
Setelah mendengar percakapan mereka, Ryu langsung mencari desa terdekat agar bisa mendaftarkan diri.
Dengan berbekal Armor Pelangi, Ryu langsung menyamarkan tingkat Kultivasi menjadi Pendekar Bumi tahap awal karena dia pikir bahwa Sekte Ular akan mencari Murid yang memiliki tingkat Kultivasi Pendekar Bumi tahap awal keatas.
Setelah berada di sebuah Desa, Ryu langsung bertanya kepada beberapa warga untuk mencari kediaman Kepala Desa.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengetahui dimana tempat kediaman Kepala Desa.
Di sebuah rumah yang cukup besar dari yang lain, terlihat sosok pria paruh baya sedang duduk sambil menikmati secangkir teh.
Melihat penampilan dari Pria paruh baya tersebut Ryu dapat memperkirakan sifat dari sosok tersebut dengan senyuman liciknya Ryu mendekati pria paruh baya itu.
" Salam Kepala Desa." Ryu menundukkan kepala.
" Hhmmm... Anak Muda... Sepertinya kamu bukan dari Desa ini?" Kepala Desa memperhatikan penampilan Ryu mulai dari atas hingga sampai bawah.
" Benar Kepala Desa. Aku dengar dari beberapa warga, bahkan Sekte Ular sedang mencari Murid baru. Apakah itu benar?" Tanya Ryu.
" Itu benar sekali Anak Muda. Hanya saja..." Kepala Desa memperkirakan jumlah harta yang ada pada Ryu.
" Ada apa Kepala Desa? Apa aku tidak memenuhi syarat?" Ryu berpura-pura tidak mengetahui keinginan dari Pria paruh baya itu.
" Aku memiliki kenalan di Sekte Ular. Jabatannya cukup tinggi. Aku bisa memberikan rekomendasi agar calon Murid baru agar langsung masuk agar menjadi Murid dalam, bahkan Murid Inti. Kamu paham kan maksudku?" Kepala Desa melirik ke arah Ryu dengan sebuah senyuman licik.
" Apapun akan aku lakukan demi menjadi Murid baru di Sekte Ular. Kepala Desa, aku butuh bantuanmu meskipun mengorbankan semua harta yang aku miliki." Ryu memberikan 500 ribu Batu Roh, karena dia mengetahui bahwa Kepala Desa tersebut adalah orang yang serakah.
" Oh... Anak Muda yang dermawan, kamu memang sangat pengertian. Sebenarnya aku tidak membutuhkan hal yang seperti ini, tapi aku tidak keberatan demi kemakmuran rakyatku." Kepala Desa langsung menyambar Batu Roh tersebut dari tangan Ryu dengan alasan rakyat untuk menutupi keserakahannya.
Kepala Desa yang mendapatkan Batu Roh yang sangat banyak dari Pemuda yang ada di depannya sekarang, tentu saja langsung membuat surat rekomendasi agar menjadi murid inti dari Sekte Ular karena apa yang diberikan oleh Ryu melebihi keinginannya.
" Siapa namamu Anak Muda?" Tanya kepala desa sambil memegang secarik kertas.
" Song Juan." Ryu menjawab dengan singkat karena tidak ingin ada orang lain mengetahui identitasnya.
" Baiklah... Aku akan mencatat bahwa kamu lahir di Desa ini." Kepala Desa menuliskan nama * Song Juan * dengan usia 19 Tahun, karena Kepala Desa menganggap Ryu masih berusia 20 Tahun jadi dia menurunkan satu tahun dari usia sebenarnya.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan surat rekomendasi tersebut, kepala desa langsung memberikan kertas tersebut kepada Ryu.
" Terimakasih Kepala Desa." Ryu mengerutkan kening saat melihat isi dari surat tersebut seketika terlihat sebuah senyuman puas karena keterangan itu melebihi keinginannya.
" Mmm... Datanglah lapangan balai desa dua hari lagi, karena pengurus Sekte Ular akan datang kesini dua hari lagi." ucap Kepala Desa.
" Baik Kepala Desa. Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu menundukkan kepala lalu meninggalkan tempat tersebut.
Setelah berada di tempat yang sepi, Ryu langsung membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura lalu masuk ke Dunia Quzhu.
Hanya dalam hitungan detik Ryu sudah berada di Istana Emas, dimana Istrinya sedang sibuk membaca beberapa Kitab hasil jarahan mereka hingga tidak menyadari kedatangan Ryu.
" Apa yang kalian lakukan?" Ryu bertanya kepada Istrinya hingga mengagetkan mereka.
" Ah... Gege... Ka... Kami." Sheng Zhishu dan yang lain terlihat gugup atas kedatangan Suami mereka.
" Apa belum cukup memiliki tubuh Dewi Emas Suci?" Ryu menggelengkan kepala karena dia mengetahui bahwa Istrinya ingin mempelajari tubuh racun penggoda.
Mendengar ucapan dari Ryu semua Istrinya menundukkan kepala saling berpandangan satu sama lain.
" Shu'er... Bukankah selama ini kalian sudah memberikan yang terbaik untukku? Lalu apa lagi yang masih kurang?" Ryu menggelengkan kepala sambil duduk di samping Sheng Zhishu.
" Gege... Kami melakukan ini, karena kami sangat mencintai Gege. Kami ingin menjadi Istri yang sempurna untuk Gege." Ucap Yuwang.
" Wang'er... Kalian adalah wanita yang sempurna untukku. Bahkan aku merasa bahwa akulah Pria yang paling beruntung bisa memiliki Istri secantik kalian. Tapi yang paling penting, kalian sangat pengertian dan bisa menerima keadaanku." Ryu menggelengkan kepala sambil menghela nafas karena tidak banyak wanita yang ingin berbagi Suami seperti mereka.
" Gege... Sebenarnya ini ada hubungannya dengan tubuh Dewi Emas Suci yang kami pakai. Jika kami bisa memurnikan tubuh racun penggoda, itu bisa menetralkan tubuh Dewi Emas Suci. Karena aroma wangi dari racun penggoda bisa menjernihkan pikiran kami." Zhang Qixuan menjelaskan.
" Benar Gege... Jika terkena racun atau ilusi maka sekuat apapun kami, kami juga tidak berdaya. Gege lihat sendiri bagaimana Gege menggunakan racun kelinci merah pada Matriak Sekte Burung Hantu dan Tetua Agung? Jika mereka tidak terkena racun itu, bahkan gabungan kekuatan kita juga tidak mampu mengalahkannya." Huli Yue mencoba menjelaskan kepada Ryu.
" Untuk aroma wangi pada tubuh kami itu hanya bonus. Aku rasa Gege juga sangat menyukainya." lanjut Huli Yue memberanikan diri untuk menggoda Ryu.
" Hhmmm... Jadi begitu? Baiklah, aku tidak akan melarang kalian. Mungkin itu lebih baik untuk kalian." Ryu mengingat kembali kondisinya sendiri. Sekalipun tubuhnya tidak mempan terhadap racun mematikan, namun masih bisa terkena racun pembangkit gairah.
" Terimakasih Gege." Semua Istrinya terlihat senang langsung menyusun kembali Kitab yang baru mereka baca.
__ADS_1
Di lantai dasar Istana Emas itupun Zhang Qixuan mengeluarkan Kecapi hingga melayang di udara, bergerak memutar hingga berdengung.
Saat itu juga Sheng Zhishu dan yang lain mengambil posisi masing-masing untuk duduk bersila.
Setelah beberapa saat terlihat asap berwarna keemasan keluar dari Kecapi tersebut langsung masuk ke dalam tubuh Istrinya hingga mengeluarkan aroma wangi semerbak dari tubuh mereka memenuhi ruangan tersebut.
Ryu yang mencium aroma wangi tersebut seketika mulai berfantasi seakan ingin menyalurkan hasratnya kepada Istrinya tersebut.
Karena tidak ingin terpengaruh, Ryu langsung menciptakan pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi tubuhnya sambil mengeluarkan guci arak.
Untuk menunggu proses penyerapan yang dilakukan oleh Istrinya, Ryu meminum beberapa teguk arak hingga bisa mengendalikan diri akibat aroma wangi itu hingga tidak terjadi apapun padanya.
" Jadi begitu? Sepertinya arak ini bisa mengontrol efek pembangkit gairah." Ryu bergumam berasumsi bahwa efek alkohol pada arak bisa melawan efek racun pembangkit gairah.
Setelah beberapa saat semua Istrinya sudah berhasil menyerap semua asap berwarna keemasan tersebut hingga terlihat sebuah senyuman puas dari wajah mereka.
" Terimakasih Gege." Sheng Zhishu dan yang lain beranjak dari tempat duduk lalu mendekati Ryu.
" Mmm... Sepertinya kalian memang sengaja memancingku." Ryu dapat merasakan aroma dari tubuh Istrinya.
Mendengar ucapan dari Ryu, semua Istrinya tersenyum seraya mengisyaratkan sesuatu kepada suami mereka membuat Ryu tidak tahan dengan aroma tersebut.
" Apa kalian bisa mengontrolnya?" Ryu bertanya kepada mereka.
" Tenang saja Gege... Anggap saja sebagai bonus untukmu." Goda Yuwang.
" Haaahh... Aku ada pekerjaan sedikit." Ryu berjalan keluar Istana menuju ke arah Melati Emas yang diikuti Istrinya dari belakang.
Setelah sampai di tempat Melati Emas tersebut, Ryu langsung mengeluarkan kepompong langit lalu meletakkan ke salah satu dahan Melati Emas tersebut.
Seketika keluar sebuah cahaya dari kepompong langit hingga terlihat Kupu-kupu Langit terbang ke salah satu Kelopak bunga Melati Emas.
" Kupu-kupu langit ini sudah berpasangan. Jadi kita hanya menunggu hasil." Ryu menoleh ke arah Istrinya.
" Gege tenang saja. Sisanya serahkan padaku." Sheng Zhishu menciptakan butiran cahaya hingga kedua Kupu-kupu Langit mulai terbang bersamaan lalu menempel pada salah satu dahan Melati Emas.
__ADS_1
" Mmm...