SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
APA SUDAH CUKUP?


__ADS_3

( Di Hutan Larangan)


Saat sudah berada di kedalaman Hutan, Ryu tertuju kepada sebuah Goa yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.


Di dalam perjalanannya menyusuri Hutan larangan, Ryu sudah banyak menemukan Sumberdaya, namun dia lebih memilih untuk mengambil yang sudah berusia lebih dari ribuan tahun hingga jutaan tahun.


Dalam perjalanan itu juga Ryu banyak menemukan Hewan Roh, namun itu semua tidak menjadi halangan baginya karena banyak masih berada dibawah tingkat Langit.


Meskipun sedikit kecewa karena tidak mendapatkan sesuatu yang berharga, Ryu terlihat masih antusias untuk menyusuri Hutan larangan.


" Haaahh... Sepertinya sangat sulit untuk mencari Hewan Roh tingkat Surgawi, apalagi untuk menemukan Hewan Ilahi, Roh Suci dan Makhluk Kuno." Ryu menggerutu seraya berjalan menuju Goa di depannya.


" Ggooooaaarr." Terdengar suara Auman dari dalam Goa yang membuat Ryu sontak kaget karena tidak mampu mendeteksi keberadaan sosok tersebut.


' Kenapa aku tidak bisa merasakan kehadirannya.' Ryue membatin sambil meningkatkan kewaspadaan.


" Tap... Tap... Tap." seekor Harimau putih berjalan dari dalam Goa sambil menatap tajam ke arah Ryu.


" Beraninya kamu masuk ke wilayah kekuasaanku. Cepat pergi dari sini!" Bentak Harimau putih dengan Aura Pembunuh yang sangat pekat.


" Roh suci?" Ryu mengerutkan kening hingga beberapa saat terlihat sebuah senyuman dari wajahnya.


Dengan meningkatkan kewaspadaan Ryu mendekati Harimau putih tersebut menatapnya dengan keserakahan.


" Hhhhmmm... Sepertinya kamu tidak mau menuruti perintahku. Dengan kata lain kamu harus mati." Harimau putih memicingkan mata dengan posisi siap bertarung.


" Wuush." Harimau putih bergerak cepat seperti bayangan menerjang ke arah Ryu.


' Pantas saja Harimau putih ini berlagak sombong. Ternyata memiliki kecepatan yang luar biasa.' Ryu yang sudah siap bertarung tidak mau kalah langsung bergerak cepat menghadang Harimau putih.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


Pertukaran serangan antara Ryu dan Harimau putih menciptakan tekanan udara yang membuat wilayah sekitar menjadi rusak bahkan menciptakan gempa kecil.


Dengan adanya pertarungan tersebut, beberapa Hewan Roh yang ada di tempat itu berkisar kurang dari dua ratus meter langsung berlarian menjauhi wilayah tersebut.


Tidak hanya sampai disitu saja, semakin lama pertarungan mereka, kini semakin menyebar luas hingga mencapai jarak satu kilometer bergetar hebat.


Bahkan beberapa kelompok yang berjarak satu kilometer dari arah pertarungan jug merasakan dampak dari pertarungan tersebut.


" Pertarungan macam apa ini." Salah satu sosok merasakan getaran yang sangat kuat di tempat pijakan kaki mereka.


" Entahlah... Sebaiknya kita menjauhi tempat ini. Aku yakin penunggu Hutan larangan sedang bertarung di bagian terdalam Hutan ini." ucap yang lain.


" Tidak mungkin... Siapa yang berani mendekati kedalaman Hutan larangan ini? Bukankah itu hanya mencari mati."


" Haaaiiisss... Kalian ini. Jika getaran pertarungan bisa sampai sini, itu menandakan bahwa mereka sama-sama kuat."

__ADS_1


" Tapi aku pernah mendengar tentang Hutan larangan ini memiliki penunggu Harimau putih salah satu dari Roh Suci."


" Ini sangat diluar dugaan. Jika begitu, berarti getaran gempa ini adalah akibat pertarungan antara tingkat Surgawi."


" Apakah Roh Suci itu sedang bertarung melawan salah satu Dewa?"


" Itu bisa jadi. Meskipun jika bukan salah satu Dewa, berarti sosok itu sudah berusia jutaan tahun."


" Aku fikir juga begitu. Lebih baik kita cepat keluar dari Hutan ini."


Mereka pun meninggalkan tempat tersebut lebih memilih untuk keluar dari Hutan, ataupun menyusuri bagian pinggir Hutan saja.


Dari beberapa kelompok lain juga terlihat sedang berlarian menjauhi wilayah pertarungan tersebut agar tidak terkena imbas dari pertarungan tersebut.


Di sisi lain Ryu yang sedang melakukan pertukaran serangan dengan Harimau putih, kini wilayah sekitar membentuk lahan tandus.


Dari kedua belah pihak juga saling mencari celah untuk mengalahkan lawan.


Ryu yang merasakan lawannya sangat kuat, kini sangat bergairah dan memicu adrenalin untuk bertarung.


Si pihak lain Harimau putih yang sebelumnya menganggap Ryu adalah lawan yang enteng, kini perkiraannya berbanding terbalik.


" Anak Muda... Jika kamu berhasil mengalahkanku, maka dengan senang hati aku akan menjadi bawahanmu." Harimau putih yang adrenalinnya meningkat, langsung melancarkan serangan terkuatnya.


" Tapi jika kamu kalah, dengan senang hati aku akan memakan mu." Harimau putih melanjutkan pembicaraannya.


" Baiklah... Jika kamu kalah, maka kamu harus menjadi Hewan Kontrak Istriku." Ryu terlihat bersemangat sambil bertukar serangan kepada Harimau putih.


Ryu yang melihat serangan tersebut, sambil melakukan gerakan untuk menghindar.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu menjatuhkan Hujan Petir Hitam mengarah kepada Harimau putih.


Merasakan Petir Hitam yang menyambar tubuhnya, Harimau putih langsung menghindar sambil membuat energi pelindung dari elemen Angin.


" Ggooooaaarr." Auman keras dari Harimau putih membuat Ryu mundur beberapa langkah ke belakang.


" Wuush." Harimau putih bergerak cepat kembali menyerang ke arah Ryu.


' Transformasi.'


Ryu berubah wujud menjadi sosok Harimau, namun memiliki sedikit perbedaan dari Harimau yang sebenarnya.


Dengan wujud Transformasi, Ryu bergerak lebih cepat dari sebelumnya menyambut serangan dari Harimau putih.


' Perubahan wujud seperti apa itu?.' Harimau putih yang melihat wujud dari Ryu yang begitu mengerikan.


" Bboooom." Pertemuan dari kedua serangan membuat Harimau putih terpental puluhan meter.


Sedangkan untuk Ryu sendiri, hanya mundur beberapa langkah ke belakang.


Harimau putih yang baru saja bangkit, kembali melancarkan Serangannya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Ryu, kini kembali menjatuhkan Hujan Petir Hitam mengarah kepada Harimau putih.


" Sleeep." dua buah jarum racun menancap sempurna di tubuh Harimau putih beriringan serangan Hujan Petir.


" Ggooooaaarr." Harimau putih mengaum keras merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar.


Dengan kekuatan penuh, Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir bergerak cepat seraya melepaskan bola Petir Hitam dari mulutnya.


Harimau putih yang tidak mau kalah, kembali melancarkan serangannya hingga mereka kembali saling bertukar serangan.


" Cakaran Angin." Teriak Harimau putih menciptakan elemen angin berbentuk pisau menyerang ke arah Ryu.


" Craaash... Craaash... Craaash." Serangan Cakaran Harimau putih bersarang pada tubuh Ryu.


Namun Cakaran tersebut hanya mampu merobek pakaian Ryu saja, tetapi tidak untuk kulitnya.


" Aku rasa permainan sudah cukup. Sekarang aku akan serius." Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir sambil bergerak cepat ke arah Harimau putih.


Mereka pun kembali bertukar serangan hingga beberapa saat Ryu mendapatkan celah untuk mengalahkan Harimau putih.


" Craaash." Sebuah terbasan mengarah pada tubuh Harimau putih.


" Aaarrrggghhhh." Harimau putih berteriak keras saat mendapatkan luka sayatan yang cukup dalam di tubuhnya.


Tidak ingin menyiakan kesempatan, Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir bergerak lebih cepat ke arah samping Harimau putih.


" Craaash." Sebuah sayatan bersarang pada lengan Harimau putih.


" Ggooooaaarr." Harimau putih semakin marah karena sudah dua kali mendapatkan sayatan yang cukup dalam di tubuhnya.


" Manusia.." Harimau putih yang penuh amarah, kembali menyerang ke arah Ryu menciptakan tekanan angin tipis.


" Bboooom.... Bboooom..." Ryu yang mendapatkan serangan tersebut membuatnya terpental puluhan meter karena tidak sempat menghindar.


" Uhuuk." Ryu memuntahkan darah segar sambil bangkit kembali.


" Ternyata kamu juga menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya." Ryu menatap ke arah Harimau putih sambil melancarkan serangannya.


Dengan dua Bola Petir Hitam di tangan kirinya, Ryu langsung melempar bola Petir Hitam tersebut mengarah kepada Harimau putih.


" Bboooom... Bboooom." Tanpa sempat menghindar, dua bola Petir Hitam bersarang pada tubuh Harimau putih hingga terpental puluhan meter.


Dengan sebilah Pedang besar di tangan kanannya, Ryu langsung berlari ke arah Harimau putih hingga menyodorkan Pedang Naga Petir di lehernya.


" Apa sudah cukup?" Ryu menekan leher Harimau putih dengan Pedang Naga Petir.


' Pedang macam apa ini? mengapa berat sekali.' Harimau putih membatin berusaha untuk bangkit, namun tidak mampu karena Pedang Naga Petir di lehernya seakan menekan.


" Bagaimana? Aku tidak suka menunggu lama. Menyerah atau mati." Ryu melepaskan Aura Dewa Agung


" Aku menyerah." Harimau putih seakan tidak percaya dengan pedang yang menempel di lehernya seakan mendapatkan beban puluhan Ton.

__ADS_1


" Baiklah... Sekarang aku akan membawamu ke Dunia milikku." Ryu menarik tubuh Harimau putih ke Dunia Quzhu.


__ADS_2