Pria paruh baya itu menatap ke arah Jenderal besar kepercayaannya.


" Yang Mulia Kaisar... Aku rasa kehancuran Sekte Burung Hantu itu bukan dari Sekte Aliran Putih yang ada di Kekaisaran Taiyang ini. Sepertinya ada sekelompok monster tua yang melakukannya." Jawab Jenderal tersebut.


" Hmmm... Siapakah para leluhur agung itu? Sepertinya masih sangat mustahil. Apakah kehancuran Sekte Burung Hantu adalah pekerjaan para Dewa tertinggi?" Kaisar itu memperkirakan bahwa hanya orang yang sudah berusia jutaan tahun ataupun para Dewa tertinggi saja yang bisa melakukannya.


" Yang Mulia Kaisar... Aku baru saja mendapatkan pesan dari mata-mata terbaik kita. Mereka mengatakan bahwa ada seorang Kultivator pengembara yang kebetulan melewati tempat itu saat kejadian. Dia mengatakan bahwa ada seorang Pemuda bersama 22 wanita yang diantaranya bisa berubah wujud menjadi roh suci sedang bertarung melawan anggota Sekte Burung Hantu. Tapi Kultvator pengembara itu tidak berani melihat pertarungan itu terlalu lama, karena takut terkena Imbas dari pertarungan itu sehingga dia langsung meninggalkan tempat itu secepat mungkin. Kultivator pengembara itu juga mengatakan bahwa kekuatan Pemuda itu dan 22 wanita bersamanya diperkirakan sudah mencapai Pendekar Surgawi, bahkan kekuatan elemen yang mereka pakai begitu mengerikan." Sosok Pria sepuh menerangkan tentang informasi yang dia dapatkan.


" Pendekar Surgawi? Bagaimana bisa? Apakah mereka semua gabungan dari para leluhur agung?" Kaisar beranggapan bahwa sosok yang menghancurkan Sekte Burung Hantu pasti leluhur yang sudah mencapai usia jutaan tahun yang baru keluar dari latihan tertutup.


" Hamba juga tidak tau Yang Mulia Kaisar. Kultivator pengembara itu tidak begitu jelas melihat mereka, karena sangat jauh dari tempat pertarungan." ucap Pria sepuh tersebut.


" Mohon maaf sebelumnya Yang Mulia Kaisar. Dari semua informasi yang dikumpulkan, Hamba rasa akan ada lagi pertarungan besar di tempat yang lain." Perdana Menteri yang awalnya hanya menutup mata untuk mencerna semua informasi, firasatnya sangat tajam bahwa kejadian itu akan terulang lagi.


Tidak heran Kaisar sangat segan kepada Perdana Menteri tersebut, karena instingnya sangat akurat dan tidak pernah meleset. Karena itulah Kaisar mengangkatnya menjadi Perdana Menteri, karena sosok itu memiliki kemampuan khusus.


" Perdana menteri... Kira-kira dimana akan terjadi pertempuran besar itu lagi?" Tanya Sang Kaisar.


" Seperti yang telah kita ketahui bahwa Sekte Burung Hantu adalah Sekte besar Aliran Hitam yang selalu membuat onar saat mereka menginginkan sesuatu. Itu artinya kelompok itu hanya menghancurkan Sekte aliran hitam yang selalu meresahkan warga. Hanya ada satu lagi Sekte besar aliran hitam, Yaitu Sekte Ular. Hanya merekalah yang membuat pihak Istana Kekaisaran Taiyang kewalahan." Perdana menteri menyimpulkan kemungkinan yang akan terjadi.


" Perdana Menteri... Selama ini tebakanmu tidak pernah meleset, untuk itu aku percayakan kepadamu." Sang Kaisar sudah mengetahui kelebihan dari Perdana Menteri tersebut, jadi dia langsung percaya.

__ADS_1


Begitu juga dengan yang lain, mereka memiliki pemikiran yang sama dimana Perdana Menteri sangat ahli dalam bidang tersebut.


" Yang Mulia Kaisar... Jika hamba memberi usul, lebih baik kita mengirimkan mata-mata terbaik untuk menyelidiki wilayah Sekte Ular. Dengan begitu, kita akan mengetahui siapa dibalik semua ini." Perdana menteri menganggap hal itu keputusan yang bijak.


" Baiklah... Jenderal, Kirimkan pesan kepada mata-mata untuk mengawasi wilayah Sekte Ular! Satu lagi, jangan sampai keberadaan mereka diketahui oleh siapapun." Sang Kaisar memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jenderal tersebut menundukkan kepala lalu meninggalkan ruangan itu.


*****


( Sekte Ular )


Pada keesokan pagi Jinying dan Bu Jing Yu telah keluar dari kamar sambil memeriksa keadaan sekitar lalu menuju ke suatu tempat dimana terletak titik pusat Formasi yang melindungi Sekte Ular.


" Jinying... kita sudah mendapatkan serbuk mata merah itu, sekarang hanya tinggal menghancurkan Formasi itu." Bu Jing Yu mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi serbuk mata merah sambil menuju ke sebuah bangunan yang tidak jauh dari keramaian Patriak Sekte Ular.


" Kita harus berhati-hati! Saat Formasi itu dihancurkan, Aku yakin Patriak Sekte akan mengetahuinya." Jinying mengingatkan segala kemungkinan yang akan terjadi.


" Baiklah... Sekarang kamu hancurkan Formasi itu, aku akan berjaga disini." Bu Jing Yu membuka pintu tersebut lalu menutupnya kembali dan berdiri untuk berjaga.


Bu Jing Yu yang masih berdiri di dekat pintu, kini langsung meningkatkan kewaspadaan sambil memegang botol yang berisi serbuk mata merah.


Lima menit kemudian seketika Formasi tersebut langsung terbuka. Dengan sigap Bu Jing Yu langsung membuka botol tersebut di tangan kanannya.


Di luar bangunan, terlihat sosok Pria berperawakan tinggi dan kekar yang baru saja muncul karena dia dapat merasakan bahwa Formasi sudah terbuka.


" Bu Jing Yu.. Apa yang kamu lakukan? sepertinya kamu ingin mati." Sosok tersebut bergumam dengan amarah yang memuncak dapat merasakan bahwa ada seorang yang berada di balik pintu tersebut.


Patriak Sekte Ular yang sudah mempersiapkan segala kemungkinan dengan menyembunyikan Auranya sehingga keberadaannya tidak diketahui oleh Bu Jing Yu.


Dengan mengumpulkan Qi di kepalan tangannya Patriak Sekte Ular mengarahkan tinjunya kepada sosok wanita yang berada di balik pintu tersebut.


" Wuush." Tekanan udara yang sangat kuat mendorong pintu hingga terbuka.

__ADS_1


" Bboooom." Pintu tersebut hancur berkeping-keping diikuti Bu Jing Yu juga terpental membentur dinding pembatas.


" Uhuuk." Bu Jing Yu yang tidak mengetahui bahwa akan ada serangan tiba-tiba tersebut.


" Tap... Tap... Tap." Patriak Sekte memasuki bangunan tersebut sambil menatap ke arah Bu Jing Yu dengan tatapan dingin.


Sedangkan Bu Jing Yu sendiri merasakan seluruh tubuhnya hampir tidak bisa digerakkan lagi mendapatkan firasat buruk akan terjadi padanya.


' Pendekar Semesta memang sungguh diluar nalar. Aku sudah meningkatkan Spiritual ku saja masih tidak terdeteksi.' Bu Jing Yu mencoba sekuat tenaga untuk bangkit.


" Berani sekali kamu masuk kesini tanpa seizinku." Patriak Sekte Ular berjalan mendekati Bu Jing Yu berniat untuk meringkus dan membawanya ke lapangan Sekte Ular agar diberi hukuman.


Disisi lain Bu Jing Yu yang sudah terluka parah, berusaha untuk menahan rasa sakit yang menyiksa tubuhnya berniat untuk melempar serbuk mata merah kepada sosok tersebut.


Patriak Sekte Ular yang belum menyadari hal tersebut, berjalan dengan santai hingga berdiri di depan Bu Jing Yu yang sudah terluka.


Bu Jing Yu yang melihat kedua kaki Patriak Sekte Ular, dengan sekuat tenaga mengumpulkan kembali kekuatannya untuk melempar serbuk mata merah ke arah Patriak Sekte Ular.


" Wuush." Serbuk mata merah mengelilingi tubuh Patriak Sekte Ular membuatnya sontak kaget.


" Wanita ******. " Patriak Sekte begitu marah berusaha mengumpulkan kesadarannya untuk membunuh Bu Jing Yu.


" Bboooom." Tubuh Bu Jing Yu hancur berkeping-keping hingga darahnya berserakan menempel di dinding.


Saat itu juga Patriak Sekte Ular mulai merasakan efek dari serbuk mata merah tersebut dan mulai berfantasi tentang kesenangan dunia.


Perbedaan tingkat Kultivasi memang sangat menentukan sebuah kemenangan, Bu Jing Yu yang baru saja menerobos Pendekar Surgawi tahap menengah hanya dengan sekali pukulan saja sudah menjadi kabut darah saat berhadapan dengan Pendekar Semesta Tahap Awal.


Jinying yang baru saja keluar dari tempat Pilar Formasi, kini merasa ngeri saat melihat organ tubuh Bu Jing Yu yang berserakan.


" Ini adalah kesempatanku untuk membunuhnya!" Jinying menoleh ke arah Patriak Sekte Ular yang kini sedang berfantasi sambil menatap ke arah Jinying yang baru saja muncul.


Tanpa menunggu lama Jinying langsung menebas leher Patriak Sekte Ular hingga terputus.

__ADS_1


Jinying berpikir jika saja dia berada di posisi Bu Jing Yu, maka dia juga akan mengalami nasib yang sama.


Dengan segera, Jinying menyimpan Kepala Patriak Sekte Ular serta mengambil Cincin Ruang milik Bu Jing Yu dan Patriak Sekte Ular lalu meninggalkan tempat tersebut sambil menabur sebuah serbuk untuk menghilangkan Auranya dan kembali ke kediamannya.


__ADS_2