SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Kebenaran Tentang Qin Shuomei


__ADS_3

Mereka seakan tidak terima jika Tiga Bidadari Iblis dimaafkan begitu saja oleh Ryu.


" Tiga Bidadari Iblis lebih kejam dari kami. Mereka tidak segan untuk membunuh bayi yang baru lahir untuk menambah kekuatan mereka." Dewi Iblis kedua ikut menimpal.


" Mereka berbohong. Kami hanya ingin mencari Sumberdaya di Hutan ini, tapi tanpa sengaja kami menemukan Istana disini." Feng Qiulan berdalih.


Meskipun Ryu mengetahui bahwa tiga wanita tersebut ingin berniat jahat kepadanya, namun disisi lain Ryu merasa bersalah karena telah merenggut kesucian mereka.


Namun setelah mendengar ucapan dari kelima wanita yang lain yang mengatakan bahwa tiga wanita itu dengan kejam membunuh bayi. Ryu langsung berubah pikiran juga ingin membunuh mereka.


Saat Ryu mendekati tiga Bidadari Iblis, tiba-tiba semua Istrinya muncul di tengah mereka.


" Haaahh... Seperti yang aku pikirkan." Sheng Zhishu dan yang lain menggelengkan kepala sambil menatap ke arah tiga Bidadari Iblis dan lima Dewi Iblis.


Melihat kemunculan 23 wanita itu, delapan wanita tersebut sontak kaget berkeringat dingin karena Aura mereka sangat kuat.


" Siapa kalian sebenarnya?" Qin Shuomei mengarahkan sebilah pedang di leher Dewi Iblis pertama.


" Kami adalah lima Dewi Iblis, dan mereka adalah tiga Bidadari Iblis." Dewi Iblis pertama berkata jujur dengan tubuh gemetar.


Mendengar ucapan tersebut Tianhe, Yunjiang dan Yinshi saling berpandangan satu sama lain teringat akan julukan mereka sebelum bertemu dengan Ryu.


" Ternyata ada yang mengambil julukan kalian, sayangnya mereka tidak seberuntung kita." Yuwang berbisik kepada Tianhe, Yunjiang dan Yinshi.


" Ah... Itu..." Tianhe, Yunjiang dan Yinshi memasang wajah memerah sambil melirik ke arah Ryu.


" Slash... Slash... Slash... " Kelima wanita cantik mati dengan tubuh tanpa Kepala. seketika Istana tersebut berubah menjadi ruangan yang berbentuk Goa.


Melihat kejadian tersebut, Sheng Zhishu dan yang lain mengerutkan kening dimana mereka awal seperti berada di Istana, kini berubah menjadi Goa termasuk tiga Bidadari Iblis.


Mereka tidak menyangka bahwa Ilusi tersebut sangat kuat, bahkan Tianhe, Yunjiang, Yinshi, dan Yuwang yang faham tentang Ilusi juga mengakui kehebatan teknik Ilusi dari lima Dewi Iblis.


Di sisi lain Ryu hanya tersenyum karena Ilusi tersebut tidak berpengaruh untuknya.


Setelah memotong leher lima Dewi Iblis, Qin Shuomei langsung mendekati tiga Bidadari Iblis berniat untuk menggali informasi dari mereka.


Seketika Qin Shuomei menyalurkan Qi di telapak tangannya lalu menyentuh kening tiga Bidadari Iblis secara bergantian.

__ADS_1


Saat selesai menyerap informasi dari mereka, Qin Shuomei langsung tertunduk lesu tanpa terasa air matanya metetes.


Melihat hal tersebut Ryu, Sheng Zhishu dan yang lain merasa heran dengan Qin Shuomei yang menangis bersedih.


" Mei'er... Apa yang terjadi denganmu?" Ryu berjalan mendekati Qin Shuomei.


" Gege... Ternyata adalah pembunuh bayaran dari Benua Tengah. Tiga Bidadari Iblis ini ada hubungannya denganku." Qin Shuomei menatap ke arah Ryu lalu mengambil sebuah kalung dari Cincin miliknya.


" Apa kalian mengenal kalung ini?" Qin Shuomei memperlihatkan kalung giok berwarna putih.


" Klan Shui?" Tiga Bidadari Iblis sontak kaget.


" Akulah bayi itu yang kalian buru sejak 25 tahun yang lalu." Qin Shuomei memasukkan kembali kalung tersebut.


" Slash... Slash... Slash." Qin Shuomei memotong leher ketiga wanita itu dengan penuh kebencian.


" Mei'er... Apa kamu bukan berasal dari Klan Qin?" Ryu bertanya kepada Qin Shuomei.


" Gege... Aku hanya Anak angkat dari Klan Qin yang dipungut oleh anggota Klan Qin. Sepertinya kita harus pergi ke Benua Selatan untuk menemukan keluargaku. Aku sangat yakin bahwa aku berasal dari sana. Dari informasi tiga Bidadari Iblis, mereka sedang mengejar sosok Pria sepuh sambil menggendong seorang bayi perempuan yang memakai kalung giok putih. Untung saja ada beberapa orang yang menghadang tiga Bidadari Iblis, sehingga Pria sepuh itu berhasil menyelamatkan diri dan membawa bayi itu. Meskipun tiga Bidadari Iblis berhasil membunuh beberapa sosok itu." Qin Shuomei menjelaskan apa yang dia dapatkan dari tiga Bidadari Iblis.


" Mei'er... Kamu tenang saja! Saat kita sudah sampai di Benua Selatan, kita hancurkan siapapun yang berani mengusik keluargamu." Ryu mengusap pundak Qin Shuomei dengan lembut.


" Sebaiknya kalian kembali ke Dunia Quzhu, biar aku yang melakukan perjalanan." Ryu menatap ke arah Istrinya yang lain.


" Gege... Aku ikut bersamamu!" Ucap Qin Shuomei.


" Aku juga." Wang Mingjun dan Shu Meilu ikut bersuara.


" Haaahh... Baiklah." Ucap Ryu.


" Kalau begitu kami pergi dulu. Jun'jun, Lu'lu, Mei'mei... Kalian jaga Suami kita. Siapapun wanita yang mendekatinya, kalian bunuh saja!" Ucap Jinying.


" Mmm." Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei mengangguk setuju.


Setelah itu Sheng Zhishu dan yang lain meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke Dunia Quzhu.


" Baiklah kita akan keluar dari sini! Ambil Cincin mereka dan tarik mayat mereka ke Dunia Quzhu." Ryu menatap ke arah ketiga Istrinya.

__ADS_1


Mereka pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Ryu, meskipun sebenarnya tanpa diminta. Setelah semua selesai, Ryu membawa ketiga istrinya tersebut keluar Goa.


Saat keluar dari Goa, Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei langsung menggunakan penutup wajah.


Ryu yang berjalan di depan keluar dari dalam hutan, kini melanjutkan ke Kota Bunhai yang awalnya sempat terhenti.


" Kita mau Kemana?" Tanya Wang Mingjun.


" Kita akan menuju Kota Bunhai untuk mencapai pelabuhan. " Ucap Ryu sambil melangkahkan kakinya.


Di dalam perjalanan, Ryu menyadari bahwa ketiga Istrinya itu benar-benar semakin liar karena kejadian sebelumnya.


Karena kota Bunhai masih cukup jauh, yaitu memakan waktu dua hari, Ryu dan Istrinya harus bermalam di perjalanan.


Tidak Lupa juga Ryu membuat kemah untuk mereka karena Ryu sendiri ingin menikmati kebersamaan mereka, meskipun mereka bisa kembali ke Dunia Quzhu.


" Gege... Ternyata seperti ini lebih romantis." Wang Mingjun menyandarkan kepalanya di bahu Ryu yang sedang memanggang Ayam Hutan hasil buruannya.


" Apa kamu menyukai?" Ryu menoleh ke arah Wang Mingjun.


" Aku sangat menyukainya." Wang Mingjun sambil memeluk Ryu.


" Apa kalian lupa dengan keberadaan kami." Qin Shuomei tidak ingin ketinggalan juga duduk di samping Ryu sambil menyandarkan kepalanya.


" Haaahh... Aku harus duduk dimana?" Shu Meilu langsung protes.


" Sepertinya sudah masak. Kita makan dulu!" Ryu membagikan Ayam bakar tersebut kepada ketiga Istrinya.


Tanpa menunggu lama, mereka pun menikmati Ayam panggang tersebut, dimana ketiga Istrinya menyuapi Ryu satu-persatu dengan penuh perhatian.


Meskipun diperlukan seperti itu, Ryu sama sekali tidak keberatan bahkan juga ikut menyuapi Istrinya dengan sepotong daging ayam panggang tersebut dengan penuh perhatian.


Selesai menikmati makanan, mereka pun berbincang ringan sambil menikmati keindahan dimana Bulan telah menampakkan sinarnya.


" Hari sudah tengah malam... Lebih baik kita istirahat." Ryu mengusap rambut ketiga Istrinya itu lalu beranjak dari tempat tersebut menuju ke tenda.


Tanpa menjawab apapun Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei juga ikut masuk ke dalam tenda untuk beristirahat.

__ADS_1


Pada keesokan harinya, mereka langsung membereskan tenda mereka lalu melanjutkan perjalanan.


Setelah menempuh perjalanan selama dua hari, Ryu dan ketiga Istrinya telah sampai di depan Gerbang Kota kemudian masuk ke dalam Kota Bunhai tanpa kendala yang berarti.


__ADS_2